Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU. Semoga kalian bisa mengimaji mereka jadi kawaeh ver bukan amit amit ver :v
Genre: Humor Parody
Rate: K+ (ajaib)
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review
RosyMiranto18
Yap, karena ana itu kudet, up to date kalo emang ada game baru muncul :v
Tapi kalau waktu ana SMA yang fek yang ijin dulu, kalo tru langsung nyerobot.
Mitsunari: sekarang aku tau kenapa diputusin terus… karena kita satu studio (hajar aja ni anak aku ikhlas).
Wen Yang: mungkin saja hah. Karena di chap kemarin pas dipanggil Akechi Mitsunari dia beneran masuk.
Babysitter
Selamat Membaca
Setelah ledakan terjadi mereka semua kecuali Xu Shu, dan Shennong mengungsi ke tetangga sebelah kanan mereka, Lu Meng, dan Lu Su, atau bisa disebut orang tua asuhnya kedua anak yang mengidap pyromania. Mungkin kalian bingung kenapa Lu Xun sama Zhu Ran dititipkan ke mereka padahal mereka tetanggaan? Itu karena Lu Meng tidak mau atapnya hancur lagi karena ulah mereka berdua, dan kadang uang tabungannya suka raib entah kemana selama dua anak itu ada di rumahnya. Sekarang ketiga babysitter sedang duduk bersimpuh, dan sujud pada Lu Meng, dan Lu Su.
"Jadi begitu, karena sekarang bangunan itu hancur, kami terpaksa mengikut mnegungsi disini." kata Xun You, mukanya makin keliatan kek orang depresi.
"Lalu, dua orang lagi mana? Bukannya kalian berlima?" tanya Lu Meng.
"Dua orang itu adalah korban anak-anak ini." Mori menunjuk tujuh anak yang berhasil meledakkan tempat itu.
"Lu Xun Zhu Ran."
"I-IYA PAMAN!" Lu Xun sama Zhu Ran langsung hormat pada Lu Meng.
"Kalian akan saya hukum, tidur diluar sama anjing herdernya Om Zhuge Dan."
"TIDAAAAKK!" Lu Xun sama Zhu Ran berteriak histeris, mereka berpelukan layaknya teletubis.
"Kalau kalian tidak mau kenapa kalian meledakkan tempat itu?" tanya Lu Su.
"Habis … kami takut, Kak Xu Shu sama Kak Shennong kesambet setan." jawab Lu Xun.
Lu Meng menghela nafasnya, doi cape ngedenger alesan mereka berdua yang keknya susah buat dipercaya. "Hahh … yasudah kalau begitu kalian berdua ples Gan Ning, dan Ling Tong akan tidur di loteng."
Mereka berdua tersenyum, melepaskan pelukan, lalu berdiri tegak, dan menaruh kepalan tangan di dada mereka ala prajurit di fendem sebelah. "SIAP!"
"Kalian boleh bubar, kecuali babysitter kalian ini."
Seharian ketiga babysitter mereka di ceramahin, dan diinterogasi, daripada kita ngedengerin Om Lu Meng ceramah mending kita fokus ke anak-anak yuk.
Di ruang keluarga mereka lagi tiduran di karpet, dan memandang layar televisi dengan bosan, Motochika aja sampe ngeces sambil melototin TV yang tiap detik berganti channel. Beberapa menit kemudian muncul tujuh pelaku peledakkan.
"Bosen … maen yok!" ajak seorang anak bernama Ling Tong.
"Beli ramen cup aja yuk … aku lapar." kata Li Dian sambil memegangi perutnya.
"Kalo ramen cup ada di dapur, tinggal bikin." kata Gan Ning sambil menunjuk dapur.
"Beneran ada?" tanya Li Dian ga percaya.
Gan Ning mengangguk. Li Dian langsung menyeret Yue Jin ke dapur dengan wajah bahagia. Li Dian nyeret Yue Jin cuman buat pijakan doang.
"Disini ada komik ga?" tanya Kai pada Zhu Ran.
Zhu Ran nopang dagu. "Ada, tapi kata Paman Lu Meng anak kecil ga boleh baca." Zhu Ran menggerakkan jari telunjuknya ke kiri, dan kanan.
Giliran Kai yang nopang dagu. "Disini ada gudang ga?"
"Ada kok, gudangnya ada di halaman belakang."
Kai senyum senyum gaje, lalu doi langsung menarik Hayakawa, Gan Ning sama Wang Yi.
"MAEN NYOK!" ajak Ling Tong ga selow.
"DISINI GA ADA KUDA?!" tanya Ma Chao, sepertinya ni anak kangen sama Red Hare.
"INGIN BAKPAO SUMPAH!" Shi ngikut teriak sambil ngelus-ngelus perutnya.
"ACARA TVNYA UNFAEDA SEMUA!" Xun Yu mukul-mukulin karpet pake remot TV.
"DEMINYAAAA AKU GABUT!" teriak Takatora agak histeris.
"SSSSTTT!"
Mereka semua langsung ngeliatin Jiang Wei, terus Jiang Wei nunjuk Lu Xun, Hanbei, Takakage, Nezha sama Taigong Wang sedang bersandar di tembok, mereka tertidur.
"Ada selimut nganggur?" tanya Yuanji.
"Ada di kamar tapi lemarinya terlalu tinggi," jawab Ling Tong. "karena biasanya kami berempat dikasihnya selimut bekas, dan bedebu." lanjutnya sambil nunjuk ke atas.
Yuanji ngeliat ke atas, diatas ada futon yang menempel di langit-langit. "Kalian tidur di atas?"
"Ya kalau kami dihukum, Aku dan Gan Ning akan tidur di loteng sementara duo pyromania itu tidur layaknya ninja." jelas Ling Tong.
"Hidup kalian keras juga." Yuanji manggut-manggut.
Ling Tong menggelengkan kepalanya. "Ya begitulah hidup bareng sama Mbah Lu Meng, dan Kakek Lu Su."
"Daripada bosen mending kita maen detektip detektippan." dari bawah meja muncul Masamune dengan pakean jas biru, dan celana pendek berwarna biru juga. "HAHA! MASAKONAN EDODATE SANJOU!"
"Konan tidak bermata satu tapi bermata empat." komen Zhong Hui pada Masamune.
Masamune memakai kacamata punya Xu Shu.
"Bermata EMPAT bukan TIGA." komen Zhao.
"Anggap aja typo bertebaran." Masamune manyun. "Ayo kita selikidi TKP!" ajak Masamune pada kawan-kawannya.
"Selidiki." koreksi Toyohisa.
"Aku ikut, daripada mindah-mindahin channel ga jelas." Xun Yu berdiri dari duduknya lalu berdiri di samping kanan Masamune.
"Ikut deh ikut daripada gabut." Ling Tong berdiri.
"Kalo Xun Yu ikut aku ikut deh~" Guo Jia berdiri.
"Aku sih no,takut kena omel Om bermuka kek pecahan gelas." tolak Shi.
"Kalo Kakak ga ikut aku juga ga."
"Jadi cuman tiga orang nih?" tanya Masamune memastikan.
"Aku ikut!" Toyohisa mengacungkan tangannya, dan tangan satunya mengacungkan tangan Naomasa.
"Aku tidak." Naomasa menarik tangannya.
Toyohisa pasang muka puppy eyes pada Naomasa, dan memaksakan matanya untuk mengeluarkan air mata.
"I-iya deh aku ikut."
"YEE!"
"Ayo ikut aku, kita ke Te-Ka-Pe!"
Enam anak itu pun pergi keluar rumah, tanpa ada rasa takut. Sisa 31 anak di rumah. Motochika masih terhipnotis oleh TV. Yuanji sama Zhao berpetualang mencari selimut. Shi mencettin tombol remot TV. Ma Chao sama Ma Dai tertidur di kolong meja. Nagamasa sama Oichi ke dapur nyari makanan. Zhong Hui, Gracia sama Jia Xu mojok entah ngapain. Zhu Ran ngikut molor di samping Lu Xun. Mitsunari sama Takatora berkelahi. Tersisa Yukimura, Orochi, Himiko, Fa Zheng, Jia Chong, dan Lingqi di ruang keluarga, mereka tidak ada kegiatan, jadi mereka sekarang lagi duduk melingkar mengelilingi meja.
"Kami kembali membawa ramen cup untuk kalian." kata Li Dian sambil berjalan ke ruang keluarga, dan menaruh dua ramen cup di meja, lalu dia berlari kembali ke dapur.
"Punggungku sakit..." Yue Jin mengusap-usap punggungnya, lalu dia tiduran di atas karpet.
"Jangan mengeluh, kamu sudah membantuku untuk membuat ramen cup."
Setelah Li Dian menaruh ramen cup yang lain diatas meja kecuali punyanya sendiri, dan membawa sebuah ramen cupnya ke tempat Yue Jin tiduran. "Ayo makan bersama."
.
Sementara itu di gudang halaman belakang.
"Gudang terkunci, gunakan Gan Ning untuk menghancurkan gembok." titah Kai, pada Hayakawa, dan Wang Yi.
"Kok aku?"
"Kepalamu kan keras kaya batu, Hayakawa, Wang Yi angkat Gan Ning, dan… HANCURKAN!"
"KEPALAKU!"
Setelah adegan kekerasan berlagsung, gembok gudang terbuka, dan Kai langsung masuk gudang itu. Kai menemukan komik yang dimaksud Zhu Ran, Kai pun membuka komik itu dan seketika komik itu dibanting ke bawah.
"Ini bukan komik yang biasa di baca sama aku, ini komik corpse parti!" teriak Kai kesal pada komik yang baru saja ia temukan.
.
Tempat Masamune dkk berada. Mereka memasuki sebuah bangunan setengah hancur, mereka melihat sebuah penampakan di dalam bangunan itu, saat penampakan itu melihat ke arah mereka, mereka berteriak, dan berlari keluar dari bangunan itu.
"HANTUUUUU!"
"HANTU YANG NYAMBET KAK XU SHU SAMA KAK SHENNONG MASIH ADA!"
"Ohok ohok anak-anak tunggu, kami bukan hantu."
"PERCEPAT LARI KALIAN!"
Brak!
"Hah … hah serem banget, sekarangkan belum malem kok udah muncul aja sih?" tanya Guo Jia sambil megangin dadanya.
"Jia, asma kamu ga kambuhkan?"
Guo Jia menggeleng.
"Yasudah kalau begitu ayo kita kembali, dan beristirahat di ruang keluarga." ajak Masamune pada kawanannya.
TBC
:v huwahuwa no komen
See you next chapter~
