Kayaknya makin kesana chapter akan berbau jerman, pembuatan fanfic ini hanya untuk membantu diriku sendiri untuk menghapalnya, jadi terserah reader mau dibaca mau tidak, bayangkan saja kalian diajarin sama masmun, dan zhu ran beneran :v
Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH.
Genre: Humor Parody
Rate: T+
Disclaimer: SWDW punya Koeih
Balesan Review
RosyMiranto18
Naomasa: apa? Mukaku beneran kaya orang indo? Seenggaknya ga pasaran…
Masamune: Oh tidak di grup itu ada Taigong Wang yang seiman.
Fu Xi: sebelum masuk ke gedung aja udah ditolak sama satpam.
Masamune: mungkin suatu hari nanti ada seorang author yang bikin ver inggrisnya. Tenang saja, urat malu gue udah putus pas gue udah OOC di cerita ini. Aku belum pernah mendengar itu.
Naomasa: itu buku catetan jual belinya Kai… bisa dibilang dia suka memperjual belikan manusia… jangan ditiru ya.
Masamune: tidak ada karma yang akan berani menimpaku haha, lagipula Kojuro emang suka main tanah (baca: menanam).
Belajar Bahasa Jerman part 2
Selamat Membaca
Setelah ngevlog kemaren, keesokannya si naga mata satu bernama Date Masamune menerjang badai hanya untuk manjat hulao gate, gatau apa isi pikiran si naga sengklek ini, dia memanjat hulao gate lagi badai, sampe di atas, tuh anak menemukan seorang laki-laki berbaju merah-putih lagi asik mainin laptopnya, dia sedang berteduh di bawah atap. Masamune pun berjalan mendekati orang itu. Merasa ada seseorang yang mendekat orang itu melihat ke arah Masamune yang basah sambil bawa kamera.
"Mune, lu ngapaen dimari?" tanya orang itu pada Masamune.
"Lu Xun mana?"
"Dateng-dateng nyarinya si Boyan, kirain lu kesini mau nyari gue." kata orang itu dengan nada agak kecewa.
Masamune duduk di sebelah orang itu. "Gue kesini buat bikin trailer sinet baru, ha-hachi!"
"Boyan ada di sisi lain." orang itu menatap Masamune curiga. "Judul sinetnya apa?"
"Ju Lan," panggil Masamune sok imut. "judulnya adalah..." Masamune memberi jeda. "Jadikan aku yang kedua buatlah dirimu bahagia!" Masamune malah nyanyi.
Orang bernama Zhu Ran itu mengangkat tangan kanannya yang udah dikepal ke deket muka Masamune. Zhu Ran kalo udah marah bisa bikin hulao gate kebakaran apalagi ditambah Lu Xun besokannya hulao gate udah jadi abu.
Gak penting banget jirr.
"Jangan marah, perintah Nobunaga ntu absolut." Masamune geser dikit. "Lagipula, dia bakal jadi lawan mainmu." Masamune mainin kamera yang ada ditangannya. "gue kudu nyelesain tuh treiler sekarang abis itu elu ngajar bahasa jerman."
"Mentang-mentang seiyuu gua bisa bahasa jerman jadi gua juga ngikut idih..." kata Zhu Ran agak kesal.
"Nyeh, udahlah lu kudu nurut sama gue, kalo ga gue jorokin lu dari atas sini."
Mune bisanya ngancem nih.
Setelah perkataan Masamune selesai, hujan badai di hulao gate berhenti berganti dengan sinar matahari. Masamune melihat ke langit.
"Matahari sudah menampakkan dirinya, waktunya bikin trailer~" Masamune berdiri, lalu berjalan di bawah sinar matahari terus meregangkan tubuhnya. Niatnya mau ngejemur diri sebenernya.
Zhu Ran menutup laptopnya, lalu dia taruh di sampingnya. "Adek, dek," panggil Zhu Ran pada Lu Xun.
"Sejak kapan lu sama Lu Xun adek-kaka?"
"Sejak Cao Cao dihukum mati sama Liu Bei." sahutnya ga nyambung.
"CEPETAN RAN! NTAR KEBURU UJAN LAGI NYING!" teriak Masamune ga sabaran.
"GA USAH NGEGGAS JUGA NYING!" balas Zhu Ran ga kalah ngeggas.
"KALIAN BEDUA DIEM KAGA! KALO KAGA GUA BAKAR PANTAT KALIAN!" orang ketiga muncul menengahi si naga, dan si landak.
Mereka berdua ngeliat ke arah orang ketiga.
"Lu Xun udah ada, waktunya syuting~" Masamune mengarahkan lensa kameranya ke dua manusya pecinta api itu.
"Kami kudu ngapain?" tanya mereka berdua barengan.
"Oh, temanya orang yang ceroboh bertemu sang pujaan hati, judulnya jadikan aku yang kedua, ga ada naskah, natural aja ektingnya serah kalian intinya gua udah ngasih klu." jawab Masamune, dia masih agak sibuk ngatur kameranya.
Lu Xun sama Zhu Ran saling pandang.
"EKSYEN!"
Lu Xun sama Zhu Ran berdiri di sisi yang berbeda, Lu Xun mendekap beberapa scroll punya Zhu Ran sebagai properti sementara Zhu Ran membawa laptopnya. Mereka mulai berjalan. Saat akan berhadapan, Lu Xun terjatuh lebay, dan saat itu juga Zhu Ran jongkok lalu membantu Lu Xun, tangan mereka bertemu saat mau mengambil scroll. Pandangan mereka saling bertemu.
"Ini hanya cerita cinta picisan antara aku dan kau."
"Dimulai dari pertemuan menstrim, di tengah-tengah jadi yang kedua, diakhiri dengan senpai-kouhai zone."
Itu yang ngomong adalah Masamune, doi memaksa suaranya yang cempreng menjadi suara agak imut tapi gagah ala Lu Xun. Jadi ceritanya itu isi batinnya Lu Xun.
"CUT!" Masamune mencek treiler aneh hasil karya mereka bertiga. Masamune cuman cengar-cengir pas hasilnya. "gut gut, walaupun aneh cukuplah, lanjut Zhu Ran kali ini giliran elu."
"Iye."
"Aku mau ikut boleh?" pinta sang imut Boyan.
"Boleh, lu ceritanya jadi murid Zhu Ran aja, gue yang rekam."
Zhu Ran sama Lu Xun duduk lesehan di tempat yang teduh, Zhu Ran gamau kulitnya menghitam, Lu Xun ngikut aja. Zhu Ran membuka laptopnya kembali, lalu dia letakkan di samping kirinya. Sementara Lu Xun menatap dia dengan polos seperti anak SD yang baru masuk TK.
Gaje deh.
Kamera sudah mulai merekam Zhu Ran.
"Btw, gue ngajar apa hari ini?"
"Angka-angka dalam bahasa jerman, dan kata ganti orang."
"Angkanya 1 sampai 10 aja ya mune." nego Zhu Ran pada sang kameramen.
"Serah dah."
"Oke," Zhu Ran berdeham ganteng. "Hari ini kita akan berlajar yang tadi disebut sama si naga." Zhu Ran males ngulang lagi topiknya. "Mari kita berhitung dalam bahasa jerman." kata Zhu Ran ala guru TK. "Eins (1-dibaca ains-), Zwei(2 -dibaca tswai-), Drai(3 -dibaca tetep drai-),"
Drai drai herdraiyer punya Zhong Hui … Mune jangan kemplang gua!
"Vier(4 -dibaca fiir-), Fünf(5 -dibaca fuenf-), Sechs(6 -dibaca zeks-), Sieben(7 -dibaca ziiben-), Acht (8 -dibaca akht-), Neun(9 -dibaca noin-), Zhen(10 -dibaca tsen-)." Zhu Ran melirik ke arah Masamune. "Mun,"
Masamune yang merasa peka, berbicara. "Angka enam baca 'e'nya kek nyebut bebek, nomor tujuh sama sepuluh 'e'nya kek nyebut teko."
"Ngerti Adekku sayang?" tanya Zhu Ran dengan senyum manis kepada Lu Xun.
Lu Xun mengangguk. Zhu Ran bersyukur. Masamune geleng-geleng. Doi yang ngejelasin doi yang ga ngerti, goblok jangan dipelihara mending bagi-bagi Mun.
Mau lagi dong Juju kasih yang panjang~ biar kamu pusing karena saking panjangnya. Lu Xun mengiyakan permintaan narator. Juju natep narator tajam.
"Aku kasih note dulu ya. untuk menyebutkan bentuk puluhan, ratusan dalam bahasa jerman, terlebih dahulu menyebutkan satuan baru puluhannya, dan angka dalam bahasa jerman tidak ada spasi seperti ini, 998 jadi achtundneunzigneunhundert, mau coba baca? Silahkan kalo lidahnya sakit jangan salahin saya, salahin si Nthor." kata Juju sambil ngelemparin charger laptop ke narator.
Sayang banget charger laptop dilempar-lempar mending buat gua, Zhu Ran kan kaya, makanya Lu Xun mau. Ga penting blas.
"ZHU RAN, ZHU BUKAN JU!"
Bukannya kembali normal sang narator malah tambah menggila. LEBIH PANJANG LAGI JUJU!
"Boleh gue timpuk ga sih tuh narator?"
Ayolah satu lagi buat narator tercinta. Lu Xun juga mau toh, kalo lu gamau gue grepe abis ini.
"Kasih aja Ran, daripada badan lu yang di grepe." komen Masamune.
"Oke satu lagi ya, 3864 jadi dreitausendahcthundertvierundsechzig, segitu udah panjangkan? Dah jangan minta lagi narator sarap." Zhu Ran menghela nafas panjang. "Mune beneran soal kata ganti orang? Gue agak bingung ngejelasinnya gimana..." kata Zhu Ran lirih.
"Yaa sebutin aja, gausah dijelasin, buat si Nthor ini." balas Masamune dengan tampang bodo amat.
Lu gitu ya Mune, gue sumpahin elu jadi bocah vierzehn(14) tahun terus ditolak sama istri-istri ples uke-uke masa depan lu ntar. Gue ingin gitu diajarin bahasa jerman sama Zhu Ran, biarkan diri gua yang jones tingkat dewa ini bahagia.
"Aku akan menjeslakan dulu empat jenis kata ganti. Nominativ itu subjek, akkusativ itu objek langsung, dativ itu objek penyerta, dan terakhir, genetiv itu kepunyaan, ngerti?"
Lu Xun ngangguk aja daritadi kek boneka yang suka ada di dashboard mobil. Gua yakin si Lu Xun kaga ngarti, doikan masuk jurusan bahasa mandarin dicengkok sama bahasa jerman, ga akan nyangkutlah.
"Pertama gua kasih singular nomninativ, akkusativ, dan dativ. Ich, mich, mir(orang pertama-saya-). Du, dich, dir(orang kedua-kamu-). Er, ihn, ihm(orang ketiga buat yang maskulin/kata benda 'der'), sie, sie, ihr(orang ketiga buat yang feminim/kata benda 'die'), es, es, ihm(dia -kata benda- 'das')."
"Kedua, plural nominativ, akkusativ, dan dativ. Wir, uns, uns(orang ke satu -kami-), ihr, euch, euch(orang kedua -kalian semua-), sie, sie, ihnen(orang ketiga -mereka-), Sie, Sie, Ihnen(formal -anda, tuan/nyonya-)." Zhu Ran sampe ngos-ngossan ngejelasinnya.
"Terakhir, singular genetiv. meiner(orang kesatu-punya saya-), deiner(orang kedua-punya kamu-), seiner(orang ketiga 'der'), ihrer(orang ketiga 'die'), seiner(orang ketiga 'das'). Plural, unsrer(orang ke satu-milik kami-), eurer(orang kedua-milik kalian semua-), ihrer(orang ketiga -milik mereka-), Ihrer(formal -anda, tuan/nyonya)."
Zhu Ran menghela nafas panjang.
"Mune, contohnya sama lu lah, cape gua … butuh trinken." Zhu Ran ngelus-ngelus tenggorokannya. (translet: minum)
Gue datang membawakan segelas air untuk Jujuku tersayang, Juju malah ngeggunain air di dalem gelas buat nyiram taneman terus ngeliat gue sambil pasang tampang minta disiram alkohol. Untung sayang gua ama elu Ju jadi gua bawain lagi, kalo kaga udah gua suruh dia berdiri di tengah gurun pasir biar dia kekeringan.
Masamune mengarahkan lensa kamera ke wajahnya yang sangat jelek. MAKSUD GUE CAKEP! CAKEP! Cakep kaya pecahan piring….
"Gue contohin beberapa kali dari yang nominativ, Ich heiße Masamune artinya nama gue Masamune (orang kesatu tunggal), Wir heissen Date (orang kesatu jamak -kami adalah Date-), Wie Heißt du/ihr?(orang kedua tunggal -siapa namamu?-)" Masamune ga niat nanya pas bikin kalimat itu.
Tapi Zhu Ran malah nyaut. "Zhu Ran de-su~"
"Elu ngelus paha Lu Xun aja sana, atau ga minum sana sampe kembung." Masamune mendengus kesal. "Er heißt Lu Xun(orang ketiga tunggal -namanya adalah Lu Xun-)," Masamune nunjuk Lu Xun. "Sie heißen Sanada(orang ketiga jamak -mereka adalah Sanada, oke gua bingung bikin kalimatnya gimana-), Wie heißen Sie?(formal -nama anda, tuan/nyonya?-)."
Zhu Ran berjalan ke dekat Masamune. "Cacatan,"
Catatan bego.
"Serah gue nying, cacatan, buat penulisan kata ganti sie dalam bentuk formal diawali huruf kapital(Sie)." tambahnya sambil ngedipin sebelah matanya ke kamera.
Masamune menghentikan rekamannya. "AKHIRNYAAA DUA TUGAS SUDAH SELESAI!"
Masamune bahagia, Zhu Ran belajar lagi, Lu Xun ngilang ntah kemana, Kanetsugu tiba-tiba datang.
"Jangan lupa sholat ya teman-teman, saya Kanetsugu Naoe menutup chapter kali ini."
END
belajar b jerman otodidak susah juga ya gaes :v tapi kalo dosennya zhu ran gua rela kok belajar b jerman berapa jam pun. Kalo lupa lagi bisa buka di wetped atau ga di fenfiksi hua hua betapa 'cerdas'nya gua
Danke gaes udah mau baca
See you next chapter~
