Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Hati-hati hidup kalian menjadi receh sesudah baca chap ini.

Genre: Humor, parodi

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koeih

Balesan Review

Yagen Bini Tsurumaru

Xun Yu: gapapa, selama eneng yang bayar baksonya.

Xun Yu: maaf tangan auto nabok, jadi jangan manggil abang kaya gitu lagi ya.

Guo Jia: nganu dong :v ntar ret m gantung.

Kan Abah Zhuge Liang ijo pride :v

minggu kemaren ada event si reijigong, terus sekarang ada event yang battle(?) itu.

Sabar~ kan bisa log in yang lama bukan pake akun?

Kok diapus :v kan mayan uh teleponan sama gebetan :v

yap tsukiuta :v

dirumah Xun Yu gotnya deet(?) jadi kurang kerasa kalo mau berenang.

Oh iya juga ya :v yang ga bisa denger, liat sama ga punya hape.

RosyMiranto18

Awal september.

Xingcai: benar, apalagi suaranya jadi nyempreng.

Zhuge Liang: main otome game. Ehem itu kartu Ultra Rare maksudnya. Hapeku itu sumsang not sama xiaomay limitid yang pernah di share sama si nthor, sementara hape tuh kuntilanak nopia jadul sama bulukberi.

Yueying: dengan perkakas biasa kok, tapi kayanya akan ditambang dengan tembakan meriam.

Zhuge Liang: tidak, tapi dia anti banting.

Parodi Bawang-Bawangan

Selamat Membaca

"Ini maksudnya apa ya?"


Ayah Cabe Syariah : Fu Xi


"Hohoho~" si pelaku cuman ketawa ala santa klaus.

"Kenapa Yuki ada disini, dan diikat?"


Cabe Syariah: Yukimura Sanada


"Kalian akan bermain drama tentang Cabe Rawit, dan Cabe Syariah."

"Pliss deh, yang ada juga bawang merah sama bawang putih."


Cabe Rawit: Mitsunari Ishida


"Cabe Rawit diem aja."

"Njirr, gue cabe rawit? Itu mah si kiyomyut."


Ibu Cabe Rawit: Nu Wa


"Kenapa aku diikut sertakan?"


Nenek yang baik hati: Nene


"Gapapalah walau perannya jadi nenek-nenek, kelihatannya normal."


Narator: Taigong Wang


"GUA DAPET PERAN YANG PALING NORMAL!"

"AYO DIMULAI! SIAP DI POSISI! WAN TU TRI EN EKSYEN!"

"CUT CUT!" teriak Yukimura.

"Ada ape Yuk?"

"Yuki harus pake kerudung?"

"Kan namanya juga Cabe Syariah bukan Terong Syariah." si pelaku menatap tajam Yukimura. "Pake atau gue sodok lu pake sikat WC."

"I-iya..."

.

Dahulu kala, ada sebuah keluarga yang kurang bahagia. Mereka memiliki seorang putri yang diberi nama Cabe Syariah. Namun pada suatu hari, Ibu Cabe Syariah jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Setelah kejadian itu, Cabe Syariah hidup sendiri dengan Ayahnya. Ayah Yukimura adalah seorang pedagang yang sering lupa pulang kalo sudah berpergian jauh. Ayahnya tak tega meninggalkan Cabe Syariah sendirian di rumah.

"Yuki, gapapakan kalo Ayah nikah lagi?" tanya sang Ayah.

"Gapapa, tapi carilah sayuran yang sehat."

"Yuki-"

"GAPAPA YAH! YUKI RELA AYAH NIKAH LAGI SAMA SELADA!"

Ayahnya mingkem gatau mau ngebales apa.

Akhirnya Ayah Cabe Syariah memutuskan menikah lagi dengan seorang janda beranak satu. Janda tersebut memiliki satu anak yang diberi nama Cabe Rawit.

Ibunya macam selada, anaknya cabe.

Sebenarnya niat ayahnya adalah agar Cabe Syariah tidak kesepian, dan memiliki teman yang membantunya di rumah. Namun ternyata, ibu, dan kakak tiri Cabe Syariah memiliki sifat yang jahat. Mereka bersikap baik pada Cabe Syariah hanya ketika ayahnya ada bersamanya. Namun ketika ayahnya pergi berdagang, mereka menyuruh Cabe Syariah mengerjakan segala pekerjaan rumah seperti seorang pembantu. Ternyata kemalangan Cabe Syariah belum berhenti sampai disitu, satu tahun kemudian, Ayah Cabe Syariah jatuh sakit.

"AYAH JANGAN TINGGALIN YUKI!~"

"Maaf ya Yuki..."

"MAKANYA AYAH HARUSNYA PILIH SAYURAN YANG SEHAT! BUKAN SELADA BUSUK!"

"Yuki..."

"Iya Ayah?"

"Tolong bilangin ke Sakon..."

"Bilang apa Yah?"

"Dia belum bayar utang ke Ayah."

PLAK!

Cabe Syariah menampar sang Ayah, Ayahnya is det di tempat.

"AYAHHHH JANGAN MATI!"

Setelah kematian Ayahnya, ibu tiri dan Cabe Rawit bersikap semakin jahat pada Cabe Syariah. Bahkan waktu beristirahat Cabe Syariah juga semakin terbatas. Tiap hari dia harus melayani semua kebutuhan Cabe Rawit dan ibu tirinya.

"YUKI! AMBILIN KIPAS GUA~!" titah si Cabe Rawit pada Cabe Syariah.

"IYA BENTAR! YUKI MASIH BERSIHIN KAMAR MANDI!" sahut Cabe Syariah

"YUKI~! AMBILIN HAPE!"

"HAPE IBU ADA DI SAMPING KANAN IBU!" balas Cabe Syariah dari dalam kamar mandi.

"YAUDAH KALO GITU MENDING KAMU NYUCI SANA DI SUNGAI!"

"IYA BU! SEKALI GESEK LAGI INI!"

Ketika Cabe Syariah mencuci di sungai, tanpa disadari salah satu selendang kesayangan Cabe Rawit hanyut. Ketika sampai rumah, Cabe Rawit memarahi Cabe Syariah karena selendangnya tidak ditemukan.

"YUKI ITU SELENDANG PEMBERIAN DARI DEPKOLEKTOR BUAT GUE! LU TAU KALO BARANG ITU DARI DEPKOLEKTOR?!"

Yukimura menggeleng.

"TUH BARANG KUDU DIKEMBALIIN!"

"Tapi katanya ngas-"

Mitsunari memotong perkataan Yukimura. "-POKOKNYA TUH SELENDANG KUDU KETEMU! MAU LU NYARI SAMPE NYASAR DI DALEM KANDANG KUDA MA CHAO KEK! TENGAH UTAN KEK! NYEMPLUNG SUNGAI KEK! GUA KAGA PEDULI! YANG PENTING TUH KUD- SELENDANG KUDU KETEMU!"

"I-iya."

"KALO YUKI BELUM NEMUIN TUH SELENDANG! SAY NO TO HOUSE!"

"Ente ngomong apa sih, Yuki ga ngerti."

"KALO KAGA YAUDAH SANA PERGI CARI TUH SELENDANG!"

"I-iya."

Dia menyuruh Cabe Syariah mencari selendang itu dan tidak boleh pulang sebelum menemukanya. Akhirnya, Cabe Syariah menyusuri sungai untuk mencari selendang itu. Hingga larut malam, selendang itu belum juga dia temukan. Ketika tengah menyusuri sungai, Cabe Syariah melihat sebuah gubuk, ternyata gubuk itu dihuni oleh seorang nenek sebatang kara. Cabe Syariah akhirnya meminta izin untuk menginap semalam.

Nenek itu cukup baik hati, dia mempersilahkan Yukimura untuk menginap. Nenek itu juga menanyakan tentang Cabe Syariah, dan bagaimana dia sampai di tempat itu. Cabe Syariah pun menceritakan nasib yang dialaminya, hingga nenek yang mendengar itu merasa iba.

"Jadi gitu nek, Yuki gakuat di perintah yang aneh-aneh."

"Sabar ya Yuki, mungkin mereka agak miring, makanya gitu."

"Terus Yuki harus nemuin selendang punya Cabe Rawit."

"Selendang dengan warna merah menyala itu? Nenek menemukan selendang yang seperti itu tadi."

Ternyata, selendang yang dicari Cabe Syariah ditemukan oleh si nenek.

"Nek, Yuki butuh selendangnya, apakah nenek mau memberikannya pada Yuki?"

"Tapi dengan satu syarat Nak Yuki."

"Dan apakah itu?"

"Menemani nenek di gubuk ini selama seminggu."

"Dengan senang hati Nek." Yukimura menerima tawaran si nenek.

Setelah seminggu berlalu, Yukimura pun pulang. Karena selama tinggal bersama Nenek, Cabe Syariah sangat rajin, Nenek itu memberikan selendang yang dulu dia temukan, dan memberi hadiah pada Cabe Syariah. Dia disuruh memilih diantara dua buah labu untuk dia bawa. Awalnya Cabe Syariah ingin menolak, namun karena ingin menghormati pemberian si Nenek, Cabe Syariah pun akhirnya memilih labu yang kecil dengan alasan takut tak kuat membawanya. Dan Nenek itu hanya tersenyum mendengar alasan itu.

Setelah itu, Cabe Syariah pun segera pulang dan menyerahkan selendang itu pada Cabe Rawit. Kemudian Cabe Syariah pergi ke dapur untuk membelah labu, dan memasaknya. Namun betapa terkejutnya Cabe Syariah, karena ketika labu itu dibelah, ternyata labu itu berisi emas permata yang sangat banyak. Secara tak sengaja, ibu tiri Cabe Syariah melihatnya, dan langsung merampas semua emas itu. Bukan hanya itu, dia juga memaksa Cabe Syariah untuk memberitahu dari mana dia mendapat labu ajaib itu. Cabe Syariah pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya.

"Kamu dapet darimana labu ajaib itu?"

"Dari Nenek yang baik hari di ujung sana."

"Jelaskan semuanya dari awal sampe akhir."

"Jadi gini, seminggu yang lalu, Yuki mencari selendang di dalam lautan luka dalam, terus masuk ke kastil Honnoji, terus Yuki ditendang Om Nobu keluar kastil, Yuki pun tersesat, dan akhirnya Yuki mengikuti aliran sungai didekat situ, dan disitu Yuki bertemu,"

"Nenek tua bangka itu?"

"Bukan, bertemu Ma Chao yang lagi menggembala kuda-kudanya bersama Ma Dai, setelah itu baru Yuki menemukan gubuk tempat Nenek itu tinggal."

"Terus?"

"Gitu," Cabe Syariah nyengir. "pulang-pulang Yuki disuruh bawa labu sama Nenek itu."

Mendengar cerita Cabe Syariah, muncul niat jahat di benak ibu tiri yang serakah itu. Keesokan harinya, dia menyuruh Cabe Rawit untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Cabe Syariah, dia berharap akan bisa membawa pulang labu yang lebih besar sehingga isinya lebih banyak.

Singkat cerita, Cabe Rawit yang malas itu tiba di gubuk nenek, dan dia pun tinggal disitu selama seminggu. Namun karena sifatnya yang pemalas, dia hanya bermalas-malasan saja dan tidak mau membantu pekerjaan si nenek.

"Mitsun, tolong bantu Nenek angkat karung beras dong."

"Gamau, ntar Mitsun encok lagi."

"Mitsun, tolong masakin Nenek sesuatu."

"Gamau, kalo masakannya gagal ntar Nenek is det ditempat."

"Mitsun, tolong kasih makan monyet diluar."

"Gamau, ntar Mitsun dipatok."

Plis deh Mit, monyet ga matok.

"DASAR BABU GATAU DIUNTUNG!"

Karena kesabaran si Nenek sudah habis, si Nenek menggebuk Cabe Rawit dengan sapu ijuk.

"AMPUN! INI CUMAN DRAMA!"

Dan ketika sudah waktunya pulang, Cabe Rawit pun disuruh memilih labu sebagai hadiah. Tanpa pikir panjang, Cabe Rawit langsung mengambil labu yang besar dan segera berlari pulang tanpa mengucapkan terimakasih.

Setelah tiba dirumah, ibunya sangat senang melihat anaknya membawa labu yang sangat besar. Dia berpikir pasti emas di dalamnya cukup banyak. Karena tak ingin diketahui oleh Cabe Syariah dan takut jika Cabe Syariah minta bagian, mereka menyuruh Cabe Syariah mencuci disungai lagi. Setelah itu mereka masuk kamar dan menguncinya dengan rapat.

"Ayo dibelah Mak labunya!" teriak Cabe Rawit tak sabar.

Setelah membelah labu itu, namun isinya diluar dugaan, bukan emas yang ada didalamnya. Melainkan mie keremes seribu lima ratusan dengan berbagai rasa untuk persediaan selama setahun, Akhirnya dengan tampang kecewa, Ibu tiri, dan Cabe Rawit pun memakan mie keremes itu selama setahun, kecuali Cabe Syariah, setiap dia disuruh nyuci di sungai, dia selalu memancing ikan untuk dia makan. Kehidupan mereka pun tidak berubah, hanya saja Cabe Syariah terlihat lebih sehat daripada Ibu, dan Kakak tirinya.

.

"Betewe gua mau nanya?"

"Nanya apa Tai?"

"Kenapa mie keremes?"

"Ana pas bikin tuh naskah keinget si narsis jadi gitu."

Taigong Wang natep si sutradara bete. "Terus ngereceh."

"Tau aja lu, gua kan lagi mode ngereceh."

"Lu stress padahal SBM udah lewat."

"Gue ini kok elu sewot."

"BIARIN DONG! NAMANYA JUGA PERHATIAN!"

"LU MAH BUKAN PERHATIAN KE GUA! PERI-HATIN!"

"UDAH STOP! JANGAN PADA NGEGAS NANTI TELINGA YUKI BERDARAH!"

END

:v receh receh everiwer~ makin lama makin receh~ hah… emang ada ya? Reviewer yang nyuruh si nthornya pindah kategori(kek dari game → anime) dengan kesan agak memaksa? Sampe kalo masuk kategori itu dia ngejamin bakal follow fav review dll? Baru kali ini ana dapet reviewer gitu, kan di profile gua juga diketik kalo gua senengnya meramaikan fendem langka yang jarang di huni, kok gua malah curhat ya? Oke gua curhat pake si GJ aja ntar...

Tenks gaes udah baca

See you next chapter~