Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU.

Genre: Humor Parody

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koeih

Balesan Review:

Dyatailmi ehe ehe

jangan-jangan anda suka main utapri shining live? :v

karena kalau lewat gojek masih normal :v

perang apa? Pedang-pedangan :v

Hanbei kan tidur di dalam sana karena dihukum oleh Kanbeinya tersayang.

Hanbei: aku tau klo itu anak orang, tapikan daripada anaknya tidak bahagia, kan berabe ntar. Kalo masih ada rasa sayang kenapa menjadi mantan? Katanya sayang tapi mantan.

Mahluk serbaguna melayani ikemen-ikemen juga bisa :v termasuk memuaskan anda(ga).

Ya anak oranglah masa anak setan :v cakep-cakep anak setan kan ga enak.

Dia bukan robot, dia kloningan Jiang Wei yang dibuang :v

Doi jadi idolkan ngegantiin si Jiang Wei.

Walaupun Xun Yu itu semacam gary stu tapi hanya satu kekurangannya, kurang nyata :"v

iya soalnya nama jalan dikota itu bikin orang-orang stress.

Bukan gila lagi, sudah tidak teridentifikasi.

Pasiennya makin gila karena dicekoki sesuatu yang besifat keadilan :v

RosyMiranto18

Tapi klo perawatnya laki-laki dokternya ikut stress :v

Zhao: (panik) ENGGA! Itu anak nemu di jalan bukan dari perut Yuanji suwer baru nikah aja pas udah lulus.

All: Itu bisa disembuhkan dengan cara, tidak bermain di cerita ini.

Habis ngeliat armor dian wei yang wah, jadi kepikiran dibikin biker, jadi lebih terlihat keren daripada sangar.

Ling Tong: Kemarau? Pantas saja sekarang terasa seperti di sauna.

Kanetsugu: itu anaknya Mitsuhide, Akechi Tama.

Takatora: esnya sudah meleleh duluan…

IYAP, apakah aku belum memberitahu kalau personil PPM itu strategis dari tiga kerajaan? Aku mendapat ide itu karena video itu.

Bukan Tempat Cuci Biasa

Selamat Membaca

Chapter 7: Menampung, Ketularan, dan Bakpao

"Jadi begitu,"

"KANBEI! KANBEI! IYAHIN!"

"Baiklah, tapi kalian juga harus kerja membantu kami."

"YEEEAAHH!" Hanbei jinjit terus cium pipi kiri Kanbei saking bahagianya. "Makasih." terus Hanbei menaiki tangga dengan hati gembira.

"Tidak-apa-apa asal kami bisa tidur di bawah atap sampai mereka selesai memperbaiki toko kami."

Jadi setelah toko laundri yang terletak di jalan menuju surga itu kebakaran para penghuninya disuruh menginap di toko laundri yang berada di jalan menuju neraka oleh manajer mereka. Sebenernya beberapa dari mereka ada yang menolak tetapi sang manajer memaksa mereka menumpang di sana karena sang manajer sendiri kenal dengan penghuni toko laundri itu.

"Karena di kota ini jarang ada hotel, kalian akan menumpang di toko Bukan Laundri Biasa, sampai toko kalian selesai direnovasi, TITIK!"

Di benak 5 personil PuriPuri Max Hearts teringat dengan perkataan sang menejer mereka yang super duper cerewet kek emak-emak PMS. Ini masih pagi, sebagian dari mereka ada yang membantu NagaIchi di salon sementara Lu Xun sendiri berlari kesana-kemari dengan cepat di sekitaran laundri. Daripada ngeliatin mereka yang sedang bekerja, mari kita pindah ke Takatora yang lagi olahraga pagi sendirian di luar.

"1, 2, 1,2, 123 HA!"

Saat sedang asik olahraga, Takatora melihat keluarga beranggotakan tiga orang sedang jogging di seberang jalan. Rasanya Takatora juga ingin menikah, dan mempunyai anak, tapi apa daya dia terkurung di sebuah laundri dengan 2 sobatnya selama di SMA, dan ia tidak mengakui kalau dari dulu sampai hari ini dia menyukai sobatnya sendiri. Jadi pertanyaan pertama, gimana mau punya anak kalo situ humu? Ngadopsi? Ga ada feelnya. CANDA! Jangan lemparin es batu. Tapi pan Yoshitsugu lebih milih loyal pada Mitsundere daripada bareng sama elu Tak. Sebenernya selama ini dia terpaksa bareng sama elu Tak di cerita ini, dan karena ada Mitsundere juga.

Tapi setelah dilihat lebih teliti lagi ternyata orang yang Takatora anggap sebagai Ibu di keluarga itu adalah Zhuge Dan, muka cakep Takatora mengkerut seketika, mengingat keseraman Zhuge Dan saat menjadi bendahara waktu SMA. Dan ntah kenapa muka seram Zhuge Dan menatap lurus Takatora, padahal Takatora daritadi ngeliatin anak perempuan yang bersamanya.

Perasaan gue aja atau dia emang ngeliatain gue dengan tatapan seakan menagih uang kas yang udah numpuk selama sebulan? Takatora menelan ludah, terus ngelambaikan tangannya.

"AYAH! LIAT ADA OM-OM LAGI MELAMBAIKAN TANGANNYA KE KITA!" teriak anak perempuan itu nunjuk-nunjuk Takatora dari seberang.

Takatora memegang dadanya ngilu, mendengar dia dipanggil om-om sama anak itu rasanya sakit, seperti cintanya ditolak oleh sang pujaan hati berkali-kali, samar-samar Takatora mendengar pembicaraan mereka.

"Dia siapa?" tanya Ayah dari perempuan itu pada Zhuge Dan.

"Takatora Todo."

"Ohh, lanjut lari aja yuk."

"Yah, Nanfeng haus." anak perempuan itu mengelus lehernya.

"Kalo gitu minta gih sama Om-om itu." kata Ayahnya lembut sambil nunjuk Takatora yang masih pose ala orang kena penyakit asma. "nyebrangnya hati-hati ya." lanjut sang Ayah yang masih dalam mode malaikat.

Sang anak pun mengangguk, dan tersenyum, lalu menyebrangi jalan dengan hati-hati.

Sebelum anak perempuan bernama Jia Nanfeng itu nyamperin Takatora, Hanbei sudah muncul duluan di sebelah Takatora dengan tubuh basah. Mungkin Hanbei dibanjur lagi sama pawangnya. Pas Nanfeng sudah sampai, dan berlari menuju Takatora. Hanbei berteriak.

"TERNYATA KALIAN SUDAH BERKELUARGA YA! PUNYA ANAK PEREMPUAN LAGI!" Hanbei melambaikan kedua tangannya pada dua orang disebrang jalan menuju neraka itu. INI BUKAN MPREG WOI!

Takatora bengong seketika, melihat kelakuan Hanbei yang bisa disebut nyari mati. Takatora ingin sekali melupakan aksi Hanbei kali ini, tidak mau melihat abis ini Hanbei bakal kaya gimana dan hanya ingin fokus pada sesosok malaikat kecil di depannya. Walaupun kulitnya pucet kek Ayahnya tapi tetap saja anak perempuan ini masih memiliki wajah imut, dan manis ga kaya Ayahnya yang sangar.

"Ada apa?" tanya Takatora lembut pada Nanfeng.

Senyum manis milik Nanfeng berubah sekejap menjadi senyum malaikat kematian. "Mau minta air minum, boleh?"

Takatora langsung mengangguk, dan berlari ke dalam toko mencari sebuah sebotol akia yang biasa di stok sama Mori, dan kembali keluar sambil membawa tiga botol akia.

"Ini, sekalian buat Ayah, dan teman Ayahmu itu." Takatora memberikan tiga botol akia kecil pada Nanfeng.

Senyum malaikat kematian milik Nanfeng berubah kembali menjadi senyum manis seperti tadi. "Makasih Om, Om baik deh." Nanfeng memeluk ketiga botol itu, dan kembali berlari ke tempat Ayahnya berada.

Takatora menarik nafas lega, Ayah sama anak sama-sama menyeramkan. Saat Takatora menengok ke sisi kanan, Hanbei sudah menghilang entah kemana. Tengok atas, tengok kiri, tengok kanan, tengok bawah. Takatora tidak menotis sama sekali keberadaan Hanbei. Takatora hanya ingin melupakan apa yang terjadi secara cepat hari ini.

"Permisi Mas, laundri PPM dimana ya?" tanya seorang perempuan berambut putih kepada Takatora.

"Di jalan menuju surga, tepatnya di ujung jalan sana."

"Mas yang bener dong, saya mau ke laundri nganterin bakpao buat paman saya bukan ke surga."

"Issh, si mbak ngeyel deh, dari RSJ sana tuh ya sampe sini tuh namanya jalan menuju neraka, yang laundri mbak cari itu berada di ujung jalan, dan jalan itu bernama jalan menuju surga." jelas Takatora panjang kali lebar.

Si mbak-mbak berambut putih itu bengong mendengar nama jalan yang disebutkan Takatora tadi. "Yaudah, gue mau kesana."

"Bentar Mbak."

"Ape lagi?"

"Laundri yang mbak cari kebakaran-"

"Apa?!" perempuan itu mencengkram erat kerah baju Takatora. "terus penghuni laundri itu selamat semuakan?"

Takatora kaget baru kali ini dia diginiin sama perempuan, Takatora langsung ngangguk. "I-iya penghuninya sekarang lagi numpang nginep di laundri kita."

Perempuan itu melepaskan cekramannya pada kerah baju Takatora. "Kalo gitu gue mau ketemu sama paman.

"Paman Mbak siapa namanya?"

"Zhuge Liang."

"Hah? Gue kira Mbak ponakannya Om Sima Yi."

"Maksud gue itu."

Takatora sweatdrop, ada ponakan lupa sama nama paman sendiri?

Sesudah merasa mendapatkan informasi yang cukup, Takatora pun memanggil paman perempuan tersebut, tapi pemanggilan tersebut memakan waktu lima menit karena saat itu pamannya sedang ngeramasin istrinya di salon. Setelah perempuan tersebut memberikan sekotak bakpao pada pamannya. Perempuan tersebut pergi dengan hati damai. Karena masih ada pekerjaan di salon Sima Yi meninggal sekotak bakpao itu di dapur, tidak lama setelah Sima Yi meninggalkan sekotak bakpao itu di dapur, isi kotak itu sudah raib ntah kemana.

"Siapa yang makan bakpao gue?" tanya Sima Yi pada para penghuni. Sudah jelas yang merasa inosen langsung geleng-geleng berjamaah.

"Tadi aku liat, Gan Ning sama Ling Tong dari dapur." kata Lu Xun sambil menunjuk Ling Tong sama Gan Ning.

"Kami cuman ngambil botol akia yang biasa di stok sama Om Mori suwer." tangan Ling Tong membentuk tanda peace, setelah itu apa yang terjadi Ling Tong sama Gan Ning malah disuruh push up 20 kali sama Mori.

"Jadi siapa?" tanya Sima Yi lagi.

"Btw, ada yang liat Hanbei ga?" tanya Takatora yang baru masuk ke laundri.

"Tumben lu nanyain keberadaan ntu bocah sesat?" tanya Mitsunari kepo. "biasanya elu nanyainnya Yoshitsugu."

"Diem lu Mitsundere, ngapain gue nanya kalo gue udah liat orangnya yang jelas-jelas berdiri di samping elu." Takatora nunjuk orang yang ada di sebelah Mitsunari. "Ehem, tadi dia abis nyari mati soalnya."

"Lagi di jalan menuju surga kali tuh bocah." kata Gan Ning asal.

Keheningan pun terjadi selama beberapa detik, setelah itu pintu menuju salon terbuka, dan menampakkan Hanbei yang cling-cling menyilaukan mata, di tangan kanannya ada bakpao. Seketika semua penghuni di ruangan itu melihat Hanbei.

"Kalian kenapa natep aku kaya gitu? Kangen ya?" tanyanya penuh percaya diri.

"Tuh Om!" Lu Xun nunjuk Hanbei seperti orang yang menemukan pengedar narkoba. "yang makan bakpao Om, itu Hanbei."

"Kok nyalahin aku?" Hanbei ga terima di tuduh begitu saja. "Aku kira ini bakpao punya Om Mori."

"Masukin aja ke dalem mesin cuci atau ga kurung aja dia di dalem kamar mandi bersama pakaian-pakaian." kata Kanbei.

"TAPI-"

Tak sempat Hanbei membela dirinya, ia sudah kembali ke habitatnya aka di dalam mesin cuci tak lupa mesin cuci itu dalam mode mengeringkan, lain kali Bei jangan melakukan yang membuatmu dihukum, gue jadi kasian sama elu Bei tapi nasi sudah menjadi bubur. Btw, ada yang penasaran kenapa Hanbei muncul dari salonnya Oichi? Kalo ga yaudah lewatin aja, kalo iya tinggal baca, Hanbei muncul dari salon karena pas abis teriak ntah bagaimana dia sudah babak belur, jadilah dia berlari ke salon untuk minta di permak oleh Oichi.

TBC

… ga nyangka ternyata JC yang berpenampilan sangar begitu anaknya kebanyakan cewe :v apakah keluargaku keturunan klan Jia-banyaknya anak perempuan daripada laki-? Cerita MCD kelar cerita baru muncul! Huwahuwa tapi masih bingung sama judulnya, fall in love with target? Atau assassin fall in love? Menstrim sih tapi keknya rame :v

tenks yang sudah mau setia membaca dan menunggu kelanjutan cerita ini

See you next story~