Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU. Semoga kalian bisa mengimaji mereka jadi kawaeh ver bukan amit amit ver :v

Genre: Humor Parody

Rate: K+ (ajaib)

Disclaimer: WO punya Koeih

Balesan Review

RosyMiranto18

Himiko: punya Om Guo Jia sendiri, itu hadiah dari Om Cao Cao.

Mitsunari: Hmm… tanya pada artist di pixiv (angkat dua tangan).

Shi: masa lalu gue yang kelam :v (abaikan aja). Ih ogah disiram gituan ntar muka aku sama kaya Shiji terus fans gue berkurang gegara muka gue berubah.

Zhao: sejak nthor menyamakan Zhuge Dan sama anjing herder, btw, anjing herder galakkan?

Zhang Chunhua: biarkan mereka jadi anak-anak yang ga lulus PG bertahun tahun(ketawa ala tante-tante di anime 90an).

Deng Ai: terakhir dibayar pake peta, petanya bolong semua abis digigit tikus.

Xun You: gelandangan...(kit ati) sakit tapi tidac berdarah.

Tempat Penitipan Anak

Selamat Membaca

Hari ini seperti biasa damai... karena anak-anak yang dititipkan masih nyenyak tidur. Xun You sama Xu Shu masih terkapar disamping anak-anak (cape dibuli), sementara Mori, Sakon, dan Shennong udah stand by di tempat sejenis resepsionis sama masak buat sarapan anak-anak.

Kling kling

"Apakah tempat penitipan ini sudah buka?" tanya sesosok om om bermuka paling muda kalo di satu kategorikan dengan Cao Cao sama Sun Jian.

"Sudah buka, tetapi anak-anak masih tidur." jawab Sakon.

Om om itu ngeliat ke arah Sakon, di tangannya ada bayi berusia 5 bulan. "Saya mau nitipin anak."

"Kami tidak menerima bayi."

"Bukan, ini anak saya yang satu lagi, namanya Zilong." om om itu ngelus kepalanya, eh lagi asik ngelus kepala anaknya itu, bayi yang ada di tangannya meluncur dengan lancar ke bawah. Bikin Sakon kaget. Untung Zhao Yun cepat tanggap jadi dia berhasil menangkap bayi berusia lima bulan itu.

"Ayah, jangan ngejatuhin Liu Shan, ntar Liu Shan jadi ogeb." kata Zhao Yun.

"Abis licin." balas om om itu.

Sakon bengong. "Mas, jangan buang-buang anak."

"GUO JIAAA JANGAN NARIK NARIK RAMBUT AKU SAKIT!" jerit Jia Xu dari dalam. Sakon ngeliat ke dalem pas ngeliat balik ke om bermuka muda itu sudah menghilang bersama bayi berumur 5 bulan meninggalkan Zhao Yun sendiri, dan uang segepok di atas meja.

"HUWAAAA! aku ditinggal sama ayah!" Zhao Yun mewek di tempat.

Kelakuan Sakon sama kek Xun You di chap lalu, mijet kening, terus Sakon ingin banget negak racun kek di cerita romeo juliet.

"Pagi-pagi, udah berisik aja," Mori berjalan ke arah Sakon. "ada anak ilang?"

"Ada om om ninggalin anaknya sama uang segepok." tunjuk Sakon ke Zhao Yun yang masih mewek.

"Zhao Yun ayo sini kita main sama Jiang Wei." ajak Mori pada Zhao Yun. Zhao Yun berhenti mewek, terus jalan ke Mori. "Sakon aku ke dalem ya."

Sakon ngangguk aja.

.

Anak-anak udah pada nyarap, walaupun nyarap juga susah diatur, dari rebutan tempat duduk sampe milih-milih makanan.

"Berhenti megangin rambut aku Guo Jia." protes Jia Xu pada Guo Jia yang seneng megangin rambut Jia Xu.

"Abis rambut kamukan warna hitam bukan blonde, ga kaya aku." kata Guo Jia, dia tetap megangin rambut Jia Xu. Bikin Jia Xu pasrah aja sama kelakuan Guo Jia.

"Hari ini kita bakal kemana?" tanya Xun Yu pada Xu Shu.

"Mungkin hanya di sini saja, besok kita baru ke kebun binatang." jawab Xu Shu.

"YEEE! BESOK KITA KE KEBUN BINATANG!" teriak Ma Chao gembira. maklum ni anak bahagia kalo udah ke kebun binatang doi ngefans sama kuda.

"YEEAH!" koor anak kecil yang lain termasuk anak berkulit macam ular yang biasanya diem.

"Hah..." Xu Shu menghela nafas. "bentar, Li Dian sama Yue Jin mana?" Xu Shu celingak-celinguk.

"Di rumah pohon." jawab Lu Xun.

Xu Shu pun berlari ke halaman belakang, lalu melihat ke arah rumah pohon, Lu Xun sama Zhu Ran ngikut Xu Shu ke halaman.

"Kalian berdua turun!" teriak Xu Shu. dari bawah.

"Gamau!" balas Li Dian dari rumah pohon.

"NTAR KALIAN DI BALIKIN LAGI KE ZHANG LIAO SAMA YU JIN!" ancam Xu Shu kepada dua anak kecil itu.

"Gamau tinggal lagi sama bajak laut, dan kepiting."

Lu Xun sama Zhu Ran ngeliatin Xu Shu yang kebingungan. mereka berdua mendapat ilham seketika. Tak lama kemudian pohon, dan rumah pohon terbakar.

Xu Shu panik bukan kepalang ngeliat pohon dimakan si jago merah. Untung saja tetangga mereka aka orang tua asuhnya duo pyromania datang membawa ember berisi air.

"Paman liat apinya besar." kata Lu Xun sama Zhu Ran dengan mata berbinar. sementara orang tua asuhnya cuman kesel sama kelakuan mereka.

"Udah diem kalian berdua." kata orang tua asuh mereka sambil bulak balik bawa ember berisi air ke arah rumah pohon.

Zhu Ran sama Lu Xun cuman ketawa jahat, ga ada niatan buat ngebantuin madamin api, karena mereka seneng lebih seneng liat api yang berkobar. Setelah api padam Li Dian sama Yue Jin turun dari rumah pohon terus mewek berjamaah sambil nyusut ingus di celemek yang dipake sama Xu Shu.

"HUWAAAA!"

"Cup, cup cup." Xu Shu berusaha menenangkan Li Dian sama Yue Jin.

"Kalian jangan dilakukan lagi, bisa bahaya." kata Lu Meng pada kedua anak asuhnya. Zhu Ran sama Lu Xun hanya menggembungkan pipinya. Lu Meng bersyukur ga jadi pergi ke supermarket.

Beda di halaman beda di dalam, di dalem seperti biasa Xun You diperbudak sama Man Chong buat jadi pijakan ples kursi. Shennong sedang membacakan cerita pada anak-anak yang agak 'normal' di dalam. Sakon? Dia mendapatkan tamu aneh lagi kali ini Om om dateng pake kereta kuda.

"Saya mau menitipkan anak saya Cao Pi," Om om itu langsung menaruh uang segepok di atas meja resepsionis kek yang mau nyogok. "Cao Pi baik-baik ya, nurut sama mereka, nanti dijemput sama Xiahou Dun." kata om om itu pada anaknya lalu pergi begitu aja.

"Kok lama kelamaan, saya disini rasanya kek dagang anak ya..." gumam Sakon, dia menopang dagu melihat anak om om tadi yang bernama Cao Pi belum beranjak dari tempat dia berdiri. Sakon ngeliatin anak itu bingung, terus melihat anak itu secara bergantian dengan anak-anak yang ngumpul deket Shennong.

"Dek," panggil Sakon khawatir karena sudah 3 menit anak itu berdiri di situ.

"Dek," panggil Sakon lagi. Sudah dua kali dipanggil anak itu belum juga sadar, dan akhirnya Sakon berpikir kalo tuh anak kena hitomebore pas liat salah satu anak di dalem, namanya juga anak sepuluh tahun… tapi pandangan pertamanya ga gini juga, kaga beres ni anak.

"Ka Shennong," panggil Gracia pada Shennong sembari menarik-narik rambutnya.

Shennong menutup buku cerita di tangannya. "Ada apa Gracia?"

"Itu," Gracia nunjuk Cao Pi yang masih berdiri di depan pintu. "ada anak kecil ngiler sambil ngeliatin kita, serem." Gracia menenggelamkan wajahnya ke celemek yang dipake Shennong.

Shennong sweatdrop, dia tidak menyangka ada anak kecil lagi ngeliatin mereka dengan muka ga mudeng terus ngeces. Yang lain pada ngikut ngeliat anak yang dimaksud Gracia langsung pada meluk Shennong, dan pasang muka ketakutan.

"Sakon," panggil Shennong.

"Wut?"

"Tuh anak kenapa? Ga kesambet kan?" tanya Shennong.

"Kena hitomebore nih anak." jawab Sakon.

"Bah, anak sepuluh tahun kena begituan?"

"Bisa aja kali, tapi aku gatau nih anak ngeliatin siapa, Gracia kali."

"AKU GAMAU!" teriak Gracia tiba-tiba.

Shennong ngeliat ke Gracia. "Emang kamu ngerti sama kata-kata Sakon?"

Gracia ngeliat ke Shennong, udah mau mewek dia. "Gatau, tapi Om Sakon nyebut namaku..."

"Shennong boleh nanya ga?"

"Paan Kon?"

"Kon Kon, emang aku jagung."

"Itu corn, udah cepet mau nanya apa?"

"Kapan aku dipanggil Kakak?"

"..." Shennong diem ga ngewaro pertanyaan unfaeda dari Sakon.

"Perbaikin dulu muka Om jadi kaya Ranmaru, baru bakal dipanggil Kakak."yang ngejawab bukan Shennong melainkan Masamune, bocah yang seneng banget ngomong.

"Itu mah jadinya bukan Kakak tapi Tante, kan Ranmaru cantik." celetuk Nagamasa.

"..." Sakon pundung di meja resepsionis.

"Jangan begitu, Masamune kamu minta maaf." titah Shennnong pada Masamune. Masamune nolak, terus bawa-bawa nama Nagamasa gegara nyeletuk, akhirnya Shennong cuman bisa mijit keningnya.

Kalo ni penitipan bukan punya Nobunaga, aku udah mengundurkan diri dari awal.

"Kak Shennong, Gracia takut sama anak itu, dia masih ngelamun ecesnya makin banyak." Gracia mewek.

"Kon, Sakon," panggil Shennong.

"..." Sakon masih pundung.

"Kon, Kon, Kon… kalo bukan ret K+ udah aku panggil pake nama lain." Shennong menggerutu, doi ingin nyamperin Cao Pi tapi anak-anak masih melukin doi, jadi gabisa gerak, terus doi ngeliat ke arah Guo Jia. "Fengxiao, mau ga-"

"GA!" Jia Xu langsung meluk Guo Jia padahal Shennong belum selesai ngomong. "Ntar kalo Guo Jia ketularan terus nanti pas tidur ngecesin rambut aku gimana? Kan ga banget."

"Jia Xu, Kakakkan belum selesai ngo-."

Jia Xu memotong perkataan Shennong lagi. "Yang ngasih tau Zhong Hui."

Shennong menarik nafas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan. "Xun You, MORI XU SHU!"

"Maaf ga bisa nolong, aku masih harus ngeladenin ekor kuda." balas Xun You sambil jinjit menaruh buku yang abis di baca oleh Man Chong. Man Chong sendiri ngeliat Xun You menderita cuman ketawa.

"KAMI BERDUA GA BISA! ADA KEBARAKAN DI HAMALAN!" teriak dua personil sisa dari luar.

"Kak Xu Shu sama Ka Mori, ngomong masih remedi." celetuk Nezha.

"Ketek lotus, kebiasaan kamu di fesbuk jangan dibawa-bawa kesini." kata Wang Yi.

"Yang boleh manggil Nezha pake sebutan ketek lotus cuman aku." kata Masamune.

Shennong melihat ke Masamune dengan lembut. "Masamune,"

"GA! Cari yang lain aja." tolak Masamune.

"Haissshh..."

Tak lama kemudian anak-anak udah mulai melepaskan pelukannya, Shennong bisa bergerak kembali, Shennong pun mulai mendekati Cao Pi.

"Dek, masuk yuk." ajak Shennong lembut. Cao Pi masih belum sadar. Walaupun Cao Pi belum sadar tangan kanannya terangkat lalu menunjuk seorang anak dengan rambut panjang. Perlahan anak yang ditunjuk Cao Pi menengok ke arahnya slowmotion.

Pandangan pertama awal aku berjumpa~

Shennong mangap, beksong nista muncul tiba-tiba. Dan sebenernya siapa yang jadi hitomebore Cao Pi? Tebak sendiri ae dah takutnya ga sesuai ekspetasi kalian. Eces Cao Pi makin banyak kali ini dari mulutnya keluar es batu bukan air. Shennong ga bisa berkata-kata ngeliat Cao Pi, dia hanya bisa menarik nafas dan menutup cerita kali ini.

TBC

haissshh… kok jadi gini ya?

Tenks udah baca ni cerita sarap

See you next chapter~