Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Awas hidup jadi mereceh. ga tanggung janab kalo kalian bosen.

Genre: Humor receh, menyedihkan(?)

Rate: mungkin K+

Disclaimer: DWSW punya Koei

Balesan Review

Yagen bini Tsurumaru

Kanetsugu: tidak ada yang lain? Yang sedikit elit?

Hayooo salca(salah baca) :v

Hanzo: kalo gua digeplak muka gue ga bakal cakep lagi dong… ntar kalo ana mati, Fuuma sama siapa?

RosyMiranto18

Takakage: tapi aku mencarinya harus ada persetujuan darinya.

Masamune: (ngacungin jempol) baik-baik saja.

Hanzo: karena aku habis ide untuk mempelesetkan namanya.

Masamune: (sweatdrop) kapan sih normal…

Ntah, ana masih mikir kenapa Xun Yu yang jadi chara utamanya

Selamat Membaca

Disebuah emperan got dekat pesantren belum jadi, hiduplah seorang manusia yang mukanya abis ngejiplak babunya Liu Shan makanya doi pernah jadi kaver boy empire, namanya adalah Xun Yurururun, sekarang dia hanya bisa meratapi nasib melihat sebungkus susu denkaw putih, dan sebungkus sereal koko kuranch di atas meja tataminya. Tidak ada air panas untuk menyeduh susu, tapi dia juga tidak mau memakan sereal tanpa susu, tidak kenyang. Dia bukan dispenser berjalan dari fendem pahlawanku seberang sana. Xun Yu hanya bisa menghela nafas panjang, ingin numpang nyeduh susu di tetangga tapi hari yang begitu dingin, dan angin yang menusuk kulit membuat Xun Yu jadi malas untuk keluar dari kamarnya.

Tok tok tok

Pintu kamar diketok, tetapi Xun Yu masih tidak beranjak dari posisinya sekarang, masih selimutan di atas tempat tidur mininya, sambil ngelamunin sesuatu, mungkin emang udah hobi doi ngelamun sampe ngeces di tempat.

Ketukan pintu makin keras, Xun Yu masih tak kunjung mengangkat badannya ke pintu kamarnya.

"XUN YU! BUKA OEY!"

TOKTOKTOKTOK!

Akhirnya setelah si pengetok menghabiskan waktu sampai 1 jam, Xun Yu tersadar dari lamunannya.

"Hnggg..." Sebelum bangkit dari kasurnya, butuh waktu 30 menit untuk mengumpulkan tenaganya kembali. "Bentar-bentar… biarkan aku melamun la-"

"WOIII! MANUSIA JIPLAKAN JIANG WEI! BUKAAA!"

Walaupun jiplakan, diantara gue sama dia masih cakepan gue, terus fans juga masih banyak gue, batin Xun Yu narsis, doi tersenyum.

Dap … dap … dap…

Xun Yu melangkahkan kakinya berat menuju pintu, dengan mata sayu, dan badan masih terbalut dengan selimut polkadot ungunya, dan tangan kirinya memeluk dakimakura eyen jeger, Xun Yu membuka pintu kamarnya, nampak Wen Yang pendek version, mukanya merah menahan marah.

"Masa? lu kenapa ada disini?..." tanya Xun Yu setengah meleng.

Naomasa mengadahkan tangannya ke Xun Yu. Xun Yu ga ngerti apa yang dimaksud Naomasa, dan cuman melihat wajah Naomasa sama tangannya secara bergantian.

"Maaf ga punya receh, anda kurang beruntung silahkan gosok kamar yang lain."

Naomasa seperdelapan kesel.

"Gue lagi kerisis gini lu minta hutang yang belum gue bayar ke elu?" terus Xun Yu nunjuk kepalanya. "MIKIR!"

"X-"

"Atau lu mau minta susu denkaw gua yang terakhir?!"

Naomasa speechless, gatau mau ngomong apa. Xun Yu kalo udah ngelindur terus kebanyakan ngelamun pikirannya jadi ntah kemana. Ntah efek lapar ntah efek kelamaan ngelamun.

"Aku cuman ingin nawarin air panas buat nyeduh susu."

Xun Yu menaikkan kedua alisnya. "Susu apa?"

"Susu..." Naomasa diem dulu. "SUSUMU!"

Xun Yu ngacung-ngancungin dakimakura eyen. "TATAKAE!"

.

.

.

.

Samting hepen wit tu dua manusia diatas.

.

.

.

.

Xun Yu berdeham. "Nawarin air panas?"

Naomasa mengangguk. "Butuh kagak? Gua kelebihan air panas."

"BUTUH!" teriak Xun Yu sambil ngegoyang-goyangin dakimura eyennya.

"I-iya selow kalau gitu, bawa aja mangkuk atau gelas. Ke kamar sebelah, cepet sebelum dingin." sehabis itu Naomasa ngebanting pintu kamar Xun Yu.

"Che, dasar pendek." Xun Yu berjalan kesana-kemari mengelilingi kamar hanya untuk mencari mangkuk. "Terakhir, aku simpan dimana ya?"

Tap… Tap Tap

Xun Yu berjalan mengelilingi meja tatami sambil berpose ala orang mikir. Matanya melirik kesana kemari. 5 menit Xun Yu mencari mangkuk, dan gelas tapi tak kunjung mendapatkannya, mencari di dalam laci, atas meja, kolong tempat tidur, dibalik kasur, semua tempat sudah Xun Yu cari, tapi tidak ada dimanapun.

"Haaaah..." Xun Yu menghela nafas panjang. "Aku tidak percaya, aku lupa menaruh mereka selama ini." Xun Yu menggaruk kepalanya. "Jadi selama ini aku makan-minum pake apa?"

.

.

.

.

Biarkan itu menjadi rahasia ilahi.

.

.

.

Xun Yu kembali tiduran di atas tempat tidurnya, selimutan, keinginannya untuk mengisi perutnya hilang begitu saja, lalu memeluk dakimuranya kembali, menyalakan tipi jadul yang baru doi ambil(nyolong) dari tukang loak, mencari channel yang asik buat ditonton.

"Jangan tinggalkan aku~"

Klik

"Maafkan aku, aku lebih memilih coolkas karena dia karena dia lebih-"

Klik

"MURAAHHH! AYO DIBELI SEBELUM KEHABISAN! HANYA UNTUK HARI INI ANDA AKAN MENDAPATKAN-"

Klik

"Pasangan setia-"

Klik

"BULLSHIT! GUA KAGAK PERCAYA!"

Pip

TV dimatikan oleh Xun Yu, lalu mengambil pees pitanya, doi main game hakuoki, diam-diam Xun Yu demennya main otoge, kalau kalian mau tau di lemari bajunya banyak sekali merchandise dari Tsukipri sampai Ngidol 7 lengkap.

"Hehehe..." Xun Yu ketawa-ketawa sendiri.

Ini kenapa jadi kek anim cewe berambut blonde bernama Himouto Umar-kun?

Kalo udah dingin, hujan, cuaca yang sangat mendukung dirinya untuk menjadi manusia pemalas di dunia, jadi bisa ditebak dari awal cerita Xun Yu belum mandi, dan sekarang sudah jam 2 siang WEG(Waktu Emperan Got), kerjaannya kalo sudah kayak gini cuman tiduran di kasur, meluk dakimakura, maen pees, nonton donghua, atau baca manhua. Makan sama minum pun kalo ingin, mandi juga kalo inget, kalo ga inget? Bisa ga mandi seminggu dia. Ya itulah keseharian Xun Yu yang tidak boleh ditiru, dan berakhirnya cerita gaje ini.

END

:v fak, ingin menghujat… cerita buatan sendiri

Tenks gaes :"v

See you next chapter~