Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Awas hidup jadi mereceh.
Genre: Humor receh, Sho-ai(maapkeun epek baca novel GDC mau epek mau bukan juga sama aja)
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koeih
Balesan Review
RosyMiranto18
Guo Jia: dibuli? tidak aku yang membuli.
Oichi: Nthor kita tidak menonton gintama…
Zhang Chunhua: tidak mungkin saya hohohoho~ salah satu babu saya yang menyamar itu.
Taigong Wang: kan di realita ga ada di dunia(gila) kami ada.
Hanbei: bukan begitu … hanya saja…
Takakage: kalau mau resign harus ada pengganti. Ayah? Bekerja di tempat lain.
Hanbei: tentu saja Takakage, diakan kalo lagi ga ada kerjaan, selalu ada di perpus gedung.
The Dragon Bau Apek and The Sweetymurah
Selamat Membaca
Suatu hari di sebuah desa terpencil, hidup manusia biasa bermata satu bernama Deredet Masakmune biasa dipanggil Mamang Mune, doi tinggal tidak sendiri ada teman-temannya (babu-babunya) yang menemani dia di desa itu. Sebenernya Mamang Mune dan teman-temannya ini adalah mantan pegawai sebuah konbini di kota, lalu mereka memutuskan untuk berhenti bekerja di konbini itu, dan pindah ke desa terpencil hanya untuk mencari sebuah harta karun yang tersimpan di desa, desa itu terpencil, tidak ada tanda-tanda kehidupan di desa, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di desa. Lalu, suatu hari Mamang Mune menemukan sebuah gulungan yang diikat dengan tali karet bau apek, dan lumutan di dalam salah satu rumah di desa. Sebelah matanya menyipit saat melihat huruf kanji yang tertulis di gulungan itu. Mamang Mune berpikir kalau gulungan itu adalah harta karun desa terpencil yang mereka cari selama ini.
Gulungan itu milik Hanzo Hattori. Mamang Mune mengernyit, dia melihat ke arah kiri-kanan-bawah-atas cepat untuk memastikan tidak ada siapa-siapa di sekelilingnya.
Tanpa minta izin terlebih dahulu ke yang punya, Mamang Mune langsung menarik simpul karet bau apek yang mengikat gulungan, dan dalam sekejap desa itu berubah menjadi desa kabut yang menyeramkan, Mamang Mune, dan teman-temannya mendengar sebuah suara dari luar, suara itu mirip sama suara yang dipaksakan agar seperti suara ala penyihir antagonis.
"Dengan kekuatan bulan aku akan mengutukmu!"
JDERRR!
Mamang Mune langsung keluar dari rumah tempat ia menemukan gulungan itu, dan melihat ke arah langit. Mamang Mune menatap datar langit, katanya bulan kok yang muncul gledek?
"Deredet Masakmune kukutuk kau menjadi naga hijau lusuh bau apek seperti karet yang mengikat gulungan itu,"
Mamang Mune ngomen, "Emang gua dasternya Sima Yi apa? pake acara lusuh segala?! Udah lusuh, bau apek lagi, CUIH!"
"Katakura Kejurang kukutuk kau menjadi kura-kura,"
Kejurang membenarkan posisi kacamatanya, lalu berkata. "Kura-kura? Lumayan normal."
"Simak Yi, simak baik-baik, gue kutuk lu menjadi Kuntilbapak penunggu sumur di desa ini."
Simak Yi ngangguk-ngangguk aja sambil ngelus dagu, doi marah. "SEJAK KAPAN GUA JADI BABU SI NAGA PICEK NTU?! DAN KENAPA HARUS KUNTILBAPAK?!" protesnya pada suara absurd itu, tetapi oleh pemilik suara itu tidak mengubris protesan Simak Yi.
"Kanetsugus Naoek (Haji), gue kutuk lu jadi permen sugus rasa cumi bakar!"
Kanetsugus masih meloading kutukan itu, beberapa detik kemudian doi protes. "KOK GUA JADI PERMEN SIH?!"
"Maksudnya jadi bungkus permennya."
Mendengar itu Kanetsugus melotot. "AJIB DAH KUTUKAN GUA!"
"Da Ki di punggung, gue kutuk lu jadi kalong."
Da Ji marah, dia tau kalo di jepangnya dia emang disebut Dakki tapi ga gitu juga, Da Ji merasa dihina saat itu juga, akhirnya doi perotes. "KITSUNE KELES BUKAN KALONG! DAN UBAH NAMA GUA JADI SEMULA!"
"No, no, no pe-ro-tes, nama di narasimu akan diganti jadi Da Ki dipunggung, halah DLC di WO4 kan lu jadi kalong."
Da Ki di punggung jadi ingin menghujat ninja bernama Hanzo itu. "SUCCUBUS KELES! BUKAN KALONG!"
"SERAH GUA NYING! KARENA LU-LU PADE PEROTES! GUA KAGA AKAN NGIJININ LU-LU PADE BUAT KELUAR DARI DESA INI! TITIK."
Kejurang masih pasang muka kalem. "Padahal aku ga protes..."
Suara itu pun menghilang perlahan, setelah suara itu menghilang mereka berubah ala cinderella yang disihir oleh peri baek ati jadi cantik tapi mereka jadi aneh rupa.
"Jangan hilang dulu oey, ninja gadungan! Lu belum bilang gimana cara ngilangin nih kutukan!" teriak Mamang Mune yang sudah jadi naga hijau lusuh ke langit.
"Kudu pake cinta sejati, kalo deredet bisa nemuin cinta sejati, kalian semua bakal bebas dari kutukan gua, MWAHAHAHA! O ya, yang bisa keluar dari desa cuman kura-kura, dadah muach."
Setelah itu, tidak ada lagi suara minta dihujat itu. Seketika mereka muntah berjamaah.
"SEJATI NDASMU! LET IT BURN! LET IT BURN!" Mamang Mune menghembuskan nafas apinya ke rumah-rumah di desa itu sebagai pelampiasan kemarahannya, terus doi malah lanjut nyanyi, dan mengganti liriknya paksa. "Ari no mama no sugata miseru no yo, ari no mama no jibun ni naru no, nani mo kowakunai, kaze yo fuke, sukoshi mo atsukunaii wa."
Selesai Mamang Mune bernyanyi api yang memakan rumah-rumah di desa itu tiba-tiba lenyap bagaikan sulap, Mamang Mune mendengus kesal, sebuah bungkus permen sugus rasa cumi bakar loncat-loncat kearahnya.
"MUNE! LU KUDU CEPET DAPET CINTA SEJATI!" terus doi membengkok ke depan. "Jadi bungkus permen itu ga enak..." lanjutnya nista.
Mamang Mune menggertakkan gigi tajamnya. "Siapa yang mau coba sama naga lusuh bau apek kek gue?"
Da Ki di punggung terbang ke depan wajahnya, dan seenak jidat berpijak di atas kepala Mamang Mune seperti di dahan pohon. "Benar itu, waktu jadi manusia aja jarang mandi, pas dikutuk bau apek gini." bukannya menyingkirkan pikiran negatif Masakmune, Da Ki dipunggung malah setuju dengan perkataan Mamang Mune.
"Hihihihi … GUA KAGAK BISA KETAWA KAYAK BIASA!" Simak Yi memegangi kepalanya prustas. No ketawa jahat no laifu.
Kejurang berjalan mendekati Mamang Mune lambat sekaliiii sampai menghabiskan 3 menit. "Tuan Masakmune, saya akan mencari perempuan di kerajaan seberang sana, katanya disana ada perempuan tiga bersaudara, mungkin salah satu dari mereka adalah cinta sejati Tuan."
Mamang Mune menolak mentah-mentah saran Kejurang. "Ga ga ga, lu dari tempat berdiri tadi kesini aja udah ngabisin durasi 3 menit gimana ke kerajaan ujung sana? 1 abad kayaknya." Mamang Mune menguap lebar. "Aku mau tidur saja, kalian ke post masing-masing aja gih."
Kanetsugus loncat-loncat ga selow. "Lu kate lagi lomba marathon ape." Kanetsugus mendengus kesal, dan akhirnya mencari rumah yang masih tertutup untuk melindungi diri dari sesuatu yang bisa membuat doi basah.
xxMuneAndYukixx
Hari itu juga, di sebuah istana lusuh yang mepet sawah, tinggal sebuah keluarga bahagia, penghuni istana lusuh itu hanya ada empat, Honeyuki(Nobuyuki), Bunnyun(Zhao Yun), Sweetymurah(Yukimura), dan Ayah mereka yang bernama Sadnada Masuki, Ibunya? Oh, dia sudah ditendang keluar sebelum cerita ini dimulai. Ehem, Ayah mereka adalah pedagang yang kerjanya ngalor ngidul kesana kemari, suatu hari Masuki mau pergi keluar kerajaan untuk berdagang, lalu Masuki bertanya pada ketiga anaknya saat Ayahnya pulang mau dibawakan apa.
Masuki memanggil anak-anak, tapi malah jadi nyanyi. "Honey Bunny Swee~ty let's take a chance- ehem," cepat-cepat Masuki mengembalikkan wibawanya sebagai Ayah. "Anak-anakku yang tersayang (terhina), saat Ayah pulang dari berdagang kalian mau apa?"
"Ayah, aku mau ... gaun berenda yang cantik bak perinces yang ada di pelem-pelem kalo bisa kek di pelem encented." pinta Honeyuki agak semangat.
"Ayah, aku mau kalung mutiara yang ada di tempat tinggal Aril the litel merman." pinta Bunnyun. Plis Yun, yang ada juga ariel.
Sweetymurah cuman kedap-kedip kek orang cacingan, tak lama setelah dia kedap-kedip ga jelas dia berbicara dengan semangat. "AKU MAU MEMPELIHARA NAGA YAH!"
Otak Yuki keknya lagi korslet. Ayahnya cuman bengong pas denger permintaan anak bungsunya itu, terus ajep-ajep di tempat.
Masuki membenarkan pakaiannya. "Baiklah kalau begitu, Ayah pergi dulu ya nak, hati-hati di jalan."
"Eungg, harusnya kami yang bilang 'hati-hati di jalan'." koreksi Honey pada Ayahnya.
Ayahnya tidak menggubris koreksi dari anak sulung, dan langsung pergi keluar istana sambil menarik gerobak (bocor) yang berisi banyak barang.
Senyum Sweety mengembang lalu melambaikan tangannya. "TITIDIJE AYAH!"
Ketika Masuki sudah selesai ngalor ngidul kesana kemari, dan sudah mendapatkan barang yang diingankan anak pertama, dan keduanya, Masuki teringat dengan permintaan Sweety yang absurd, dia bingung bagaimana dia mendapat seekor naga untuk anak bungsunya itu, saat perjalanan pulang Masuki mendengar kabar burung (burungnya sopo?), kalau ada desa yang ditinggali oleh Naga hijau menyeramkan bermata satu, dan babu-babunya yang aneh. Demi bisa memenuhi permintaan Sweetymurah akhirnya Masuki pergi ke desa itu.
Sesampainya di desa itu, nyali Masuki jadi ciut hanya karena kabut tebal yang menyelimuti desa itu, karena roda gerobak yang ditarik oleh Masuki agak membuat bising, Naga bau apek itu bangun, dan mendatangi Masuki.
"Mau apa kau kesini wahai manusia yang namanya nganu?" tanya Mamang Mune dengan tegas.
Masuki memohon maaf karena sudah masuk ke desa yang ditinggalinya tanpa izin sambil menutup hidungnya. "Ma-maaf saya kesini hanya ingin memenuhi keingin putri bungsu saya, dia ingin memelihara seekor naga..." jawab Masuki takut-takut.
Mendengar kata 'putri' Mamang Mune S3 seketika, walau dia tau kenyataannya kalau putri itu adalah putri jejadian. "AKU AKAN MENGAMPUNIMU! TAPI. Dengan satu syarat."
"Dan apakah itu syaratnya?" tanya Masuki dengan muka memelas.
"BAWA PUTRI BUNGSUMU ITU PADAKU!" kata Mamang Mune.
"Ba-baiklah..."
Masuki pun pulang ke istana mepet sawahnya dengan tampang sedih, dan baju lusuh, Masuki nangis termehek-mehek sambil menceritakan kejadian anpaedah yang menimpanya.
"DEMI NAGA IDAMAN YUKI RELA KE DESA ITU!" kata Sweetymurah dengan bekgron api menyala-nyala di belakangnya, doi memakai iket kepala kebanggaannya.
"Hiks … tapi Sweety, Naga itu baunya kek sempak Honey yang belum kering." Masuki ingin mencegah anaknya ke desa itu.
"Mau bau kek sempak hani kek, mau kek bau badan bani yang ga pernah mandi seabad kek, YUKI AKAN TETAP KE DESA ITU!"
Sweetymurah pun pergi ke desa itu, sendirian demi calon naga peliharaannya, sesampainya di desa itu, Sweetymurah tidak merasa takut sama sekali, pertama kali yang Sweetymurah lihat adalah bungkus permen rasa cumi bakar yang sedang lompat-lompat. Sweetymurah mengangkat bungkus permen itu, lalu melihat kearah kamera dengan wajah berseri-seri.
"SEKARANG! Permen sugus mengeluarkan rasa baru yaitu rasa cumi bakar limitid edison, hanya ada di konbini terjauh dari rumah anda."
Yuki malah ngiklan….
Merasa dilecehkan si bungkus permen protes. "HEII! Gua merasa dihina, gua ini aslinya manusya cakep bukan bungkus permen murahan."
Sweetymurah cuman nyengir tanpa dosa, lalu berjalan-jalan di desa itu sambil membawa Kanetsugus di telapak tangannya, Sweetymurah tak kunjung menemukan naga yang tinggal di desa itu, dan mulai merasa haus.
"Yuki hauss..." kata Sweetymurah lirih sambil ngelus-ngelus lehernya.
Seekor kalong bertengger di sebuah pohon beringin yang lebat, Sweetymurah melihat kalong itu dengan tatapan minta aer, si kalong yang mengerti dengan tatapan Sweetymurah, si kalong menunjuk ke dalam sumur yang ada di bawah pohon beringin itu, Sweetymurah pun berjalan menuju ke sumur itu tanpa ada rasa curiga. Semakin dekat dengan sumur itu, Sweetymurah mendengar sebuah tangisan dari dalam sumur, Sweetymurah sama sekali tidak takut, demi mendapatkan air untuk minum Sweetymurah berjalan terus menuju sumur itu, sementara si kalong cekikikan.
"Hiks … hiks … tawaku terganti oleh cekikikan ga jelas punya mbak kunti. Hihihihi…."
Sweetymurah melihat ke dalam sumur. "Haloo~ Yuki haus, bisakah Yuki minta air?"
Tangisan gaje dari dalam sumur terhenti, lalu dia melihat keatas, melihat seorang perempuan (jejadian) datang ke desa, wajahnya jadi berseri-seri, malaikat pencabut kutukan datang, batinnya senang. Dari dalam sumur dia loncat keluar, lalu menarik salah satu batu yang menjadi dinding di sumur itu. Keajaiban dari lubang itu keluar air bersih siap minum. Air itu memenuhi sumur itu. Tanpa pikir panjang Sweetymurah meminum air sumur itu, Kanetsugus? Karena doi masih ada di telapak tangan Sweetymurah, doi malah jadi berenang di sumur itu.
"WOOI! KALO GUE SOBEK GIMANA?!" teriaknya keras.
Sweetymurah tidak memperdulikan teriakan si bungkus permen rasa terbaru itu, dia terus minum sampai doi baru nyadar ada kuntilbapak dengan senyum menyeringai melihat kearahnya.
BRRUSHHH!
"SODAKO!" teriak Sweetymurah telat sambil nunjuk Kuntilbapak yang ga jauh dari tempat doi berdiri.
"SADAKO GEBLEK!"
"Oh, oh iya sadako hehe..." Sweetymurah tersipu malu. "Ehem, apakah kalian tau dimana Naga raksasa bermata satu? Aku mendengar dari kabar burung (Ayahnya) kalau di desa ini ada seekor naga."
Si kalong sama si kuntilbapak menatap Sweetymurah dengan penuh harapan, si bungkus permen masih teriak-teriak ga jelas karena ga ditanggepin mulu.
"Maaf atas kelancangan saya, tuan putri."si kuntilbapak sedikit menunduk pada Sweetymurah.
Sweetymurah sedikit terkejut. "Kenapa kamu tau kalau aku ini seorang putri?"
Si Kuntilbapak melirik ke arah yang lain, si kalong yang malah menjawab pertanyaan Sweetymurah. "Pas Bapa lu kesini tuh naga teriak-teriak dengan keras, siapa sih yang gadenger teriakan nyempreng kek bocah ala Date Masamune?"
Sweetymurah sweetdrop mendengar tuturan si kalong.
"Kalau boleh tau siapa namamu putri?" tanya si kalong dari atas dahan pohon.
"S-Sweety Bellekan." jawab Sweetymurah agak malu-malu bencong.
"Pfft..." si kalong nahan tawa
Sementara si Kuntilbapak cengo.
Di awal-awal namanya Sweetymurah kok jadi Sweety Bellekan sih?
Sweetymurah berbisik pada kamera. "Kan di cerita aslinya nama cewenya Belle, jadi kalau disini jadinya Bellekan, jadi dari sini nama dinarasi diganti oke?"
Serah ente dah~
Setelah memperkenalkan dirinya, Bellekan diajak oleh si Kalong untuk bertemu dengan naga yang dimaksud, dari jarak 1km sudah tercium bau apek kek sempak Honeyuki yang belum kering, karena Bellekan sudah biasa dengan baunya yang wah, dia tidak perlu tutup hidung maupun pake masker. Sekarang Bellekan melihat naga hijau bermata satu sedang tertidur dengan nyenyak.
"HUWAAA!" Bellekan takjub. "Masamune-dono~" panggil Bellekan tepat di depan moncongnya.
Merasa dipanggil dengan nama aslinya, Mamang Mune membuka matanya. Didepan matanya sekarang adalah seorang putri dengan ikat kepala bergambar enam koin recehan yang sedang S3.
"Ada apa kamu kesini?" tanya Mamang Mune.
"Yuki akan memandikanmu, dan tinggal di desa ini demi Ayahku." jawab Bellekan dengan gagah berani, terus Bellekan celingak-celinguk seperti mencari seseorang. "Katakura-dono mana?"
"Tuh ada di samping gue." Mamang Mune melirik seekor kura-kura yang setia berada di sisi kirinya.
Bellekan melihat kura-kura itu, lalu mengelus tempurung kura-kura itu pelan. "Kok kutukannya ajaib gini? Ada bungkus permen, kalong, terus ada kuntilbapak segala."
"Naskah, naskah." kata Mamang Mune malas.
Akhirnya Bellekan pun tinggal di desa itu bersama mahluk ajaib yang tinggal di desa itu, Mamang Mune senang dengan kehadiran Bellekan, hanya karena dia rela memandikannya 3 kali sehari demi menghilangkan bau apek dibadannya, setelah tinggal beberapa hari dengan Bellekan, Mamang Mune ingin Bellekan jadi istrinya tetapi Bellekan menolaknya.
"Yuki gabisa nerima Masamune-dono, Masamune-dono terlalu baik untuk Yuki~" kata Bellekan ala pemain ftv alay, terus nangis lebay.
"Walaupun Yuki tidak menerimaku, Yuki tetep inginkan tinggal bersamaku di desa ini."
Bellekan ngelap ingus dengan lengan bajunya, lalu mengangguk.
"Cangcimen~ cangcimen~ cangcimen~" oh seorang pedagang asongan ngikut ngeksis di depan kamera.
Keesokan harinya Mamang Mune menyuruh Da Ki di punggung untuk membawakan sebuah cermin ajaib, dan memberikan cermin ajaib itu pada Bellekan. Bellekan yang menerima cermin ajaib itu cuman pasang muka jijik, rasanya Bellekan ingin membanting cermin itu saking jijiknya.
"Ini kenapa ada foto Zhong Hui dengan senyum iuwhnya nyempil di cermin?" tanya Bellekan sambil menunjukkan foto iuwh yang terselip di cermin pada Mamang Mune.
Mamang Mune bingung, padahal kemarin pas doi cek tuh cermin tidak ada apa-apa, terus Mamang Mune menatap Da Ki dipunggung dengan tajam, dia melihat Da Ki di punggung cekikikan. Mamang Mune kesel, akhirnya doi menyemburkan api pada cermin ajaib itu untuk menghancurkan foto tidak lulus sensor di cermin. Untung cerminnya gapapa.
Di cermin itu Bellekan melihat Ayahnya sakit, Bellekan meminta izin untuk pulang kerumah untuk merawat Ayahnya yang sakit, Mamang Mune memperbolehkan Bellekan cuti, tapi hanya 3 hari, setelah itu Bellekan kudu balik lagi ke desa. Bellekan pun langsung pergi ke istananya, saking asiknya merawat Ayahnya, Bellekan sampai lupa hari, dan lupa akan janjinya pada Naga bau apek itu, Ga tau karena lupa dengan janji atau apa Bellekan bermimpi kalau Masamune-dononya jatuh sakit, dan sekarat menuju mati cuman gegara minum air kobokan.
Karena takut peliharaannya mati, Bellekan pergi ke desa itu, sesampainya Bellekan di desa, dia melihat peliharaannya terkulai lemas di atas tanah, dan tidak membuka matanya saat Bellekan memanggil namanya dari yang asburd sampai yang asli sesuai akte kelahiran. Bellekan sedih, dia terus mengelus kepala Masakmune.
"Masamune-dono jangan tinggalin Yuki … srot … srot." seperti biasa Bellekan nangis lebay terus meper ingusnya ke rambut pendek yang tumbuh di kepala si naga. "Yuki akan menikahi Masamune-dono, apapun wujud Masamune-dono."
Setelah Bellekan mengatakan itu, keajaiban datang, Masakmune dkk berubah kembali menjadi manusia tulen no tipu-tipu, kecuali Da Ki di punggung, doi beda kategori. Desa yang penuh kabut menjadi desa yang subur, banyak tanaman, dan bunga yang muncul.
"Sebenarnya, aku adalah seorang pemburu harta karun(mamang konbini) dari kota nun jauh disana. Seorang ninja gadungan mengubahku menjadi naga bau apek dan hanya cinta sejati dari gadis yang bersedia menerima aku apa adanya yang bisa mengubahku kembali normal." kata Masakmune sambil menggenggam kedua tangan Bellekan.
"Dusta."
Suara ninja gadungan muncul kembali. Masakmune tidak memperdulikan perkataan ninja gadungan itu, tapi malah ngedelek ke langit, di dalam palung hatinya doi ingin menggeplak bulak-balik ninja itu. Akhirnya, Masakmune, dan Bellekan pun menikah, dan tinggal di desa itu selamanya. Ayah sama kedua kakaknya? Mereka tetep tinggal di istana dengan bahagia. Honeyuki dilamar sama Pangeran Ina, Bunnyun? biasa, sama saudara jauhnya elesa dari pelem projen, Masuki? Dia menjomblo merenungi istrinya yang udah ditendang keluar sebelum cerita ini dimulai.
Dongeng absurd ini pun tamat dengan anehnya.
Tenks udah baca dongeng absurd ini gaes~
Mwahahahatchi! See you next chaptah~
