Yang mau tau kafenya kaya gimana bisa di cek di twitter resminya kopi paste aja judul chap hari ini

Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Awas hidup jadi mereceh. ga tanggung janab kalo kalian bosen.

Genre: Humor receh, ga horror

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan Review

RosyMiranto18

Ina: Mungkin karena seperti kamehameha, sebelumnya mereka berteriak kamehameha bukan ginpei beam.

Nagamasa: saya tidak gila maupun waras saya normal.

Sanzang: eh… -_-"

Shennong: terlalu bagus, ga cocok sama ff abal ini.

Motoharu: tidak ada chara yang menggunakan topeng ga jelas itu selain Shianjing. (Motoharu kasar ya~)

Takakage: bisa aja aura Shi menular pada Ayah, dan Ayah malah ga jadi nikah.

Taigong Wang: husbu tuh anak banyak, jangan ditanya, belum dari fendem YGO, WO, dan anime yang banyak ikemen lainnnya. Satu fendem satu sih, nempel ke yang lain cuman sementara doang.

Shi: keinginanku? Banyakin cewe, dan tidak ada kejadian sial menimpaku…. Itu mahal ente mau yang bayar? Itu hampir setebel skripsi yang ga diterima sama dosen.

KOEI TECMO カフェ&ダイニング

SW Collab

Nezha: kenapa SW collab?

Himiko: tsk tsk tsk karena menu yang kollab sama WO belum keluar

Nu Wa: terus kenapa pelayannya tetep nyampur?

Da Ji: sakahayangna author weh

Orochi: maaf kalo ga sesuai ekspetasi

Susano'o: Orochi bilang 'maaf'?! (terkejoed)

Selamat Membaca

Kafe Ikebukuro, Jepang. Kafe itu adalah kafe Koei yang suka berkolaborasi dengan barbagai game garapan Koei sendiri, hari ini kafe ini akan berkolaborasi dengan game Samurai Warriors. Cerita ini hanya imajinasi gila Author yang ga kesampean, tapi kafenya beneran ada.

Hari ini yang akan menjadi pelanggan adalah OC punya seorang reader berinisial RM. Seperti biasa yang dikeluarkan adalah Sima Shi eh Huasi, maaf typo jangan damprat saya~. Kalo dijabarin doi tuh kek campuran Jia Chong versi cewe dengan rambut putih, dengan sedikit bumbu begonya Shi, bumbu agak norak punya Zhao Yun(hanya di ff ini), bodi aduhai macam Zhenji, dan kulit seputih salju kek Liu Shan(tapi bohong aslinya buduk) ga kebayang? Yaudin kalo kaga. Ape lu liatin gue kaya gitu Huasi? Daripada gua bilang perbaduan TitiDiJe-NyiRoroKidul-Igun terus mukanya disensor?! Oh iya hari ini dia dateng sendiri karena doi jomblo, doi ga dateng sama adeknya atau pacar sewaanya.

Saat Huasi memasuki kafe itu wajahnya kek orang yang ga pernah masuk ke kafe, mulut doi mangap lebar banget, melihat dekorasi kafe bikin doi ngeces di tempat, karena kafe ini beda dari kafe di Indonesia pada umumnya jadi ya ga wajar kalo ada orang masuk kafe seperti ini dengan tatapan kelewat norak sampe ngeces kaya kejadian beberapa menit lalu saat Zhao Yun iseng dateng ke kafe ini. Kedua matanya menangkap sebuah spanduk yang tertempel di langit-langit kafe bertuliskan 'Keinginan Pelanggan, insyallah kami kabulkan' berkat spanduk gali lobang itu membuat Huasi berpikir.

"Irasshaimaise." suara malaikat kembar dari DW menyapa di dekat pintu masuk.

Huasi no reaction melihat malaikat kembar didepannya. Ekspresi OOC ala orang norak berubah jadi flat

"Untuk berapa orang?" tanya Xiaoqiao pada pelanggan ke 10nya.

"Satu." jawab Huasi sambil mengacungkan telunjuknya pada Xiaoqiao.

"Silahkan lewat sini~"

Daqiao pun menuntun Huasi ke meja kosong yang letaknya agak ditengah, jadi kalau terjadi sebuah insiden bisa terlihat oleh banyak orang. Huasi langsung duduk manis di kursi, lalu oleh Daqiao memberikan menu kafe itu, sesudah Daqiao memberikan menu dia kembali ke posisi. Menerima menu itu Huasi blank seketika, dan ingin menangis, kedua tangannya sedikit meremas menu.

Aku cuman bisa baca katakana sama hiragananya… tangis Huasi dalam hati. Maklum bumbu begonya Shi ikut masuk saat doi lagi dibuat jadi pemeran di ff ini.

Alasan pertama manusia jadi-jadian ini ke kafe hanya satu, buat ngedapetin sebuah merchandise limitid abis ngunjungin kafe. Tidak ada manusia yang tidak mempunyai tujuan tertentu ke suatu tempat kalo engga ada mungkin dia gabut. Oh sebenernya alasan diatas ntu alasan si Nthor. Psst... yang bulan september Yoshitsugu, kan gua jadi gemes ga kesana.

Selagi mikir, dan mencoba membaca menu tersebut, seorang pelayan datang menghampirinya. Pelayan itu tidak menanyakan apakah Huasi sudah memutuskan akan memesan apa, dia malah meraih tangan kanannya, lalu mencium punggung tangan Huasi, wajahnya berubah jijik seketika.

"Mau pesan apa?" tanya pelayan itu dengan lembut.

TANG!

Huasi meraih sebuah furaiying pen dari bawah meja, ntahlah katanya tuh furai pen buat nyiksa pelayan ga lulus sensor yang maksa jadi pelayan.

Si pelayan itu pingsan seketika, dan pelayan itu menghilang dari kafe dihisap oleh belekhol. Tak lama kemudian setelah perginya pelayan bername tag Saika Magoichi, datang pelayan lain yang lebih cakep dengan aura bishie yang bisa ngalahin aura bishie kakaknya sendiri, Dia adalah Guan Suo laki-laki tercantik di keluarga Guan.

"Mau pesan apa?" tanya Guan Suo dengan bekgron bunga-bunga.

"Aku ingin minuman yang ini," Huasi menunjuk minuman yang ada gambar Takatoranya. "tapi jangan terlalu dingin kaya hati Cao Pi."

.

.

.

Huasi kenapa jadi gini?

.

.

.

"Maaf, samting hepen sama otak saya." menghilangkan rasa malu Huasi ketawa garing. "Dan aku ingin bao-."

"Maaf baozi ga dijual disini..." Guan Suo memutuskan perkataan Huasi, lalu kedua matanya ngeliat ke arah yang lain, takut-takut doi ga bisa pulang ke rumah karena tinggal nama doang.

Huasi menatap tajam Guan Suo. "Aku ingin baozi TITIK!"

Guan Suo nahan marah, pulpennya yang dipegangnya sampe patah. "Bagaimana kalau diganti dengan hamburger ala Sakon Shima?" tawar Guan Suo.

Tatapan Huasi semakin tajam, perlahan doi udah ngangkat furai pen yang tadi sempet nabrak kepalanya Magoichi. Ga mau kalah Guan Suo juga natep Huasi balik dengan tajam, Guan Suo ingin ngelempar pulpen cadangannya ke muka Huasi.

"Dek, jangan gitu sama pelanggan. "Ikemen dari keluarga Guan tiba-tiba muncul.

Mata Guan Suo berjendela-jendela. "Tapi Kak, dia jaat sama aku… hiks, dia inginnya sama yang ga ada di menu~" Guan Suo mengadu pada Kakak pertamanya.

Guan Ping menghela nafas panjang terus ngelus kapala adeknya. "Tidak apa-apa, yang masakkan Kerinchingan Wu, Duo Pyromania, sama ACA(x)I(ngcai)nya Liu Shan ini, bukan kamu."

Huasi memasang flat facenya lagi, terus ngacungin furai pennya.

"Oke, oke baozi akan kami bikin." Guan Ping panik takut doi jadi korban furaiying pen kafe.

"Tapi aku gamau bayar baozinya."

Kali ini yang pasang wajah flat Guan Suo sama Guan Ping. Guan Ping memasukkan sebelah tangannya ke kantung celana, terus ngacungin balsem. Guan Suo beda lagi doi ngeluarin wasabi. Saling menatap sampai mengeluarkan percikan listrik.

"Kalau begitu kalian semua harus menuruti keinginanku selama satu jam penuh." Huasi mulai ketawa jahat.

Guan Suo sama Guan Ping menolak permintaan Huasi.

Seketika terjadi gulat dadakan.

Huasi vs PingSuo.

Ga ada yang niat melerai mereka, buat mereka itu seperti acara debus yang disiarkan secara live.

Walaupun ketiga manusia itu lagi gulat, samar-samar mereka mendengar percakapan seorang pelanggan perempuan yang duduk di belakang mereka.

"Ayolah~ selagi ada Mitsunari sebagai pelanggan aku ingin kalian main poki game." pinta Kai pada Yoshitsugu yang masih berdiam diri di depan Kai dengan pose pelanggan yang hendak menerima pesanan.

"Tapi Mitsunari-sama sedang makan." Yoshitsugu berusaha untuk menghindari dari permintaan Kai.

Kai senyum lebar banget. "Jadi Yochitcugu ga jeles gitu ngeliat Cakon sama Mitsun di meja pojok sana?" tanya Kai sok imut terus sambil nunjuk-nunjuk Mitsunari yang lagi asik makan.

"..."

"Aha, muka Yochitcugu melah~" Kai mengayun ayunkan sendok untuk makan cendol ala Oichi, terus dilanjut dengan ketawa ala 90-an.

Mendengar percakapan singkat namun, Huasi eneg seketika, bukan ngedenger permintaan Kai, tapi suara Kai yang sok imut minta digibeng.

"Setop, ada yang punya kantung muntah ga?" tanya Huasi, kedua tangannya menutup mulut.

Ping sama Suo saling pandang, lalu menjawab. "Ada, tapi di Mune, terus Mune otewe pasar." mereka berdua nunjuk Mune yang baru aja keluar dari kafe sambil pake payung pink, dan tas belanja warna pink di tangannya.

Mune pergi ke pasar~

Muncul bunyi gendang ntah darimana.

.

.

.

.

aku tau kok garing, kokoroku tsuyoi.

"GUA BUTUH SEKARANG!" teriak Huasi ga selow.

"NIH! HAKAN TAH BAKPAO ISI JENGGOT JIA XU!" tiba-tiba Guan Xing muncul dengan penampilan acak-acakkan, dan memasukkan sebuah bakpao kedalam mulut Huasi.

"Naisu nii-sama!"Guan Suo ngacungin jempol.

Huasi tumbang seketika, terus muncul bau-bau ga enak dari dalam dapur.

Gan Ning lari keluar kafe. "KERABAKAN!"

"PELAJARAN YANG BISA KITA AMBIL DARI HARI INI!" Taigong Wang panik yang tadinya putih suci, keluar dari dapur doi jadi penuh dosa(abu). Kau sucyih ku penuh dosya awh~

Kanetsugu, "JANGAN-"

Hayakawa, "SURUH-"

Ling Tong, "ZHU RAN SAMA-"

Takakage, "LU XUN MASAK!"

Oichi, "KELUAR DARI KAFE SEBELUM TERLAMBAT!"

DUAAAARRRR!

Kafe meledak dengan indahnya, tidak ada korban jiwa hanya korban hilang saja satu, usut punya usut Huasi yang tepar di dalam kafe diselamatkan oleh Toshiie sang penanggung jawab kafe.

END :v

omegaattt ngeliat makanannya aja ngiler lucu gitu~ tapi ga nyangka yang Takakage paling mahal, padahal yang masih bikin kenyang hamburgernya Sakon, jadi ingin ngerayain ultah di kafe ntu~ kan beda gitu auranya dari kafe-kafe indo~ en de DAMN mercendaisu...