Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU. Semoga kalian bisa mengimaji mereka jadi kawaeh ver bukan amit amit ver :v
Genre: Humor Parody
Rate: K+ (ajaib)
Disclaimer: WO punya Koeih
Note:
6 tahun = Shiji, Taigong Wang, Boyue, Fengxiao, Ma Dai, Boyan, Hanbei, Takakage, Masmun, Zhu Ran, Nezha, Yue Jin, Himiko
7 tahun= Naomasa, Jia Xu, Mitsun, Takatora, Motchik, Gracia, Lady Hayakawa, Yukimura, Orochi
8 tahun = Zilong, Ma Chao, Wenruo, Zishang, Man Chong, Toyohisa, Kai, Li Dian, Shuuten Doji
9 tahun = Ziyuan, Fa Zheng, Zihuan, Lu Lingqi, Oichi, Ling Tong
10 tahun = Wang Yuanji, Gonglu, Nagamasa, Gan Ning
Xun You, Xu Shu, Sakon, Mori sama Shennong = penjaga ples guru PG
kali ini bakal ada guest dari lapak DW9 :v
Balesan Review:
Dyatailmi ehe ehe
Ntar kalo gitu hape ana kudu masuk bagasi mobil lagi biar kering luar dalem :v
Hanbei: setelah sekian lama aku sekarang jadi oni chan :v
Capsnya mbak :v nyari yang jago piano macam Masato aja susah gimana kek Otoya :v tapi klo misalnya dapet yang kek Camus gimana?
Hohoho mungkin ada anu diantara mereka berdua :v
Kai: ngapain bawa uang kalo ada banyak cogan yang bisa dipalak :v Jia Chong itu tabungan berjalanku :v
Isssh… saya jadi ikut ngeimajikan :v minta dikarungin Xun Yunya
Zhong Hui: setidaknya ga dikira tuyul
Zhao: setiap Babeh melangkahkan kaki ke ruang tamu, Babeh jadi ketawa nonstop berhenti ketawa kalo udah di sembur sama Zhang Jiao
Ga bisa apa ya? :v(koneksi masih 2G)
Mereka akan menjadi bocah untuk beberapa chap kedepa :v
RosyMiranto18
Zhao Yun: ngejadiin gua selingkuhan Cao Pi di drama -3-
Himiko: kalo minjam nanti lama dramanya ntar di lemparin properti. Sebenernya ga ada tapi karena di belakang warung lagi ada meja biliar jadi maen deh.
Sima Yi: bisa berubah menjadi pedang MWAHAHAHA!
Xun Yu: yap itu aku, bigiso itu plesetan dari toko miniso, SSG dong.
Mitsunari: (lirik Zhao Yun, Sima Shi, Guo Jia, Lu Xun) oh bukan bini ya lebih tepatnya 'bini'
Snow White chinese ver.
Zhong Hui: Jìngzi, qiáng shàng de jìngzi, Shéi shì zhège guójiā zuì shuài de? (cermin cermin di dindinng, siapakah yang paling ganteng di negeri ini?)
Cermin: Cao Pi
Zhong Hui: YANG BENER!
Cermin: A-anda tuan… (terus retak). Masih gantengan Guo Huai kemana mana daripada elu, cuih.
translet by gugel
sebenernya ntu chap nyambung sama yang fesbuk part 4 dimana ina ngomongin emol dan bigiso.
Kai: I leave it to your imagination~ (wink).
Shi: tapi tetap saja, muka ganteng gua…
Tempat Penitipan Anak
Selamat Membaca
Pagi yang cerah, dan damai di keluarga Sima, sang Ibu yang sedang menyiapkan sarapan, sang Ayah yang sedang baca koran di meja makan. Damai sekali, karena damai anak sulung mereka teriak dari kamar.
"MUKA GANTENG AKU KOK JADI KAWAEH GINI SIH?!" teriak sang anak sulung kaget saat berdiri di depan cermin.
"Bukan Kakak doang kok yang jadi kawaeh aku juga." kata Zhao, dia baru keluar dari kamar mandi.
"Kamu masih amit-amit Zhao." kata Shi dengan muka datar. "tapi aku ga bisa ngomong g-g-gu-..."
Zhao manyun lima senti. "Retnya ganti jadi K+ jadinya gitu paling bisanya ngomong anjing sambil nunjuk anjing herder punya Zhuge Dan." jelas Zhao.
"ZHAO SHI YUANJI SARAPAN SUDAH SIAP!" teriak sang Ibu dari ruang makan.
"IYA MAH! Shi yang kawaeh ini otewe~" Shi masih berpakaian piyama lari ke ruang makan diikuti Zhao yang sudah rapi.
Sampai di ruang makan Shi shock karena wujud Yuanji lebih gede dari dia, Shi pun protes, sementara Yuanji sendiri nanggepin perkataan Shi cuman ngedelek.
"Kok Yuanji umurnya sepuluh tahun? Ga adil!" Shi menggembungkan pipinya.
"Udah-udah Shi abis nyarap langsung mandi ya kita berangkat ke PG." kata Ibunya sambil menaruh tiga mangkuk nasi goreng di meja makan.
Zhao bingung. "Mah, umur kita kan 8, 9, dan 10 kok peleygrup, kek yang ga lulus peleygrup aja."
Yuanji mengangguk setuju dengan perkataan Zhao. "Benar."
"Itu playgroup sekaligus tempat penitipan anak." kata sang Ayah.
"Ayo cepat sarapan, nanti kalian akan dianter sama Deng Ai bareng sama Hui." titah sang Ibu.
"Iya Mah."
Yuanji sama Zhao udah mulai makan, sebelum makan Shi protes lagi.
"Ih bareng sama si narsis itu? Eoh ga level." kata Shi alay, terus makan nasi gorengnya.
"Mentang-mentang ret K+ jangan ngalay Shi atau ga Mamah pecat kamu sebagai anak."
"I-iya Mah, jangan coret nama aku di kartu keluarga," Shi memohon ampun. "aku gamau tinggal bareng sama anjing herder punya Zhuge Dan."
"Bagus." sang Ibu tersenyum puas.
Setelah ketiga anak ini sarapan, Zhao sama Yuanji udah siap daritadi cuman lama nunggu Shi aja sampe menghabiskan waktu satu jam ntah narsis ntah apa tapi pas keluar dari kamar, doi jadi kek boneka porselen, mulus.
"Maaf ya lama." kata Shi sambil cengar cengir.
"Lama."
"Zhao nungguin Kakak kaya nungguin yang ga pasti."
"Yaudah sana, Deng Ai udah nunggu di luar." Sang Ibu mengusir ketiga anaknya dengan lembut.
"Dadah Mamah~"
Mereka pun jalan mendekati Deng Ai yang sedang menggandeng Hui yang sedang memeluk boneka panda, terus di belakang Hui ada vampir nyumput dibelakangnya kek yang malu-malu.
"Sejak kapan Jia Chong jadi malu-malu anjing herder?" tanya Shi, terus doi menggembungkan pipinya. "dia juga umurnya sepuluh tahun tapi sifatnya kek anak kecil."
"Boneka porselen, jangan gitu, kalo kamu sifatnya di edit jadi gini pasti kamu juga bakal dipertanyakan." kata Zhong Hui, dia mempererat pelukannya pada boneka pandanya.
"Sudah-sudah ayo kita jalan lagi." ajak Deng Ai, soalnya doi udah pusing dikelilingin anak kecil.
"Ogah aku jalan bareng anak bangsawan yang dimanja." celetuk Shi.
Deng Ai menghela nafas panjang, cape saya tuh
Selama perjalanan mereka Hui sama Shi saling menghujat satu sama lain membuat Deng Ai pusing sendiri, dan apa yang terjadi? Deng Ai melakban mulut mereka berdua, Deng Ai bersyukur membawa lakban di kantung celananya.
"Mmhhph!"
"Mhmmppp!"
Walaupun udah dilakban tetap saja mengeluarkan suara, Deng Ai pusing lagi, dan berharap cepat sampai ke tempat yang dituju. Tak lama setelah itu, keluhan, dan sumpah serapah Deng Ai hilang karena sudah sampai di tempat penitipan anak yang disebutkan oleh Zhang Chunhua. Mereka pun masuk ke dalam sana.
Kling kling
"Permisi,"
"Mau nitipin anak?" tanya seorang pemuda kaos ungu dengan celemek warna pink pastel.
"Iya, yang tiga anak ini," Deng Ai nunjuk Zhao Shi sama Yuanji. "selamanya."
"Selamanya?" pemuda berkaos ungu itu bingung.
"I-iya, soalnya kedua orang tua mereka bosen ngeliat mereka." jelas Deng Ai.
Shi berhasil melepaskan lakban dari mulutnya. "Kok aku kaya yang dijual sih..." terus Shi nunjuk pemuda berkaos ungu itu. "Om bukannya ponakan Xun Yu?"
Pemuda berkaos ungu itu mengabaikan pertanyaan Shi. "Baiklah, kalau yang dua lagi?"
"Sebenernya sama sih… selamanya juga."
"Cih, aku dikacangin sama om-om berstatus ponakan." Shi menyilangkan kedua tangannya.
"Maafin sama perkataannya dia emang ga diajarin sopan santun," Deng Ai meminta maaf pada pemuda berkaos ungu. "maksudnya diajarin tapi ga nyerap..." lanjut Deng Ai lirih.
"HOI!"
"Baiklah kalau begitu atas nama siapa?" tanya pemuda berkaos ungu.
Zhao membatin, kok kaya pesen makanan? Kami manusia oey, Zhao ngelirik Jia Chong yang masih berdiri nyumput di belakang Zhong Hui, tapi yang itu dipertanyakan…
"Sima Yi." jawab Deng Ai sambil memberikan uang kepada pemuda berkaos ungu itu.
"Kalo begitu anda boleh kembali kerumah, dan meninggalkan mereka disini."
"YEAAAHH!" Deng Ai bersorak gembira, lalu keluar dari tempat itu.
Shi ngedelek ke pemuda berkaos ungu. "Om Xun You sebenernya ini tempat apa?"
"Panti asuhan," jawab Xun You sembari tersenyum.
Tiba-tiba Zhao menjerit. "KITA DIJUALL!"
"Tempat penitipan anak, kalian percaya aja."
"Abis tampang om menipu persis kek status om yang dibalik." celetuk Shi.
Inginku siram anak ini dengan alkohol namun anak ini anak orang jadi tak bisa, Xun Yuo udah mulai besumpah serapah dalam hati gegara etitud Shi.
"Shi sudahlah jangan kaya gitu sama paman Xun You kasian, nanti ga keliatan muda." kata Yuanji.
"Xun You kita kedatangan tamu lagi?" tanya pemuda yang ga jauh mukanya sama Xun You(kek muka korban buli) sambil menggendong pamannya Xun You.
"Iya, ajak mereka masuk gih, cape aku ngadepin sama anak bandel macam Gan Ning." kata Xun You sambil memijat keningnya.
"Ayo masuk." ajak pemuda bernama Xu Shu.
Mereka pun masuk meninggalkan Xun You seorang diri, meratapi nasib. Beberapa menit kemudian, seorang anak berumur delapan tahun diikat ponytail datang menghampiri Xun You.
"Paman, aku ingin ngambil buku itu, tapi tidak sampai, paman mau ga jadi pijakan aku?" tanya anak diikat ponytail itu sambil nyengir.
Xun You memijat keningnya kembali. "Man Chong..." panggil Xun You lirih.
"Iya paman?"
"Tolong ambilin panakol di kotak P3K." pinta Xun You.
"Baik, paman." anak bernama Man Chong itu berlari ke kotak P3K yang ada di pojok ruangan, lalu berlari kembali ke Xun You membawa sebungkus obat berwarna biru.
"Makasih ya." Xun You pun meminum obat itu.
"Paman mau kan jadi pijakan aku?" tanya Man Chong lagi.
Xun You menghela nafas panjang sekali mendengar permintaan Man Chong, akhirnya mau gamau Xun You menuruti perkataan Man Chong.
Apakah Xu Shu, Xun You, Sakon, Mori, dan Shennong bertahan untuk tidak mengundurkan diri jadi penjaga anak-anak sarap ini? Tetap saksikan mereka di GilaTV.
TBC
enader new sutori~ huwahuwahuwa :v
tenks udah setia baca cerita sarap ini geng
See you next chapter~ otw 100 chapter~
