Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Back to gakuen AU. Mau kerasa? Imaji kudu ON, tapi jangan sampe mimisan ya.
Genre: Humor
Rate: T+
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review
RosyMiranto18
Sun Ce: aku akan menggunakan saran itu pas mau bolos. (pose hormat)
Oichi: sudah biasa sekarang Mitsuhide suka ketawa kaya gitu.
Zhao: disuplex?
Da Ji: tidak-tidak, Om-Om bermata satu itu masih melihat ke arahku.
Lu Xun: yang suka dibikin sama Nthor sok imutkan aku, kalo Xun Yu masih tergolong cogan.
Xun Yu: mungkin muka ini terlihat seperti orang baik (nyubit pipi sendiri) bayangkan kalau aku tuker wajah dengan Xun You, apakah aku masih terlihat orang baik?
Naomasa: ya, biar kelihatan keren sedikit gitu.
Zhao Yun: bukan Nokia, kalo nokia gimana caranya aku bisa masuk grup? Itu hape rasberi sodara jauhnya buluberi sama belekberi.
Ranmaru: tidak mungkin Tuan Nobunaga mau diseret ke RS, dia adalah seorang manusia narsis, kemarin aku melihatnya dia dengan Jia Chong sedang mengantri di sebuah RS.
Nezha: maksudnya kucing itu yang jaga aka yang harusnya ngitung saat main petak umpet.
Yoshitsugu: kemarin Nobunaga menyarankan Mitsuhide untuk merubah penampilannya.
Ga Ada Judulnya
Selamat Membaca
Suatu hari di ruang eskul jurnalistik, anggota jurnalistik seperti Kunoichi, Nene, Zhou Yu, Ryu Hayabusa, Ayane, dan Chen Gong selaku pendiri eskul sedang berkumpul memikirkan sampul majalah untuk bulan depan, dahi mereka semua berkerut karena berpikir keras.
"Bagaimana caranya membuat sampul majalah yang bisa menarik perhatian siswa-siswa?" tanya Chen Gong pada anak-anak buahnya.
Kunoichi mengacungkan tangannya. "Gimana kalau menggunakan foto Wang Yi sama Ma Chao yang lagi akrab?"
"Itukan sudah untuk sampul majalah bulan ini." kata Zhou Yu.
"Gimana kalau foto Pa Lu Bu sama Pa Chen Gong?!" usul Nene penuh semangat.
Chen Gong yang sedang menyesap kopi pahitnya jadi batuk-batuk. "Waduh, jangan pake foto Bapak dong."
"Padahal aku punya foto Pa Lu Bu sama Pa Chen Gong yang bisa bikin anak-anak baca majalah..." Nene memainkan dua jari telunjuknya.
"Lalu?" Ryu melihat ke arah Zhou Yu.
"Apa gue harus ngegunain kamera ajaib gue?" Zhou Yu nopang dagu. "tapi siapa yang bakal jadi korban kamera gue?"
"PA LU BU SAMA PA CHEN GONG AJA!" teriak Nene.
Chen Gong batuk-batuk lagi. "Udah dibilangin jangan Bapa."
"Si narsis aja gimana? Tuh anakkan lagi jadi model dadakan." kata Ayane.
"Gue kaga yakin kalo tuh anak bisa diajak kerja sama" kata Zhou Yu agak ragu.
"Emang disini ada eskul modeling ya? tanya Ryu.
"Ada, didirikan pada 100 tahun sebelum masehi oleh Bu Zhenji." jawab Kunoichi.
"Kalo mau si narsis berarti kita harus menyandera dua orang." kata Kunoichi.
"Jangan main sandra sandra-an ntar jadi drama lagi." Chen Gong menolak dengan tegas ide itu.
"Terus siapa dong?" tanya Kunoichi pada Chen Gong.
Zhou Yu menepuk bahu Ryu, lalu melihat Ryu dengan tatapan sendu. "Mau nemenin gua ke ruang guru ga?"
"Mau ngapain?"
"Gue kepikiran, Pa Cao Cao buat sampul majalah bulan depan."
TANG!
Ryu mensummon sebuah penggorengan, lalu doi pukul kepala Zhou Yu keras sampe penggorengan ikut gemetar saking kerasnya kepala Zhou Yu.
"Kalo mau nyari mati jangan ajak ajak eike, ajak Pa Guo Huai aja sana." setelah mengatakan itu Ryu menghilang dari ruangan.
BRAK!
Pintu ruangan terbuka nampak istri tersayangnya Zhou Yu yang sayangnya fujoshi, sebuah lampu sorot (senter) menyinari Zhou Yu dari bawah (Ayane yang nyenterin Zhou Yu). Zhou Yu mendapatkan hidayah saat melihat istrinya.
"Xiaoqiao, sekarang pair yang lagi disenengin sama siswa-siswa apa?" tanya sang suami pada Xiaoqiao.
"Hmm.. Zhou Yu x Sun Ce, NaoHisa sama Pa Zhang Liao x Pa Yu Jin!" jawab sang istri riang.
Chen Gong batuk-batuk lagi. Zhou Yu jatuh seketika ke lantai kulitnya tiba-tiba memucat. Senter yang dipegang sama Ayane tiba-tiba hancur. Xiaoqiao cuman bengong melihat sang suami yang terbaring di lantai.
"Padahal soal yang Zhou Yu x Sun Ce cuman becanda..."
"Sekalian aja Jia Xu sama Pa Chen Gong." kata Ayane pada Xiaoqiao. Kali ini mendengar pernyataan Ayane negbuat Chen Gong nyemburin kopinya.
"Udah jangan nyebut-nyebut nama Bapa lagi." Chen Gong berdiri, lalu pergi dari ruangan.
"Btw Ayane,"
"Apa?"
"Liat kamera Zhou Yu ga?"
"Ada di lemari itu." Ayane menunjuk sebuah lemari kayu di pojok kiri ruangan.
Setelah mendapat info yang akurat, Xiaoqiao berjalan menuju lemari itu, dan membukanya.
"Huwaaa! Kalian ga pernah bilang punya banyak foto aib begini." kata Xiaoqiao takjub saat melihat isi lemari kayu itu.
"Itu hanya sampul majalah yang gagal, karena ketiga guru itu tidak setuju."
"Bolehkah aku meminta yang ini?" tunjuk Xiaoqiao pada salah satu foto yang tertempel di pintu lemari.
"Boleh saja, lagipula foto-foto itu sudah tidak diperlukan."
"YEE!" Xiaoqiao mengambil kamera Zhou Yu. "Ayane bilangin ke Zhou Yu ya, istri tercintanya minjem kamera." setelah itu Xiaoqiao keluar dari ruangan dengan kamera ajaib, dan sebuah foto aib.
Ayane hanya mengangguk, lalu berusaha membangunkan Zhou Yu yang sedang memproduksi balon gelembung dari mulutnya.
"Hmhmhm..." Xiaoqiao menyakukan foto itu ke kantung roknya, lalu mulai memainkan kamera ajaib Zhou Yu.
Di kamera Zhou Yu beda dari yang lain karena di dalam kamera itu ada opsi untuk membolak balikkan perasaan orang yang akan menjadi korban jepretan kamera itu, dan ada efek yang biasa suka ada di aplikasi foto. Seperti dari yang tadinya akrab jadi suka berantem, dari yang benci jadi cinta, begitu pun sebaliknya termasuk menormalkan pikiran mereka. Kalo mau info lebih lanjut kalian bisa menghubungi 0812233445, dan bertanya pada korban-korban kamera itu.
"Siapa yang akan menjadi korban pertama ya?"
"Bagaimana kalau… Pa Liu Bei sama Pa Cao Cao? Khukhukhu." Xiaoqiao berlari ke ruang guru.
Sesampainya di ruang guru, Xiaoqiao cuman melihat Zhuge Liang lagi main ular tangga sama Sima Yi, dan Xiahou Dun.
Xiaoqiao melihat ke arah Sima Yi sama Zhuge Liang. "Yahh… adanya yang hobi berantem," kedua matanya berpindah ke Xiahou Dun. "kayaknya gausah nanya deh, ntar diinterogasi."
Xiaoqiao keluar dari ruang guru tanpa dicurigai, Xiaoqiao pun berpetualang di dalam sekolah, satu persatu kelas di cek sama Xiaoqiao, demi mencari korban yang layak.
"PERMISI PERMISI AKU MAU LEWAT!" teriak seseorang dari kejauhan.
Xiaoqiao melihat ke arah orang itu, lalu dia memiringkan kepalanya karena bingung. Xiaoqiao melihat Xu Shu yang sedang dikejar-kejar sama segerombolan strategis dari berbagai kerajaan ditambah Taigong Wang, dan Zhao Yun ikut mengejar sang siswa malang.
"Perasaan valentine udah lewat deh … tapi kenapa harus Xu Shu?" tanya Xiaoqiao pada dirinya sendiri. "AHA! Bagaimana kalau mereka saja yang bakal jadi sampul majalah bulan depan." Xiaoqiao berdiri di tengah. "STOPPP! KALIAN SEMUA BERHENTI."
CKITTT
Seketika mereka semua berhenti di depan Xiaoqiao, Xiaoqioa mengangkat kamera Zhou Yu bersiap untuk memotret gerombolan itu.
"POSE!"
Cklek
Cklek
Cklek
Mereka semua berpose layaknya cowo-cowo ganteng yang sedang merebutkan cewe protagonis di game dating simulation, bisa ditebak yang jadi protagonis cewenya adalah Xu Shu. Xiaoqiao mendapat banyak sekali foto dari yang mereka semua ngerubungin Xu Shu sampai Xu Shu digilir aka foto bertiga (dua cogan tengah-tengah Xu Shu). Digilir … emang XU SHU APAAN?!
Melihat hasil fotonya yang bagus ditambah dengan efek editan. Lagi asik melihat hasil jepretannya, Zhou Yu yang sudah sehat kembali datang bersama Ayane, dan Zhou Yu menagih kameranya.
"Aku hanya membantumu untuk sampul majalah bulan depan." kata Xiaoqiao sambil pasang kitty eyesnya.
"Iya aku tahu, kalau begitu tolong buat mereka kembali normal, kasian Xu Shu sudah kaya cewe di gem detsim."
"Baiklah."
Cklek
Walaupun hati mengatakan tidak tapi karena disuruh oleh Zhou Yu apa boleh buat. Dengan sekali jepret, mereka semua yang tadinya mengejar Xu Shu bubar satu per satu, kecuali satu orang.
"Shu, hutang lo ke gua masih ada lima ribu lagi, bayar sekarang." Taigong Wang mengadahkan tangannya ke Xu Shu.
"Besok."
"GUA BUTUH SEKARANG."
Xu Shu mulai mengeluarkan air matanya. "Tadi dompetku diambil sama Zhao Yun buat bayar utangnya yang bejibun di warungnya Mbak Zhurong."
"Baiklah, besok ya, gua butuh uang lima ribu itu buat bayar uang kas OSIS sama kelas." Taigong Wang pun pergi meninggalkan Xu Shu dikoridor dengan keadaan berantakan.
Xiaoqiao melihat Xu Shu iba, Xiaoqiao pun berjalan mendekati Xu Shu lalu menyodorkan sebuah pakaian laknat kepadanya tak lupa dengan senyum manisnya.
"Xu Shu ganti dengan baju ini saja, baju seragammu sudah hancur begitu." kata Xiaoqiao.
Zhou Yu yang sudah mencium rencana busuk sang istri langsung mencegah tindakkannya. "Sayang, kasihlah pakaian yang benar bukan virgin-killing sweater."
"Tapi kalau Xu Shu mengenakan ini, hari ini bakal tambah menarik."
"Yang ada sekolah tiba-tiba banjir darah, sayang..."
"Kalau begitu Zhou Yu yang pakai."
Ayane mendengar percakapan hanya bisa diam, dan muka yang tiba-tiba memerah karena memikirkan sesuatu.
"Eh? Kenapa engga kamu aja?"
"Kalo perempuan yang pakai sudah menstrim, Zhou Yu yang pakai." Xiaoqiao menyodorkan sweater laknat itu ke depan muka suaminya.
"Tapi..."
"Jadi Zhou Yu gamau pake ya..." kata Xiaoqiao dengan nada kecewa.
"I-iya deh aku pake." Zhou Yu mengambil sweater itu dari tangan istrinya.
"YAY!"
Zhou Yu berjalan ke arah Ayane.
"Ini aku titip kameraku, buat sampul majalah pakailah hasil foto Xiaoqiao."
Dengan wajah yang masih memerah, Ayane mengambil kameranya, dan mengangguk, setelah itu Ayane menghilang dari koridor.
Zhou Yu dituntun ke kamar mandi cowo oleh Xiaoqiao. Di dalam salah satu bilik toilet, Zhou Yu cuman memandangi sweater itu. Keluar dari bilik Zhou Yu berteriak layaknya perempuan yang kaget karena ketemu sama kuntilanak.
Xiaoqiao yang sedang menunggu diluar hanya tertawa. Keesokan harinya, Zhou Yu tidak masuk sekolah, ada rumor yang mengatakan kalau Zhou Yu dilarikan ke RSJ terjauh karena habis diterkam oleh harimau sulungnya Sun Jian.
END
selama proses pengetikan kerjaan cuman istighfar di depan laptop gegara nemu samting di pixiv :" Xu Shu kenapa banyak banget sih yang ngegaet kamu, dan aku agak bingung kenapa Fa Zheng sama Xu Shu di pair-in… aku ingin menangesh, rasanya hidung mengeluarkan darah tapi tidak, btw kenapa Ma Dai juga ya?
See you next chapter~
