Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU.

Genre: Humor Parody

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koeih

Balesan Review:

RosyMiranto18

Zhao: (masih panik) I-iya begitulah hehe.

Ling Tong: sebenernya tidak itu tergantung ide yang dipunya oleh Nthor.

Naotora: antara penuh dan jauh dari tempat mereka berdiri.

Lu Xun: aku berlari kesana kemari karena Kanbei menyuruhku ini itu, lagipula jarang ada yang tinggal di daerah jalan menuju surga, banyaknya di daerah jalan kenangan bersama mantan (senyum polos).

Takatora: udah lunas kok, kan hutang dibawa mati, gue ogah pas di kubur gue dikubur sama catetan utang.

Jia Chong: … mungkin saja tanyakan pada Author, tapi mungkin di otak dia sekarang aku tuh single parent terus aku nikah sama Zhuge Dan … ugh agak mengerikan juga. Otak ntu Author sengklek kebanyakan nonton anim Sho-ai.

Mori: itu minuman normal kok tapi katanya mengandung isi aki mobil, jadi pas minum bikin seger, katanya…

Bukan Tempat Cuci Biasa

Selamat Membaca

Chapter 8: Tidur, dan Gabut

Malamnya di Bukan Laundri Biasa, penghuni di laundri itu sedang duduk melingkar di lantai satu dengan sebatang lilin yang menyala di tengah-tengah mereka, bukan, mereka bukan lagi nyari uang dengan cara ngepet. Mereka tuh lagi mau nentuin tidur dimananya kecuali Hanbei sama Mitsunari yang masih dalam masa hukuman. Di laundri ini tersedia 2 kamar, satu di bawah sama satu diatas berkat penggabungan dua laundri, tapi karena satu kamar itu cuman bisa muat 3-4 orang(5 orang kalo maksa), jadilah mereka rapat dadakan buat nentuin siapa yang tidur di kamar sama lesehan di lantai 1 sekalian jaga malem. Di luar hujan besar, petir bergemuruh dengan hebat, lampu padam. Memberikan kesan horror saat ini. Karena hujan besar diselingi petir membuat Ling Tong, dan Gan Ning tidak bisa pulang, mau ga mau dua montir itu juga harus nginep di toko.

"Mending PPM tidur dibawah saja, sisanya tidur di lantai dua kecuali Hanbei, dan Mitsunari." usul Oichi.

"Jangan Ichi nanti kamu kaya Guo Jia susah napas." Nagamasa menolak usul Oichi.

"Tapi,"

"Lebih baik, kalian cari hotel sana di jalan kenangan bersama mantan, kan deket dari sini." usir Kanbei.

"Jangan Mas Kanbei," seketika Oichi menolak pernyataan Kanbei. "nanti kalo mereka diculik terus dijual gimana? Terus terus karena hujan nanti mereka hanyut."

Seketika hening, Oichi cantik-cantik pikirannya rada sengklek juga. Nagamasa berdeham.

"Mending kita tidur disini semuanya, biar ga ribet."

"Gimana semua setuju?" tanya Oichi, karena doi satu-satu cewe di toko peran doi jadi emak-emak punya anak banyak ditambah jadi penengah.

"Terserah, asalkan bisa tidur aja sih..." jawab Jiang Wei lirih, diikuti anggukan dari semua penghuni.

Oichi menyatukan kedua tepalak tangannya lalu tersenyum bak malaikat. "Kalo gitu kita tidur disini ya, kecuali Mitsu."

Mitsunari melotot, ga percaya lagi ujan badai gini dia tetap harus menjalani hukumannya tidur di atap. "Kok gitu sih? Kalo gue nanti tidur terus anyut kebawa angin gimana?" Mitsunari protes sambil melukin tangan kanan Yoshitsugu.

"EGP." jawab Takatora singkat.

Keadaan kembali hening, hanya ada suara gemericik air, dan petir yang begemuruh sebagai beksong.

"Maen tebak-tebakkan aja nyok!" ajak Hanbei dengan nada riang pada mereka.

"Ga." Kanbei udah nolak ajakan Hanbei. "Aku mau mengambil futon saja, Kongming, Zhongda, dan Mori bantu aku mengangkat itu."

Sebenernya Zhuge Liang sama Sima Yi mau nolak tapi takut ditendang keluar jadi iyain aja. Tinggal tersisa sembilan orang. Kesembilan orang ini juga sama iyain aja sama ajakan si bocah sesat satu itu daripada gabut nunggu listrik kembali mengalir ke toko laundri.

Hanbei seneng bukan main karena hanya dari mereka semua hanya tereliminasi Mori orang saja. "Tebak-tebakkan pertama, yang anget-anget putih kekuning-kuningan apa hayo?"

Tiba-tiba Zhou Yu ngangkat tangannya. "Aku tau! TEH SUSU ANGET!" jawab Zhou Yu ga selow.

"Tebakan yang bener napa Bei." Jiang Wei protes permirsa.

Hanbei senyum nista. "Wenruo piktor nih, kebanyakan gaul sama Guo Jia sih elu."

"Wenruo?" tanya Nagamasa.

"Iya yang duduk di sebelah Zhou Yu si Xun Yu, masa kalian ga bisa bedain sih mana Boyue mana Wenruo." Hanbei geleng-geleng sambil mengangkat bahu.

"Perasaan sama deh." kata Nagamas ga percaya yang lain ngangguk-ngangguk kecuali Yoshitsugu.

"Masa kalian tidak menotis rambut bagian kiri sih? Kalo Jiang Weikan panjangnya sama, ga kaya Xun Yu panjang sebelah." jelas Hanbei sambil nunjuk rambutnya.

Nagamasa berpikir sesaat. "Kalo ini Wenruo, Jiang Wei kemana?"

"Masih sakit dia." jawab Jiang Wei jadi-jadian.

"Mending lanjut tebak-tebakkan aja yuk."

"Chang'an gitu dong kamu." kata Hanbei sambil ngedorong pelan Ling Tong.

"Itu JANGAN." kata Xun Yu menahan kesal.

"GUA PUNYA!" tiba-tiba Gan Ning teriak dengan volume agak kenceng. "Apa yang dikocok-kocok ibu-ibu jadi tegang, kalau digoyang makin tegang, nah pas keluar rasanya legaaaa?!"

Ling Tong ngegebuk kepala Gan Ning sekali. "Biasa aja kaga usah ngegas, sakit telinga."

"Tebak-tebakkan jadul, pasti itu jawabannya arisan." jawab Takakage tanpa hambatan.

"Aku punya lagi!" semuanya pada ngeliatin Hanbei penasaran. "Disini ada yang main DW9?" tanya Hanbei terlebih dahulu.

Mitsunari sama Ling Tong ngacungin tangan.

"Udah dapet kuda apa aja?" tanya Hanbei pada mereka berdua.

Seketika Mitsunari langsung konek. "Kudapat cintamu tapi tidak ragamu." jawab Mitsunari sedikit menghayati kek cowo tukang gombal.

"Mitsundere kebanyakan digombalin nih."

Muka Mitsunari memerah. Malu. "Tapikan emang itu jawabannya!"

Seketika hening. Rasanya kaya deja vu, kaya siapa gitu yang pernah ngeggombal gitu.

"Hari ini sudah lama." Hanbei ngetypo lagi.

Kali ini Zhou Yu menahan rasa kesal. "MALAM."

"Malam apa yang suka bengong?" kali ini Nagamasa ngeluarin teba-tebakkan.

"Apa?" tanya Lu Xun dengan muka nyolot, biasa energi udah mau abis.

"Malamun aja kamu." jawab Nagamasa sambil menjentikkan jari berkali-kali di depan muka Yoshitsugu yang daritadi masih belum mengeluarkan suara.

"Aku punya," akhirnya Yoshitsugu mengeluarkan suara. "jagung apa yang ngasih selamat?"

"..." Semuanya pada diem.

Hanbei ngacungin tangan. "Jagung selamat! kamu sudah bisa dipanen."

"Corn … corn..." Takatora mau jawab tapi setengah-setengah takut jadi ambigu. "corn, cornratulation!" akhirnya Takatora bisa menyebutkannya.

"Betul." cuman itu kata-kata yang keluar dari mulut Yoshitsugu.

"TIANG APA YANG ENAK?!" tanya Xun Yu ga selo.

"Wen Yang?" tanya Oichi balik pada Xun Yu sambil memiringkan kepalanya. Nagamasa bengong.

Keadaan hening untuk kesekian kalinya sampai Zhou Yu mengeluarkan suara.

"Tiang-tiang minum Teh."

"SIANG." koreksi mereka bersamaan kecuali Zhou Yu.

"Ya, udah-udah daripada kalian pada naik darah semua mending maen yang lain." Lu Xun mencoba menyudahi tebak-tebakkan unfaedah.

"Kalo gitu kita main three words story aja." usul Hanbei.

"GA!" teriak mereka barengan kecuali Yoshitsugu sama Oichi.

"Yaudah kita main bertiga aja."

"JANGAN!"

"Katanya gamau, kok jangan?" tanya Hanbei pada orang-orang yang sempat menolak ajakannya.

"..."

"AKU MULAI DULUAN YA! Seorang laki-laki sedang..."

"Menunggu sang kekasih..."

"Di atas pohon..."

"Laki-laki itu bernama..."

"Shikinclong-"

"Bentar-bentar," Xun Yu menginterupsi. "Bukannya yang suka diatas pohon ntu kuntilanak?"

"Itu nama samaran konek dong Xun, SHIKInclong." jawab Hanbei.

"OH! Gue jadi punya ide, Zhong Hui kalo abis mandi jadi apa?" tanya Mitsunari.

"SHIKInclong!" koor mereka semua.

"Gue juga punya," kata Takatora ga mau kalah. "Zhong Hui kalo ngitung gimana?"

"SHIJI dua tilu!"

Mereka pun tertawa, padahal garing, receh kalian semua. Kerecehan mereka diakhiri dengan Kanbei dkk dateng dari lantai dua sambil bawa futon. Sesudah futon digelar, diantara mereka ada yang rebutan mau tidur di sebelah mana.

"AKU MAU TIDUR DEKET TAKAKAGE!" Hanbei udah main tiduran di sebelah Takakage.

"Kamu tidur di dalem mesin cuci." Kanbei ngangkat Hanbei kek kucing terus masukin Hanbei ke mesin cuci.

"Udah-udah, pada tidur udah malem, untuk kalian bertiga." Kanbei nunjuk Takatora, Mitsunari sama Yoshitsugu. "Jangan rebutan, Yoshitsugu mending kamu tidur di tengah-tengah."

Akhirnya mereka tidur dengan damai, lagi hujan gini Mitsunari tidak tidur di atap, untuk hari ini Mitsunari berterima kasih pada Tuhan yang sudah menurunkan hujan meski harus berbagi Yoshitsugu -doi nganggep Yoshit dakimakura- dengan Takatora. Pas mereka sudah memejamkan mata lampu kembali menyala, membuat mereka kembali melek. Mori yang peka terhadap situasi akhirnya berdiri, dan mematikan lampu.

TBC

… ntah aku baca ulang yang tebak-tebakkan receh sendiri :v itu sebagian ada yang ambil dari gugel ada yang bikin sendiri :v

tenks udah baca, dan terhibur dengan cerita unfaeda ini

See you next chapter~