Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Hati-hati hidup kalian menjadi receh sesudah baca chap ini.
Genre: Humor, parodi
Rate: T
Disclaimer: DWSW punya Koeih
Balesan Review
Yagen Bini Tsurumaru
namanya ganti lagi :v dan seketika ana ngereceh, lama-lama ana ganti nama akun ane jadi Bini Yoshitsugu :v
Xun Yu: aku tau aku cantik tapi ga gini juga.
Saia jones tingkat dewa :v
ana langsung buka weped :v nganu sekali isi bukunya
ente jadi wakpres warganya gimana coba? :v
mungkin perpaduan dari semuanya :v
berarti Ma Dai manusia jadi-jadian dong :v
RosyMiranto18
rusak luar, dan dalam.
Zhao Yun: yang susah nafas...
tergantung yang baca :v
Kunoichi: nanti kalo gitu ntar disangka ngiklan.
Ma Dai: kalau tidak tau lupakan saja…
Kai: tidur bareng saja kok
Parodi Dongeng Timun Mas
Selamat Membaca
Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda bermuka kek pantat wajan bernama Sima Shi. Dia hidup sendirian karena dibuang oleh kedua orang tuanya, dan ditinggal nikah sama adiknya. Shi ingin sekali memiliki seorang anak, agar dapat coretmenjadikannyababucoret merawat dirinya yang sudah mulai tua. Namun itu SANGATLAH MUSTAHIL karena dia tidak hidup di ABO universe maksudnya punya istri.
Setiap hari Shi pergi ke hutan mencari hidayah, dan inspirasi. Saat itu, Shi lagi di tengah hutan duduk termenung di atas batu. Lagi asik ngelamunin sampe ngeces, seorang raksasa mendatanginya karena sudah muak melihat Shi yang cuman duduk sambil ngelamun. Tubuh raksasa itu lebih tinggi dari Shi (ya jelas), kulitnya hitam sampe ngalahin pantat panci, di mulutnya ada sepasang taring yang udah tumpul, kukunya panjang, dan bersih seperti yang habis menikur pedikur.
Kedatangan raksasa itu tetap tidak membuyarkan lamunan Shi, karena raksasa itu makin gedeg aka kesel, Shi dicolek pundaknya dengan tenaga penuh sampai membuat Shi nabrak pohon nangka yang ada di depannya. Setelah sadar, dan melihat raksasa itu, Shi sama sekali tidak ketakutan, dia cuman memandang raksasa itu bete karena sudah mengganggu ritualnya sehari-hari.
"Heh, pantat wajan kok elu kagak takut sih sama gue?" tanya si raksasa kepo.
"Kan Om Tadakatsukan orang sama kaya gue, bedanya cuman di perbesar 3 kali lipat." jawab Shi selow. "dialognya tolong diulang." lanjut Shi sambil ngikir kuku pake tulang ikan.
Raksasa yang diketahui bernama Tadakatsu itu berdeham. "Pantat wajan, jangan ngelamun terus kek orang kesambet, nih gue kasih sesuatu buat kamu."
Tadakatsu memberikan beberapa butir benih tanaman kepada Shi, dan berkata. "Tanem tuh benih di tanah, dan rawatlah benih itu dengan baik jangan menggunakan kekerasan, dengan benih itu kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan selama ini. Tapi ingat, kamu tidak boleh menikmatinya sendirian, kau harus memberikannya kepadaku sebagai tanda terima kasih."
Shi menggangguk lemah, lalu kembali ke gubuk masih nyicil. Setiba Shi digubuknya, sesuai dengan petunjuk si raksasa, Shi menanam benih itu di dalam karung (begonya jangan dipelihara). Ajaibnya, benih tanaman itu tumbuh di dalam karung, tanaman itu menjadi tanaman nangka. Buahnya besar-besar. Jika terkena sinar matahari, kulitnya terlihat sangat tajam.
Karena penasaran dengan buah nangka itu, akhirnya dipetiklah satu yang paling besar, Ketika dibelah, Shi sangat terkejut. Di dalam nangka tersebut ada mie keremes yang sangat ingin Shi lempar ke got.
"GILA TUH RAKSASA BOHONG! GUA KAN MAUNYA ANAK! BUKAN MIE KEREMES DENGAN LEVEL NARSIS TINGKAT DEWA!" teriak Shi kesal karena sudah dibohongi oleh si raksasa.
"Gua juga ogah punya bapak kaya elu, CUIH!" protes si anak pada Shi.
RALAT.
Walaupun hati penuh dengan amarah yang susah dipendam, tapi dia harus bersyukur, dia tidak menyangka akan mempunyai seorang anak laki-laki kek mie keremes gosong dengan bumbu narsis tingkat dewa. Karena lahir dengan rambut kek mie kremes, anak itu dinamakan mie kremes jadi-jadian ehem, Zhong Hui.
Keesokan harinya, Shi bertemu lagi dengan si raksasa di hutan.
"Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan selama ini, sesuai dengan janjimu kamu harus membaginya denganku."
Senyum Shi merekah. "SILAHKAN BAWA AJA TUH MIE KEREMES SAMA LU!" Shi malah dipelototin sama si raksasa. "maksudnya, bagaimana mungkin bayi laki-laki bisa dibagi?"
"Tidak usah bingung pantat wajan. Kau boleh memilikinya sampai usia 17 tahun. Selanjutnya, anak itu akan menjadi santapanku." Jelas raksasa.
"DENGAN SENANG HATI! Ehem, baiklah raksasa. Aku akan menyiksa anak itu, dan menganggap anak itu anakku sendiri sampai usia 17 tahun." ujar Shi.
Zhong Hui tumbuh menjadi seorang laki-laki yang sangat baik hati dan cakep. Kulitnya kuning langsat. Tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya coklat keriting kek mie. Semakin hari kecakepannya, semakin terlihat.
Zhong Hui juga sangat rajin membantu Ayahnya. Ia selalu mencari Ayahnya di hutan, kan kerjaan Shi ngelamun di hutan sampe malem. Kebaikan hati Zhong Hui membuat Shi khawatir kehilangannya. Ia sangat senang Zhong Hui akan menjadi santapan si raksasa.
Paragraf di atas kok kacau ya? Khawatir kehilangan anaknya, tapi seneng anaknya jadi santapan raksasa?
Tahun demi tahun terus berganti. Kini, Zhong Hui sudah menginjak usia 17 tahun. Sudah waktunya bagi raksasa itu untuk mengambil Zhong Hui, Shi menyuruh Zhong Hui bersembunyi di dalam kolam yang tidak terlalu dalam. Tiba-tiba, terdengar suara dentuman yang sangat keras. Itu adalah suara langkah kaki si raksasa. Shi berteriak kesenengan.
"SHI! Mana anak laki-lakimu yang telah kau janjikan untukku?" teriak raksasa itu.
"Ia sedang mandi di kolam bareng ikan piranha, Tuan raksasa. Tubuhnya SANGAT bau. Kau pasti tidak akan suka memakannya." Ujar Shi.
"Baiklah. Aku akan kembali seminggu lagi. Pastikan ketika aku kembali ia sudah siap untuk ku bawa ke hutan." Ujar raksasa.
"Tentu saja, Tuan. Aku tak akan mengecewakanmu." Ujar Shi
Maka pergilah raksasa itu kembali ke hutan. Shi, dan Zhong Hui sangat lega. Mereka masih punya waktu semiggu untuk bersama. Namun, setelah seminggu berlalu dan raksasa itu datang kembali, Ayah dan anak ini tetap tidak mau berpisah. Zhong Hui kembali bersembunyi. Kali ini di kolong gubuk.
" Hei pantat wajan, aku kembali untuk menagih janjimu! Cepat serahkan anak laki-lakimu." Teriak si raksasa.
" Maaf, Tuan raksasa. Zhong Hui sedang menjual cermin ke kampung. Bila saja engkau datang lebih pagi, engkau pasti bertemu dengan dia." Ujar Shi.
Dengan setengah marah raksasa itu berteriak. "Baiklah, ku beri waktu 1 minggu lagi. Jika anakmu tidak kau serahkan kepadaku. Akan ku hancurkan gubuk hasil nyicil itu."
Shi semakin ketakutan dan bingung denngan ancaman si raksasa, masalahnya gubuknya belum lunas sampe sekarang. Ia sungguh ingin memberikan anak laki-lakinya yang sangat cakep menjadi santapan si raksasa yang kejam itu. Melihat keadaan ibunya. Zhong Hui berkata. "Ayah, mending situ aja yang jadi santapan raksasa." Ujar Zhong Hui durhaka.
Mendengar itu Shi ingin nyembur balik anaknya itu tapi dia harus mengikuti naskah. "Tidak anakku. Ayah tidak akan membiarkanmu menjadi mangsa raksasa jahat itu. Ayah akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu." Ujar Shi agak ngebokis.
Kemudian Shi pergi menemui seorang kakek yang sakti tinggal di gunung. Kakek sakti itu memberikan benih nangka, sebuah duri, sebutir gula, dan sepotong terasi.
Seminggu kemudian, raksasa itu datang lagi. Kali ini, si raksasa sudah tidak dapat menahan emosinya. Kakinya yang besar, di hentak-hentakan ke tanah sehingga bumi bergetar.
"Cepat serahkan anakmu atau ku hancurkan rumah beserta dirimu! Aku sudah sangat lapar!" teriak raksasa.
"Maaf, Tuan raksasa. Anakku sudah berjalan ke hutan. Kembalilah engkau ke hutan tempat tinggalmu. Si mie kremes sudah berada di sana."Kata Shi berbohong.
Pada saat itu. Zhong Hui sudah keluar dari persembunyiannya. Ia membawa semua benda yang di berikan oleh kakek sakti dari gunung itu. Ketika akan kembali ke hutan, si raksasa melihat Zhong Hui berlari dari belakang gubuk. Raksasa itu pun mengejar Zhong Hui.
Meskipun panik. Zhong Hui masih mengingat perintah Ayahnya untuk melempar sebutir benih nangka. Benih nangka itu langsung berubah menjadi kebun nangka dengan buah yang besar-besar. Karena kelaparan, si raksasa memakan nangka-nangka di kebun itu. Setelah keyang. Ia kembali mengejar Zhong Hui. Meskipun perutnya yang kekenyangan membuat jalannya menjadi lambat. Raksasa itu tetap bisa mengejar Zhong Hui karena langkah kakinya yang panjang.
Ketika si raksasa sudah dekat. Zhong Hui melemparkan sebuah duri. Duri itu berubah menjadi sebuah hutan bambu. Hutan bambu itu memperlambat jalan raksasa itu. Tubuhnya menjadi penuh luka karena tertusuk batang bambu.
Namun, raksasa itu tidak menyerah. Ia tetap mengejar mangsanya. Kali ini, Zhong Hui melemparkan sebutir gula. Gula itu berubah menjadi sebuah lautan semut. Raksasa itu harus membunuh semut-semut itu untuk mengejar Zhong Hui. Ia berhasil, tetapi tubuhnya sudah sangat lelah, dan bentol sana-sini karena digigiti semut.
Raksasa itu terus mengejar Zhong Hui meskipun sudah kelelahan. Zhong Hui melempar sepotong terasi. Kali ini terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap. Raksasa itu berteriak meminta tolong ketika tubuhnya terhisap lumpur.
Tubuh raksasa yang besar tidak mampu melawan hisapan lumpur karena kelelahan. Ia pun tewas terhisap lumpur. Maka, tamatlah riwayat raksasa jahat itu. Setelah bebas dari raksasa jahat itu. Kehidupan Zhong Hui dan Shi tidak membaik.
Zhong Hui bertemu dengan seorang putri dari negeri seberang. Putri itu jatuh cinta kepadanya. Mereka pun menikah. Zhong Hui dan Shi dibawa oleh putri itu ke istananya. Zhong Hui, dan putrinya hidup bahagia selamanya, Shi? Dia hidup sebagai babu di istana.
END
yaaaaa… MOOD ANA ILANG BUAT NGETIK YANG PESANTREN! JADILAH SEPERTI INI! Ngeparodi ga jelas, bikin meet again yang chap lima blank begitu saja :v
makasih lho udah baca (Mago kiss bay ria)
See you next chapter~
