Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU. Semoga kalian bisa mengimaji mereka jadi kawaeh ver bukan amit amit ver :v
Genre: Humor Parody
Rate: K+ (ajaib)
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review
Dyatailmi ehe ehe
Hanbei: yee punya imouto :v
Sebelum semut berevolusi juga udah tamvan kek Jiang Wei :v
Karena Xun Yu meranin sobat ana yang cewe :v
Kalo Xun Yu ganti gender ntar di hujat :v kek di berita-berita
makaseh :v kebahagiaan sendiri bisa ngepublish cerita mpe 100 chap
karena kalo Nobunaga ga berantem sama Cao Cao ga afdol :v
Anda peka sekali, tau aja kalo dia Ranmaru :v
Siapp, panserpis siapa dulu neh? :v
Maafin ya kalau ni cerita absurd sangat :v
Selalu sudah jadi hobi (dimusou)
RosyMiranto18
Karena rasa aneh itulah, ana bikin mereka bersama :v ana bosen kalo si Zhenji nempel sama Cao Pi terus kali kali Yuan Shao.
Xun You: bukan bokep sih, intinya buku terlarang.
Kalau pusing jangan paksakan untuk membaca, itu merek minuman, chat time kalo aslinya.
Bluberi itu klo di RL toko stoberi, toko buat cewe.
Koleksi doujin banyak kok ana.
Guo Jia: bukan dari kedua itu hmm… pertanyaan itu hanya untuk ditunjukkan untuk yang sudah mempunyai istri maupun suami, jadi lebih baik dilewat. Jahat ente bilang gitu ke ana, yang pantas menderita itu Xu Shu.
Mungkin saja itu terserah kalian mau menganggapnya bagaimana.
Ujiyasu cs, biasanya sama Sun Jian dkk.
Nobunaga: mercon itu mahal, yang biasa nyetok itu dua anak asuhnya Lu Meng.
Tempat Penitipan Anak
Selamat Membaca
"AKHIRRRNYAA KE KEBUN BINATANG JUGA!" teriak Ma Chao penuh semangat.
Anak-anak sudah siap pergi bertamasya ke kebun binatang, karena hari ini tempat penitipan anak akan tutup kelima babysitter abal ini bersorak bahagia di dalam lubuk hatinya. Tidak ada orang tua sengklek yang bakal ninggalin anaknya sama segepok uang. Setelah mengunci tempat penitipan anak. Kebahagiaan kelima babysitter itu pun sirna saat melihat seorang Bapak-Bapak bertubuh kek babon, dan muka sebelas dua belas sama pecahan piring(?) datang sambil menunggangi kuda merah bersama anak perempuan di depannya.
"Maaf, Pak, hari ini kami tutup." kata Mori pada Bapak-Bapak itu.
"Tidak ada kata maaf, hari ini aku ada pekerjaan mendadak, aku ingin menitipkan anak perempuanku, Lingqi." kata Bapak-Bapak itu sambil turun dari kuda yang ia tunggangi.
Mori keringat dingin, dia ingin menolak permintaan Bapak itu tapi dari nada bicara, dan badan bikin Mori takut. "Baiklah..."
Bapak-Bapak itu pun memberikan anaknya ke Mori, dan segepok uang, lalu pergi begitu saja bersama kudanya.
"TADI KUDANYA KEREN BANGET!" teriak Ma Chao yang sempat tersepona melihat kuda milik Bapak-Bapak itu.
"Emm, lebih baik kita cepat, takutnya nanti pulangnya terlalu sore." kata Xu Shu.
Mori menurunkan perempuan berumur 9 tahun dari pangkuannya ke bawah, lalu menggandeng tangannya. "Ayo."
Mereka pun pergi ke kebun binatang via trotoar aka jalan kaki, karena dekat, ke pemakaman juga dekat kalo mau langsung masuk ke lubangnya juga bisa instan. Sesampainya di kebun binatang, Xun You membeli tiket terdahulu sebelum masuk.
"Mau beli tiket untuk-" Xun You menghitung dahulu. "-43 orang."
"Totalnya 1.397.887 juta rupiah." balas mbak-mbak penjaga loket.
Sebenernya Xun You agak shock saat mendengar harga 43 tiket yang dia beli, karena tahun kemarin membeli tiket sebanyak itu hanya menguras lima ratus ribuan. Untung saja ada uang segepok dari Bapak-Bapak bermuka macam pecahan piring itu, jadi bisa dibayar lebih. Xun You kembali dengan 43 tiket ditangan.
"Sebelum masuk kita bagi lima kelompok." kata Xun You. "Xu Shu sama anak-anak 6 tahun,"
"Eh kenapa?" tanyanya agak sedih, sebenernya Xu Shu agak trauma gegara Jia Xu sama Fa Zheng. Padahal Jia Xu sama Fa Zheng beda kategori.
"Mori sama anak anak 7 tahun," lanjut Xun You.
Mori mengelus dada tanda doi bersyukur. Seenggaknya ga dapet anak-anak 6 tahun, pikirnya.
"Aku sama anak-anak 8 tahun,"
Keempat babysitter cuman manggut manggut doang mendengar pernyataan Xun You walau terdengar licik. Mungkin Xun You di kategori itu karena ada pamannya, dan si ekor kuda yang suka memperbudaknya.
"Sakon sama anak-anak umur 9 tahun,"
Bukan Sakon yang protes tapi Shi yang protes. "Aku gamau diurus sama Om bermuka sangar kaya pecahan gelas."
Rasanya kaya ditusuk sama anak panah Zhu Ran tepat di hati. Sakit. Mukanya disamain sama pecahan gelas. Sakon pundung.
"Kakak jangan gitu, ntar kalo Om Sakon bunuh diri gimana?" tanya adeknya pada Shi.
"Gapapa dong, jadi ga ada Om bermuka sangar kaya yang tadi."
"Om Sakon jangan dengerin kata Shi, muka Om ga sangar kok." kata Lingqi sambil ngepuk pukkin kaki Sakon pelan. Sakon terharu ternyata ada anak kecil yang tidak berpikiran muka doi sangar.
Xun You berdeham. "terakhir, Shennong sama anak-anak umur 10."
Shennonglah yang bersorak paling bahagia karena doi dapet anak-anak yang sudah bisa diajak kompromi walau cuman sedikit.
Setelah membagi anak-anak menjadi lima kelompok, Xun You mulai membagikan tiket kepada anak-anak. Untung sehabis anak-anak dapat berbaris sesuai kategori tanpa diperintah jadi selama ngantri masuk kebun binatang tidak terjadi kerusakan.
Xu Shu's turn
Pas baru masuk anak-anak umur 6 tahun ngumpul, ngelilingin Xu Shu. Saat itu juga perasaan Xu Shu udah ga enak, seketika kedua tangan Xu Shu ditarik ke arah yang berlawanan. Yang tidak ikut tarik tambang cuman Takakage, doi berdiri di deket kandang panda sambil baca peta kebun binatang. Sok banget nih bocah.
"KAK XU SHU AKU MAU LIAT NAGA!" teriak Jiang Wei, doi narik jari tengahnya Xu Shu, dan samar-samar jari itu sudah berbunyi 'krek'.
"KAK! MA DAI MAU LIAT KUDAAA!" disisi lain Ma Dai menarik tangan kiri Xu Shu.
Sebenernya yang narik Xu Shu bak tarik tambang cuman Jiang Wei sama Ma Dai, tapi enam anak dari mereka ada yang ikut-ikutan narik, dan memperburuk keadaan. Enam anak lainnya cuman nontonin Xu Shu menderita sambil makan sosis bakar yang kebetulan dagang di dalam kebun binatang dibayar utang.
"Emang di kebun binatanga ada naga ya?" Taigong Wang pada anak disebelahnya.
"Gatau, Nagakan mahluk mitos." jawab Himiko.
"Mungkin Jiang Wei mau liat Om Zhuge Liang, kan tuh Kakek lagi ngasih makan panda." kata Nezha sambil nunjuk ke dalam kandang panda.
"Sebenernya yang punya kebun binatang siapa sih?" tanya Guo Jia bingung.
Taigong Wang menggendikkan bahunya. "Auk, Kiyomori kali." jawab Taigong Wang asal.
"Mau sampe kapan kita nontonin Kak Xu Shu menderita?" tanya Himiko.
"Sampe kami puas." jawab Taigong Wang sama Nezha barengan. Mereka berdua senyum.
"Haisshh, otak kalian lagi geser nih." Himiko geleng-geleng pala.
Himiko berjalan ke depan Xu Shu, lalu melihat Xu Shu dengan tatapan kitty eyes.
"Kak, kenapa ga iket mereka aja pake benang merah yang biasa Kakak pake buat senjata Kakak?" saran Himiko pada babysitter mereka.
Xu Shu menarik nafas, rasanya Xu Shu sudah tidak bisa merasakan jari tengahnya lagi padahal jarinya masih menempel di tangannya.
"Tapi, Kakak tidak bisa melepaskan kedua tangan Kakak." Xu Shu ingin mewek tapi takut diliatin orang. Masa babysitternya yang mewek?
"Sama Himi-chan aja." Himiko menawarkan diri.
"Benangnya ada di kantong celana sebelah kanan."
Himiko pun jinjit, lalu mengodok-ngodok kantong celana Xu Shu, setelah merasa tangannya sudah menemukan sesuatu Himiko mengeluarkan tangannya dari kantong Himiko. " Ihhh ada biskuit." Himiko membuka bungkus biskuit itu, lalu memakannya dengan lahap.
"Himiko, benangnya?"
"Oh iya lupa hihi." Himiko ketawa pelan.
Setelah Himiko mengambil barang yang benar dari kantong celana Xu Shu, Himiko mulai mengikat keenam anak itu.
"Kita ke liat naga dulu ya baru kuda." kata Xu Shu pelan.
Jiang Wei ngelepas tarikan dari jari tengah Xu Shu. "YEEE! LIAT NAGA DULU!" teriak Jiang Wei bahagia.
Ma Dai ingin protes tapi ga jadi karena sudah dibekep duluan sama Guo Jia.
Mereka pun ngumpul di depan kandang panda. Xu Shu menggendong Jiang Wei agar bisa melihat lebih jelas.
"Tuh Naganya lagi ngasih makan panda." kata Nezha sambil nunjuk Zhuge Liang.
"PAMAN ZHUGE LIANG!" panggil Jiang Wei, Jiang Wei melambaikan tangannya ke Zhuge Liang. Zhuge Liang balas lambaian tangan Jiang Wei. Jiang Wei seneng.
"Sekarang kita ke kandang kuda."
Xu Shu menurunkan Jiang Wei, ditangan kanan Xu Shu banyak benang, dan lebih terlihat seperti orang yang maen layangan khusus untuk di tanah bukan di langit. Yang diiket cuman enam anak yang narik Xu Shu doang, karena saat Hiimiko bertanya pada 3 anak yang nontonin pada geleng-geleng, dan lebih merasa waras daripada yang 8 anak itu.
Mori Motonari's turn.
Mori sama anak-anak tujuh tahun damai, dan lancar tidak seperti Xu Shu. Hanya saja … anak-anak ini tingkat kekepoannya tinggi sampe bikin Mori kewalahan. Terakhir Takatora sama Gracia masuk ke kandang harimau sama singa saking ingin liat bedanya tuh dua hewan.
"Hahh … hah … kalian berdua jangan masuk lagi ke kandang binatang buas."
"Kan rame." kata Gracia.
"RAME NDASMU." Mori menggetok kepala Gracia.
"Ta-tapi, itu ada anak kecil lagi main di kandang serigala." Gracia mengeluarkan sedikit air matanya, lalu menunjuk kandang serigala di sebelah kiri mereka.
Anak-anak, dan Mori berjalan ke kandang yang ditunjuk oleh Gracia, daann … Mori pingsan ditempat membuat anak-anak panik.
"Om Mori pingsan woi!" Mitsunari panik.
"Gimana ini? Biasanya yang bisa bangunin Kak Mori dengan cepat cuman anaknya." Naomasa ngengigitin kuku jempolnya.
"Eh itu bukannya si Dong Bai ya?" tanya Yukimura sambil narik-narik baju Motochika. Motochika ngeliat ke dalem kandang. Motochika ngangguk.
"Ngapain tuh bocah maen di kandang serigala?" tanya Motochika.
Yukimura geleng-geleng pala. "Auk, nyari mati kali."
Jia Xu naik ke atas pembatas. "KAMU! Tanggung jawab kamu bikin Om Mori pingsan.
Perempuan berperawakan ala loli bernama Dong Bai itu membalas. "Suka-suka gue dong Xu, toh gua diijinin sama yang punya nih kebon."
Mitsunari ngikut manjat pembatas. "KAMU KALO MAU NYARI MATI TINGGAL SAMA OM NOBUNAGA AJA GIH! GUA YAKIN KAMU TINGGAL SEMINGGU DISANA TINGGAL TULANG DOANG!"
"EMANG KAMU PERNAH TINGGAL SAMA NOBUNAGA?!" balas teriak Dong Bai.
"PERNAH! PULANG-PULANG AKU DIKIRA PUASA SELAMA SEMINGGU SAMA TUAN HIDEYOSHI!"
Dong Bai diem sebentar. "Disana kamu dikasih apa sama Nobunaga?"
"Aku dikasih makan tiga kali sehari…" Mitsunari menaruh kedua tangannya di dada, mengingat masa lalu. "sebutir nasi sama naget setengah. "Mitsunari menitikkan air mata lebay.
Dong Bai diem lagi terus lanjut ngelus-ngelus badan serigala.
"OM MORI PINGSAN WOI AH! JANGAN FOKUS KE TUH BOCAH PSYCHO!" teriak Naomasa histeris.
"Gimana kalau dikasih bunga sedap malam aja biar bangun?" saran Dong Bai dari dalam kandang.
"Emang disini ada yang jualan?" tanya Hayakawa.
"Ada yang dagang kok, sama bunga-bunga buat dikuburan juga ada." tunjuk Dong Bai pada sebuah toko di sebelah kanan.
Anak-anak umur 7 tahun itu ngeliat ke arah yang Dong Bai tunjuk. Naomasa langsung mencomot uang dari kantong celana Mori, dan langsung melesat ke toko itu. Naomasa kembali membawa seplastik bunga melati sama setangkai bunga sedap malam. Anak-anak itu pun ngambilin bunga melati itu untuk ditaburin ke atas badan Mori, sementara Naomasa ngedeketin sedap malam ke hidung Mori. Beberapa detik kemudian Mori langsung melek, dan berdiri. Naomasa takjub ternyata berhasil.
"Apa aku sudah mati?" tanya Mori.
"Belum kok." jawab anak-anak itu barengan.
Mori mengelus dadanya. "Anak-anak, ayo kita lihat-lihat hewan yang lain." ajak Mori.
Orochi nyikut Yukimura. "Om Mori gapapakan kok kaya yang amnesia gitu?"
Yukimura noleh ke Orochi. "Tumben kamu ngomong."
Orochi pundung.
Xun You's turn.
Nasib Xun You ga jauh beda sama Mori, cuman yang bikin Xun You jantungan seketika ketika Man Chong main masuk ke kandang hewan buas, lalu menaiki hewan itu layaknya naik kuda. Dan sekarang mereka lagi di depan kandang kuda, Ma Chao udah excited aja kek ngeliat alien dateng ke bumi.
"Ingin naek kuda." Ma Chao narik-narik celana Xun You.
Xun You memijit keningnya. "Gusti nu agung..."
Pas mereka lagi di kandang kuda Xun You ketemu Xu Shu. Xun You menaikkan sebelah alisnya.
"Shu, lu kaya maen layangan aja."
"Layangan yang ini berat." muka Xu Shu sekarang kek anak kecil nahan nangis.
"Mau naek kuda." pinta Ma Dai sama Ma Chao barengan. Xun You sama Xu Shu cuman mijit kening masing-masing. Semenit, mereka belum mendapat kepastian, akhirnya diam-diam Ma bersepupu itu masuk ke kandang kuda, dan mereka berdua menunggangi kuda di kandang itu.
Xun Youlah yang mengejar Ma bersepupu itu, Xu Shu meratapi nasib ga nyangka benang merahnya putus karena digigitin sama anak kecil.
"Kak," panggil Masamune.
"Apa Masamune?"
"Mau foto sama merak." Masamune nunjuk merak yang dikeluarin dari kandangnya tapi tetap diikat, dan ada penjaganya.
"Bentar ya, tungguin Xun You dulu."
Masamune ngangguk aja, soalnya udah kasihan ngeliat wajah Xu Shu yang kek orang stress.
Sakon Shima's turn.
Sakon sama anak-anak lagi liat burung-burung, anak-anak itu pada takjub saat melihat burung kakaktua sampe Shi ngajak ngomong tuh burung dengan bekgsong sisa anak lainnya bernyanyi.
Burung kakaktua
hinggap di dahan pohon
Shi sudah tua
matanya tinggal satu
"WOI! Kalo nyanyi yang bener napa?" Shi sewot, karena namanya dibawa-bawa.
"NGAPAIN KAMU NYANYI!" si kakaktua ngikut sewot.
Sakon garuk-garuk kepala, ada kakaktua kek gini?
Karena tidak mau sakit kepala mendadak, Sakon ngajak anak-anak untuk pindah lapak, mereka nyasar ke tempat hewan-hewan buas. Sama seperti kejadian Gracia sama Takatora masuk ke kandang singa, kali ini Fa Zheng hampir diseruduk banteng amerika gegara suka bawa-bawa selendang merah favoritnya, doi juga sebenernya masuk ke kandang banteng itu. Ingin jadi matador dia. Melihat kelakuan geser Fa Zheng, Sakon langsung loncat masuk ke kandang banteng terus dikejar banteng ngamuk. Anak-anak sisanya cuman nontonin Sakon yang ngegendong Fa Zheng sambil lari dari kejaran banteng.
"AYO OM SAKON! SEMANGAT LARINYA!" teriak Shi. Dia keliatan seneng banget ngeliat Sakon dikejar banteng.
"OM AYO DIKIT LAGI!" Lingqi menyemangati Sakon.
"FA ZHENG AWAS KAKIMU!" Oichi geregetan ngeliat jarak antara kaki Fa Zheng sama muka banteng.
"OM SAKON SATU KELILING LAGI!" kali ini Ling Tong yang teriak penuh semangat.
Akhirnya Sakon sama Fa Zheng selamat tidak ada yang terluka hanya saja muka Sakon pucet seketika, butuh air.
Shennong's turn
Shennong bahagia sangat. Karena mungkin selama mereka keliling kebun binatang yang paling lancar tanpa hambatan cuman ini doang. Cuman… mereka lama banget pindah lapak, dari sejam yang lalu mereka masih diem di depan kandang kelelawar, entah kesambet apa Jia Chong sama Nagamasa ngeplototin hewan itu, sementara Yuanji sama Gan Ning melototin monyet, terakhir, Wang Yi melototin macan tutul. Untung ketiga kandang hewan itu tidak terlalu jauh jadi Shennong gampang ngawasin mereka.
Apakah hewan ini bisa berubah jadi drakula? Tanya Jia Chong sama Nagamasa dalam hati. Kebanyakan nonton filem ni bocah dua.
Nih hewan mirip Zhao...yang ini isi pikirannya Yuanji.
Mirip Ling Tong nih hewan, jangan-jangan mereka bersaudara? Yang ini isi pikirannya Gan Ning.
Aku ingin melihara macan ini, Wang Yi melototin sambil ngeces di depan kandang.
"Anak-anak ini sudah waktunya kita berkumpul di pintu keluar..." kata Shennong.
Kata-kata Shennong lewat begitu saja di telinga mereka. Sampe dua jam kedepan Shennong sama anak-anak belum bergerak dari tempatnya sedikit pun.
Jam tiga sore, mereka sudah keluar dari kebun binatang. Muka kelima babysitter ini pada kusut semua kecuali Shennong, muka dia masih cerah seperti biasa.
"Keknya si Xu Shu yang duluan ke 'sana'." bisik Sakon pada Mori. Mori ngangguk aja.
"Kalian kayanya capek banget." kata Shennong sambil cengar-cengir.
"Udah yuk kita pulang." ajak Xun You.
Mereka pun pulang ke rumah mereka yang suka disebut orang tempat penitipan anak. Sampe sana, kelima babysitter mereka udah tiduran saja di atas karpet, anak-anak masih kuat loncat kesana kemari, sementara kelima penjaganya udah tidur dengan nyenyak.
"Sepertinya mereka cape." Yuanji menyelimuti Shennong, walaupun selimutnya malah ngatung jadi kaki bagian bawah ga ketutupan.
Man Chong sama Xun Yu meneyelimuti Xun You. "Semoga engga ada yang bunuh diri ya abis ini." mereka berdua tersenyum.
"Semoga aja mereka ga kapok ngebawa kita-kita ke kebun binatang." doa Jiang Wei sambil nyelimutin Xu Shu.
Linggqi nyelimutin Sakon.
Yukimura nyelimutin Mori. "Semoga mereka ga ada riwayat punya penyakit jantung."
"AYO KITA IKUT TIDUR JUGA!" teriak Gan Ning, dia loncat ke atas badan Sakon.
"GWUAAHH!"
Mereka pun tidur bersama dengan damai, kalo diimajinasikan seperti keempat laki-laki berstatus single parent yang mempunya anak yang naujubilah banyaknya. Chap kali ini ending dengan damainya…
TBC
haiyaaa… lebaran gini jadi susah mau ngetik dengan damai, kepotong terus :v ngetik di hape ga enakeun
Tenks udah baca cerita ogeb ini
See you next chapter~
