Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Awas hidup jadi mereceh. ga tanggung janab kalo kalian bosen.

Genre: humor stress, Fantasy

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Balesan Review

jerkishweeb

Motochika: *nyanyi lagu rock terus kibas-kibas rambut sampe banyak yang rontok*

acieeeee samaan, bisa saja kalian berdua sama-sama nunggu di chat :v saia lalurangkingnya selama sekolah sea kedua dari bawah atau ga ya dapet sesuai nomer rumah :v

Shi: ditunggu

Gracia: pasti dong soalnya waktu itu gunting rumput yang biasa Om Nobu pake buat ngebon udah rusak :v

Zhao Yun: bisa jadi *ngangguk-ngangguk*

hohoho bukan cuman anda doang :v

RosyMiranto18

Yuanji: karena Nthor beli gamenya ver jepang, jadi agak susah untuk penjelasannya karena Nhor sendiri ga bisa baca kanji jadi agak susah.

Shi: Biasanya kami manggil Nthor itu Aruji aka tuan alias majikan. Hohoho jangan salah aku bisa mendapat itu kalo aku mau.

Jiang Wei: Ga ada, kata Nthor ntar aku, Shi sama Zhong Hui bisa bikin grupband abal pengganti belekping.

Shi: Tidak ada paksaan, hanya skrip yang menggerakkan mereka untuk menerima itu, hmph.

Nobunaga: aku kesepian, jadi aku buat Mitsuhide sebagai anak angkat, lagipula diakan prajurit kesayanganku.

Susano'o: Lagipula itu punya Nobunaga, jadi jangan tanya aku.

Shi: Karena mereka ajaib, tahan banting.

Nobunaga: Serah eike dong maunya kapan.

Mereka dianggap sebagai anak Hodeyoshi, tapi mereka lagi sibuk.

Gracia: Bukan itu buat pengganti gunting rumput punya Om Nobun yang diculik sama Om Yinglong.

Nagamasa: Yoshitsugu lagi jaga Yuki di halaman depan.

Mitsunari: Fantanya yang pasti Zhenji.

Cao Pi: tapi kalau dia diusir terus, ga ada yang bisa gua suruh-suruh.

Mitsunari: bukan, kan kalau avatar sejak negara api menyerang tapi karena ini bukan avatar diganti jadi Wu.

Zhao Yun: sejak Nthor nemu fanart terus imajinasinya jalan.

Perseus: aku gatau :"( aku aja gatau kenapa jadi punya emak selada cem Nu Wa.

Nu Wa: dia terlalu bego buat jadi babu.

Capres dan Wapres BEM

Selamat Menbaca

Seorang laki-laki berlarian kesana kemari, turun tangga rusuh sambil bawa laptop, orang itu seakan mengalami hal gawat seperti berita Nagamasa botak gegara keinginan Oichi, misalnya…. Udah keliling satu gedung fakultas bahasa masih belum ketemu sama majikannya, dia lari ditempat, berpikir ruangan mana yang belum dicek, setelah beberapa menit dia akhirnya sadar ada satu tempat yang jarang sekali didatangi mahasiswa … tempat meditasi Kanetsugu. Pintu ruangan itu pun dibuka oleh orang itu. Kenapa orang itu mencari di fakultas bahasa padahal majikannya itu bukan anak bahasa? Intuisi babunya mengatakan sang majikan ada di FPBS.

"Mitsunari-sama,"

"Mitsunari-sama,"

Seorang manusia bercodet di pipi kiri masuk ke dalam. Kepalanya ke kiri-kanan sambil memicingkan mata, mencari sesuatu dengan teliti.

"Sssttt…"

Kepalanya ia gerakan kekiri di bagian kiri ada seorang manusia bersyal biru sedang duduk.

"Yoshitsugu? Mana Mitsunari-sama? Dan kenapa kamu di ruangan meditasi Kanetsugu?"

"Mitsunari ada disini." Jawab Yoshitsugu pelan, tangannya sibuk mengelus gumpalan lembut berwarna oranye di pangkuannya.

Sakon melihat ke pangkuan Yoshitsugu ada gumpalan warna oranye.

"Eh?"

Gumpalan itu bergerak, dan tiba-tiba sebuah asap mengelilingi gumpalan itu.

Poof

Sesuatu itu berubah menjadi anak perempuan kecil memakai kimono putih, tangan Yoshitugu kembali mengelus kepalanya.

.

Mitsunari bisa berubah jadi rubah atau anak kecil maupun sesuai umurnya, berbeda dengan Yuan Shao dia hanya bisa berubah menjadi rubah sesuai umurnya. Nthor jadi ngebayangin Mitsu kek Izuna di no game no life cuman bedanya warnanya oranye bukan ungu.

.

"Ada apa Sakon?"

"Mitsunari-sama, Zhao Yun membuat sebuah video kampanye."

Alis sebelah kanan Mitsunari naik. "Tunjukkan video itu padaku."

Sakon langsung menaruh laptop banane digigit miliknya di depan Mitsunari. Sekarang doi lagi di grooming sama Yoshitsugu … kitsune hime emang nih bocah.

Di dalam video menampakkan ruang no.26, di dalam ruangan itu ada si kandidat bersama wakilnya, dari bawah muncul Masamune.

"AYO PILIH ZHAO YUN UNTUK KAMPUS YANG LEBIH BAIK!"

"KIZUNA NO CHIKARA!"

"Kalau kalian ga pilih nih bucin(budak china) gua bakar lagi ni kampus!"

Niiiiiittt

"Mereka terkena virus Ieyasuskizuneschikaranes." Komen Mitsunari.

"Karena video ini mereka mendapat 1000 vote dari mahasiswa."

"Mahasiswa-mahasiswa bodoh." Mitsunari berdiri dari pangkuan Yoshitsugu, lalu menyilangkan kedua tangan. "Hmph, Sakon siapkan handycam, Yoshitsugu panggil Takatora, dan Guo Jia." setelah menyuruh babu-babunya, dia kembali berwujud remaja perempuan. "setelah aku selesai kelas, harus udah siap semuanya, kita akan syuting disini."

"Siap Mitsunari-sama."

Mitsunari pergi dari ruangan, Yoshitsugu sama Sakon masih tidak bergerak sama sekali.

"Hari ini ada kelas Shit?"

"Tadi pagi sama ntar jam 4 sore, kalo kamu?"

"Jam 1, tapi kayaknya gua gabakal bisa ikut tuh kelas, perasaan gua ga enak." Sakon nopang dagu seakan memikirkan sesuatu. "Pemilihan dilaksanankan tanggal 15, apakah ini kutukan sekigahara no pemilu?"

"Terakhir pemilu milih ketua rektor aja sampe ada kecoa ngikut campur."

Sebelum ke tempat tujuan masing-masing, mereka berdiam diri di lorong menuju ruangan pojok setan, melihat keluar jendela, di depan FPBS ada yang lagi kampanye, memberi tahu visi-misi sampe mulut berbusa. Tapi anehnya disana tidak ada kandidat ketua melainkan wakil ketuanya bersama seseorang berambut putih panjang diiket kuda.

"Visi-misi kami yang pertama, mahasiswa tidak pernah salah! Kedua, kalau ada yang bilang salah bogem di tempat, terus buang ke laut!"

"SAYA YUKIMURA!"

"DAN SAYA NOBUYUKI!"

"KAMI! YUKI-ONNA! COBLOS NOMOR 99! TEPAT DI DAHI!"

Mereka agak bingung ngeliat itu dari kejauhan, yang nyalon siapa yang nyebar anutannya siapa. Karena mereka melihat itu sedikit serius, Sakon yang sedikit ragu dengan kemenangan majikannya mundur selangkah, dia tidak tau kalau ada Nezha mau lewat sambil bawa tongkat pel dan ember yang penuh dengan air, terjadilah insiden yang tidak mengenal kata logis.

BRUK!

Byuurr!

"Om Sakon, maafin Nezha." Nezha berlutut di depan Sakon. "Nezha sengaja." lanjutnya pelan. Nezha tersenyum kecil, rencananya berhasil.

"Sakon..."

"Ap-"

"Kalian ngapain disini?"

Masalah pertama belum selesai muncul masalah baru, Taigong Wang muncul disaat yang tidak tepat, kedua mata ungu miliknya menatap Sakon, dahinya mengkerut seperti memikirkan sesuatu.

"Dia mahasiswa baru?"

"Eh?" Sakon tersentak mendengar pertanyaan aneh dari Taigong Wang.

"Dia om Sakon." jawab Nezha sambil menatap Taigong Wang inosen.

Taigong Wang bingung. "Tapi dia perempuan, dilihat dari pakaiannya saja dia memakai rok, Sakon laki-laki, dia engga satu spesies sama Zhang He." Taigong Wang menatap Nezha curiga, yang ditatap siul-siul sok inosen. "Ini air apa baydewey?"

"Air pel sepertinya, soalnya air ini bau sabun." kali ini Yoshitsugu yang menjawab ala detektif.

Taigong Wang ngangguk-ngangguk sok ngerti sama kejadian yang menimpa cewe itu.

"BANTUIN GUA BERDIRI!" Sakon berteriak.

"Berdiri sendiri punya tangan sama kaki, oder(kan)?" bales Taigong Wang "Untuk seekor om-om yang ditakuti sama anak kecil boleh juga, patut diacungi jempol." Taigong Wang bergumam, nopang dagu terus ngangguk-ngangguk. "Pantes Babeh gua demen sama lu Kon, lebih preman dari emak gua."

"Licin bego, susah mau berdiri juga."

"Sakon kenapa kamu bisa jadi perempuan?" tanya Yoshitsugu ala detektif.

"Sakon nyebur di kolam yang ada di Jusenkyo." bukan Sakon yang menjawab melainkan Taigong Wang.

"Kebanyakan baca komik lu, ini bukan cerita tentang Sakon 1/2." sembur Nezha.

"Gua butuh air anget sekarang!"

"Suaranya juga berubah jadi agak cempreng..." Yoshitsugu takjub.

"Adanya air comberan yang udah diangetin Sak, mau?" bales Taigong Wang datar.

"AAARGHHH!" Sakon ngacak-ngacak rambutnya frustasi. "KALO MITSUNARI-SAMA NGELIAT INI GIMANA?!" jeritnya.

"Lu tinggal bilang ke Mitsun kalo lu L."

Nezha, Yoshitsugu sama Sakon auto ngeliatin Taigong Wang seakan berkata 'Kamsud lu?!'.

"Kok lu pade ngeliatin gua gitu sih? Emang gua salah? Sakon sama Yoshitsugukan demen sama Mitsun tapi Mitsun demennya sama anggur, tapi anggurnya demen sama botol fanta tapi botol fanta demennya sama kacamata."Taigong Wang ga terima diliatin cem penjahat maling kolor sama mereka bertiga akhirnya membuka hasil nguping penggosip kemaren.

Krik krik krik

"Ada apa ini ribut-ribut?"

Pa Lu Bu muncul, padahal mereka ga ribut cuman tadi Sakon menggunakan nada tinggi nyempreng kek cewe yang minta tolong. Muka Pa Lu Bu yang emang udah mirip pecahan piring dari sononya makin ancur saat melihat Nezha yang masih berlutut seperti hendak minta maaf, Taigong Wang jongkok di depan Sakon ala yakuza sambil bawa pancingan, Yoshitsugu berdiam diri, sementara Sakon sendiri masih dalam keadaan mengganaskan dengan baju basah bau air sabun pel. Dimata sang kecoa mereka seperti sedang membuli seorang cewe bertampang preman perempatan.

Nezha menghadap Lu Bu sambil berlutut. " Pa Lu Bu." sapa Nezha sambil nyengir.

Nezha menyapa sang dosen mata kuliah olahraga, Taigong sama Yoshitsugu ikut menyapa Pa Lu Bu, Sakon diem, mempertahankan posisinya.

"Kalian senang membuli seseorang hm?" tanya Lu Bu sambil memandang curiga.

Yoshitsugu langsung mundur ke belakang satu langkah, terus menggelengkan kepalanya pelan. "Kami tidak membuli Pak, dia yang membuli kami."

"OI!"

"Ssstt … Om Sakon diem aja dulu."

Lu Bu maju selangkah mendekati mereka, mereka yang didekati ingin mundur tetapi kalau mereka mundur atau bergerak menjauhinya akan berbahaya.

"Kalian disini rupanya."

Orang yang ditunggu oleh Sakon sama Yoshitsugu dateng, tapi karena ada sesuatu terjadi keinginan orang itu belum dikabulkan oleh Yoshitsugu sama Sakon (handycam sama nyeret Takatora ples Guo Jia).

"Hmph."

Lu Bu pergi menuju pojok setan, mungkin dia mau ke toilet.

"Mitsun, lu kenapa ada disini?"

"Mang kenapa kalo gue disini uban?"

"Sudah-sudah, jangan berantem mending pel lantai ini aja." Nezha langsung ngasihin tongkat pel ke Mitsunari, terus berniat untuk kabur.

"TUNGGU KELINCI ASUHAN SUSANO'O!" tangan Nezha digenggam erat sama Mitsunari sebelum Nezha berlari jauh.

"A-a-ada apa?"

"Lu bakal bantuin gua."

"NEZHA GOLPUT! NEZHA GAMAU MILIH SIAPA-SIAPA!"

"BACOD LU!"

Nezha di smackdown detik itu juga sama Mitsunari.

"Yos, si Mitsun mau di genderbend mau kagak tetep kek preman komplek ngalah-ngalahin emak gua."

Yoshitsugu setuju sama perkataan Taigong Wang. "Dia ikut UKM judo juga."

"Tolongin gua… siapapun hiks…."

Mendengar permohonan seorang cewe di bawah Taigong Wang mengulurkan tangannya, Sakon udah nangis gaje akhirnya ada yang mau nolongin dia. Sakon menggenggam tangan Taigong Wang. Sakon mendapat firasat buruk setelah melihat Taigong Wang tersenyum, dan firasat buruk Sakon benar, saat tangannya mulai ditarik, Taigong Wang melepas genggaman tangannya. Sakon terjatuh lagi dengan keadaan lebih mengganaskan dari sebelumnya.

"PINGGGGANG GUAAAA!"

Sakon K.O karena ulah jahil Taigong Wang.

Tep

Bahu Taigong Wang ditepuk, Taigong Wang merinding seketika, aura gelap menyelimuti koridor.

"Yos, peliharan lu lepas… ekornya nambah jadi sembilan…."

"Kalian berdua bakal bantuin gua menggaet para mahasiswa buat milih gua nanti buat pemilu hehehehe..."

Glek

"Mitsundere, kenapa kita bikin vidclip di mushola sih? Gapaham gua sama otak lu."

"Biar barokah."

"Barokah ndasmu."

"Udah jangan banyak ngomong, kita mulai, Yoshitsugu rekam mereka."

"Gua bukan SPG maaf gabisa ngepromosiin lu, kalo mau lewat jasa anak IlKom gih kek Gan Ning sama Ling Tong." tolak Taigong Wang, sebenernya doi gamau terlibat soalnya, bentar lagi dia harus ke kelas, kalo telat disuruh push up 100x.

"Kaga ada penolakan, cepetan. Kalo ga kalian bakal gua kutuk jadi MONYET, kalian berdua nyanyi lagu aja sono, yang nyanyi duluan elu dulu mantan ketos."

"Oke, oke. Untuk terakhir kalinya gua bakal nurutin perkataan elu."

"Lu udah bukan Ketos yang bisa seenak jidat lagi, MWAHAHAHA!"

"One, two, three, and action!"

Kenapa ilerku keluar setiap ngeliat kamu…

Selalu merinding badanku setiap kau pelototin aku…

Kenapa tingkahku kaya robot setiap ngeliatin aku…

Selalu diriku bahagia saat aku hina kamu…

Kenapa lidahku kelu saat makan-makanan panas…

Selalu merinding romaku saat Emak berdiri di belakangku…

Kenapa otakku beku setiap mengerjakan PR…

Selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan UAS~

Yu know mi so well~

Gerl ai nid yu

Gerl ai laf yu

Gerl ai hart yu~

Ai know yu so well~

Boy ai nid yu

Boy ai laf yu

Boy ai hart yu~

Setelah bernyanyi dengan tidak niat Taigong Wang berjalan lesu ke pojokan mushola terus ngeggalau, niat untuk pergi dari mushola tapi pintu mushola ditempeli jimat kertas, doi yang notabene bukan manusia asli jadi gabisa nyentuh knop pintu maupun ngedobrak paksa. Giliran Nezha yang nyanyi.

Pada hari Minggu kukutuk Ayah ke kota

Naik delman istiqomah ku duduki pak Kusir yang sedang bekerja

Mengendarai kuda supaya baik jalannya

Ku tik tak tik tuk tik tak tik tuk OEY!

Ku tik tak tik tuk tik tak tik tuk

SUARA SEPATU EMAK!

Sekarang Nezha sama Taigong Wang mau duet tetapi tamu tak diundang muncul. Anak jurusan korea yang mempunyai riwayat penyakit tumor di mata mecahin kaca mushola, tuh mahasiswa ngikut nyanyi seenak jidat ngegantiin Nezha, Nezha yang terdupak mewek. Tiba-tiba lagu instrumental Soul to Soul menggema di mushola.

SS: imakoso ten ni toou

sono i no arika wo

TW: mukiau koto ga

ushinau koto ga kowai keredo

SS: saiarumono dake ga yurusareru kono michi

TW:sasaete

susumu dake sa donna ni tooku demo aa takusareshi

TW: (kokoro)

sou uketsuite yukou nasubeki wo nashi sadame wo seotte atarashii asu no tameni warera no kono te de

SS: kono tenmei ga tsukiru sono shunkan made wa

TW: me wo sorashitemo mushi dekinai wakatteru sa

SS: mudana toki nadonai yowasa nado iranai

TW:honki de

yarushikanai onore dake shinjite aa tsunaideku

TW: kokoro sou kesshite tayasanai arubeki sugata midareta kono yo ni torimodosaseru made wa warera no chikara de

TW: shouri dake ga

SS: kotae ni naru mayotte irarenai unmei wa youshanaku aa takusareshi

TW: kokoro sou uketsuite yukou nasubeki wo nashi sadame wo seotte atarashii asu no tameni warera no kono te de aa

Si tamu tidak diundang itu nyengir-nyengir bahagia, setelah sekian lama akhirnya dia mampang juga.

"Shi, kenapa kamu kesini?"

"Mbak Kitsune jangan natep tajam saia gitu dong, kan cuman ngikut nyanyi." si tamu ngerangkul Taigong Wang.

"Lepasin gua Shi, gua bukan adek lu, walaupun seiyuu adek lu sama gua sama."

"KENAPA KACA MUSHOLA BISA PECAH?!"

Suara ngebass menggelegar dengan indahnya, Lu Bu dateng lagi kali ini sambil bawa-bawa sapu. Untung Yoshitsugu, Mitsunari sama Nezha tertutupi tirai yang memisahkan antara buat yang laki-laki sama perempuan, jadi ga keliatan di mata Lu Bu, sementara yang tadi nyanyi dengan penuh penghayatan ga ketutupan tirai itu, dan karena Taigong Wang gamau kena masalah dia langsung nunjuk Shi.

"Pa pelaku pemecahannya dia."

"Wadoh, Pa Lu Bu dateng." Shi berniat buat loncat lewat jendela tapi udah ditahan sama Taigong Wang.

"SIMA SHI!"

"I-iya Pa?"

"Sini."

Sebelum Shi menghadap Lu Bu Taigong Wang berbisik. "Tuh kecoa bisa ngerasain kalo kita takut, jadi lebih baik kamu jalan dengan penuh kebanggaan tanpa rasa takut, ntar dia yang ngejauh."

"Emang Pa Lu Bu kecoa beneran ape?"

"Pa Lu Bu tuh kalo dideketin dengan penuh keberanian dia ngejauh kalo kita takut dan ngejauh dia nyamperin."

Shi percaya tuh sama kata-kata Taigong Wang, dia pun mengikuti kata-kata Taigong Wang.

"Tapi hati-hati kalo dia udah terbang, mampus lu." gumam Taigong Wang.

"Yoshitsugu, gimana rekamannya?"

"Bagus." Yoshitsugu terdiam sejenak. "Mitsunari-sama apakah kita melupakan sesuatu?"

.

.

.

TING!

"Kita belum merekam visi misi kita."

"Baik Mitsunari-sama."

Dan bisa ditebak seperti apa visi misi seorang Mitsunari, ngebawa-bawa Hideyoshi, terus ngebacot ga jelas referensi bacotan Mitsun ada di anime GB episode 11.

"Saya Mitsunari."

"Dan saya Yoshitsugu."

"KAMI! YOSHIMITSU! COBLOS NOMOR 999!"

Taigong Wang sweatdrop, err.. bukannya wakilnya Mitsun itu Sakon ya? Taigong Wang mundur selangkah, dia mencoba melihat kebelakang Lu Bu, Sakon masih terkapar mengganaskan di TKP, Taigong Wang kembali melihat ke arah Yoshitsugu dan Mitsunari, doi geleng-geleng, kasian lu Sak terlupakan oleh majikan sendiri ckckckck….

"Nez yuk pulang, emak pasti nyariin."

"I-iya Kak, hiks..."

Taigong Wang berhenti berjalan, kok perasaan gua gaenak ya? Kayak bakal nambah adek lagi…

"Kak kenapa? Hiks."

"Baru inget ... gua bolos matkul Struktur und Wortchatz I… hiks… dadah grammar."

"Sakon,"

"Sakon,"

"Sakon,"

"Hnggg… dimana gua?"

"Di Poliklinik, kalo butuh air anget ada di kamar mandi."

"Jadi insiden gua jadi cewe bukan mimpi Dok?"

"Sayang sekali, itu bukan mimpi, dan tolong ganti bajunya, dan kalo bisa ntar dikamar mandi sekalian mandi besar, biar ga bau sabun pel lagi."

"Iya dok, makasih dok."

Bruk

Sakon tepar lagi sampai ada seorang pangeran membangunkannya dengan air comberan yang udah dihangatkan. Sekian dari cerita Slepping Handsome hari ini. Terima kasih sudah membaca cerita ini, saia Chen Gong pamit undur diri.

TBC

makin lama makin ngaco syalalalala~

Chacha: gaes gaes bentar lagi ada yang ultah nih~

Nagamasa: anak kesayangan kakanda ya?

Nouhime: benar juga, enaknya dirayain dimana ya?

Nobunaga: gimana kalau di istana aja biar irit dan ga riweuh terus gausah undang-undang yang lain.

Oichi: Kak jangan pelit dong sama anak (angkat) sendiri

Nobunaga: kalau mau poya-poya pas september, banyak tuh yang ultah bayarnya bisa bagi-bagi

Oichi: tapikan masih lama~

Nouhime: yaudah kita rayakan di istana aja bareng yang lain

Nagamasa: ide bagus lebih banyak lebih rame

Chacha: yey! Banyak tamu! BISA KETEMU TAKATORA LAGI!

Nobunaga: Tapi kalau ada barang yang hilang atau pecah, kalian harus tanggung jawab

N2OC: *mingkem*

Ranmaru: Kayaknya akan seru~!

Omake

Masamune si anak pintar

10 tahun yang lalu, sebuah acara talkshow mengundang seorang anak sama coretBapakcoret Babisitternya, acara ini Host-in sama Naomasa dan di Co-Host-in sama Wen Yang.

"Katanya adek Mune pinter bahasa inggris." kata Naomasa sambil nahan ketawa.

Wen Yang ga percaya, doi nyoba nanya. "Bahasa inggrisnya Ayah?"

"Father."

"Bahasa inggrisnya Ibu?"

"Mother."

"Kakak?"

"Kader.

"Adek?"

"Dekder."

"Keluarga?"

"Kalender."

Wen Yang mangap, Naomasa ngakak on the spot. Naomasa ingin nanya lagi. "Adek bisa bahasa jerman?"

Mune ngangguk-ngangguk. Kojuro cuman bisa ngebenerin posisi kacamatanya.

"Bahasa jermannya 10?" tanya Wen Yang.

"Zehn."

"20?"

"Zehnzehn (aslinya zwanzig)."

"30?"

"Zehnzehnzehn (aslinya dreißig)."Masamune nyengir bangga. "Bahasa inggrisnya sabun cuci piring itu sunlight, kalau sinar bulan itu moonlight,kalau air mancur itu muncrat."

Wen Yang sama Naomasa saling pandang terus membatin, ada yang ga beres, otaknya sengklek.

"Maafin, Masamune-sama … akhir-akhir ini Masamune sama diasuh sama manusia kasat mata bernama Sima Shi, makanya otaknya yang udah sengklek makin sengklek." jelas Kojuro sambil menitikkan air mata buaya.

Wen Yang sama Naomasa ngangguk-ngangguk, turut berduka sama kesengklekkan otak Masamune.

End