Kayaknya makin kesana chapter akan berbau jerman, pembuatan fanfic ini hanya untuk membantu diriku sendiri untuk menghapalnya, jadi terserah reader mau dibaca mau tidak, bayangkan saja kalian diajarin sama masmun beneran :v
Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Agak nyebut chara fendem pedang-pedangan aka TouRab
Genre: Humor Parody
Rate: T+
Disclaimer: SW punya Koeih, Touken Ranbu punya DMM
Dyatailmi ehe ehe
Ryu, Ryu-chan :v, jangan saket, saket itu berat, elus paha yagen aja :v puja paha mulus yagen!
Ana kangen sama review mu nak :v jarang aku dapet review yang sehati :v
Zhao Yun: enader korban iklan ramyan, capsnya mbak gausah ngegas nyanyinya.
Jiang Wei: aku? Aku, DIHIPNOTIS!
Abangmu ga salah apa-apa, abangmu itu enak buat dinistain soalnya :v
Cao Pi sama Mitsundere gatau bakal nikah beneran atau engga :v itu juga kalau Zhao Yun mengijinkan :v
hwe hwe
RosyMiranto18
Kanetsugu: kukira yang aneh, aku menerjemahkannya sendiri malah jadi aneh.
Hanbei: EM-TE-KA.
Naomasa: iya karena buat dia mukaku tuh kek orang indo…
Shi: oplas… sama menjadi salah satu member girlband (boy Shi Boy bukan girl).
Masamune: hmm gue baru tempe (manggut-manggut).
Jangan terlalu berharap pada koei, pakean cewe cewe DoA aja seksi, pasti pakean athena bakal dibikin seksi juga, jarang ada pakean setertutup athena sen seiya.
Masamune: jurusannya
Zhao Yun: reskukernya lagi dipake sama Yinping. Sama … ntahlah mungkin seseorang yang lebih cantik dari Xiaoqiao (lirik Lu Xun terus istighfar).
Kunoichi: TIDAK, itu idenya Hanbei. (nyumput di belakang Yukimura)
Yukimura: tapi yang main di (Kiyo)masa en de ber beneran Kiyomasa…
Fuuma: kalau aku menganggetkannya dia bakal banting komputernya, seperti kejadian waktu di rumah. Itu mudah untuk ninja sepertiku.
Fu Xi: kerja juga paling langsung di tendang keluar.
Zhao: sejak aku masuk jurusan ekonomi, kalo keluarga bayar, hidup Yuanji makin sejahtera, kaya 10 turunan.
Belajar Bahasa Jerman bersama Naga bermata Satu
Selamat Membaca
Pagi hari yang cerah di Oshu, di sebuah rumah bak mansion buluk, terdapat seorang manusia bermata satu bernama Date Masamune, manusia itu sedang duduk di depan komputernya sambil bergumam gajelas, matanya menyipit berpikir dengan keras. Lagu jerman mengalun dengan indah menemani dirinya yang sedang asik melototin layar komputernya, lalu kursi yang sedang ia duduki berputar sembilan puluh derajat, dia menatap lurus kamera yang sedang dipasangnya. Masamune ngevlog.
"Kali ini gue bakal sok-sok an jadi guru bahasa jerman, beda masmun sana pasti masmun sini juga beda." katanya ga peting. "Guten tag pembaca sekalian." sapa Masamune pada kamera.(translet: met siang)
"Pertama, gue bakal ngasih tau pelafalan abjad bahasa jerman, kebanyakan sama seperti indonesia tapi ada beberapa yang berbeda seperti C(tse -kek nyebut tsu tapi pake 'e'-), J(yot-intinya j jadi y-), K(harus kaya ngehah orang, Kaaaa), P( sama kaya K harus ada hembusan angin peee), Q(ku), T(teee, ada hembusan nafasnya), V(vau), W(weee tapi agak bergetar-gue gak tau gimana, harus cek yutub-), X(iks), Y(upsilon), Z(tset)."
"Itu baru palafalan abjadnya, belum grammar."
"MASAMUNE-SAMA!" sebuah panggilan dari luar ruangan.
Masamune memutar kedua bola matanya. "Ganggu aja lu Ju, APA SIH?!"
"NAOMASA MAU KESINI GAPAPAKAN?!"
"SERAH LU NYING!"
"BIASA AJA GA USAH NGEGAS DONG!"
"ARRGGHH! Das ist total bescheuert!(1)"
Setelah Masamune berteriak meluapkan kekesalannya, tidak ada balasan dari babunya yang bermata empat itu. Masamune menarik nafas, lalu mengeluarkannya perlahan. Setelah merasa adem Masamune kembali menghadap kamera dengan wajah berseri-seri.
"Lanjut, gue bakal ngasih tau huruf yang rada spesial seperti ä(ae), ö(oe), ü(ui), au(ao), äu(oi), eu(oi), ie(iiiiii intinya jadi panjang), ei(ai)."
"Lama-lama gue die mutter juga, puyang gua."
Itu modar Mas, kalo yang itu artinya ibu.
"Diem lu Thor, oke sekarang gue bakal ngasih tau cara baca konsonan pada kata-kata," Masamune berdeham sok ganteng. "Ch(ikh -Ich jadi ikh-), Ck(kk -ecke jadi ekke-), G(kh -billig jadi billikh-), H(sebagai pemanjang bunyi huruf hidup -gehen jadi geeeen-), J(y -jahre jadi yahre-), S(z kalo di huruf awal -Sie jadi Zie-), Sch(kek baca shy dalam bahasa inggris -Tisch jadi Tisss agak mendesis ye-), Z(ts mendesis -Zimmer jadi tssssimmer-), yang terakhir … Sz/ss (di jerman tulisannya gini ß dibaca ss -heißen jadi heissen-)." jelas Masamune panjang lebar.
"Kalian pusing? Gue juga, apalagi si Nthor yang lama-lama kek ular, mendesis."
Lanjut aja naga picek, gausah ngomen.
"Kita loncat ke steigerung aja ya gaes takutnya kalian udah muntah-muntah duluan, steigerung disini bukan ngegerung layaknya motor ya, tolong bedakan, disini maksudnya perbandingan." Masamune ngelirik layar komputernya lalu melihat ke arah kamera lagi.
Masamune kibas rambut. "Yang pertama~ ada lima perkaranya~" tiba-tiba Masamune diem. "kok gua malah nyanyi sih..."
Masamune mengambil gelas berisikan kopi di atas mejanya. "Adjektiv adalah kata sifat normal yang biasa kita gunakan, komparativ adalah perbandingan kata sifat untuk tingkat LEBIH, dan superlativ adalah perbandingan kata sifat untuk tingkat PALING." Masamune menyesap kopinya ala di iklan-iklan.
Emmm, kopinya enak ya Mun?
"Diem aje lu, elu kan lagi ngeganti puasa ramadhan kemarin." Masamune menaruh gelasnya kembali ke atas meja, terus ngambil sebuah buku catatan. "Adjektiv: Kojuro harganya murah (Kojuro ist billig), komparativ: Hanbei lebih murah daripada Takakage (Hanbei ist billiger als Takakage), dan superlativ: Naomasa harganya paling murah (Naomasa ist am billigsten). Idih Naomasa murahan."
BRAK!
"SAHA NU NGOMONG AING MURAHAN?!" tiba-tiba pintu kamar Masmaune di dobrak oleh jelmaan Wen Yang pendek ver. (translet: siapa yang bilang aku murahan?)
"Si Kaihime yang nulis di buku ini, emang lu pernah dijual ya?" tanya balik Masamune sambil ngacungin buku yang ada ditangan kirinya. "Masa harga lu cuman 10 yen?"
"Itu catatan jualannya si Kai ya?"
Masamune ngangguk. "Gue curi waktu itu."
Tiba-tiba pintu kamar tertutup kembali dengan sangat pelan(baca:dibanting) hampir membuat si pintu roboh. Masamune bingung, jadi si Naomasa beneran pernah dijual?
Masamune melihat ke buku catatan itu dengan kamera secara bergantian, lalu catatan itu di lempar kemana saja sama Masamune. Masamune ngelanjutin kegiatannya.
"Apakah kalian sudah mengerti? Ga ngerti? sama gue juga kaga ngerti."
Mune lanjutin jangan curhat.
"Gue bakal menjelaskan bentukan antara mereka bertiga, satu per satu..." Masamune ngeplototin layar komputernya lagi, otaknya meloading agak lama, setelah satu jam, dia melihat kembali ke arah kamera. "Penggunaan Adjektiv / kata sifat ini cukup mudah untuk dipahami oleh teman-teman semua. Pada intinya semua Adjektiv (kata sifat) ini bisa kita gunakan dalam membuat sebuah kalimat di Bahasa Jerman. Gue contohin kata sifat dalam bahasa jerman, dünn-dick, weit-nah, sauber-schmutzig. Btw itu artinya tipis-tebal, jauh-dekat, bersih-kotor ya gaes, jangan ambigu."
"Mein schwert ist dick, artinya pedang gue tebal, Shokudaikiri gue emang tebel kok, jangan ambigu."
"Kojuro ist schmutzig, artinya Kojuro kotor, ja semacam itulah..."
"Oke, gue lanjut ke bentuk komparativ(lebih) dalam Bahasa Jerman memiliki aturan: ….(er) + als(daripada). Contoh, mein Auto ist teurer als dein Auto, artinya mobil gue lebih mahal daripada punya lu. Mau contoh lain? Oke gue kasih satu lagi, Mitsunari ist gesünder als gestern, artinya Mistunari lebih sehat dari kemarin."
"Udah ngerti? Kalo ga ngerti jangan dipaksain ntar otak kalian overload, gue lanjut ke bentuk superlativ dalam Bahasa Jerman dibentuk dengan: am + ….(s)ten. Contoh, Yukimura ist am teuersten, artinya Yukimura paling mahal." Masamune menaikkan sebelah alisnya, kok gue inget harga Yukimura di buku itu sih… Masamune menggelengkan kepalanya. "Mau lagi? Satu lagi ja, mein haus ist am größten, artinya rumah gua yang terbesar."
"Siapa yang baca ja yang gue sebutin tadi jadi ya? berarti kamu sudah sedikit mengerti, iya sedikit ngerti kalo gua mah banyak ga ngertinya."
Mune jadi guru yang bener napa
"Jangan banyak bekicot, diem aja bernarasilah dengan benar." Masamune menyesap kopinya. "Buat tambahan, ja, nein, dan danke itu artinya ya, tidak, dan terima kasih. ich itu gue, mein itu berarti punya gue, dein itu berarti punya elu." Masamune melihat ke arah jam dinding. "oh ya, ntar kalian bakal ganti-ganti guru, kalo ga si pancingan berjalan, harimau bungsunya Sun Jian, atau sama sobatnya si Lu Xun, intinya antara kami berempat."
Masamune baca sebuah tulisan yang ditunjukan padanya. "Bahasa fanfic ini juga akan campur layaknya es campur dari jep-jer-ind-sunda, dan masih banyak lagi." Masamune menyesap kopinya lagi. "ada yang mau ditanyakan dalam pembelajaran hari ini? Kalo engga syukur kalo iya tanya mbah gugel."
"Mune yang bener ntar ga dikasih jatah."
"Kalo dikasih Yuki, gue bakal ngajar yang bener."
Muka seseorang di balik kamera berubah bete, Masamune menghiraukan muka bete orang itu, terus ngeliat ke kamera. "Masmun sana beda apalagi Masmun sini, ditengah-tengah pulau jawa, gue bingung apalagi si Nthor, yaudah dah~" Masamune melambaikan tangannya ke kamera.
END
(1) Ini benar-benar bodoh!
Yaaahh, daripada bingung gue bikin fanfic aja deh jadi lumayan ingetlah huahua, sesuai apa yang dikatakan masmun lama kelamaan fanfic ini jadi multilanguage.
Danke udah ingin baca chap ini, dan seterusnya walau makin lama makin kek es campur
See you next chapter~
