Cerita ini tercipta karena gabut kemarin pas ngumpul sama keluarga besar… ana ga berniat apa-apa kok :( apalagi sama Xu Shu maupun Shennong, saya merasa horor ngetik chap ini...

Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU. Semoga kalian bisa mengimaji mereka jadi kawaeh ver bukan amit amit ver :v

Genre: Humor Parody

Rate: K+ (ajaib)

Disclaimer: WO punya Koeih

Note:

6 tahun = Shiji, Taigong Wang, Boyue, Fengxiao, Ma Dai, Boyan, Hanbei, Takakage, Masmun, Zhu Ran, Nezha, Yue Jin, Himiko

7 tahun= Naomasa, Jia Xu, Mitsun, Takatora, Motchik, Gracia, Lady Hayakawa, Yukimura, Orochi

8 tahun = Zilong, Ma Chao, Wenruo, Zishang, Man Chong, Toyohisa, Kai, Li Dian, Shuuten Doji

9 tahun = Ziyuan, Fa Zheng, Lu Lingqi, Oichi, Ling Tong

10 tahun = Wang Yuanji, Gonglu, Nagamasa, Gan Ning, Wang Yi, Zihuan

Xun You, Xu Shu, Sakon, Mori sama Shennong = penjaga ples guru PG

Balesan Review

Dyatailmi ehe ehe

Iya juga sih ya :v

Pasti Zhuge Lianglah :v jarang ana nyebut Zhao Yun naga

Kali-kali bikin mereka kompak :v dan ana agak… ngeship mereka

Di kamus mereka ga ada kata takut :v

Xun You udah sama Man Chong :v Xu Shu sih… ngeharem sama strategis Shu sama Wei :v

Ling Tong: karena kalo kita ga jahat ga rame :v no bully no laifu

Yuanji: kalo bukan monyet apa dong? Si Nthor kehabisan akal

Nagamasa: tiap malem minggu saya sama Jia Chong nonton drakula dari yang jadul sampe yang terkini:v

Susah banget, makanya males kalo sudah lebaran intinya kalo udah harus ngumpul sama keluarga besar.

RosyMiranto18

Kali ini bakal kubuat Zhenji oke-oke aja sama Yuan Shao mwahahaha!

Doujin segala ret ana punya kok

Guo Jia: orgas- dalam bahasa inggiris oke lanjutkan sendiri.

Ujiyasu cs: Kai, Hayakawa, Kotaro dll, Nobunaga: Ranmaru No Nagamasa Ichi dll pasti itu.

Nobunaga: yang ada gue sekeluarga di bakar (keinget kejadian di honnoji)

Emmm.. mungkin tidak ada.

Karena…

Ma Chao: tapi kudanya bagus…

Sebenernya itu harga tiket masuk kebun binatang di bandung… nyari lewat gugel juga sih…

Jiang Wei: karena Paman Zhuge Liang kerja disana.

Xu Shu: pegang benang merah, kalau diikat secara permanen ntar aku dipelototin sama mereka berempat.

Ma Dai: kalau berpencar nanti Xu Shu akan pingsan karena cape.

Mori: lebih baik merawat anak-anakku(mas ga ada pilihannya).

Sakon: Fa Zheng masih menggenggam kain favoritnya itu makanya aku di kejar banteng.

Yuanji: banyak hal yang terjadi…

Hanya beberapa anak saja...

Tempat Penitipan Anak

Selamat Membaca

Setelah tidur dengan pulas bersama anak-anak. Keesokan harinya, seorang anak bernama Zhao Yun narik-narik celana Xu Shu nonstop dari pagi, dan meminta sesuatu yang bikin Xu Shu keringet dingin.

"Kak, Jao Yun mau beli baju sama celana." Zhao Yun pasang muka puppy eyes.

Xu Shu keringet dingin seketika. Keempat babysitter cuman melototin Xu Shu tanpa ada niat membantu, Xun You malah ngasih sisa uang gepokan yang dikasih Liu Bei.

"Apa ini?" Xu Shu shock.

"Udah bawa gih si Zhao Yun ke mall deket sini." Kata Sakon, didalam hatinya doi ada niatan untuk mengusir satu anak.

"Tapi…" Xu Shu mau protes tapi malah dipelototin sama Xun You.

"Gapapa Shu… kita kuat kok ngurus anak banyak." Mori meyakinkan Xu Shu.

Shennong cuman senyum penuh makna ke Xu Shu.

4 lawan 1, Xu Shu akhirnya mengantarkan Zhao Yun ke mall di jalan setan deket tempat penitipan anak seorang diri. Sampe mall Zhao Yun mangap lebar gegara doi ga pernah diajak ke mall.

"Huwaa…" Zhao Yun ngeliat toko baju anak dengan muka takjub.

Xu Shu sama Zhao Yun masuk ke dalem toko itu, nama tokonya kata-kata favorit Ma Chao, justice. Padahal isinya buat anak cewe. Xu Shu bodo amat mau itu baju buat cewe mau buat cowo doi beli aja, toh Zhao Yun bisa jadi trap kok, terus Zhao Yun juga ga protes yang penting beli baju itu aja.

"Zhao Yun, pake yang ini yah." Xu Shu ngambil baju berwarna pink pastel lengan panjang dari rak.

Zhao Yun sih ngangguk aja toh doi ga mikirin kalo pulang-pulang doi bakal jadi trap. Sebenernya di dalam pikiran Xu Shu yang agak geser, doi ingin bikin Zhao Yun jadi trap yang ga kalah imut dari Ranmaru.

"Celananya mau yang mana?" tanya Xu Shu.

Zhao Yun melongin celana jeans perempuan dengan serius. Semenit kemudian, Zhao Yun ngambil celana jeans yang ada borderan bunga-bunga. Xu Shu ingin tersenyum tapi takut dikira om om pedo jadi doi tahan.

"Sok cobain dulu." Xu Shu memberikan baju lengan panjang pada Zhao Yun, lalu Zhao Yun lari ke ruang ganti.

Zhao Yun keluar ruang ganti. Baju lengan panjang itu agak kebesaran jadi bahu Zhao Yun agak keliatan. Rambut diurai, ikatannya dilepas karena agak susah pas mau pake bajunya. Celana jeansnya pas ga longgar ga sempit. Xu Shu yang melihat penampilan baru Zhao Yun auto mimisan.

"Bajunya kebesaran…" kata Zhao sambil narik-narik bajunya. Bayangkan semanis apa Zhao Yun sekarang.

"Mau ganti ukuran?" tanya Xu Shu sambil nahan mimisan.

Zhao Yun menggelengkan kepalanya. "Gausah, Zhao Yun suka kok baju kebesaran." Katanya dengan wajah berseri-seri.

"Aduh… cobaan apa lagi ini." Xu Shu mijit kening.

Ketauan Xu Shu diam-diam shotacon. Kebanyakan dibuli, otak ikut gesrek.

"Zhao Yun ganti lagi bajunya sama yang tadi, Kakak bayar dulu bajunya." Sekarang Xu Shu udah nyumpel kedua lubang idungnya sama tisu.

Setelah dibayar, ternyata Xu Shu ke ruang ganti lagi bawa baju sama celana yang tadi sama tanktop putih.

Keluar-keluar ruang ganti Zhao Yun berubah jadi zuper trap. Xu Shu mimisan makin banyak.

Keluar dari toko baju itu. Mereka ketemu Cao Cao, dan Cao Pi. Cao Pi ngeces ngeliat Zhao Yun. Zhao Yun ngeliat ke Cao Pi slowmotion. Zhao Yun mukanya jadi merah. Dengan PD tingkat dewa Zhao Yun nanya ke Cao Pi.

"Kenapa kamu ngeliatin aku kaya gitu? suka ya sama aku?"

Cao Pi ngelap ecesnya, terus pasang muka sok cakep. "Iya emang kenapa?"

"Emm, Pak saya duluan ya." Kata Xu Shu pada Cao Cao, terus narik Zhao Yun pergi dari mall.

"Ayah, aku ingin dia." Kata Cao Pi sambil nunjuk Zhao Yun yang pergi ke pintu keluar, terus doi narik-narik tangan Ayahnya.

"Lupain aja dia, dia cowo cari cewe Zihuan. Terus kita harusnya nyari Zhenji sama Yuan Shao bukan milih calon buat kamu nanti Pi." Cao Cao narik Cao Pi ke arah yang berlawanan. Cao Pi manyun.

"Zihuan gamau ketemu tante antagonis sama paman berkumis itu."

Xu Shu mengelus dada, untung Cao Pi ga ngejar. Xu Shu sama Zhao Yun pulang dengan selamat sampai ke rumah. Sampe rumah Sakon takjub sama penampilan manis Zhao Yun, sekarang keempat babysitter itu mengetahui sifat aslinya Xu Shu sekarang. Dan cuman bisa diem tanpa ingin berkata-kata.

"Shu, kamu apain si Zhao Yun?" Sakon nyikut pinggang Xu Shu. "Ga dibawa ke gang sepikan ga kamu *, *, *." Lanjut Sakon.

"KAGAKLAH!" Xu Shu menolak keras. Dia ga senista itu.

Mori ngeliat Xu Shu curiga. Shennong senyum aja, ntah apa isi pikirannya saat ini.

"Shennong kenapa kamu ngeliatin aku kaya gitu?"

Shennong menggelengkan kepalanya, dia masih senyum ke Xu Shu. Shennong menepuk pundak Xu Shu.

"Aku juga ingin bikin Jiang Ziya jadi trap." Bisik Shennong. Ternyata Shennong sifatnya sama kaya Xu Shu.

"Bawa aja doi ke toko baju justice, banyak tuh baju cewe bertebaran dijamin puas deh ente, khukhukhu."

"Begitu ya."

Aura di sekeliling Shennong sama Xu Shu berubah seketika bikin Sakon, Xun You sama Mori ga sreg seketika, dan menjauhkan anak-anak dari mereka berdua untuk sementara. Masamune aja sampe ditahan, dan nangis di tempat, Masamune niatnya ngegetok kepala dua manusya itu pake palu kayu.

"Masamune jangan kesana, ntar kamu berubah." Mori nahan Masamune dengan menarik bajunya. Masamune berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Mori.

"Masamune ingin mencuci otak mereka dengan palu ini!" teriak Masamune sambil ngacungin palu.

"GAAAAA!"

Taigong Wang teriak histeris secara tiba-tiba terus megangin kepalanya, terus doi lari ke XunYou sambil berlinang air mata. Doi nyodorin tusuk kondenya ke Xun You.

"Sembunyikan rambut panjangku ini~ hiks… hiks…."

Xun You diem aja. "Mau diteleponin Nu Wa?"

Taigong Wang geleng-geleng, dia masih berlinang air mata. "Paman Xun You, selamatkan aku..." Taigong Wang meluk Xun You sekalian ngelap air mata sama ingus di baju Xun You.

Sisa anak lainnya cuman ngeliatin Taigong Wang horor. Kaget.

"Dia kenapa sih?" tanya Sakon kepo.

"Hmm… kata Nu Wa sih dia... emang suka teriak gitu..." jawab Xun You agak ragu.

"Psst… mulai hari ini jangan deketin anak-anak ke mereka berdua." bisik Mori kepada Xun You sama Sakon, kedua tangannya masih sibuk nahan Masamune.

Selagi Xun You, Sakon, dan Mori bisik-bisik. Beberapa anak membuat forum yang terdiri dari Lu Xun, Zhu Ran, Mistunari, Gracia, Lingqi, Shi sama Gan Ning, mereka duduk melingkar terus pasang muka serius kek lagi rapat penting.

"Mercon masih ada?" tanya Mitsunari pada Lu Xun, dan Zhu Ran. Lu Xun geleng-geleng, Zhu Ran ngangguk-ngangguk sambil nyengir.

"Jangan mercon kurang kerasa, pake dinamit aja." kata Gan Ning.

"Emang situ punya?" tanya Mitsunari.

"Ada di kotak P3K." Gan Ning mengangguk mantap. "Lingqi, ambil." titah Gan Ning.

Lingqi pun mengambil tiga dinamit dari kotak P3K.

"Kita harus meluruskan otak mereka kembali." kata Gracia penuh semangat.

Mission start!

Lu Xun sama Zhu Ran merangkak ke TKP pelan-pelan agar tidak ketahuan, setelah mereka menaruh tiga dinamit itu di tempat yang tidak terlihat namun mematikan. Mereka berdua menyalakan dinamit itu lalu pergi ke halaman terus jongkok sambil nutupin kuping.

"Kakak-Kakak sekalian, dan anak-anak dimohon untuk mengungsi ke halaman."

Gan Ning, Lingqi, Gracia, dan Mitsunari mengungsikan orang-orang yang masih duduk di dalem sampai menyisakan dua orang korban.

"TUTUP TELINGA SEMUA! BENTAR LAGI DINAMIT BAKAL MELEDAK!" teriak Lu Xun sama Zhu Ran.

"Dinamit?" tanya ketiga babysitter mereka.

"Iya, dinamit." kata Gracia dengan senyum.

DUAAAARRR!

Keenam anak yang merencanakan semua ini menaruh kedua tangannya di dada. Lalu mereka berkata.

"Semoga mereka berdua diterima disisiNya, dan otaknya diluruskan kembali."

TBC

haissshh sumpeh gegara ga ada kerjaan pas ngumpul lebaran otak jadi sengklek gini… abis bulan ramadhan engga bikin otak lurus malah makin sengklek.

Makasih lho udah mau baca chap nista ini…

See you next chapter~