Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Awas hidup jadi mereceh. ga tanggung janab kalo kalian bosen.

Genre: Humor receh, horror-misteri gagal

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan Review

Yagen bini Tsurumaru

Zhao Yun: muka ganteng gini masa dibilang hode (kibas rambut).

RosyMiranto18

Guo Jia: membuli itu hobi saya, dari yang diketahui sampai yang tidak terdefinisi sekalipun.

Xingcai: karena mereka itu sejenis kecoa.

Zhang Chunhua: iya (senyum).

Wang Yuanji: gampang nuruninnya.

Oichi: hode itu cowo jadi cewe, kami pikir bos itu normal, ga punya hobi nyeleneh.

Zhao Yun: (meneteskan air mata buaya).

Cao Pi: iya.

Zhao Yun: aku terbuli, terus mereka nyuruh aku pake itu terus-terussan.

Cao Pi: sejak chap itu dibuat.

Sima Shi: itu lebih baik daripada dia disuruh ngelap cermin di rumah tapi ga selesai-selesai.

Hanbei si Detektif Abal

Tewasnya Bos Mafia kota Luoyang File 3

Selamat Membaca

Setelah aksi penggebukan massal oleh Tim ForenBukCung pada mayat yang diketahui masih bernafas, mereka menggotong mayat yang biasa dipanggil Sima Yi itu ke depan TPU BaoBao, bukan, mereka bukan mau menguburnya hidup-hidup, mereka ga sesadis itu hanya karena dibohongin, mereka mau kembali ke rumah bak istana lusuh itu dengan membawa barang bukti kalau mereka sudah dibohongi. Mereka pun mengikat bos mafia itu di atap mobil dengan tali tambang yang dipotong sama Yuanji tadi, tak lupa mereka membawa babu berambut klimis punya keluarga Sima. Mereka lebih memperlakukan babu lebih baik daripada memperlakukan bos mafia itu.

"LEPASIN GUA! KENAPA KALIAN PILIH KASIH?! GUA YANG HARUSNYA DIDULUIN DARIPADA DIA!" jerit Sima Yi dari atas atap mobil apanjreng.

Oichi mengeluarkan kepalanya dari jendela sopir. "Diem lu pecinta bakpao! INI HUKUMANNYA TELAH MEMBOHONGI KAMI!"

Sifat beringas Oichi kambuh.

xxDetektifHanbeixx

Kita pindah ke dalam ruang utama rumah bak istana lusuh yang mewah punya keluarga Sima, setelah Takakage mikir keras selama beberapa menit Hanbei akhirnya tersadar.

"Ini dimana?" Hanbei meneggakkan badannya, lalu mengusap kepalanya pelan.

"Masih di dalem rumah punya bos mafia pecinta bakpao..." jawab Takakage males.

Hanbei berdiri lalu ngacungi jari telunjuk ke atas. "Selama pingsan tadi aku bermimpi tentang si pelaku!"

"Terus?"

"PELAKUNYA ADALAH..."

"Pelakunya?" Takakage mijit dahinya. "Jangan bikin gua naik darah lagi."

"Nyonya Zhang Chunhua."

"Kenapa kamu bisa menyimpulkan seenak jidat kalau pelakunya nyonya pemilik rumah."

"Tadi aku bermimpi..."


Jam lima subuh seorang manusia berambut keriting berwarna coklat berjalan memasuki halaman yang dipenuhi oleh berbagai jenis bunga mawar, dan beberapa kandang ayam-


Plak!

Takakage mengaplok muka imut Hanbei agak keras, sampai membuat Hanbei merintih kesakitan, dan mengelus pipinya yang merah bekas gaplokan asistennya.

"Itu kasus pembunuhan ayam tetangga minggu lalu."

Hanbei cuman nyengir doang. "Hehehe..."

"Yang bener..."

"Busa."

"Busa?"

"Tadi kerasanya lebih kaya yang dikasih busa daripada as-"

PLAK!

Dua kali, Hanbei di gaplok sama asisten tercintanya.

"HUWAAAAA!" Hanbei mewek ditempat. "Aku kan ngomong bener … yang asli sama yang dikasih busa itu beda rasanya."

"Terus kalo dikasih busa emang kenapa?" Takakage masih kesel.

"Itu tandanya dia adalah laki-laki yang menyamar jadi perempuan." kata Hanbei dengan bangga. "Nyonya Zhang Chunhua yang asli pasti lagi disekap." Hanbei nyengir lebar.

"Menurutmu disekap dimana?"

"Kulkas!"

"Serah dah." Takakage cape berurusan dengan ketuanya yang ajaib itu.

Hanbei tersenyum, lalu mengusap-usap kedua telapak tangannya beberapa kali diselingi dengan tawa jahat, semoga di dalam kulkas itu banyak coklat.

Takakage, dan Hanbei pun berjalan menuju dapur rumah itu.

xxSEKSIINTEROGASIxx

Kedua personil seksi interogasi memasuki ruang utama rumah, lalu mereka melihat ketua mereka berjalan menuju dapur, mereka berdua berniat untuk mengejar tetapi tiba-tiba mereka dihalang oleh Zhang Chunhua.

"Nyonya ada apa? Ada yang bisa kami bantu?" tanya Guo Jia ala pleboy, terus doi ngedipin sebelah matanya.

"Apakah teman kalian sudah mengubur suami saya?"

Liu Shan tersenyum. "Sepertinya sudah, kalau mayat itu tidak bergerak lagi..."

Guo Jia sedikit tersentak dengan perkataan Liu Shan, doi nyikut Liu Shan. "Hush, jangan begitu."

"Aku mengatakan kenyataan, karena..." Liu Shan menjeda perkataannya, lalu senyumnya kembali muncul kali ini lebih lebar dari sebelumnya. "sebentar lagi mobil apanjreng kita akan muncul."

"He?"

"JANGAN NABRAK PINTU RUMAH GUA DENGAN MOBIL BUTUT KALIAN!" teriak si pemilik rumah dari atap mobil.

"DIEM LU! BAYARAN ORANG YANG TELAH MENIPU KAMI ITU MAHAL!" semprot Oichi dari dalam mobil.

BRAK!

Pintu rumah tiba-tiba terbuka dengan sangat lebar, muncul mobil apanjreng butut punya Tim Detektif tidak lebay, dan 4L4Y. Raut Wajah Guo Jia sama Zhang Chunhua yang tadinya bingung jadi kaget, sementara Liu Shan biasa-biasa saja seperti orang yang sudah tau kalau kejadian itu akan terjadi.

CKIT!

Mobil apanjreng berhenti tepat di tengah-tengah ruangan. Dari dalam mobil Oichi menunjuk Zhang Chunhua dengan jari tengah, muka Oichi yang tadinya cantik, imut dll berubah jadi kek Kakaknya, menyeramkan.

"LU! PELAKU PEMBUNUHAN AYAM TETANGGA MINGGU KEMARIN! LEPAS NTU WIG ATAU GUE PAKEIN-MMPH" mulut Oichi dibekep sama Zhao Yun untuk mencegah aibnya terbongkar. Karena kalau sifat beringas Oichi kambuh mulutnya bakal mengatakan apapun yang ada dipikirannya sekarang tanpa pikir panjang. Oichi melepas bekepan Zhao Yun dengan sekali coba. "LU KAGAK BISA NIPU MATA GUA DENGAN PENYAMARAN ITU!"

Zhang Chunhua mundur beberapa langkah sampai menubruk Liu Shan.

"Nyonya mau kemana? Kasusnya belum selesai lho." Liu Shan memborgol kedua Zhang Chunhua. "Gimana rasanya ditangkep lagi dengan orang yang sama?" tanya Liu Shan dengan seringai.

"Cih."

xxTimXingPiTaixx

"Barang bukti sudah terkumpul, ayo kit-"

"Sstt … aku mendengar keributan di ruangan utama."

"Perasaan lu aja nggur."

"Beneran, kaya suara Oichi."

Mereka bertiga saling pandang, lalu mengingat sifat beringas Oichi yang sempat bikin gedung yang mereka tempati jadi kek kapal pecah.

"Sepertinya… pelakunya sudah tertangkap." kata Taigong Wang sotoy, lalu doi meregang kedua tangannya ke atas. "Akhirnya bisa lanjut nonton bo-" Taigong Wang langsung menutup mulutnya, hampir aja keceplosan.

"Bo apa?"

"Bo … bobo, iya gua mau nonton kelinci biru yang sempet ngeksis di majalah." Taigong Wang ketawa garing.

Xingcai natep ke Taigong Wang dengan datar namun mendalam.

"Suwer gue kagak kaya ketua kita yang mesum ntu."

Xingcai mengalihkan pandangannya dari Taigong Wang ke Cao Pi. Seakan mengerti dengan tatapan Xingcai Cao Pi berkata.

"Tadi pagi gua liat doi donlod … donlod anim- WANJRIT!" Tiba-tiba kaki Cao Pi diinjek sama Taigong Wang. "Sakit nyet."

Taigong Wang mendelik tajam ke Cao Pi.

"anime apa?" Xingcai yang penasaran bertanya lagi pada Cao Pi.

"Anime Junjou Rom ..." Cao Pi melirik Taigong Wang. "donghan Mo Dao Zu Shi."

Walaupun Xingcai tau kalo doi ditipu, doi manggut-manggut aja, terus ngeliat Taigong Wang dengan mata berbinar. "Kukira kamu baca manhwanya, kan download donghannya agak susah."

"Aku tidak terlalu tertarik dengan manhwanya… tidak ada suaranya." Taigong Wang mundur selangkah.

Mendengar itu Xingcai terlihat antusias, lalu melangkah sekali ke arah Taigong Wang. "Jadi pas * ga rame ya? Karena ga ada suaranya."

"Xingcai kamu sakit ya?" tanya Taigong Wang, berharap bisa mengalihkan topik pembicaraan.

"Download-in ringtone flutenya Wei Wuxian." pinta Xingcai dengan mata berbinar.

"Err..." Taigong Wang melirik ke si biang kerok.

Si biang kerok memberikan seringai pada Taigong Wang. "Dengan senang hati Taikō Bō-sama akan mendownloadnya untukmu, Hehe."

"Terima kasih."

"S-sa-sama-sama." lalu Taigong Wang menggeram kesal karena Cao Pi seenak jidat meingiyakan permintaan Xingcai.

Xingcai kembali ke mode normal. "Kalau begitu ayo kita ke ruang utama."

Tim XingPiTai pun pergi keluar ruangan.

xxDetektifHanbeixx

Disinilah Ketua, dan Asisten tim detektif tidak lebay, dan 4l4y sekarang, di dapur rumah orang, selagi Takakage fokus dengan hal yang lain, Hanbei mengambil kesempatan itu dengan mendekati kulkas, dan membuka kulkas itu. Dengan muka manusia kurang makan coklat dia membuka kulkas itu, dan ternyata isi kulkas itu sesuai dengan dugaannya, di dalam kulkas itu ada nyonya Zhang Chunhua yang asli.

"Hehehehehe..." Jari telunjuk Hanbei mendekat ke situ.

"Ehem." aura hitam keluar dari tubuh Takakage yang sedang berdiri di belakangnya di kedua tangannya sudah siap harisen untuk memukul kepalanya.

Tubuh Hanbei mengejang, bulu kuduknya juga berdiri setelah merasakan aura menyeramkan yang dikeluarkan oleh Takakage. Hanbei membalikkan badannya, didepan matanya sekarang ada setan perpus yang siap menghajarnya.

"KELUARKAN. BUKANNYA DISENTUH ITUNYA HANYA UNTUK MENGECEK KALO ITU ASLI ATAU PALSU."

"GYAAAAA! AMPUN!"

BLETAK!

"Hiks, hiks, begitu sadis caramu~ teganya teganya teganya teganya dirimu." Hanbei mewek lagi, dia mengelus kepalanya tanpa henti saking kerasnya pukulan maut Takakage.

"Itu salahmu, bikin orang naik darah mulu, pantesan Kanbei resign jadi asisten."

"Tapikan kayanya kenyal gitu kaya puding..."

Takakage mengangkat harisennya. Hanbei langsung melindungi kepalanya dengan kedua tangan.

"A-ampun … hiks."

Mendengar Hanbei memohon ampun padanya, Takakage tidak jadi memukul kepala kurcaci dengan tinggi 160cm itu tetapi Takakge menggunakan opsi lain yang sempat mampir ke otaknya yaitu mengikat kedua tangannya, setelah Takakage pun mengikat kedua tangan Hanbei agar tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas, lalu Takakage pun mengeluarkan Zhang Chunhua yang asli dari dalam kulkas, setelah dikeluarkan Takakage langsung mengecek keadaannya.

"Masih hidup, syukurlah."

Takakage menyandarkan tubuh Zhang Chunhua ke tembok.

"Takakage, lepaskan kedua tanganku ini..." pinta Hanbei dengan wajah melas.

"Kagak, kedua tanganmu akan terikat sampai kasus absurd ini se-le-sai."

"Kenapa? Hiks." Hanbei mulai ekting pura-pura sedih.

"Isi otakmu berbahaya." Takakage menggendong Hanbei ala tukang manggul beras. "Sekarang waktunya ke ruang utama, perasaanku ga enak."

"TURUNKAN AKU!"

xxTimDetektifTidakLebaydan4l4yxx

Keluar dari dapur, Takakage melihat adegan diatas umur, dan membuat Takakage pingsan seketika, Hanbei yang bebas dari Takakage langsung berlari dengan kedua tangan terikat menuju bawahan-bawahannya yang sudah berkumpul di ruang utama. Matanya berbinar seperti melihat permen rasa daging ayam yang baru saja rilis, tetapi wajahnya berubah seketika melihat kenyataan yang pahit.

Hanbei mendecih. "Cih, rata."

"Yaiyalah rata, kan mereka berdua cowo." kata Taigong Wang.

"Kenapa mereka berdua difoto dengan keadaan begini?" tanya Hanbei kepo pada Nene.

Nene berhenti memotret. "Buat dijual, terus kita bisa hidup sejahtera lagi."

"Yakiniku..." gumam Hanbei sampe ngeces, membayangkan daging yang sedang dipanggang dengan bumbu yang membuat ketagihan memakan daging itu.

Oichi ketawa diatas penderitaan dua pemuda lucknut di depannya. "MWAHAHAHA!"

Hanbei melihat ke arah Cao Pi, lalu melihat Cao Pi dari atas sampe bawah. "Kamu kenapa ga ikutan?"

"Maaf, saya masih normal."

"Oh iya kamu kan masuk ke kategori karnivora, kukuku."

Saat itu juga Cao Pi ingin menggeplak ketuanya.

Kalian ga penasarankan sebenernya apa yang Nene fotokan? Kalau tidak syukurlah, kalau iya ana bakal ngasih tau, jadi setelah menemukan pelaku sebenarnya. Oichi masih dalam mode beringas, karena masih kesal karena dibohongi, dia menelanjangi salah satu personil seksi forensik, dan pelaku kali ini, pakaian mereka diganti dengan lingerie seksi, tak lupa Yuanji mendadani mereka agar terlihat seperti cewe tulen, dipotret oleh Nene, dan diedit sama seksi pengintaian (sambil nahan muntah) lalu dijual oleh Oichi. Untuk apa? Kalian bisa baca dialog Nene diatas.

Demi bisa makan yakiniku mereka rela menggunakan temen sendiri untuk mendapatkan uang. Jangan ditiru ya manteman.

"Gayanya lebih panas lagi!"

Ckrek

"TURUNIN GUAAA!" jerit Sima Yi yang masih terikat di atap mobil apanjreng.

"Om belum boleh turun ntar om pingsan." kata Xingcai.

"Iya om, lagi sesi foto."

Hanbei mendongakkan kepalanya ke atas, melihat keadaan si bos mafia yang masih terikat di atas mobil apanjreng. "Kalo om mau turun bayar 19 miliyar."

"..."

Tidak ada sahutan lagi dari Sima Yi, Hanbei bernafas lega, kalau diberhentiin di tengah-tengah, Oichi ga bakalan sembuh-sembuh.

Ckrek sana ckrek sini, Nene masih asik memotret 2 pemuda yang dijadikan pelampiasan oleh Oichi.

Taigong Wang noel pundak Oichi. "Chi, lu dapet darimana tuh pakean lucknut?"

"Gua menemukannya di dalem mobil."

"Kenapa isi mobil jadi kayak gitu? Terakhir baju cosu."

"Mungkin ada yang iseng melakukannya, MWAHAHAHAHA!" Oichi ketawa jahat lagi.

Taigong Wang menjauhi Oichi, terus doi nutup mulutnya, mukanya berubah pucet, gua ingin muntah … pulang-pulang gua kagak jadi nonton itu deh, dan harus mengedit hasil foto Nene...

Tidak jauh dari tempat yang dijadikan sesi foto, asisten berambut blonde tapi tidak senista Guo Jia, tersadar dari pingsannya, Takakage sudah menyiapkan senjata pamungkas untuk memberhentikan aksi sarap mereka. Hanbei sudah merasakan aura ga enak berusaha memberhentikan mereka sebelum ada pertumpahan darah.

"Kalian jangan motret-motret lagi lebih baik masuk ke dalam mobil sekarang, setan perpus ngamuk otewe sini!" teriak Hanbei panik, terus Hanbei masuk ke dalam mobil di bagian kiri.

"APPUAH?!" Zhao Yun panik, doi langsung ngacir masuk ke dalem mobil.

Nene langsung celingak-celinguk kanan-kiri terus langsung masuk mobil.

Mendengar 'setan perpus' Oichi kembali ke semula, dan langsung memperbaiki penampilan korbannya ke semula, memborgol kedua tangan korban, dan langsung melemparnya ke dalam bagasi mobil. Oichi masuk ke bagian mobil bagian supir. Oichi langsung memundurkan mobil apanjreng itu.

"WOIII ITU PEMILIK RUMAH SAMA BABUNYA DIKELUARIN DULU!" teriak Cao Pi dari luar mobil.

Mobil apanjreng itu masuk lagi ke dalem rumah, mereka menendang babu berambut klimis keluar dari mobil, dan menjatuhkan pemilik dengan kasar (talinya dipotong), saat Oichi ingin memundurkan kembali mobil tetapi tidak sempat kaca depan mobil pecah karena dipukul oleh Takakage dengan harisen.

"GYAAAAAAA!" jerit semua orang yang ada di dalam mobil histeris seperti mereka kedatangan zombi.

Oichi sekarang seperti merasa menjadi tokoh utama di RE5, Oichi memundurkan mobil apanjreng itu, dan langsung tancap gas meninggalkan 4 member tim detektif tidak lebay, dan 4l4y di rumah bak istana lusuh itu.

"OICHIIIIIII!" teriak Takakage kesal.

"KOK KITA DITINGGAL SIH?! DUDUL BANGET!"

"BALIK KALIAN OI!"

Muka Xingcai kalem tidak ada tanda-tanda doi marah, udah biasa. "Watashi wa tsuyoi." Xingcai kopipaste tredmark punya bola voli yang biasa dipanggil Mikasa.

Keempat member yang tertinggal pun mau ga mau harus lari mengejar mobil apanjreng butut mereka. Untungnya batas maksimal mobil butut ntu cuman 20km per jam, jadi masih bisa dikejar dengan kaki atau sepeda hasil nyolong di perjalanan, selama perjalanan keempat manusia itu beneran nyolong sepeda milik orang yang sedang terparkir di pinggir jalan, mereka cuman nyolong satu, jadi mereka tuh kaya cabe-cabean dempet 4 di motor tapi versi sepeda. Cao Pi didepan duduk di keranjang sepeda, Takakage mengayuh sepeda, Taigong Wang berdiri, terakhir Xingcai duduk di jok belakang dengan manis, tak lupa dengan beksong lagu Pa Narto menemani mereka selama pengejaran mobil apanjreng.

jitensha jitensha jitensha jitensha jitensha

koi de koi de koi de koi de koi de iku yo

"BERENTIII OI!" teriak Taigong Wang agak napsu.

Hanbei ngeluarin kepalanya dari jendela. "Mereka mendekat, ayo lebih cepat lagi Oichi!" Hanbei panik.

Mobil apanjreng menjauh sedikit demi sedikit dari mereka. Tanpa merasa cape Takakage mengayuh sepeda makin cepat.

ima sugu ima sugu ima sugu ima sugu ima sugu

jitensha jitensha koi de

ano hito ni ai ni ikou

Kasus ini ditutup dengan keempat member yang mengejar mobil penculik hanya dengan bermodalkan sepeda hasil nyolong. Sebenernya yang melakukan kejahatan itu siapasih? Jadi kejar-kejarran gini.

"SAMPE GEDUNG TIDAK AMPUN UNTUK KALIAN!"

File 3 end

:v gaje banget nyeng~

Tenks ya udah hiks… baca cerita absurd ini :v

See you next case~