Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH.
Genre: Humor Parody
Rate: T+
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review
RosyMiranto18
Xiahou Ji: tidak, aku hanya bosan saja, dan aku hanya mencari tontonan.
Sun Quan: Oh itu? Udah dibuang. (buang aja ni anak ke lubang buaya)
Sima Shi: yang gue baca di touken ranbu wiki tentang Mikazuki Munechika itu pedang pernah diberikan pada Nene.
Magoichi: yang disisakan polos hanya Xiahou Ba sama Liu Shan…
Kai: well anim doreiku ga gelap gelap amat kok, tidak seperti yang dibayangkan.
Susana'a: namaku? Kenapa berubah?! Ehem, entah nama susan itu seperti sebuah lagu...
SCM
Selamat Membaca
"Ternyata anime ini tidak segelap yang dikira ya."
"Aku kira si Ryuuou itu ikemen lho ternyata shota semacem Hanbei."
"Kai,"
"Apa Oichi?"
"Aku berhasil membuatnya lho."
"Hmhm, lalu siapa yang akan jadi percobaannya?"
"Bagaimana kalau… mereka berdua."
"IDE BAGUS!"
.
Keesokan harinya, Kai, dan Oichi ke kediaman keluar Cao jam lima pagi dimana penghuni rumah masih tertidur, pakaian mereka juga berubah menjadi serba hitam layaknya ninja, mereka menyusup ke home theater punya Cao Pi, saat mereka masuk ke dalam, home thater seperti dibanjiri darah karena banyak tisu berwarna merah di lantai home theater.
"Kemarin mereka nonton apa sih?" bisik Kai pada Oichi.
"Hmm katanya sih DXD, terus katanya maraton dari season 1."
Kai sweatdrop. "Pantesan, kalau gitu ayo kita mulai pemasangannya."
"Tapi Kai ternyata aku berhasil membuat tiga buah bagaimana?"
"Aha, gimana kalau satu lagi manusia bernama Ziyuan, aku ingin lihat dia diperintah kesana kemari khukhukhu."
"Aku sudah memasangkannya, kalau gitu ayo kita kembali."
Setelah Oichi sama Kai memasang alat nista itu pada tiga korbannya, mereka kembali ke rumah maisng-masing. Sekarang jam menunjukkan pukul 10 pagi. Oichi sama Kai kembali ke rumah kediaman Cao, kali ini mereka pura-pura jadi tamu untuk melanjutkan rencana mereka, anak-anak laki-laki sudah keluar dari home theater, dan lagi duduk di bawah pohon, Guan Yinping, Okuni, dan Joan juga ada disana. Membuat senyuman Kai semakin lebar.
"Tumben perempuan ngumpul disini?" tanya Mitsunari pada Oichi.
"Emang kenapa? Sekali-kali dong, mana Zhenji?" tanya Oichi balik, dia pura-pura nanyain Zhenji.
"Lagi di dapur nyiapin sarapan."
Oichi manggut-manggut. "Selagi menunggu sarapan buatan Nyonya Zhenji selesai, bagaimana kalau ... Mitsunari, Cao Pi sama Shi bertanding?"
"Gue mencium hal yang tidak beres." bisik Guan Ping pada orang disebelahnya.
"Biasanya kalau Oichi dateng sama Kai suka ga beres ujung-ujungnya." balas orang disebelahnya.
"Minggat yuk." ajak orang disebelahnya pada Guan Ping.
"Kalian mau kemana? disini aja." kata Kai
Guan Ping sama orang yang disebelahnya diketahui bernama Sun Ce, gajadi minggat dari rumah Cao Pi karena sudah ketahuan niatnya oleh Kai.
"Boleh, pertandingan apa?" Cao Pi langsung setuju tanpa pikir panjang.
Oichi tersenyum. "Bagaimana kalau… yang paling kuat yang menang?"
"Maksudnya?" Mitsunari mengangkat sebelah alisnya.
"Kita akan mulai dari manusia paling ringan untuk kalian angkat, semakin lama orang itu akan semakin berat." jelas Oichi.
"Jadi sampe semacam Deng Ai gitu?" tanya Guan Xing.
"Iya!"
Kita butuh dokter jiwa sekarang juga… batin Guan Ping, dan Sun Ce bersamaan.
"Bagaimana?"
"Kalau kalah?"
"Kalian akan menjadi babu yang menang selamanya! Tapi kalian tidak bisa menyuruhnya sampai mati, seperti menyuruhnya masuk ke lubang buaya engga ... ntar sekarat duluan sebelum nyampe."
"Tantangan diterima." kata Mitsunari, Cao Pi, dan Shi bersamaan.
Entah kenapa setelah Kai mendengar persetujuan mereka bertiga doi ketawa. Membuat ketiga korban merasakan sesuatu yang aneh.
"Karena disini ada tiga perempuan, jadi pertama kalian akan mengangkat perempuan, Yinping sama Mitsun, Okuni sama Cao Pi, yang terakhir Joan sama Shi. Terserah kalian mau mengangkatnya seperti apa."
Ketiga korban berhasil mengangkat, pas Cao Pi ngegendong Okuni ala bridal, Zhenji dateng dengan banyak makanan untuk tamu-tamunya pas dengan Cao Pi ngegending Okuni, akhirnya apa yang terjadi? Cao Pi langsung nurunin Okuni terus berlari ke arah Zhenji. Adegan sinet dimulai dari detik ini.
"Zhenji ini cuman..."
"Cuman apa?" Zhenji menaruh makanan yang dibawanya di lantai teras rumah.
"Cuman salah paham."
Zhenji udah mulai nangis. "Salah paham? Tapi kamu aja ga pernah gendong aku kaya gitu."
Dari kejauhan, anak laki-laki maupun perempuan pada duduk di rumput terus fokus nontonin sinetron secara live, entah darimana mereka sekarang lagi bagi-bagi popcorn. Untuk kedua kalinya Kai ngakak ditempat melihat Cao Pi sujud-sujud ke seorang perempuan hanya untuk minta maaf. Haisshh kaya apa aja. Setelah kesalah pahaman sudah diluruskan kembali berkat Oichi aka biang kerok semua kesalah pahaman ini, dan Cao Pi berterima kasih pada Oichi sudah mengeluarkan dirinya dari perang dunia di dalam rumah tangga.
"Kai,"
"A-apa Tuan Cao Pi?" Kai menengok ke arah Cao Pi takut-takut.
"Kizamazuke."
Kai langsung berlutut dihadapannya. "Maaf!"
Mungkin aura intimidasinya melebihi kekuatan SCM, Oichi sweatdrop melihat kejadian itu.
Tidak pakai SCM saja rasanya sudah jadi pelayanannya gimana kalau aku kalah, dan pakai SCM hidupku pasti sudah berantakan, batin Kai.
"Hm, Oichi ayo kita lanjutkan."
"Tapi sarap-"
"Kubilang lanjutkan."
Aku sudah salah memilih orang… sekarang Oichi menyesal telah memilih orang itu untuk tikus percobaanya.
"Baiklah, sekarang Guan Ping sama Mitsunari, Sun Ce sama Cao Pi, Magoichi sama Shi."
"Kenapa kami diikut sertakan?" protes salah satu dari mereka.
"Karena tadi Ping sama Ce udah berniat minggat dari rumah ini, biar lebih rame kalian ikut juga, hmhmhm..."
Magoichi menatap tajam pada kedua anak sulung itu.
"Jangan melihat kami seperti itu."
"Mit, yakin lu bisa ngangkat gue?"
"Bisa.
"Dipunggung lho kalo elu kenapa-napa jangan salahin gue ya."
"Iya."
"START!" Oichi melihat Shi yang belum menggendong Magoichi, Oichi menghampiri mereka berdua. "Kalian kenapa?"
"Cih gua ogah sama doi."
"Sayang sekali, berarti kamu sudah kalah Shi." Oichi menjentikkan jarinya.
Tiba-tiba Shi terjatuh. "Kenapa aku..."
"Hmhmhm… habis ini kau akan menjadi budak dari salah satu dari mereka O-hohohoho!"
Cao Pi sama Mitsunari berhasil melewati ronde kedua tentu saja Cao Pi juga berhasil mereda amarah istrinya untuk kedua kali ala drama korea, bikin baper tapi minta dihujat kalo yang versi ini.
"Di ronde ketiga ini kalian mengangkat kedua anak ini." disamping Oichi muncul Hanbei, dan Xiahou Ba. "kalian harus tahan selama 3 menit."
"MITSUNARI KAMU HARUS MENANG!" teriak Kai dibelakang Oichi. "KALO DIA YANG MENANG HIDUP KALIAN BERDUA HANCUR!"
"He?"
"Aku akan menjelaskan lebih detail lagi setelah salah satu dari kalian menang, Mitsunari sama Hanbei sementara Cao Pi sama Xiahou Ba."
"MANGAT MITSUNARI! PASTI HARI INI ELU MENANG!" Kai sekarang lagi cheerleader sambil berdoa.
"START!"
Mitsunari sudah menggendong Hanbei sementara Cao Pi masih diam.
"Kalian sengaja ya?"
"Apa?"
"Bagaimana bisa aku mengangkat Xiahou Ba dengan baju zirahnya yang bisa dibilang agak tebal, dan berat."
"Hoho seorang pangeran mengeluh? Apakah seorang pangeran akan mengaku kalah?"
"Cih."
Oichi menjentikkan jarinya. "PEMENANGNYA MITSUNARI!" Oichi berteriak bahagia, setelah kedua perempuan ini bersorak gembira atas kemenangan Mitsunari, dan Oichi sama Kai mulai ngebacot soal alat yang dipasangkan ke mereka bertiga.
"Jadi begitu, hanya majikan yang bisa membebaskan budaknya." Mitsunari tersenyum, sepertinya dia mau balas dendam.
"Walaupun SCM itu di lepas maupun dihancurkan tetap percuma."
"Hm alat seperti itu tidak akan ada apa-apanya padaku."
"Ini perintah, Shi potong rumput di halaman belakang pake gunting kuku!"
"APA?!" jerit Shi.
"INI PE-RIN-TAH."
Shi langsung menghilang ke halaman belakang.
"Cao Pi, ngepel lantai."
"Apa?" Cao Pi menatap tajam Mitsunari, lalu berdiri.
Mitsunari nyikut Oichi. "Err.. Oichi..."
"Kayaknya SCM benar-benar tidak mempengaruhinya." Oichi mengangkat kedua bahunya. "Turut berduka cita atas dirimu, Ishida Mitsunari."
"Sekarang bereskan kamarku."
"Ogah emang gua babu lu." tolak Mitsunari.
"SEKARANG."
"BAIK YANG MULIA!" Mitsunari langsung ngacir ke dalem rumah.
Cao Pi melepaskan SCM, lalu ia lemparkan pada Oichi. Cao Pi pun pergi.
"OH! Aku tahu bagaimana SCM ini bekerja pada Cao Pi!"
"Apa itu Kai?"
"Gunakan pada Zhenji."
"Benar juga."
"MWAHAHAHAHA!"
Mereka berdua pun tertawa ala Sima Yi selama beberapa menit mengakibat mereka berdua selama dua hari di jauhi karena rencana jahat yang mereka rencanakan.
END
terinspirasi dari anim dorei-ku :v ternyata doreiku ada live actionnya tapi beda banget sama animnya, aman untuk ditonton live actionnya mah :v kalo berminat tinggal donlod nama liv eksyennya Tokyo Slaves
See you next chapter~
