Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU. Hati-hati chap kali ini keknya bisa membuat hidup anda MENGGELAP tapi kalo udah tau syukur deh.
Genre: Humor Parody
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review:
RosyMiranto18
Lu Xun: seperti bawa kasur, jemur kasur, bawa sekeranjang pakaian kotor seperti itulah.
Jia Chong: selama bukan AlphaOmega verse… pasti seperti itu.
Mori: Tapi kedua montir kami sehat-sehat aja abis minum air akia itu.
Karena saya sendiri kurang bisa bikin horror, mungkin nanti karena pas malem suka dapet ide(nista) gini jadi aku habiskan dulu ideku. karena saya sendiri ngetik cerita ini aja udah horror.
Oichi: tapi nama jalan tempat laundri ini ada aja jalan menuju neraka jadi bisa aja mereka pas keluar tiba-tiba ngilang (iyain aja, sengkleknya kambuh).
Hanbei: hanya ingin memplesetkan kata 'jangan' aja :v
Itu hanya nama yang kebetulan lewat aja terus membuahkan ide tebak-tebakkan receh.
Bukan Tempat Cuci Biasa
Selamat Membaca
Chapter 9: Ngusir, Diusir, dan Penasaran
Malam berganti pagi, hujan lebat mereda gantian dengan matahari untuk menyinari bumi dengan cahayanya. Jam 9 pagi penghuni laundri ini masih pada molor kecuali pemain bekel internasional sama mantan atlit panahan. Karena hari ini hari minggu mereka laundri mereka tutup aka libur, lagi libur gini yang paling rajin bangun emang cuman mereka berdua, sebenernya mereka bangun pagi karena ada sesuatu di otak mereka tentang grup idol PMM yang masih tidur.
"Beneran ini kita seret mereka keluar?" tanya Mori memastikan tindakan mereka sebelum terjadi hal tidak mengenakkan.
"Gapapa, seret aja. Pakaian mereka juga sudah dikemas dengan baik olehku." kata Kanbei sambil menunjuk dua kardus, dan satu koper yang ada di belakangnya.
"Tapi kalo ditanya sama Naotora gimana?"
"Bilang aja kalau mereka sudah meresahkan warga," Kanbei menarik nafas. "warga laundri ini." lanjut Kanbei.
Mori ga mau ngomong lagi soalnya pasti bakal kalah adu bacot sama si pemain bekel internasional itu, jadilah mereka berdua melempar personil idol grup PPM dengan hati-hati keluar dengan barang-barang mereka, dan meninggalkan sebuah catatan untuk mereka.
"Sudah selesai," Kanbei meregangkan tangannya ke atas. "laundri kembali luas seperti biasa." lalu Kanbei pergi ke kamar di lantai dua. "Mori kalau tujuh manusya itu sudah bangun suruh untuk merapihkan futon, dan taruh kembali di kamar atas." kata Kanbei saat menaikki tangga.
Mori sendiri, ingin melupakan hal tadi, dan daripada menganggur dia melanjutkan pekerjaannya sambil menghitung pendapatan mereka selama sebulan terakhir. Jam setengah sembilan anggota cewe satu-satunya laundri bangun, dilanjut oleh Takakage.
"Jam berapa sekarang?" tanyanya lirih, dan masih sibuk kucek-kucek matahe.
"Jam setengah sembilan Ichi." jawab Mori.
"SETENGAH SEMBILAN?!" jerit Oichi, lalu langsung lari ke dapur.
Takakage ngeliatin Oichi yang panik dengan mata yang masih setengah mengantuk. "Hari ini … ngapain ya biar ga gabut?" tanyanya sambil memerhatikan ke sekeliling ruangan.
Jeritan Oichi tidak mempan untuk membangunkan sisa manusya lainnya karena mereka tukang ngebo ya termasuk suaminya kalo ga dibangunin pake katel yang dipukul pukul mereka ga akan bangun atau tungguin seorang pengamen lewat, dan bernyanyi dengan indahnya -alarm tiap pagi Ling Tong sama Gan Ning-.
Tok tok tok
Dari dalam mesin cuci Hanbei mengetuk ngetuk kaca mesin cuci. Tapi tidak ada yang menotis ketokan itu, sebenernya Hanbei bisa keluar dari situ tapi sayang seribu sayang mesin cuci tempat doi biasa tidur di gembok ntah sama siapa jadilah doi cuman bisa mengetuk-ngetuk kaca mesin cuci sampai ada yang menotis ketukannya.
"TENG! TENG TENG!
Sarapan sudah siap, alarm pagi ala Oichi berbunyi, manusya yang masih tertidur akhirnya bangun.
"NYARAP NYARAP!" teriak Oichi dari dalam dapur. "YANG GA NYARAP GUE PUSH UP 1000 KALI!"
Set dah, makin hari otak Oichi ikut sengklek aja. Penghuni laundri yang ada di lantai satu langsung berlari ke dapur. Hanbei yang masih terkurung di dalam mesin cuci panik, doi masih belum keluar, dari luar mesin cuci tampak mesin cuci bergoyang seperti terkena gempa. Kanbei yang baru turun tangga merasa iba pada peliharaanya yang doi kunci di dalem mesin cuci akhirnya melepaskan peliharannya ke alam bebas maksudnya membebaskan Hanbei dari dalam mesin cuci.
"UNTUNG GUE TIDUR DISINI! KAGA NGERASAIN TANGGAL TUA DEH GUE!" teriak Gan Ning seneng.
"IYA!" teriak Ling Tong setuju dengan perkataan Gan Ning.
"Oichi ini apa?" tanya suaminya sambil menunjuk semangkuk mie hitam di depannya.
"Itu mie hitam dari arang bambu, enak kok."
"Baru tau arang bambu bisa dijadikan campuran makanan." Mitsunari meneliti mie di mangkuknya, terus ngeliatin karage yang ada di mangkuk Takatora, doi comot tuh karage dari mangkuk Takatora.
"KARAGE GUE! ELUKAN UDAH DAPET EBI FURAI MASA KARAGE GUE DIEMBAT JUGA NYEDH!" Takatora ga terima karage satu-satunya yang ada di mangkuk diembat sama si Mitsundere.
"Aku bisa menggorengnya lagi kalau kau mau Takatora." kata Oichi dengan senyum manisnya.
"Tapi gaji dikurangin setengah." kata Kanbei pada Takatora.
Suasana senang tadi berubah drastis karena perkataan pemain bekel internasional. Akhirnya mereka makan agak ga sreg, dan kurang menikmati cuman gegara kalimat itu.
.
Lain mereka, lain lagi sama personil PPM ini. Bangun-bangun mereka ada di bawah pohon yang rimbun di jalan kenangan bersama mantan bersama pakaian-pakain mereka yang sudah terbungkus rapi.
"Jadi kita diusir nih?" tanya Zhou Yu bege.
"Heueuh pemain iklan shampo jotos." Xun Yu mengiyakan.
"EH EH EH! Aku nemu amplop busuk di dalem celana piyamaku." Lu Xun ngacung-ngancungin amplop berwarna kuning eek kuda di tangannya.
"Biar gue yang baca." Zhuge Liang ngambil amplop itu dengan paksa dari tangan Lu Xun.
Dibukalah amplop itu, dan Zhuge Liang mulai membaca catatan itu dengan teliti.
Jangan BALIK LAGI! Kalian mempersempit laundri kami yang udah sempit ini, jadi dengan baik hati gue udah ngebooking kamar hotel buat elu pada, dan elu pada sampe sana jangan lupa dibayar ya, tanda bukti dll ada di dalem amplop, dna gue juga udah baik hati mengemas pakean kalian.
Have a nice day, JANGAN BALIK LAGI
Tertanda, Kanbei
P.S Terima kasih udah bantu kemarin
Zhuge Liang cuman diem ingin dendam gabisa soalnya tuh orang tua udah dengan senang hati ngebookingin kamar hotel buat mereka, dan mengemas pakean bersih ples kotor mereka dengan rapi walaupun pake kardus mie. Setelah mengecek kertas-kertas penting buat ntar pas check-in kamar, mereka pun langsung melesat ke hotel yang tercantum di kertas itu. Tapi setelah melangkah sekali salah satu personil izin memisahkan diri.
"Gue mau ke rumah Boyue aja, males gue ke hotel itu." kata Xun Yu ogah.
"Karena ada Guan bersaudara ya?" tanya Zhou Yu.
"G. yang punya hotel itu bos mafia di kota yang pernah jadi guru sejarah, terus peraturan disana ketat banget, gue ogah buat nginep di ntu hotel."
"Yaudah, berarti kita misah ya, terus baju lu gimana?" tanya Sima Yi.
"Bukan baju gue, baju si Boyue. Di kalian aja dulu, paling malem gue ambil."
"Oke, kalo gitu kita cuz otewe ke hotel!" Lu Xun sudah bahagia duluan, dan udah melesat ke hotel itu sambil membawa dua kardus mie yang berisi pakaian mereka.
.
Kembali lagi ke Bukan Laundri Biasa, tampak hari libur gini laundri ini cukup tenang, Gan Ning sama Ling Tong ga pulang ke kosan karena gamau ngerasain tanggal tua disana jadi mereka asik maen ps di lantai satu walaupun mereka harus rela sakit leher gegara ngeliat ke atas mulu. Mori masih sibuk ngitung, Kanbei lagi di kamar lantai dua ntah ngapain, Takakage baca novel di samping ayahnya. Nagamasa sama Oichi belanja kebutuhan buat salon, Mitsunari di kamar lantai satu nonton TV, Yoshitsugu sama Takatora disuruh nyapu ngepel di lantai dua, terakhir Hanbei, tuh bocah lagi tidur-tiduran di lantai sambil melototin hapenya. Ditilik tilik lagi tuh bocah sesat lagi baca komik di hapenya.
"Alpha? Beta? Omega? Apa itu?" Hanbei kebingungan sendiri saat membaca komik itu, doi baca tuh komik karena Oichi memberikannya judul komik rekomendasi wajib baca. Tapi lama kelamaan Hanbei ingin muntah membaca komik itu.
Saat membaca komik itu Hanbei terserang penyakit kepo akut, jadilah doi berhenti membaca komik itu, dan menanyakan soal Alpha Beta Omega yang ada di dalam komik yang doi baca. Korban pertama adalah Takakage karena untuk Hanbei yang rela memberikannya jawaban yang jujur, dan mutakhir adalah si blonde itu, dan Hanbei berasumsi anak ketiga Mori yang satu ini membaca segala jenis genre buku, dari yang normal sampai yang membuat mata juling seketika.
Lagi enak baca novel baru, kenikmatan Takakage diganggu oleh si bocah sesat. Dengan senyum manis yang bisa bikin cewe-cewe teriak, Hanbei bertanya.
"Takakage kamu tau ga soal Alpha Beta Omega yang ada di komik-komik?"
Mendengar pertanyaan unfaeda dari Hanbei rasanya Takakage ingin menyemburkan sesuatu dari mulutnya, doi kaget tiba-tiba di tanya seperti itu. "Uhuk uhuk … kenapa kamu bertanya seperti itu?"
Hanbei sudah menduga reaksi seperti tadi, pasti Takakage diam-diam baca begituan. "Kepo, abis kaya fisika aja ada alpha beta."
"Ehem," Takakage menutup novel yang sedang dia baca. "Kalo gitu kita pindah tempat." Takakage membawa Hanbei ke depan kamar mandi karena itu tempat yang paling aman menurutnya buat ngomomgin itu.
"Pertama Alpha, pada umumnya alpha seorang lelaki yang sangat memiliki tingkat kemanlyan(macho) yang tinggi, dalam strata sosial seorang alpha akan memiliki jabatan yang vital dalam bidangnya, diantaranya sebagai seorang direktur perusahaan, kepala pemerintahan dll dst. Kedua Beta, Beta merupakan jenis yang paling banyak ditemui dalam strata masyarakat, mereka biasanya memiliki profesi yang pada umumnya dijumpai dalam masyarakat. Seperti dokter, salaryman dsb." Takakage menarik nafas. "Terakhir Omega, merupakan jenis yang paling sedikit dalam tingkat masyarakatnya. Jenis ini pada umumnya hanya berprofesi sebagai Ibu rumah tangga atau profesi yang berhubungan dengan pemerintahan. Dalam cerita seorang omega selalu diceritakan sebagai makhluk terlemah karena mereka tidak bisa melewati masa heatnya seorang diri. Masa heat merupakan masa dimana para omega siap untuk dibuahi atau lebih tepatnya masa kawin diantara mereka. Seorang omega akan selalu mengkonsumsi obat untuk meredakan masa heatnya jika ia masih belum memiliki alpha. Serta seorang omega dalam masa heat dilarang keras untuk bertemu dengan seorang alpha, karena alpha akan langsung menyerang omega yang sedang dalam masa heat didekatnya. Hal itu disebabkan oleh aroma atau pheromon yang dihasilkan oleh omega ketika sedang menjalani masa heat." Takakage ngos-ngossan abis ngejelasin panjang lebar soal pengetahuan yang bisa membuat hidup gelap seketika.
"Kaya strata di dunia hewan seigala ya~ di komik yang direkomen Oichi nyeritain tentang serigala sama manusia yang bertipe omega."
"Sebenernya di dunia hewan serigala belum tentu seperti itu, tapi pahamkan?"
Hanbei mengangguk. "Makasih sudah memberikan info yang jujur, Hanbei mau baca komik lagi dah~" Setelah penyakit keponya hilang, doi pergi ke kamar lantai satu untuk kembali membaca komik yang direkomen sama Oichi.
"Haaa… dasar bocah."
Habis itu Takakage kembali membaca novel di samping Ayahnya.
TBC
… ntah kesambet apa ana ngetik chap kali ini
Tenks udah mau baca cerita absurd ini
See you next chapter~
