Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Menyebut Toushirou bersaudara

Genre: humor retceh

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei.

Balesan Review

Dyatailmi ehe ehe

Cecil: apa apa apa :v anda mau menistakan saya? Wani piro? :v

Zhao Yun: namaku jangan seenaknya diganti, dan kenapa mbak Yuyun? Tidak elit.

Zhenji: kalo misalnya suami sudah bosan emang mau bagaimana lagi :'v

Zhou Yu: menjual Xu Shu itu bagaikan membagikan sembako, banyak yang mau :v

Hanbei: kalo pendek ntar dikira kurang kereaktip :v

RosyMiranto18

Zhao: aku normal pada waktunya.

Jadi salah satu dari yang seperti itu tidak terlalu buruk kok, ada ramenya juga.

Cao Pi: dokter spesialis segala bisa.

Yukimura: aku beli onlen.

Heat-seeking misil? Sepertinya itu tidak akan berguna.

Kai: kazuma itu badan yang dipakai terumi sebelum hazama.

Sasuke: karena kalo itu sudah banyak di tv.

Shi: siapa yang bilang gua normal? Kagak ade. Bukan kok aku ngutang kas OSIS selama 10 tahun.

Zhuge Dan: o-oke.

Nagamasa: aku kelupaaan soal dirinya.

Zhao Yun: aku bukan seperti fans bowo diluar sana, lagipula aku berobat ke cao pi digratisin.

Zhenji: aku cape lagipula biarkan dia seperti itu saja dulu.

Zhou Yu: itu usernameku.

Kanetsugu: jual mereka semua mana laku. Paling cuman dapet sejuta.

Xiaoqiao: kalau begitu ke sungai.

Sasuke: haahh...

PIKNIK GAES!

Selamat Membaca

Setelah Zhou Yu mendapat 1 triliun (aslinya 3 triliun) dari menjual Xu Shu, Zhou Yu mengumunkan di grup sarap kalau mereka semua ples om-om sama kakek-kakek akan pergi ke pantai, walaupun yang didapatnya adalah uang haram yang harusnya tidak boleh dipakai untuk apapun, malah dipake untuk nyewa bis dll, sebenernya Fu Xi sedikit menolak kalau mereka harus menggunakan uang haram itu, tetapi karena kata ustadz mereka haram itu baik, jadilah mereka berangkat ke pantai entah dimana.

"Perasaan gua ga enak sumpah, masalahnya kita menggunakan uang haram." kata Fu Xi selaku orang yang sedikit normal diantara mereka.

"Berdoa aja, ustadz kitakan sesat, daripada nunggu Chen Gong sama Jia Xu jual diri, ujung-ujungnyakan sama aja, uang haram yang didapat." timpal sobatnya, Sakon Shima.

"AYO NAIK KE BIS SEMUA, KEK, OM, ANAK-ANAK SEKALIAN!" suruh Zhou Yu pada orang-rang yang masih berdiri di luar bis.

Nyebutnya sih bis, tapi sebenernya yang mereka naikin bukan bis, lebih tepatnya mobil bak yang dikasih banyak mobil van dibelakang. Intinya kek kereta yang nariknya mobil bak.

Drodotdotdotdot…

Suara mesin mobil bak sudah menyala waktunya untuk berangkat, saking kayanya berkat Xu Shu, mereka sampe nyewa supir dari hutan amazon alias Mas Meng Huo, Liu Bei duduk di sebelah kirinya sementara sepuluh orang dipaksa duduk di bak terbuka, kek kambing yang akan di kurbanin. Pasti kalian bingung ya? Kenapa Liu Bei yang duduk di sebelah Meng Huo? Itu karena ada beberapa anak yang protes, dan tidak terima kalau Zhou Yu yang menjadi GPS hidup untuk sampai ke pantai. Zhou Yu pinter tapi ga bisa baca peta jadi diganti sama Liu Bei untuk keamanan selama perjalanan.

"Shu, ternyata elu ikut?" Zhao Yun terkejut melihat teman seperjuangannya sedang duduk di depannya.

Xu Shu diem aja melihat temannya yang terkejut. Dia masih menahan rasa sakit yang ia alami selama kemarin.

"Yun, jangan diajak ngomong dulu."kata Fu Xi pada Zhao Yun.

Zhao Yun cuman ketawa garing mengingat hal tidak wajar dilakukan oleh Zhou Yu demi mendapatkan uang untuk mereka piknik.

Zhang Bao menepuk pundak Zhao Yun, Zhao Yun melihat ke arah Zhang Bao. Zhang Bao menatap Zhao Yun dengan mata berbinar seperti anak kecil yang minta dibelikan sesuatu. "Lu bener ke pabriknya langsung?"

Zhao Yun mengangguk.

"Mau dong satu, mobil BMWnya aja." pinta Zhang Bao.

Zhao Yun menatap Zhang Bao keki. "Minta langsung ke Cao Pi sono."

"Yang ada bukannya dikasih malah gua yang beku." Zhang Bao cemberut sok imut.

"Yun, elu pake pelet apa sih sampe tuh pangeran mau ngebeliin semua yang elu mau?" tanya Sakon kepo.

Zhao Yun kibas rambut panjangnya sampe rambutnya ngegaplok muka Jiang Wei yang duduk di sebelah kanannya. Jiang Wei ngamuk. Zhao Yun bodo amat.

"Gue punya aura buat memikat cowo kaya, sama cewe matre."

"Yun, elu kudu ke dokter." Sakon sweatdrop mendengar jawaban Zhao Yun. "Tapi bukan si Cao Pi yang gue masksud, dokter beneran."

"Itu pesawat pribadi beneran dikasih sama Cao Pi?" tanya Hanbei.

"Iya sekaligus sama garasi-garasinya." jawabnya agak sombong.

"Bah gua juga mau punya seme kaya raya gitu." Hanbei takjud. Takjub sama kuatnya dompet Cao Pi maksudnya.

Sepuluh cowo yang duduk berdesakkan desakkan di bak pada ngegosip soal Zhao Yun yang malak Cao Pi, sampe ada yang ingin pake pelet biar bisa malak orang kaya untuk memuaskan dirinya sendiri.

Sementara itu ada sebuah mobil Van yang berisiknya minta ampun seperti lagi ada perang dunia kedua sedang terjadi. Seorang pria berkumis berambut putih dengan pakaian serba kuning menggenggam mic.

Apa salah dan dosaku, sayang

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang kan ku berikan

Jaran goyang, jaran goyang

"TARIKKK MANG!" teriak seorang kakek-kakek berbandana ungu.

"LANJUT-LANJUT!" orang disebelah kakek-kakek berbandana meminta lebih kepada si kuning yang lagi nyanyi.

"LAGI!" kali ini orang yang paling besar diantara mereka yang teriak.

"SAWER SAWER!" aki-aki berbaju serba merah mengacung-acungkan duit berwarna merah ke atas.

"GANTI LAGU!" titah seorang om-om berumur 33 tahun.

"GUA SAWERAN NIH!" teriak kakek-kakek berkumis berpakaian ala orang penting penuh semangat.

Jatuh bangun aku mengejarmu

Namun dirimu tak mau mengerti

Kubawakan segenggam cinta

Namun kau meminta diriku

Membawakan bulan ke pangkuanmu

"GUA JUGA MAU NYANYI!"

Seorang kakek-kakek berkumis yang waktu mudanya mirip dengan Cao Pi merebut mic dari tangan si kuning.

Sekali Putaran

Setengah putaran

bersihkan sel kulit mati dan kotoran

Lalu..

menyilang menyilang komedo berkurang

tar putar di wajah

BILAS

"MULTIVITAMIN!" teriak mereka semua kompak. Mic berpindah ke tangan aki-aki berpakain serba merah.

Sekuntum mawar merah

Yang kauberikan kepadaku

Di malam itu

'Ku mengerti apa maksudmu

Di dalam mobil van kelima dari depan ini diisi sama penghuni dangdut holic sama korban iklan, sampe ada yang nyawer segala kek di nikahan. Ada-ada aja, udah tua bangka kelakuan masih kayak anak TK yang ga lulus bertahun tahun, untung Liu Bei jadi GPS hidup di mobil bak depan, kalo kaga udah kenormalan otak Liu Bei hilang seketika ditelan kegelapan. Sementara itu di mobil van keenam, merasa kebisingan karena mobil van di depan mereka lagi ada acara dangdutan.

"Muka bak iblis ternyata hati teletubis, eh maksudnya ternyata korban iklan." sepet Taigong Wang pada anak yang nyanyi lagu sabun cuci muka. Bapaknya yang nyanyi kok yang disepet anaknya?

Anaknya sih diem aja toh dia ga ngerasa punya ayah korban iklan, dan lebih memilih membaca novel hasil nemu di dalam mobil van.

"Ternyata babeh beneran fans beratnya Levi Sukaesih." keluh Sun Ce setelah mendengar bapaknya karokean di mobil depan.

"Babeh, menjatuhkan harga diri anaknya nih." Sun Quan ikut mengeluh mukanya memerah karena menahan malu.

"Untung Pa Lu Bu ga nyanyi." Guan Ping mengelus dadanya, bersyukur manusia satu itu ga nyanyi.

"Kalo nyanyi, kaca pecah semua," kata Guan Xing.

"Ban juga pecah," Guan Suo melanjutkan perkataan kakanya.

"Mobil bisa-bisa meledak." lanjut Guan Yinping.

Yang didalam mobil keenam sweatdrop mendengar pernyataan empat bersaudara itu.

Beda di mobil van kelima, beda lagi dengan mobil van paling belakang entah yang keberapa, di mobil van ini bisa dibilang yang paling adem, karena isinya trio kwe kwek syariah sama penganutnya. Yang mereka latunkan bukan lagu pop, dangdut, jazz ataupun rock yang mereka latunkan adalah ayat-ayat suci Al-Quran, pokoknya mobil terakhir ini paling adem dari semua mobil van yang berjejer.

Kok kata-katanya jadi aneh gini sih?

Mereka punya tujuan selama di perjalanan ini, yaitu hatam Al-Quran. Sungguh mulia sekali penghuni mobil itu. Kecuali seorang perempuan yang kejebak dengan mereka, dia ingin pindah mobil tapi kakinya dirantai biar ga ngabur, kasian sekali perempuan itu.

Keesokan paginya mereka baru sampai di tempat tujuan, saat mereka keluar dari mobil, ada beberapa dari mereka yang protes karena yang katanya mau ke pantai tapi malah ke sungai.

"KATANYA PANTAI! KOK JADI KE SUNGAI!"

"EMANG KITA BOCAH INGUSAN MAENNYA DI SUNGAI?!"

"SSSTTT!" Zhou Yu selaku panitia menunjuk ke anak-anak berpaha mulus sedang main di sungai. "Ada adek-adek berpaha mulus lagi maen, ikutan sono!" titah Zhou Yu tanpa pikir panjang.

Cowo-cowo bermuka mesum, dan pleyboy langsung nengok ke arah yang ditunjuk Zhou Yu, cowo-cowo itu ngiler seketika saat melihat ada loli berambut blonde dengan paha mulus.

"Kayaknya mereka sembilan bersaudara." tebak Shi dari kejauhan. "Banyak banget!"

"SAMA JUMLAH ISTRI LU AJA KALAH!" sembur Motochika yang berdiri di sebelahnya.

"LU NGAJAK GELUD?!" Shi pasang kuda-kuda.

"KUY LAH!"

"Pahanya mulus semua." Guo Jia ngeces on the spot.

"Gua ingin nyulik satu boleh ga?" gumam Magoichi, doi juga ngeces tapi ga sampe jatuh ke bawah, masih sempet dielap.

Gan Ning melihat anak berambut perak, terus jadi ikutan ngeces. "Cantik banget yang itu."

PLAK PLAK PLAK

Sang ustadz menampar mereka bertiga dengan sendal selownya. "SADAR KALIAN! MEREKA SEMUA BERBATANG!"

"Ampun tadz, jangan tampar saya lagi menggunakan sendal Fuuma, saya kapok." Gan Ning memohon ampun.

"Sakit tadz..." rintih si blonde sipit sambil ngelus pipinya.

"Jangan muka tadz, entar ga ada cewe yang ingin sama saya lagi."

"Mending kita pindah lapak yuk, semakin lama kita di sungai ini malah menambah dosa." ajak Zhou Yu sambil merem, soalnya tadi pas doi ngeliat ke arah sana doi malah dapet jeweran telinga dari istrinya. Dasar lolicon.

"KALI INI BENERAN KE PANTAI?!"

"Ke hotel bintang lima." sahut Zhou Yu.

Mendengar hotel bintang lima, anak-anak bersorak gembira.

"Tapi, satu kamar 10 orang."

Pernyataan Zhou Yu, membuat semua orang pasang muka bete seketika kecuali cewe-cewe.

Akhirnya Setelah berunding sampai musyawarah mencapai mufakat. Mereka kembali masuk ke dalam mobil van, dan kali ini sang perempuan malang yang kejebak sama trio kwek kwek syariah berhasil pindah ke mobil van yang lain.

Kali ini GPS hidup digantikan oleh om keren bermata satu dari kerajaan Wei. Setelah mobil kembali menyala berangkatlah mereka semua ke hotel bintang lima yang dimaksud oleh Zhou Yu. Mereka sampai di hotel jam tujuh malam saking jauhnya, sesampainya di hotel itu. Mereka semua tidur dengan tidak damai, karena ada tiga dari mereka yang tidur di dalam kamar mandi saking sempitnya, di sofa ada yang saling pangku saking ga muatnya tidur di karpet, malahan ada yang sampe tidur di kolong kasur.

Besokannya mereka bangun jam tujuh pagi, dan berangkat ke tujuan selanjutnya. Di mobil van ke dua dari depan, Zhou Yu diinterogasi sama penghuni mobil. Zhou Yu didudukan di kursi, lalu diikat tak lupa jendela ditutup oleh gorden biar kelihatan gelap, lalu muka Zhou Yu di sinari sama senter.

"Kecap asin, hari ini kita mau kemana?" tanya Nagamasa.

"Jangan panggil gue kecap asin walaupun pronunciation nama gue sama kaya nyebut shoyu."

"Buat gue elu tetep kecap asin, cepetan jawab atau Jia Chong menggal palalu?"

Zhou Yu udah nangis. "Kita bakal ke lembah Jiuzhaigou."

"Tempat waktu itu gue difoto ya?" Shi nopang dagu mengingat foto hasil jepretan Zhao.

"Emang situ pernah ke sana?" tanya Musashi pada Shi.

"Udah dong, buka aja wetped terus baca cerita rendem si Nthor, disitu gua mampang dengan gantengnya." jawab Shi tanpa ada maksud promosi tapi niatnya narsis.

"Fotonya juga dari belakang." cibir Muneshige.

"Dari angle manapun gue tetep ganteng."

Daripada kita mendengar Shi bernarsis ria mending kita pindah yu, ke cewe malang yang berhasil pindah mobil, si cewe malang bernama Kai ini sedang asik membuat teh hangat, menunggu air mendidih, tetapi saat menunggu air mendidih ada hal horor. Seperti suara-suara aneh, atau suara decitan barang yang berpindah dengan sendirinya.

"Ahhh..."

Telinga Kai kedutan seketika saat mendengar suara horor tersebut.

"Iya disitu, ahhh!"

Kai yang ingin membuka laci sendok terkejut karena suara rintihan yang tiba-tiba. Kai mengambil sendok kecil dengan tangan gemeteran.

"Sakit ya?"

"Sakit dikit, pelan-pelan ya udah mulai kerasa sakit."

Kai beristghfar ria, dalam hatinya menolak berpikir negatif, tapi pikirannya sudah berpikir negatif.

"Itunya mana? Kurang nih, harus diolesin lagi."

"Ada di dapur."

"Ogeb, kenapa ditaruh di dapur!"

"Tadi gue abis ngambil minum terus gue lupa bawa lagi itunya kesini, pinggang gua masih pegel nih!"

Krek

Sendok kecil yang dipegang Kai patah seketika, lalu kedua matanya mencari barang yang dimaksud dua orang yang entah dimana yang pasti di dalam mobil van itu. Kai melihat sebotol cairan berwarna hijau, Kai menerawang cairan itu.

"Oh lagi pijet toh gua kira lagi ngapain."

Kai manggut-manggut setelah mengetahui kenyataannya. Teko sudah mulai menjerit tanda air mulai mendidih. Kai mematikan kompor, lalu menuangkan air panasnya ke dalam cangkir, celupkan tehnya, aduk-aduk sampai warna kecoklatan angkat kantung tehnya lalu buang, berikan gula secukupnya aduk-aduk sampai gula mencair, dan voila teh anget ala Kai sudah jadi. Kai membawa cangkirnya ke meja yang tak jauh dari tempat dia berdiri, lalu duduk di sofa, menyesap tehnya, lalu melihat ke arah atas.

"KYAAAAA!" Kai berteriak nyaring seketika saat melihat pemandangan itu.

"KAI ELU KENAPA ADA DI SINI?!" kedua pemuda yang sedang memamerkan roti sobeknya terkejud dengan kehadiran Kai.

"GUE?! Gue abis ngabur dari mobil van yang dihuni sama ustadz." Kai menutup kedua matanya. "LU BEDUA! KENAPA KAGAK PAKE BAJU?!"

"Mana ada orang pijet pake baju?"

"Gua sih gerah, keras mijit si Ling Tong, tulang semua."

"INTINYA LU BEDUA KUDU PAKE BAJU!"

"PINGGANG GUA MASIH PEGEL! ENGGAK! BAHU GUA PEGEL!"

"DIEM LU BEDUA!" Gan Ning memukul kepala Ling Tong, dan melempar pemukul lalat ke arah Kai.

"TIDAAKK MATAKU TIDAK SUCYI LAGI KALO UDAH NGELIAT BODI KALIAN!" Kai masih teriak ga karuan sambil menutup matanya.

"Mata lu kan emang udah ga suci."

"POKOKNYA!" Kai mengeluarkan senjatanya, lalu mulai menyerang mereka berdua dengan senjatanya. "PAKAI BAJU KALIAN!"

"GYAAAAAA!"

Jeritan kedua pemuda tersebut sampai ke telinga penghuni mobil van paling belakang.

"Ustadz, tadi siapa yang teriak?" tanya Wang Yi.

"Itu jeritan penuh nikmat akan disiksa." jawab sang ustadz asal. Padahal Wang Yi tadi nanya siapa bukan jenis teriakkannya.

Wang Yi manggut-manggut. "Oh gitu ya tadz." terus Wang Yi ngelirik Ma Chao, sambil megang gunting.

"Wang Yi, fokus kembali."

"Iya, tadz."

.

Sesampainya di lembah Jiuzhaigou, semua merasa bahagia, dan otak kembali fresh seperti belum tercemar apa-apa.

"Kamu kenapa Gan Ning banyak luka dibadan?" tanya Fu Xi.

"Ceritanya panjang Xi..."

"BADAN GUA TAMBAH SAKIT DAH!" teriak Ling Tong kesal, padahal tinggal dikit lagi badannya kembali seperti semula eh malah kena sabet dari Kai.

Masih untung kagak kena tampar sendal Fuuma lagi.

Sakon sama Fu Xi saling lirik. "Kalian abis berantem lagi ya?"

"Tadi sih kita abis anu, tapi kegiatan kita di ganggu sama itu tuh demit Ujiyasu tuh." Ling Tong nunjuk Kai yang lagi asik maen air sama cewe-cewe yang lain.

"Anu?" Sakon bingung.

"Itu lho, pijet plus plus."

"Hah?" Fu Xi gagal paham.

"Pijet sama om-om berkacamata hitam." sahut Ling Tong lagi, terus Ling Tong pergi sama Gan Ning meminta kotak P3K.

Fu Xi sama Sakon saling lirik lagi, mereka berdua gagal paham sama apa yang dikatakan oleh mereka. Mereka melihat ke arah kamera.

"Eniwan ada yang ngeh ga sih sama kata-kata mereka berdua?" tanya Sakon.

"Gue gagal paham sumpah." Fu Xi geleng-geleng.

"Perasaan gue ga enak..."

"Emang kenapa? Elu jangan kaya si lidi lidian ah." Sakon parno. "Jangan bikin parno orang."

Fu Xi menepuk pundak Sakon pelan, mukanya kek orang pasrah dengan kejadian selanjutnya. "Semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu."

"JANGAN NGOMONG GITU! GUA MULAI PARNO NIH!"

uoooo! Usero!

DESTROY ALL OF YOUR FUTURE

kono chi ga nietagiru

SHOUT IT, SHOUT IN THE DARKNESS

DUUAAARRR!

Pa Lu Bu nyanyi, tempat itu meledak secara tiba-tiba, yang tersisa hanya abu, yang menyanyi pun menghilang entah kemana. Mungkinkah mereka semua akan terlahir kembali menjadi manusia normal? Atau tambah gila akibat nyanyian Lu Bu?

Tidak ada yang tahu. Biarkan itu menjadi rahasia ilahi.

END

jhaaaa :v swempak sekali chap ini

tenks yang udah hiks baca cerita gila ini

See you next chapter~