Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! Membaca cerita ini jangan terlalu menggunakan logika, karena ga masuk akal. Awas hidup jadi mereceh. ga tanggung janab kalo kalian bosen.
Genre: humor stress, Romance abal
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei agak x-over sama Tourab punya DMM, nitroplus
TouRab: Shokudaikiri Matsutada, Ookurikara, Tsurumaru Kuninaga
Pair: Kojuro x Zhenji slight Cao Pi x Zhenji
Balesan Review
jerkishweeb
kalo digetok agak menyeramkan :(
anggap aja itu anak hasil mungut dari tong sampah basah :v
imajinasi itu cocok untuk karya saya yang kelewat ajaib :v
aku sendiri sampe sedikit sakit mata :"v kadang susah nyari gambar dengan ship yang hintnya cuman secuil, gut anda panutanqu :v saia paling kalo ngecrack ship ngeliat dulu, misalnya kek sama2 seneng buku atau sama2 suka main suling :v hoho
kalo anak2 DW emang jarang itu juga aku nemu ultahnya Zhenji pas iseng buka koei wiki, kalo anak2 SW lumayan tapi banyaknya tengah tahun dan akhir tahun.
Nobunaga: kelompok januari nih
Zhong Hui: lagu jadul punya Mulan jameeela.
Nobunaga: padahal itu diambil sebagian lagu jadul lho mba, (kedip-kedip kek orang cacingan)
Saia ship Yinping sama duo pyromania itu tapi karena biar tidak terjadi poliklinik jadinya lebih Zhu Ran sama Lu Xun aja, Yinping sma Xiahou Ba aja :v
Itu gegara di pixiv banyak fanartnya :v tanya naomasa gih lebih rela yang mana.
Sebagai anak yang baik harus bisa melihat calon yang baik untuk ibu.
RosyMiranto18
Yukimura: DOUSHITE? Because kali-kali Zhao Yun jadi pemimpin.
Masamune: yaps, anda bentoll
Nouhime: ntar kalo Liu Bei keracunan ntar berabe.
Perseus: Cao Pi, pangeran mana yang pernah cet rambut jadi oranye?
Guo Jia: pasti dong selama mereka masih single.
Gan Ning: tapi kalo dia dibunuh kita gabisa ngegebuk orang tanpa alasan lagi.
Muneshige: hohoho, mungkin aku salah ngetik harusnya Ling Tong :v
Mitsunari: bisa kok ngadopsi.
Sasuke: yang pake sarutobi di SB.
Melody of The Flute
Selamat Membaca
Masih ingat dengan nyanyian nista saya yang membuat saya babak belur di dalam shinkansen?
Suara gendang suling bambu~
Bukan itu gombalan Lu Xun untuk Kagekatsu.
Tek dung tek dung tek dung tralala Xun Yu hamil muda~
Bukan, lagipula itu harusnya burung kakaktua, Xun Yu cowok bukan cewe oke.
Lai5x panggil Kojuro si pelakor~
Itu yang benar.
Di chapter kali ini saya, Muneshige Tachibana biasa dipanggil Muna Maya akan menceritakan tentang pelakor yang malu-malu koceng bernama Katakura Kojuro. Dicerita karangan saya ini Zhenji masih single ladies cuman ditunangin doang sama bangsawan yang direbutin sama cowo-cowo komplek. Dan disini akan pake bahasa Sunda biar lebih nyess dikit :v tapi ngan saeutik teu kabeh nyunda.
Di malam itu, Kojuro sedang duduk di atas genteng rumah sembari melihat ke langit, alih-alih melihat pemandangan langit berbintang yang indah, Kojuro memainkan seruling yang sudah ada di genggaman tangannya.
Melodi indah yang dimainkan oleh Kojuro menarik hati seorang perempuan kembang tahu di komplek. Dari sekian banyak manusia yang tinggal di komplek hanya Kojuro seorang yang bisa menarik perhatian perempuan itu. Karena rasa ketertarikan, perempuan itu berdiri di depan rumah Kojuro, menikmati alunan melodi yang Kojuro ciptakan dengan serulingnya.
Tetapi alunan melodi indah itu berhenti saat Kojuro sadar kalau ada seseorang yang sedang berdiri di depan rumahnya, ralat, rumah Masamune. Kojuro sedikit terkejut dengan keberadaan perempuan itu karena kata cowo-cowo dikomplek sang kembang tahu itu susah sekali diluluhkan hatinya.
"Akang Kojuro juga suka memainkan seruling?" tanya perempuan itu.
Kojuro melihat kearah perempuan itu. "Ya begitulah Neng Zhenji, ngomong-ngomong eneng resep teu jeung nada nu dipaeunkeun ku aa bieu?"
"Nadanya indah sekali, eneng suka."
"Matur nuhun, eneng ayeuna tos weungi naha diluar keneh?" tanya Kojuro kepo.
"Eneng nembe uih ti kampus."
"Hati-hati ya neng dijalan."
Perempuan yang dipanggil Zhenji oleh Kojuro itu hanya tersenyum padanya.
Udah cantik, ngampus lagi, beda ga kaya Kojuro, Kojuro pan cuman lulusan SMA. Sekolah Maksiat Atas. - yang ini fakta.
"KOJURO! DIMANA MAKAN MALAMKU?!"
Kojuro kaget dengan teriakan tuannya dari dalam rumah, Kojuro pun menuruni genteng, dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Beda dengan kembang tahu komplek, Kojuro hanyalah seorang babu, kacung, pembantu, bebisitter Masamune dan adik-adiknya, ralat, TouDan kesayangan majikannya. Majikannya sendiri baru berusia 12 tahun, majikannya ini mempunyai tiga pedang.
Pertama, Shokudaikiri Matsutada berumur 8 tahun, bisa dibilang dia adalah kloning Masamune karena penampilannya mirip hanya saja warna rambutnya lebih hitam. Kedua, Ookurikara biasa dipanggil Kuri-chan berumur 6 tahun, dia selalu dibuli karena kulitnya yang hampir sama kaya Susano'o, tapi walaupun item Kuri-chan hatinya baek ga kayak kulitnya. Terakhir, Tsurumaru Kuninaga berumur 5 tahun, bisa dibilang ini TouDan albino yang sering banget ngerusuh sampe bikin Kojuro kewalahan.
"Tuan Masamune makanan sudah saya masak-an, ada di atas kulkas dapur."
"Tapi ga ada, Kojuro."
Kojuro memijat dahi, kepalanya tiba-tiba berdenyut seketika, padahal baru saja cuci mata melihat sang kembang tahu diluar tadi, masuk ke dalam rumah malah jadi pusing tujuh keliling cuman karena makan malam untuk Masamune menghilang begitu saja tanpa sisa di atas kulkas.
"Aruji kenapa ribut-ribut nyam ... nyam."
Si bangau albino tukang rusuh muncul di dapur, Kojuro langsung melihat ke arah bocah umur 5 tahun itu.
"Tsurubino, kamu lagi makan apa?" tanya Kojuro,mdia menotis tangan Tsuru yang sedang memegang sendok kecil stainless steel.
"Makan makanan yang ada di atas kulkas ... nyam ... nyam sup miso sama karage buatan Kojuro enak." kata Si Curut tanpa dosa.
"Tsurubino, lu kan udah makan malem, itu makanan buat Tuan Masamune."
"Tapi Tsuru lapar Bang Kojur, terus Tsuru gatau kalo Aruji belum makan malem." Si Curut ngebales perkatan Kojuro dengan nada inosen.
"CURUTTTTTT! BANGCAT LU! DASAR PEDANG GA TAU DIRI!" mendengar pengakuan Tsurumaru membuat Masamune marah.
Terjadilah adegan kejar-kejaran antara anak sulung dengan anak bungsu di kediaman Date. Mau ga mau Kojuro harus masak makan malem buat Masamune lagi, tapi Kojuro baru inget bahan makanan tinggal buat besok pagi sarapan.
"CURUT SINI LU GUA JADIIN BANGAU BAKAR LU!"
"AMPUN ARUJI! TSURU KHILAF!"
Kojuro cape ngadepin tuh bocah albino, untung mereka besok pada sekolah kecuali Tsurumaru sih ... Kojuro berniat untuk menitipkan Tsurumaru di Nobunaga Trade Center sampai malam hari baru dijemput jam 10 malem pas dia udah tidur dengan nyenya, tapi itu hanya niat belum benar-benar akan dilakukan.
"Dai-chan sama Kuri-chan tidur duluan aja."
"Kami tidur duluan ya Aruji, Tsuru, Bang Kojur."
"SINI KAU BANGAU ALBINO!"
"GAMAU! TSURU MAU TIDUR AJA!"
Kojuro bersyukur masih ada 2 bocah waras yang menuruti perintahnya tanpa protes, tidak seperti majikannya, dan si Curut. Jam 9 malem Masamune sama Tsurumaru berhenti kejar-kejaran. Kojuro sendiri baru tidur jam 10, karena dia harus membereskan hasil dari ulah Masamune, dan Tsurumaru.
Akhirnya aku bisa beristirahat, batin Kojuro dengan hati bahagia.
Kojuro pun membatingkan tubuhnya ke sofa ruang, dan tidur dengan nyenyak sampai keesokan harinya.
Keesokannya, Kojuro menyiapkan sarapan untuk mereka tepat waktu, lalu mengantarkan anak-anak ke sekolah, walaupun Tsurumaru belum bersekolah. Kojuro pasti akan mengajaknya keluar, kalau dia ditinggal di rumah sendiri yang ada Kojuro beneran ingin menjual si Curut di pasar loak terdekat.
Di perjalanan menuju sekolah, lancar, karna si Curut diiket pake tali anjing biar ga lari kemana-mana. Tapi saat di depan gerbang SD Ku Sayang Kamu 50%. Kojuro bertemu dengan kembang tahu komplek bersama si bangsawan yang suka direbutin cowo komplek mereka berdua mengantarkan 2 anak yang sama sekali tidak terlihat kemiripannya. Melihat itu Kojuro potek hatinya, ternyata sang pujaan hati sudah bersama seseorang, walaupun hati seorang Kojuro potek, jiwa keponya masih ada.
"Suaminya Neng?" tanya Kojuro.
"Bukan, ini tetangga saya, Bapanya minta saya menemaninya untuk mengantar anak-anaknya." jawab Zhenji jujur.
"Ohh..." Kojuro hanya meng'Oh'kan jawaban Zhenji, di dalam hatinya dia bersyukur sekali. Kojuro sedikit kaget ternyata hubungan Zhenji dan si bangsawan masih tetangga, karena ada gosip kalau Zhenji tuh tunangan tetangganya.
"Bang Kojur, kami sekolah dulu ya." ujar Shokudaikiri pada Kojuro.
"Kojuro, setelah aku pulang sekolah, makan siang sudah harus siap."
"Bang, Kuri, Shoku sama Aruji sekolah dulu..."
Ketiga bocah itu pun masuk ke dalam.
"Pulangnya hati-hati ya."
"Akang Kojuro mau kemana?" tanya Zhenji secara tiba-tiba pada Kojuro.
Kojuro menengok ke arah Zhenji, ahh ... si bangsawan udah ngilang dari samping Zhenji.
"Aa rek ka pasar neng." jawab Kojuro sambil membenarkan letak kacamatanya.
"Eneng boleh ikut? Eneng juga mau beli bumbu dapur."
"Boleh kok Neng, yuk." Kojuro mengiyakan dengan cepat. Tsurumaru manyun 5cm ngeliat gelagat Kojuro kek orang mau maling kolor.
Kojuro, Tsurumaru, dan Zhenji pun ke pasar, selama dipasar Tsurumaru gamau diem dikit-dikit modus ke Zhenji, pokoknya tingkah si Curut kek bocah yang caper ke emaknya. Untung Zhenji memaklumi tingkah ababil si albino jadi Kojuro ga harus masukin dia ke kantung kresek putih bareng sama sayuran.
Sepulangnya dari pasar, di jalan sepi, tidak ada yang mau memulai pembicaraan, Tsurumaru yang gemes sama Kojuro yang keliatannya kek malo-malo koceng meong meong meong ngode (nendang-nendang kaki Kojuro) untuk membuka pembicaraan dengan Zhenji. Kojuro kesal dengan pengodean Tsurumaru yang tidak sopan, akhirnya Kojuro bertanya sesuatu pada Zhenji.
"Neng ga kuliah?"
Tsurumaru manyun lagi, basa basi bullshet.
"Baru ada matkulnya jam 2 siang."
"Kalo gitu eneng mau ga makan siang dulu di rumah aa."
A-a-a-a-anjing, umpat si Curut mendengar nada bicara Kojuro yang tiba-tiba berubah jadi kek cowo yang suka ada di pangkalan ojek.
"Gapapa? Eneng takut ngerepotin aa, kan anak aa banyak."
Wanjer, gua disangka duda beranak 4, Kojuro nyengir. "Ga kok, aa sekalian bikin makan siang buat mereka berempat."
Akhirnya sepulang dari pasar Zhenji tidak kembali ke rumahnya melainkan ke rumah Masamune bersama dengan Kojuro dan Tsurumaru. Mereka tidak masuk ke dalam rumah, tapi ke taman belakang rumah. Kojuro mempersilahkan Zhenji duduk di kursi taman, dan mengikat Tsurumaru layaknya anjing di tiang jemuran, untung Tsurumaru udah biasa diiket gitu sama Kojuro.
"Ini," Kojuro dateng menaruh secangkir teh di meja depan kursi panjang taman. "Silahkan diminum tehnya."
"Terima kasih."
Kojuro duduk di samping kanan Zhenji, seperti biasa dia ingin memainkan serulingnya lagi, TAPI saat dia mau meniup serulingnya, si Curut ngomong,
"Bang Kojur, Tsuru hoyong emam~" ucap Tsurumaru sok imut.
"Kan tadi udah sarapan." balas Kojuro sambil menahan kesal.
Tsurumaru melihat ke Kojuro dengan kitty eyes.
"Nein, mending tidur sono."
"Ogah, mending Tsuru ngedengerin Bang Kojur main seruling aja."
Setelah memastikan Tsurumaru tidak mengeluarkan beberapa patah kata lagi, Kojuro mulai memainkan seruling. Melodi indah kemarin malam kembali terdengar. Zhenji memang terkesan dengan permainan seruling milik Kojuro, Zhenji ingin sekali duet bersama Kojuro.
"Akang Kojuro mau ga main duet bareng eneng?"
Permintaan Zhenji yang tiba-tiba, membuat Kojuro berhenti memainkan serulingnya, dan melihat ke arah Zhenji dengan tatapan tidak percaya.
"Benarkah itu?"
"Awas sakit hati~" kata Tsuru dari tiang jemuran di depannya.
"Iya."
Kojuro sedikit ragu, mengingat cowo-cowo di pos ronda suka gosip tentang Zhenji, dan Kojuro ingat betul tuh cowo-cowo rempong pernah ngomong kalo Zhenji tuh nikah sesudah lulus S2. Kalau sudah begitu pasti Zhenji udah punya calon mempelai prianya dong.
"Maaf eneng kayaknya abdi nolak permintaan eneng."
"Kenapa?"
"Nanti terjadi kesalahpahaman."
Kojuro bimbang, sebenernya dia juga ingin bermain bersama Zhenji. Saat Kojuro mendengar Zhenji memainkan serulingnya minggu lalu membuat Kojuro tambah ngebet ingin main bareng.
"Tidak apa-apa, permainanmu sangat bagus, eneng sangat menyukainya."
"Abdi pikir-pikir heula ya neng," Kojuro berdiri dari duduknya, "eneng, abdi ke dalem dulu ya, mau masak."
"Ah iya."
"BANG KOJURRR KAMI PULANGGG!"
12 siang, mereka pulang dengan wajah ceria dan badan yang kotor.
BRAK!
Pintu rumah dibuka dengan kasar oleh sang tuan rumah. Muka ketiga bocah yang baru pulang itu pasang ekspresi ala di lukisan 'The Scream' saat melihat Zhenji yang sedang makan di ruang makan bareng dengan Kojuro dan Tsurumaru.
"Jadi selama ini Bang Kojur adalah," Mereka bertiga saling berbisik satu sama lain. "pss pssh psshh."
Masamune tersenyum bangga. "Babu kita yang satu ini ternyata sudah besar rupanya." Masamune berjalan mendekati Kojuro, dan menarik Kojuro ke ruang keluarga."KOJURO, ingat perkataan tuanmu ini dengan baik ... SEBELUM janur kuning MELENGKUNG, masih ada kesempatan untuk MENIKUNG."
"Hah?" Kojuro ga konek sama yang dikatakan oleh tuannya, Kojuro jadi sempat menyesal pernah menitipkan tuannya pada tetangga sebelah.
"KEJAR SAMPAI DAPAT."
"Udah terima saja, main bareng sono." saran Tsurumaru pada Kojuro.
"Dai-chan sih setuju aja."
"Kalo Aruji setuju, Kuri juga setuju, tapi hati-hati nyesel ya Bang."
Kojuro makin bingung dengan apa yang mereka bicarakan.
"Katakan iya padanya." kata mereka berempat barengan pada Kojuro yang masih kebingungan.
"Baik-baik, aku akan melakukannya."
Kojuro pun kembali ke ruang makan.
"Neng, abdi terima tawaran eneng buat main bareng."
"Nanti malam, eneng tunggu jam 7 malam."
"Ba-baiklah."
"Eneng permisi dulu, bentar lagi eneng harus ke kampus."
"Hati-hati di jalan menuju kampusnya neng."
"WAKTUNYA MAKAN SIANG KOJURO!"
"Iya, saya ambilkan makanannya."
Setelah memberi makan ketiga 'anak'nya, dia pun memainkan suling di dalam rumah untuk menidurkan mereka sembari berlatih untuk nanti malam. Waktu pun terlewat dengan cepat, sekarang sudah jam setengah 7. Dan Kojuro sudah siap untuk pergi ke rumahnya Zhenji. Anak-anak masih tertidur, walaupun tadi sempat menyesal, Kojuro akan melakukannya lagi.
Ting Tong
"Mas Kojuro, tumben kemari mau nitip mereka lagi?"
"I-iya tapi eneng yang ke rumah soalnya abdi kudu pergi terus anak-anak lagi tidur."
"Serahkan saja pada Bao Sanniang, Mas Kojuro bisa meninggalkan mereka dengan perasaan tenang."
"Terima kasih ya, abdi pamit heula."
Dari kediaman Date ke rumah Zhenji emang perlu 15 menit, untung Kojuro sampai di rumah Zhenji, Kojuro langsung mengecek barang bawaannya ... Serulingnya ada.
Cklek
Pintu rumah terbuka.
"Ayo silahkan masuk."
Kojuro dibawa ke taman belakang oleh Zhenji, sampai disana wajah Kojuro yang tadinya bahagia, dan senang berubah menjadi flat.
"Mah, ini bukan babu yang ada di kediaman Date?" Tanya seorang anak sambil bawa-bawa kipas dengan nada sombong.
"Mah ini siapa?" Tanya seorang anak kecil berumur 8 tahun.
"Zhenji, dia siapa?'
"Waga kimi, kami akan memainkan sebuah melodi indah malam ini."
WHAT THE-
TERTOHOK.
END
Huohuohuo :v cian si kojur ditipu
