Warning: OOC, awas typo! Gaje ples abstrak bahasa aneh.

Genre: … gatau mau ngetik apa

Rate: T

Disclaimer: Samurai Warriors punya Koei

Balesan Review:

jerkishweeb

Aku terhura :v

komedi menjurus? Wihhh sukanya crackpair(jarang-jarang) :v aku sih gegara main WO4 jadi suka Xiahou Ba x Hayakawa :v

Gamenya juga masih mahal :v kalo udah kebeli koling koling ye kita mabar :"v tapi gatau mabar apa :v

Moto GP :v waktu aku masih ngikut maen PS2 di tetangga paling main gundam atau ga harvest moon :v

Karena banyak fokusnya sama anak DW :v lebih sering main DW daripada SW, aku negebet beli SW4 aja gegara Yoshitsugu sama Takakage :v cieeee suka ngestalk Boyue.

:v ternyata ente ngeh juga sama parodi chap kemarin, saya suka genre GOREngan sama thriller :v

Yagen bini Tsuru

Iyeee ntah kenapa seneng ada repwiwer baru (jarang cuy) :v

Bukan kekenyangan gegara dicekok sama Satsuki :v

Mungkin dia nyumput disuatu tempat :v

Bukan siput gila? :v

Ku mulai jatuh cinta, ku melihat, melihat ada bayangnya (bayangan setan) :v

SINI SAIA BUNUHHHH ANDAAAA!

Jangan lupa bawa oleh olehnya ya~ :v

RosyMiranto18

lupakan saja…

tau sedikit…

5 chapter + side story mayan panjang tapi buat aku pendek → gegara nyari spoiler

Shi: Kanbei, Takakage, Kojuro, Hayakawa dll, gua baru ngeh sakon mampang di tuh kaver.

Odin: o-oke…

Perseus: aku tau kok, mana ada uler berekor sembilan. Aku ke Bukan RS Biasa. Disini aku mendapat dua versi, kalo dinarasikan Perseus berarti ver blonde, kalo Loki baru rambutnya putih. Bayangan apa?

Satsuriku no Tenshi itu anime yang diadaptasi dari game.

Odin: aku memang dokter abal-abal, tadinya mau Cao Pi tapi … Nthor tidak bisa membayangkan Cao Pi segila sama kek chara aslinya yang bernama Danny Dickens.

Fallen Angel

Selamat Membaca

Takakage menutup bukunya, ia berjalan keluar rumah menghirup udara segar. Takakage berjalan-jalan di daerah rumahnya, pasang matanya menangkap sosok anak bersayap putih seperti malaikat yang sedang menyandarkan tubuhnya di sebuah pohon besar. Perlahan Takakage berjalan ke arah sosok itu, ia berdiri di depan sosok itu, lalu jongkok melihat keadaan sosok itu lebih dekat.

Sepertinya dia terluka, pikir Takakage.

"Ughh.." sosok itu merintih, sosok itu mencoba berdiri tetapi tidak bisa, kedua matanya masih tertutup.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Takakage lembut padanya.

"Si-siapa?" tanyanya gugup, matanya tetap tertutup.

Takakage meraih tangan kirinya. "Aku Takakage, sepertinya kamu terluka karena peperangan di luar."

Dia menarik tangan kirinya cepat dari genggaman tangan Takakage, lalu dia memegangi kepalanya, raut wajahnya berubah menjadi takut. "Ja-jangan sentuh aku!" teriaknya.

"Aku tidak akan melukaimu, aku tidak seperti mereka," -Takakage menggenggam erat tangan kanannya- "aku akan merawatmu tenang saja." Takakage tersenyum.

"Benarkah?" dia tersenyum. "Namaku Hanbei!" ia menyebutkan namanya dengan sedikit keras, dan bersemangat, raut wajah takut itu menghilang berganti dengan wajah ceria.

"Hanbei, kenapa kamu tidak membuka matamu?"

Hanbei menyentuh kedua kelopak matanya yang tertutup dengan kedua tangannya. "Ini… aku kehilangan mataku, mereka mengambilnya."

Takakage menatap sendu kepada Hanbei, tangan kirinya mengusap wajah Hanbei pelan, Aku akan melindungimu, walaupun itu artinya aku harus memusuhi seluruh dunia.

Takakage membantu Hanbei untuk berdiri, Takakage menggenggam tangan Hanbei agar lebih mudah saat menuntun Hanbei ke rumahnya. Sebelum memasuki rumah, Hanbei bertanya pada Takakage.

"Takakage, kamu tinggal di mana?"

"Aku tinggal di dalam hutan, tempat paling aman, untuk menghindar dari peperangan di luar sana."

"Selama ini kamu tinggal sendiri?"

"Ya begitulah."

Takakage melihat ke arah sepasang sayap putih di punggung Hanbei. Tampaknya kedua sayap putih itu penuh dengan luka, Takakage mempererat genggaman tangannya, merasakan genggaman tangan Takakage yang erat Hanbei bertanya.

"Apakah ada sesuatu?"

Genggaman tangannya mengendur.

"Ti-tidak, ayo masuk."

Saat Takakage membuka pintu rumahnya, Hanbei berjalan mundur ke belakang seakan, badannya bergetar hebat.

"Hanbei?"

Hanbei menarik tangannya dengan paksa, wajah ketakutan itu muncul kembali, Hanbei menangis, entah mengapa, namun ada bau dari dalam rumah itu yang mengingatkan dirinya dengan kenangan yang menyakitkan.

"Ti-tidak … a … ku tidak MAU! Itu … sangat menyakitkan hiks … hiks…." Hanbei berlutut, menangis dengan keras.

Takakage melihat kasian pada Hanbei, ia tak menyangka manusia diluar sana bereksperimen dengan malaikat, Takakage melihat ke dalam rumahnya -Takakage adalah seorang alchemist hebat dari keluarga Mori- Takakage kembali melihat ke arah Hanbei, lalu ia berjalan perlahan menghampiri Hanbei, ia mengulurkan tangannya pada Hanbei.

"Tenanglah, aku tidak akan membuatmu merasakan apa yang mereka lakukan padamu."

Hanbei masih nangis tersedu-sedu, Hanbei sama sekali tidak merasakan niat jahat dari orang di depannya.

"Aku tidak akan disuntikkan seseuatu lagikan?"

"Tidak akan."

"Maupun di kurung di dalam sebuah ruangan dengan bahan kimia beracun?"

"Tidak, percayalah padaku."

"Kalau aku diculik oleh mereka, apakah kau akan menolongku?"

"Kalau kau diculik aku mencari dan menolongmu."

Hanbei mengusap air matanya, lalu meraih uluran tangan Takakage.

.

Selama Hanbei tinggal bersamanya sedikit demi sedikit, penampilan Hanbei berubah menjadi lebih terawat tidak seperti pertama kali Takakage menemukannya di bawah pohon itu. Mereka tinggal bersama. Obat buatan Takakage untuk memulihkan sayapnya pun berhasil membuat sayap itu bisa digerakkan kembali, dan Hanbei bisa kembali terbang dengan kedua sayapnya.

Takakage memberikan salah satu matanya untuk Hanbei, agar Hanbei bisa melihat kembali walaupun hanya sebelah.

"Terima kasih."

Takakage senang saat melihat Hanbei yang sudah bisa melihat lagi, dan melihat Hanbei tersenyum lagi, Takakage ikut senang.

Suatu hari Takakage meninggalkan Hanbei di rumah, karena ia hanya berniat untuk keluar sebentar, tetapi saat Takakage kembali, keadaan rumahnya sudah berantakan, Takakage panik, karena ia tidak menemukan Hanbei dimana pun, hanya ada jejak bercak darah di lantai, Takakage beranggapan kalau ada seseorang yang menculiknya dengan paksa. Takakage bergegas mengikuti bercak darah itu namun bercak darah itu tidak menuntukan ke tempat Hanbei berada.

Tomaranaide

Watashi ga sukuu kara

Ari no mama wo uketomete ne, onegai dakara

Jama shinaide, hora moto doori ni shiyou

Ai wo komete risou wo tsukurou, onegai dakara

Fukai fukai yume no umi ni oboreru you ni

Takakage mendengar sebuah nyanyian, Takakage mencari sumber nyanyian itu berada, ia berlari di dalam hutan tanpa henti demi mencari malaikat itu. Walaupun sudah putus asa, Takakage masih berharap untuk bisa menemukan malaikat itu.

Nee watashi ga wakattara

Daremo naite kurenai no ka na, owacchau no ka na

Nee tada kiete shimaetara

Asu wa raku ni nareru no ka na

Sono te de douka

Dan akhirnya Takakage berhasil menemukan malaikatnya itu, ia berlutut sambil menyatukan kedua tangannya, kedua matanya tertutup seakan ia berdoa, baju putuhnya yang tak bernoda sekarang ada banyak bercak darah, di dekat malaikat itu ada dua mayat dengan luka seperti bekas cakar oleh seekor kucing yang besar.

"Akhirnya aku menemukanmu..." kata Takakage yang sudah merasa lega melihat malaikatnya masih dalam keadaan hidup.

Hanbei mengangkat kepalanya, membuka matanya secara perlahan, lalu tersenyum pada Takakage. "Kienai tsumi ni, kienai batsu wo, yakusoku dakara, ue ni ue ni ochiru yume wo, inotte ii desu ka, fukai fukai yume no umi ni, oboreru you ni…."

Setelah nyanyian itu selesai, malaikat itu berkata sesuatu pada Takakage, membuat Takakage membulatkan matanya, dan berlari ke arah namun Takakage terlambat, malaikat itu hilang, ia meninggalkan sehelai bulu putihnya.

Akulah yang membunuh mereka…

Aku hanyalah fallen angel yang tidak boleh hidup…

Karena aku dikutuk...

Selamat Tinggal

dan

Terima kasih sudah mencariku.

End

:") sudah berapa bulan cerita ini terlantar dalam keadaan setengah jadi? Baru kemarin selesai, dan entah kenapa rasannya agak aneh sama alur en ceritanya. Ini terinspirasi dari lagu rin len -against the world- daaaaannn lagu yang aku pakai disini adalah lagu yang dinyanyikan oleh Rachel Gardner dari game/anime Angel of Death :v yang di chap kemarin ana parodiin.

Entah kenapa aku seneng sama mereka berdua :v kalo ga ... Hanbei sama Xiahou Ba :v karena lucu aja gitu sesama shota yang terdzolimi :v

ingin bikin Shi sama Gracia tapi ga ada ide :v atau … Sima Yi sama Gracia? MWAHAHAHAHAH :v Zhong Hui sama Okuni juga ingin Xiahou Ba sama Hayakawa juga :") atau sekalian Takakage sama Yuanji? Hm? :v

Makasih lho udah baca

See you next story~