Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU.

Genre: Humor Parody

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koeih

Balesan Review:

RosyMiranto18

Hanbei: ide licik apakah itu? (kepo)

Naotora: Sebenernya di rumah mereka masih ada 7 ular lagi terus namanya sama semua cuman beda warna doang (senyum polos). sebenarnya ada tapi saya titipkan ke kebun binatang punya Sun Jian.

Cao Pi: kalo penyakit males mereka lagi kambuh.

Kebanyakan yang lulus jadi masuk RSJ (jadi dokter), atau punya pekerjaan tetap suka part-time kaya Xun Yu(dokter, tapi pas part time jadi idol -ngegantiin Jiang Wei-), yang berduit semacam Cao Pi lanjut kuliah, atau, kaya Zhao, lulus langsung nikah. lulus jadi pengurus binatang (kebanyakan anak Wu), begitulah.

Yoshitsugu: maksudku Hundun. tidak ada yang tidak mungkin untuk sobat gue yang ajaib itu.

Anggap aja itu typo berkepanjangan... yipyap :v

Kalo Hanbei di kirim ke Amazon nanti yang nyesatin mereka siapa? :v

Bukan Tempat Cuci Biasa

Selamat Membaca

Chapter 5: Berisik, Maksa, dan Menyesatkan

toki no oto

yami no koe

seijyaku wo tada kiri-saite

Dari ujung jalan sebuah lagu dinyanyikan oleh seseorang, lagu itu sampai ke laundri yang kemarin baru beraliansi, walaupun lagu itu slow, dan mendayu-dayu, lagu itu berhasil membangunkan seorang laki-laki yang kemarin disuruh tidur di atap oleh sobatnya. Mitsunari Ishida. Doi bangun dengan wajah lecek, disisi mulutnya ada sebuah air yang mengering. Mata masih sipit, masih ingin tidur, karena kesal tiba-tiba ada alarm dari ujung jalan sana. Tangan kiri Mitsunari meraba-raba genteng seperti mencari sesuatu. Satu menit barang itu belum ia dapatkan, muka leceknya makin lecek.

Perasaan kemaren gue bawa toa deh…

Tangannya masih meraba-raba genteng, dan akhirnya doi dapet toa yang doi cari daritadi, setelah mendapat toa itu, doi berdiri di atas genteng. Mitsunari menarik nafas, lalu.

"BERISIK NAGA BARU BANGUN! GUA MASIH NGANTUK!"

Setelah Mitsunari teriak lewat toa itu lagu dari ujung jalan itu berhenti. Setelah dirasa ga ada nyanyian yang mampir masuk ke telinga Mitsunari doi berbaring lagi di futonnya, berusaha tidur kembali tetapi saat Mistunari memejamkan mata sebuah lagu dari laundri grand opening itu muncul lagi. Membuat sang pemuda berambut merah keoranyean itu melek lagi. Doi pun berdiri lagi di atas genteng, sebuah toa sudah ada digenggamannya.

Kono ude ni takusareta yuruginaki shimei kakaete

Susumitsudzukeyou misueta saki e… No way back

"NO WAY BACK NDASMU! MASIH PAGI INI BERISIK BANGET!"

Setelah Mitsunari teriak, lagu itu tiba-tiba berhenti, terus muncul lagu lain, dan lebih terdengar seperti nyolot.

"LU MAU BATTLE?! OKE! GUE LANDENIN!"

izaizaizaiza

korekara iyoiyo isshin-furan ni

kono ie mamoran

Mitsunari pun mulai bernyanyi dengan penuh semangat, lagi asik nyanyi, tiba-tiba Mitsunari di ketapel sama Takatora gegara pagi-pagi udah bikin berisik, dan emang udah berisik sejak pemilik laundri diujung jalan itu karokean. Mitsunari berhenti nyanyi, lalu melihat ke pelaku di bawah.

"SAKIT TAK!"

"LU PAGI-PAGI UDAH BERISIK AJA NYET!"

"SALAHIN LAUNDRI UJUNG JALAN NOH! PEMILIKNYA KAROKEAN CUMAN BUAT NARIK PELANGGAN!"

"TAPI ELU NAMBAH SUASANA TAMBAH BERISIK ATAS AKSI LU TADI!"

"SSSSSSHHHH!" tiba-tiba telunjuk kurus, dan mulus punya Oichi muncul di depan bibir Takatora.

"Kalian berdua udah diem, mending kalian bantu aku buka salon."

"SIAP MAH!" teriak kedua manusia itu.

Mitsunari pun turun dari genteng lewat tangga bambu yang masih bersandar di tembok sebelah kiri. Setelah Mitsunari turun dari genteng, Mitsunari langsung lari ke salon. Semua berjalan dengan lancar, dan damai, sampai dua pemuda berambut panjang sedang berdiri di trotoar dekat laundri sambil membawa sprei. Hanbei yang baru bangun, dan masih linglung -mesin cuci beneran dalam mode mengeringkan- sedang meregangkan badan di luar, lagi asik meregangkan badan di luar kedua mata Hanbei menangkap kedua pemuda yang sedang berdiri di trotoar itu. Bukan Hanbei namanya kalo ga nguping pembicaraan antara kedua pemuda itu.

"Zihuan, mau ke laundri yang mana? Yang diujung jalan atau disini?" tanya seorang pemuda diikat twintail dengan tampang polos.

"Aku mau yang disini aja lagipula laundri ini udah jadi langganan Ayah." jawab pemuda satunya dengan nada datar.

"Tapi aku mau yang diujung jalan." kata si pemuda twintail itu sok imut sambil nunjuk laundri yang ia sebut.

"Disini aja." kata pemuda satunya dengan nada seperti orang yang sedang meyakinkan pacarnya.

Hanbei yang mendengar pembicaraan sekaligus melihat langsung secara live hanya menaikkan sebelah alisnya. Bingung. Beberapa kali Hanbei mengucek-ngucek kedua matanya yang berasa makin minus gegara di puter-puter di mesin cuci. Sekilas di depan matanya ia melihat dua pemuda tapi anehnya orang yang diikat twintail seperti perempuan. Karena Hanbei ngeliatin pemuda twintail itu terlalu lama, Hanbei jadi diliatin balik sama si pemuda twintail.

"Ape lu liat-liat? Naksir?" tanya pemuda diikat twintail dengan narsis pada Hanbei.

Mendengar suara yang familiar di telinganya, Hanbei langsung menebak kalo ntu temen satu SMAnya dulu. Bah ternyata si Zhao Yun toh, Hanbei menggelengkan kepalanya. "Ngapain gue naksir sama elu Yun? Bahan homoan masih banyak di dunia ini yang lebih baek dari elu Yun."

"Terus ngapa elu ngeliatin gue gitu?"

"Gue cuman penasaran aja, kenapa elu diiket dua gitu kek cewe?"

"Ini? Kerjaan mantannya si Cao Pi." jawab Zhao Yun, terus doi langsung nutup mulutnya.

"Bukannya mantan Cao Pi elu ya Yun?" tanya Hanbei balik.

Zhao Yun langsung mingkem, salah ngomong doi.

"Ehem, maksudnya pacar gue si Zhenji, pas Zhao Yun mampir ke rumah gua tadi, doi dijadiin boneka eksperimen sama pacar gue, terus doi diperbudak sama Babeh gue buat nganter nih sprei segunung ke laundri." Cao Pi mengoreksi, dan memperjelas alasan kenapa Zhao Yun sampe berubah.

"Hmm … 'mampir'"

"Jangan mikir macem-macem lu bocah, gue pagi ini ditelepon sama Pa Cao Cao cuman buat bantuin Zihuan bawa seprei ke laundri."

"Iyedah, jadi kalian mau ke laundri mana?"

"Itu." jawab mereka bersamaan. Cao Pi nunjuk laundri yang dibelakang Hanbei, sementara Zhao Yun nunjuk laundri diujung jalan yang baru grand opening.

Hanbei menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ga kompak, pantes jadi mantan." gumam Hanbei.

"Kamu bilang apa Hanbei?" tanya mereka bersamaan.

"Ga, jadi kalian mau laundri mana?" tanya Hanbei sekali lagi.

"Itu." jawab Cao Pi datar.

"Zihuan," Zhao Yun menarik-narik lengan kemeja yang pake Cao Pi. "yang diujung jalan aja." rayu Zhao Yun, doi masang tampang kucing minta diadopsi. Cao Pi hanya memandang Zhao Yun datar tapi dari hidungnya darah menetes.

"GUE KAGAK PEDULI KALO KALIAN MAU BALIKAN LAGI! YANG PENTING JANGAN PACARAN DI DEPAN LAUNDRI GUE! NTAR PELANGGAN GUE KABUR!" teriak Hanbei kesal. Kesel doi ngeliat mereka kalo Zhao Yun udah ngerayu sok imut ke Cao Pi.

"Kalo yang diujung jalan, nanti bisa minta diskon ke Jiang Wei."

Hanbei nyeletuk. "Seinget gue, posisi Jiang Wei lagi diganti sama Xun Yu gegara pas abis ngonser di depan RSJ waktu itu, terus abis ngonser Jiang Wei sakit."

Raut wajah Zhao Yun berubah kecewa. Cao Pi terseyum penuh kemenangan.

"Apa kata gue juga mending disini, ikutin kata seme lu."

Mereka pun memasuki laundri. Acara sudah selesai, Hanbei tiduran di atas hamparan rumput yang lembut, melihat langit. Tak lama setelah itu pemandangan indah itu tergantikan dengan wajah seorang pemuda bersurai coklat.

"Hanbei boleh gue nitip anak gue ga si Sima Yan ya?"

Hanbei menegakkan badannya, terus ngeliatin anak kecil mirip sama Zhao. "Kenapa elu nitipin anak elu ke gue?" tanya Hanbei dengan tampang minta dibanjur alkohol.

"Tadi gue lagi jalan sama anak gue terus gue dapet telpon kalo Yuanji mau lahiran."

"Hah?" Hanbei kaget setengah mati lulus SMA langsung punya anak dua. "terus kenapa ga elu bawa anak elu aja sekalian ke rumah sakit?"

"Ribet." habis menjawab pertanyaan Hanbei, Zhao langsung lari menjauh dari Hanbei, meninggalkan anaknya yang masih polos bersamanya.

Hanbei ngeliatin Sima Yan sinis terus menepuk pundak anak itu pelan raut wajah sinisnya berubah jadi senyum lembut lalu bersabda. "Nak minta ganti ayah gih, minta Sima Shi aja jadi Ayahmu daripada kamu ditelantarin gini cuman gegara Ibumu itu lahiran lagi."

Respon Sima Yan terhadap perkataan Hanbei hanya menatapnya polos lalu anak itu berkata. "Iya, Anshi juga gamau punya Ayah pemalesan."

Hanbei bengong seketika, lalu ide bego muncul di otaknya. "Sima Yan," Hanbei nunjuk Cao Pi yang baru keluar dari laundri. "mending kamu minta dia aja jadi Ayah kamu, udah cakep, pinter, ga pemalesan, tapi sayang-" Sima Yan berlari ke arah Cao Pi. "-homo. Yaah.. udah pergi."

Tonton ahh, Hanbei pun menonton hasil ajaran sesatnya dari jauh.

Sima Yan tiba-tiba memeluk kedua kaki Cao Pi. "Kakak, mau ga jadi Ayah aku?" tanyanya polos.

Cao Pi hanya menatap datar ke anak itu.

Zhao Yun jongkok, lalu bertanya. "Emang Ayahmu yang asli kemana?"

"Ayah lebih peduli sama Ibu terus nelantarin aku disini."

Zhao Yun merasa iba pada Sima Yan, lalu Zhao Yun menengadah ke atas. "Zihuan," Zhao Yun menggendong Sima Yan. "kasihan kalau anak ini ditinggal sendirian, kita bawa ya?"

Cao Pi memutar kedua bola matanya, malas. "Terserah."

Kedua mata Sima Yan seakan bersinar melihat kedua orang tuanya yang baru.

Dari pangkuan Zhao Yun, Sima Yan tersenyum pada Hanbei, dan melambaikan tangannya. Hanbei balas lambaian tangan itu, dan tersenyum bahagia karena anak itu sudah mendapat orang tua baru. Dasar bocah sesat.

"Sima Yan semoga kamu bahagia sama keluarga baru kamu ya~!" Hanbei teringat kembali dengan penjelasan Cao Pi tadi, tadi doi bilang Zhenji pacarnya kok pulangnya ke arah rumah Zhao Yun ya? Sampai sekarang Hanbei masih bingung. Dan membiarkan hal itu menjadi misteri.

Sebelum Hanbei kena hujan asam dari Zhao soal anaknya, Hanbei mengambil handphone asia hidayahnya mengirim pesan untuk sobatnya yang masih di rumah sakit.

To: Sobat gue paling males

Klo elu nyari (mantan) anak elu, ada di rumah Zhao Yun, anak elu udah dapet ortu baru :v semoga anak lu yang kedua ini ga berakhir kaya yang pertama okey, JANGAN PEMALESAN!

Klik

Hanbei mengirim pesan itu, lalu tersenyum bahagia ke langit.

"Hanbei, tolong bantu aku menjemur pakaian ini." pinta Yoshitsugu dari dalam.

"HANBEI DATANG~!"

TBC

Huwahuwahuwa, nista :v ntah aku seneng bikin Hanbei jadi bocah yang menyesatkan masyarakat.

Tenks lho udah baca cerita bege ini

see you next chapter~