Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU.

Genre: Humor Parody

Rate: T+

Disclaimer: WO punya Koeih

Source: Line Today

Balesan Review

RosyMiranto18

Aku ga maksa apdet terus kok, kalo tangan gatel ingin ngetik jadi gini deh sehari bisa publish banyak cerita.

Yang aku tau cuman chris evans

Masamune: karena harus melewati lubang dimensi.

Bisa dibilang seperti itu…

itu bahasa sundanya cakep, ganteng dll dst dkk.

Wen Yang: kebalik apanya nih?! (panik)

Nobunaga: dikasihnya mangga arum manis bukan manggis.

Mitsunari: udah aku telepon lagi… tapi diputusin lagi. (MANGFUS)

Nobunaga: pake perangkap tikus aja udah nempel kok.

BacotTV

Selamat Membaca

Di sebuah studio, seorang manusya sedang muter-muter gaje di studio sambil melototin tab usang ditangannya. Manusya itu terlihat panik, kalo ditilik lebih dalam ternyata manusya itu lagi nyari topik di sebuah website, sementara teman seperjuangan lagi asik duduk di sofa sambil menikmati jus buah. Saat manusya itu jalan melewati temannya, temannya nanya.

"Udah nemu?"

"Acan euy." jawab manusya bernama Naomasa itu ngelewatin temannya yang sedang duduk. (translet: belum euy)

"Mas sekarang masih hari senin belum rabu nyunda."

"Bae weh kumaha aing!" balas Naomasa ga selow. (translet: biarin terserah aku)

"Jangan ngegas dong, bahasanya juga jangan kasar."

Naomasa menghentikan jalan-jalannya terus membalikkan badan, menghadap pada Wen Yang. "Udah dibilangin, KUMAHA AING WEH!" terus Naomasa jalan ke arah salah satu staf di dalam.

Nyunda kasar, bahasa inggris balelol, kapan acara ini punya host yang ga miring? Tanya Wen Yang di dalam hatinya.

"Ayo-ayo, acara sudah mau mulai, host, dan co-host masuk."

Naomasa sama Wen Yang sudah berdiri di depan kamera, dan seperti biasa Naomasa pake sepatu hak 12 senti.

"Kamera rolling, eksyen!"

"..." Naomasa diem, doi masih ngeplototin tab usang. Wen Yang nyikut pinggangnya pelan tapi ga diwaro sikutannya.

"Kembali dengan saya, Wen Yang," Wen Yang ngelirik Naomasa bentar terus balik lagi ngeliat ke kamera. "hari ini saya akan berbagi tips untuk mencegah kantong bolong saat liburan." Wen Yang ngelirik lagi Naomasa. "Seperti biasa kita akan mendatangkan tiga binatang tamu untuk mempraktekkannya."

Tiba-tiba Naomasa ngegetok kepala Wen Yang pake tab ditangannya. "BINTANG TAMU KASEPak kuda."

"Apa gue kudu tipo dulu baru elu mau beraksi kek pawer renjes?" Wen Yang ngelirik ke Naomasa.

"Gue kan sensitif sama tipo, udah ah jangan ngebacot ae. MARI KITA SAMBIT! ZHUNEI, LAI YIN, DAN… HUASI!"

Wen Yang diem aja. Pas tiga bintang tamu itu dateng, lagipula mau disuruh duduk aja kursi kagak ada staf males buat naruh tiga kursi.

"Huasi duduk." titah Naomasa pada Huasi kaya ke anjing. Huasi duduk di lantai terus Naomasa berakhir terlempar keluar studio.

"AKECHI MITSUNARI!" panggil Wen Yang pada Mitsunari yang lagi ngaca di depan cermin. Mitsunari ga ngewaro panggilan Wen Yang.

"MANTAN TERBUSUKNYA CAO PI!"

Mitsunari masih asik ngaca.

"MASANARI WADA!" pas Wen Yang manggil gitu ke Mitsunari, yang nengok malah salah satu staf bersyal biru di studio.

Pundak Wen Yang ditepuk sama Lai Yin terus doi senyum. "Yang bener Keisuke Ueda." Wen Yang manggut-manggut aja.

"ISHIDA MITSUNARI!" panggil Wen Yang pada Mitsunari untuk terakhir kalinya. Akhirnya Mitsunari nengok ke Wen Yang.

"Apa Yang? Minta gua ngegantiin host elu yang terbang?" tanya Mistunari sambil pasang muka sok ganteng.

Wen Yang ngangguk.

"Okeh~" Mitsunari jalan sambil loncat-loncat kek bocah di kartun-kartun.

Sampe depan kamera Mitsunari nanya topik hari ini, setelah mendapat jawaban yang waras doi kibas rambut dulu, terus ngebacain tulisan di kertas HVS.

"Pertama, carilah kegiatan GRATIS." Mitsunari nunjuk Lai Yin lagi duduk di bangku terus pasang muka serius sambil ngetik. Mitsunari kepo, Mitsunari nyamperin Lai Yin, doi intip layar laptonya. Mitsunari membaca sebuah kalimat bertuliskan 'KEPO BANGET ANJING' dengan ukuran font 72, diam-diam Lai Yin kasar ya.

"Kedua, pesan kamar dengan kulkas atau mikrowave." Wen Yang nengok kiri-kana cepat. "mana kulkasnya?"

Kameramen ngedorong Cao Pi yang lagi berdiri di sampingnya ke samping Wen Yang. Wen Yang ngedelek ke Cao Pi. "Tak, ini bukan kulkas, manusia."

"Kulkas kok pegang aja badannya dingin kek freezer."

"Tak, ga ada kulkas bisa ngeluarin aura mengintimidasi sesuram ini."

Sang kameramen naruh telunjuknya di depan mulutnya terus nunjuk mikorwave tiba-tiba muncul di tengah, lalu ada Zhunei lagi ngoprek-ngoprek tuh mikrowave.

"AWAS MIKROWEP MELEDAK!" teriak sang kameramen.

"Hah?"

Cao Pi jalan ke sisi studio biasa aja.

DUAAARRR!

Seketika studio menjadi hitam mendadak. Microwave sama Zhunei menghilang dari studio.

"Ohok-ohok, itu bukan mikrowave, itu bom yang dipasang Matsunaga."

"ADEK GUA TERCINTAH HILANG!" Huasi menjerit histeris.

"Udah ikhlaskan saja dia~" Mitsunari malah nyanyi.

Lai Yin sibuk ngetik di laptop.

"Lanjut, ketiga, belanja di pasar, dan toko tokai."

Mitsunari langsung lari ke arah Wen Yang, lalu menyeruduk badan Wen Yang kek banteng. "LOKAL CHIKI LU KATE TOILET!"

"Mata gue minus maap."

"Keempat, sebelum memesan alangkah baiknya untuk memperhatikan lokasi mengginap." Mitsunari melototin GPS.

"Napa Mit?" tanya Huasi, doi udah selesai njerit histerisnya.

"Gua kaga bisa make GPS." Setelah itu Mitsunari di smekdon sama Huasi.

"Kelima~ bawa makanan ringan selama liburan." Wen Yang ngelirik Lai Yin yang lagi asik nyemil di depan laptop, terus Wen Yang ngeliat layar laptop, Wen Yang mangap seketika. Apa yang ditonton Lai Yin di laptop? Ternyata doi lagi liat Abang Biskuit Roma ngonser lewat yutub.

"Urrghh ... gue kek abis kena omote renge rasanya. " Mitsunari ngelus-ngelus kepalanya, doi berdiri kembali. "Ehem terakhir, carilah kartu pariwisata."

"Kartu pariwisata? Kek gimana itu?" tanya Huasi.

Mitsunari nopang dagu. "Mungkin seperti kartu yang bisa bikin naik transportasi gratis, ada diskon dll gitu."

Mitsunari banting tab yang ada di tangannya, terus tab usang itu kebelah dua. Mitsunari cuman ngeliatin tuh tab selama beberapa menit terus doi jalan keluar studio tanpa dosa. Wen Yang yang sudah tersadar dari acara mangapnya, berjalan ke depan kamera.

"Kameranya naikin bego, muka cakep gua kaga kerekam."

"Masih cakepan juga gua." kata sang kameramen.

"Muka kek es balok gitu ganteng? Ngaca sono di cerminnya Zhong Hui, tanya gih sama tuh cermin ajaib."

"Oke abis ini gue bakal nanya."

"Sekian untuk acara TV unfaeda ini, selamat malam." Wen Yang tersenyum ke arah kamera.

Tiba-tiba TV di ruang keluarga mati sendiri, padahal di ruang keluarga ga ada yang nonton walaupun menyalakan TV itu. Dan yang punya rumahnya pun sudah meninggal.

ENDengan gajenya

efek kangen ff inaire channel :v jadilah seperti ini.

See you next chapter~