Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH.

Genre: Humor Parody

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koeih

Balesan Review:

Dyatailmi ehe ehe

Obatnya mereka apa ya kalo boleh tau? :v

Hanbei: jadi Adek ehe ehe aja? Tapi nanti klo kita jalan bareng disangkanya aku yang adek :v

Hui tetap di hati tapi masih ada yang lebih dari si Hui kan? :v

Karena biasanya atasan lebih sarap daripada bawahan :v

Lu Bu: emang sih tetep aja, kalo ga waras itu menyiksa (minum segelas teh anget).

Karena kalo mabok alkohol kan udah menstrim :v

Jia Chong: harusnya sih gitu tapi katanya bukan pasiennya yang narsis tapi dokternya jadi abis keluar dari sana pasiennya malah jadi narsis, bukannya sembuh tapi malah makin sengklek

sesarap sarap sarapnya babeh sarap(?)

Nagamasa: kalo ga jadi pelakor apa dong?

RosyMiranto18

Cao Cao: karena Guan Yu akan selalu menjaga pride aib Liu Bei :v

Xun Gun: tch tch tch, itu asli no hoax efek visual pun bisa dengan imajinasi yang tinggi pastinya.

Sun Jian: kalo lima wadah itu terlalu biasa, jadi hanya yang beruntung saja yang akan mendapat seperti itu.

Cao Cao: ada di suatu tempat ntah berantah.

ZRLX: kalo gitu SMI.

Himiko: bukan, kan om zeus belum rilis, biasanya +1 itu salah satu member yang dimasukin admin dari lapak yang berbeda buat jadi dikick sama anggota.

Zhao: kalo masuk sana ntar ga rame, gabisa bareng bareng.

Muneshige: itu nama usename saya MunaMaya.

PXS: karena Yinping selalu ingin tampil beda.

Cerita Gelo Series: Asal Usul Tinggi Wen Yang

Selamat Membaca

Pagi hari di studio khusus untuk menistakan chara WO, orang-orang yang dibutuhkan untuk bermain drama kali ini sudah berkumpul di studio.

" Udah pada ngumpul?" tanya Lu Meng selaku sutradara kali ini.

"Zhao Yun mana Zhao Yun?" Nagamasa mengecek kehadiran sang pemeran pelakor nanti.

"Kok aku ada disini? bukannya ga ada di list ya?" tanya Himiko yang nyasar ke studio.

"Kamu jadi Naomasa waktu kecil." jawab Lu Meng sambil baca naskah.

"Eh?" Himiko kaget tiba-tiba doi disuruh jadi cowo.

Lu Meng nunjuk Xiahou Ba. "Sementara kamu bocah blonde selain Takakage, dan Nagamasa, kamu jadi Wen Yang waktu kecil. Oichi sama si kembar Qiao akan mendandankan kalian."

"Setidaknya peran kali ini normal." Xiahou Ba bersyukur.

"ZHAO YUN MANA ZHAO YUN?!" Nagamasa masih belum melihat keberadaan si pelakor.

"GUE DISINI!" teriak sang pelakor dengan wujud berantakan.

"Yun kok elu compang-camping gitu sih?" tanya Kanetsugu kepo.

"GUE TAU!" tiba-tiba maskot SW ngacungin tangan. "pasti abis *, *, dan * yaaa?" tebaknya.

Motochika langsung ngegebuk Yukimura pake shamisennya. "HILANGLAH KAU ARWAH MESUM DONG ZHUO!" kata Motochika kek dukun sambil terus gebukin Yukimura.

"Siapa sih yang ngancurin otaknya Yukimura pagi-pagi gini?" Naomasa ngelirik Qiao bersaudara.

"Bukan kami." kata mereka berdua barengan terus nyeret Xiahou Ba sama Himiko.

"Udah pada hapalkan naskahnya?"

"Udah~" koor semua pemain kecuali pemain pelakor kali ini.

"GA!" Zhao Yun masih belum dibenerin tampilannya doi masih compang-camping. "ZHENJI MANA?! GUA DENDAM SAMA TUH CEWE!"

"Zhao Yun stress." bisik Guo Jia pada Kanetsugu, Kanetsugu membalas dengan anggukan.

"Yak kita mulai dramanya ayo yang main di part pertama masuk." titah Lu Meng tak peduli dengan Zhao Yun. "Oichi tolong perbaharui penampilan Zhao Yun." pinta Lu Meng pada Oichi yang masih menata wig hitam yang dipake Himiko.

Dalam sekejap penampilan bak gembel Zhao Yun hilang dengan kekuatan make up Oichi, Lu Meng tersenyum puas melihat penampilan baru Zhao Yun yang zuper trap. Yak di dalam drama ini Zhao Yun jadi cewe. Bagus sih pake dress selutut, rambut diurai, tapi kalo diliat dari bawah geli, kakinya banyak bulu.

"IH gua ogah punya selingkuhan kek gitu." celetuk Cao Pi setelah melihat Zhao Yun dari bawah ke atas.

"Oh aku wax dulu ya bentar. NAOMASA! KANETSUGU! TAHAN SELINGKUHAN CAO PI!" bak jendral Oichi memerintah dua pemuda cakep itu buat nahan Zhao Yun biar ga lari.

Oichi mulai mengoleskan gel buat wax di seluruh kaki Zhao Yun. Muka Zhao Yun udah pucet. Sesudah mengering, Oichi tersenyum dahulu sebelum mencabut itu dengan sekali tarik.

"Ichi, ampun Ichi, jangan, jangan dicabut..." Zhao Yun mewek.

SREEEKK!

"AAAARRGGH!"

Oichi melepaskan jel yang mengering itu dari kaki kanan Zhao Yun. Orang-orang yang ngeliat kejadian itu rasanya kaki ngilu seketika sampe Chen Gong ngelus-ngelus kaki kanannya.

"Satu lagi." Oichi masih tersenyum nista.

"Zhao Yun jangan mati dulu." Kanetsugu panik setelah melihat Zhao Yun yang kayaknya mau otewe pingsan.

"Bertahanlah Zhao Yun tinggal satu lagi, bersyukurlah kedua tanganmu bersih jadi ga ikut di wax." Naomasa berniat menghibur Zhao Yun tapi Zhao Yun rasanya malah ingin K.O saat itu juga.

"SEMANGAT ZHAO YUN SATU LAGI!" Guo Jia menyemangati Zhao Yun yang udah keliatan sekarat.

SREEEEKK!

"AAAAAARGHHHH!"

"Keknya sakit banget tuh yang kedua, tapi kaki Zhao Yun sekarang udah lulus uji." Naomasa yang ngeliat kejadian dari dekat hanya bisa bersyukur sekarang Zhao Yun tidak menderita lagi gegera wax.

"Zhao Yun PINGSAN!" Kanetsugu panik setelah pelepasan yang kedua Zhao Yun pingsan di pelukan Kanetsugu. Kanetsugu pun membaringkannya di lantai.

"Tenang, ada Cao Pi."

Setelah beberapa detik terlewati Cao Pi datang, pas Cao Pi udah berdiri di samping, Zhao Yun bangun kek orang yang abis mimpi buruk.

"ENGGAA GUA KAGA MAU DICIUM!" teriak Zhao Yun.

"Siapa juga yang mau nyium elu. Jangan panik gitu, gue ga bakal ngapa-ngapain elu."

Pluk pluk pluk

Dari dalam ember keluar satu-satu es batu menghujani kepala Zhao Yun, ternyata Oichi minta Cao Pi menguyur Zhao Yun pake es batu.

.

.

.

Dalam hati Zhao Yun bahagia karena penderitaan sudah selesai. Belum ketang drama yang harus menggunakan imajinasi tinggi ini belum mulai.

"Nah udahkan ayo kita mulai dramanya." sang sutradara yang dari tadi menyaksikan kekejaman Oichi biasa aja.

KEJAM! PA LU MENG KEJAM! Jerit Zhao Yun dalam hati, sekarang Zhao Yun lebih merasa jadi Ibu-Ibu yang abis dicerein gegara makan kue punya sang suami.

.

Cast:

Cao Pi as Babeh sarap

Zhenji as Emak normal

Zhao Yun as selingkuhan Babeh yang baik hati

Naomasa II as kembaran Wen Yang

Guo Jia as penjaga toko

Zhu Rong as guru olahraga SD

Chen Gong as Babehnya penjaga toko (Budek)

Motochikampret as pengamen

Yukimura, Kanetsugu, sama Matsunaga as pembeli

Xiahou Ba as Wen Yang kecil

Himiko as Naomasa kecil

Sisa Anak-anak Jin as piguran

7 juta tahun yang lalu, di sebuah negeri entah berantah kita sebut saja negeri taman bunga, di negeri itu ada sebuah keluarga yang Ayah, dan Ibunya tinggi sementara kedua anaknya pendek. Kedua anak itu selalu diejek oleh orang-orang sekitar karena pendek, dan suatu hari sang anak bernama Wen Yang ingin tinggi kaya Deng Ai. dia minta ke kembarannya, Naomasa. Untuk menemani dia ke warung deket rumah, sebelum kabur dari rumah. Wen Yang sama Naomasa bilang dulu ke emaknya.

"Mak, Wen Yang sama Naomasa mau ke warung dulu ya."

Zhenji mengalihkan pandangan dari TV. "Mau nagapain ke warung?" tanya sang emak.

"Mau beli sipit grow Mak." jawab Wen Yang sambil nyipitin matanya.

"Tapi Babehmu itu belum gajian terus Babehmu itu belum pulang."

"Tapi Mak ini udah pagi masa Babeh belum balik?" tanya si kecil Naomasa pada Emaknya.

Zhenji menggendikkan bahunya. "Auk, selingkuh kali." terus Zhenji melanjutkan nonton sinet 'Ayah Mengapa Ibu Berbeda?' yang diperankan oleh Lu Bu, Lingqi, dan Diaochan.

Wen Yang yang mengerti sama perkataan Emaknya cuman mangap sementara Naomasa cuman diem soalnya doi ga ngerti.

"Yaudah Mak, aku beli sipit grownya pake uang sendiri aja, tapi nanti Emak gantiin ya." kata Wen Yang seenak jidat.

"Minta gantinya ke Babehmulah jangan ke Emakmu ini." kata Zhenji.

Setelah meminta izin, Wen Yang sama Naomasa kabur dari rumah, dan pergi ke warung 'ChenDol GaJe' yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Udah sampe sana mereka kesusahan untuk menunjukkan diri mereka sebagai tamu warung, karena tinggi mereka kurang jadilah mereka jinjit bak balerina yang hendak menari.

"OM!" panggil Wen Yang dari bawah.

"..."

"OM!" kali ini Naomasa yang manggil.

"..."

Karena sang pemilik warung itu budek akut panggilan dari mereka berdua tidak terdengar. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berteriak bersama.

"OM CHENDOL BERKUMIS!" teriak mereka berdua keras, sampai membuat sang pemilik warung sadar dari lamunannya sejak tadi, dan akhirnya melihat mereka.

"Mau beli apa dek?" tanya Chen Gong.

"Mau beli sipit grow." jawab Wen Yang sambil nyipit-nyipitin matanya.

"Hah?"

"MAU BELI SIPIT GROW!" kata Wen Yang sekali lagi.

"Hah? Adek mau beli anlin?"

Wen Yang diem aja ditanya balik gitu sama Chen Gong, ingin rasanya menyiram dengan alkohol namun tak bisa, mukanya minta disiram alkohol sumpeh.

Naomasa tepok jidat, mendengar respon yang unfaeda dari sang pemilik toko, mau ga mau Naomasa harus memanggil anak sang pemilik, kalo gamau lama di warung ples suara abis. "OM GAJE!"

"OM GAJE!" panggil Naomasa lagi.

"Iya-iya," akhirnya Om GaJe keluar dari tempat persembunyian di belakang sana. "Himi-chan jangan panggil Om ga enak, panggil Kakak aja." kata Guo Jia.

"Disini Himi-chan jadi Naomasa Om Gaje."

Guo Jia megang dadanya ngilu minta obat, kata-kata Om yang keluar dari mulut Naomasa membuat asma Guo Jia kambuh seketika.

"Om Gaje gapapa?" tanya Naomasa iba.

"Gapapa kok..." jawab Guo Jia, doi masih memegangi dadanya.

"Om, mau beli sipit grow, kalo aku minta ke Om ChenDol nanti malah dikasih sekotak susu anlin."

"Bentar ya." masih dalam pose megang dada Guo Jia mengambilkan tamblet sepit grow pesanan Wen Yang. "Harganya 12 ribu."

Saat Wen Yang mengeluarkan uang dari saku celananya, cuman ada uang sepuluh ribu. "Om, tapi Wen Yang cuman punya sepuluh ribu."

"Kalo gitu maaf ya dek, kalo uangnya kurang, barang tidak dapat diambil."

Seketika Wen Yang manyun lima senti. "TAPI AKU MAU!"

"Kalo ga cukup uangnya, gabisa diambil."

"Ada apa sih ribut-ribut."

Kedua anak kembar ini langsung nengok ke arah sumber suara, dan melihat orang itu bagaikan malaikat(pencabutnayawa), dia adalah Cao Pi, dia lagi jalan sama selingkuhannya si Zhao Yun. Muka Cao Pi sih biasa aja pas jalan menuju warung tapi muka Zhao Yun udah kaya kue kering yang diancurin alias keki abis.

"HUWAAA!" Wen Yang sama Naomasa mewek, mereka bukan meluk kaki Cao Pi tapi kaki mulus Zhao Yun.

"Kakinya mulus beud." bisik Naomasa ke Wen Yang sambil ngelus-ngelus kaki Zhao Yun.

"Iya, the power of wax." bales Wen Yang.

"Kalian kenapa?" sebisa mungkin Zhao Yun menghilang kekesalannya gegara di waxing sama Oichi, dan merubah suaranya sefeminim mungkin.

"Aku mau tinggi Mah, kaya Deng Ai!" jawab Wen Yang penuh ambisi.

Zhao Yun menaruh tangannya ke pundak Wen Yang. "Xiahou Ba, kamu ga bisa tinggi lagi udah takdir kamu tingginya segitu." bisik Zhao Yun dengan nada kesal.

Mendengar perkataan pedas dari Zhao Yun, Xiahou Ba yang jadi Wen Yang kecil cuman mewek di tempat dibilang gitu. Naomasa kesal setelah melihat perlakuan Zhao Yun pada kembarannya.

"Mamah JAHAT! Bukannya ditulisnya sebagai selingkuhan yang baik kok ini kek emak tiri yang harusnya diperanin Tante Zhenji." perkataan tajam itu keluar dengan mulus dari mulut Naomasa.

Zhao Yun mingkem, terus doi ngelirik ke Cao Pi. Si pangeran Wei itu cuman bales dengan tatapan 'itu salah elu, tanggung jawab sendiri jangan bawa-bawa gua'. Melihat reaksi yang tidak sesuai ekspetasi, Zhao Yun mendengus kesal.

"Yaudah, Mam-mah beliin sipit grow ya." kata Zhao Yun, sebenernya doi ga rela nyebut diri mamah karena doi LAKI.

Wen Yang berhenti mewek. "Beneran Mah?"

"I-iya." jawab Zhao Yun selembut mungkin.

Akhirnya sipit grow pesanan Wen Yang dibayar oleh selingkuhan Babeh Cao Pi yang baik, selama transaksi tidak mulus karena Guo Jia asmanya beneran kambuh terus karena Chen Gong di drama ini jadi penjaga toko yang budek jadi bikin sifat LAKI Zhao Yun keluar, bikin Chen Gong budek sementara.

"Ini Wen Yang sipit grow yang kamu inginnin." Zhao Yun kembali ke mode selingkuhan yang baik, dan memberikan sipit grow pada Wen Yang.

"Makasih Mamah~" Wen Yang sama Naomasa pun pergi dari warung menuju rumah.

Di perjalanan pulang mereka melihat sang pengamen terkenal, Wen Yang mengingat uangnya yang cuman sepuluh ribu, karena Wen Yang ga puas sama sebungkus tablet sipit grow yang dibeliin Zhao Yun. Wen Yang memutar otaknya.

"Aku mau ikut ngamen aja ah." Wen Yang berlari mendekati Motochika diikuti oleh Naomasa dibelakang.

"Kakak Motochika makin cakep aja deh." puji Naomasa.

"Kalo Naomasa udah muji pasti ada sesuatunya nih." gumam Motochika waspada.

"Kakak Motchik, Wen Yang mau ikut nyanyi buat nambah uang jajan." kata Wen Yang dengan mata berbinar.

Motochika menaruh sebelah tangannya ke pundak Wen Yang. "Xiahou Ba, kamu kan belum ngeluarin single." kata-kata pedih yang keluar dari mulut Motochika membuat Xiahou Ba dalam wujud Wen Yang mewek lagi.

"Babu gua elu apain sampe nangis?" Sima Yi yang berperan sebagai pigura(n) di drama ini beraksi.

"Eh?" Motochika panik lidernya tiba-tiba muncul. "E-engga Om ini tadi Xiahou Ba jatuh." jawab Motochika bohong.

"Awas aja lu kalo apa-apain babu gue, gue harakanan lu pake shamisen." abis itu Sima Yi pergi.

"Kakak Motochika ikutin naskah aja kasihan Xiahou Ba dibuat mewek terus." Naomasa iba pada kembarannya.

Motochika ngangguk-ngangguk aja. "Yaudah kalo gitu, Wen Yang mau nyanyi apa?"

"Trust Myself."

Wen Yang pun menyanyikan lagunya dengan khidmat sampai-sampai anak-anak Jin yang berlalu lalang melihatnya nyanyi, dan memberikan uang recehan, Wen Yang bahagia walaupun uang recehan yang penting uang karena kalo ga ada recehan tidak ada jutaan maupun miliaran.(?)

"Makasih-makasih." Wen Yang bungkuk-bungkuk ke penonton selewat. "Kakak Motchik makasih udah rela jadi gitaris aku." Wen Yang berterima kasih pada si pengamen ombre itu.

"Sama-sama." balas Motochika.

Naomasa yang daritadi ngumpulin uang receh hasil ngamen berlari menuju kembarannya. "Kita udah dapet banyak recehan, Naomasa mau loli."

"Kan dirumah ada loli rasa fanta anggur sama rasa es batu." kata Wen Yang seenak jidat. Yang dimaksud Wen Yang ntu Babeh sama Emaknya bukan loli beneran.

"Itu mah Babeh sama Emak." Naomasa manyun lima senti.

"Yaudah kita balik lagi yuk ke warung ChenDol GaJe." ajak Wen Yang.

"Dadah Kaka Motochika~" Wen Yang sama Naomasa pergi sambil dadah-dadah ke Motochika.

Sesampainya di warung ChenDol GaJe, mereka melihat tiga manusia, satu maskot SW, satu babunya Kenshin, satu lagi laba-laba yang hobi maen bom. Terlihat mereka bertiga bawa-bawa toa kek orang yang mau demo.

"BERHENTI! Lama-lama gue budek beneran nih cukup budek sementara gegara pemeran pelakor tadi." Chen Gong sudah tidak kuat di teriakin.

"Yaudah gue mau beli koin mainan/gue mau beli kertas mantra/gue mau beli korek." kata tiga manusya itu bersamaan.

"KALO MAU BELI KOIN MAINAN DI SD SANA! BELI KERTAS MANTRA KE ZHANG JIAO GIH!MAU BELI KOREK BERAPA DUS MAS?!"

"Idih, kok ke SD sih, ntar nanti aku diajak main bola, yaudah Yuki mau beli disana aja." Yukimura kecewa, dan akhirnya pergi dari warung.

"Kan situ bukannya mantan murid Jia Xu kok ga jual kertas mantra sih, ih warungnya ga level sama gua." kata Kanetsugu alay terus pergi dari warung.

"BELI SATU DUS AJA MAS!" teriak Matsunaga ga kalah ngegas dari Chen Gong.

"DITUNGGU BENTAR YAK!"

Dari kejauhan Wen Yang sama Naomasa udah tutup telinga gamau ikutan budek. Setelah pelanggan terakhir pergi dari warung mereka berjalan ke warung itu.

"Kalian berdua mau beli apa?" tanya Chen Gong selow ga kaya tadi.

"Beli sipit grow yang dua belas ribuan sama loli cap cip cup satu." Wen Yang menyebutkan pesanannya pada Chen Gong.

Selagi Chen Gong sibuk ngambil pesanan Wen Yang, Naomasa bertanya. "Om Gaje mana? Kok ga keliatan?"

Chen Gong menarik nafas. "Guo Jia dijalankan ke RSJ terjauh, karena asmanya makin parah gegara kamu manggil dia Om bukan Kakak kaya ke Motochika tadi."

Naomasa merasa bersalah. "Tapikan Himi-chan cuman ngikutin naskah..."

"Udah-udah, Guo Jia sekarang udah baikan kok, nih sipit grow sama loli cap cip cupnya." Chen Gong memberikan sipit grow sama lolinya ke Wen Yang. "jadi semua 13 ribu."

Wen Yang memberikan receh yang dia dapat dari hasil ngamennya ke Chen Gong ditambah uang dia bawa tadi, lalu mereka pun pulang ke rumah dengan damai.

Sampe rumah, Babehnya udah pulang, dan ikut nonton sinet bareng Emak Zhenji.

"MAK! Wen Yang sama Naomasa pulang~"

"Udah dapet sipit grownya?" tanya emaknya dari ruang keluarga.

"Udah tadi dibeliin sama Mamah Zhao Yun." jawab Wen Yang dengan polos.

Zhenji menjewer telinga Cao Pi yang duduk di sebelahnya.

"Sakit Zhenji, sakit..." rintih Cao Pi.

Zhenji melepaskan jewerannya terus ngusir Cao Pi dari ruang keluarga bikin muka Cao Pi kusut seketika, karena kesal Cao Pi melangkahkan kakinya ke anak kembarnya dengan aura intimidasi ngebuat anak kembarnya itu ciut seketika.

Krek krek

Wen Yang menegak ludahnya, keknya aku salah ngomong tadi. Naomasa ngabur ke kamarnya karena takut. Wen Yang langsung sujud memohon ampun pada Cao Pi.

"Ampun Raden Kanjeng Zihuan."

"Xiahou Ba..." aura intimidasi mode:on. "katanya mau tinggi ya?"

Sang Babeh sarap mencekoki Wen Yang bertablet-tablet sipit grow. Yang ada di studio kecuali Zhenji(masih fokus nonton sinet) nutup matanya takut dengan kekerasan dalam keluarga. Wen Yang pingsan seketika, dan Cao Pi pergi. Ehem, 2 bulan terlewati Wen Yang tubuh tinggi dengan cepat, sampai orang-orang di sekitar ngiri sama tinggi badan Wen Yang yang hampir sama kaya Deng Ai, sementara Naomasa tingginya tidak sampai kaya Wen Yang karena tidak dicekoki banyak tablet sipit grow, jadi tinggi Naomasa normal layaknya anak cowo SMP kelas 1.

Pas keluar rumah hendak main basket Wen Yang bertemu dengan Zhu Rong mantan guru olahraganya waktu SD.

"Wen Yang, kamu jadi tinggi banget." Sang guru takjub.

"Hahahaha." Wen Yang cuman bisa ketawa garing setelah mengingat nasib Xiahou Ba yang overdosis tablet sipit grow gegara Cao Pi.

"Sekarang Wen Yang mau ke mana?" tanya Zhu Rong kepo.

"Ma-mau main basket sama temen Bu." jawab Wen Yang.

"Kalo gitu semangat ya."

"I-iya Bu."

"WEN YANG AYO!" teriak Naomasa yang sudah jauh di depannya.

Begitulah Asal usul yang memakan banyak korban di drama ini, setelah tindak kekerasan tadi Xiahou Ba langsung dilarikan ke RSJ terjauh untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

"Bagus, bagus." kata Lu Meng.

"BAGUS NDASMU!" koor orang-orang di studio kecuali Lu Meng.

"Suka suka saya dong mau bilang apa, mulut mulut gue." abis itu Lu Meng pergi dari studio tanpa dosa.

END

mukgil nih cerita kelewat absurd :v

Tenks buat baca cerita gelo ini

See you next chapter~