Main: Ii Family & Takatora Todo

Attack on Takatora

Selamat Membaca

Di siang yang terik, Naomasa kecil sama emaknya lagi jalan-jalan di sebuah emol di kota, lagi asik jalan-jalan emaknya Naomasa bertanya, pertanyaan itu yang membuat Naomasa merasakan shock berkelanjutan seperti Nthor melihat tulisan kalau Musou Festival 2k19 ga akan ada DVDnya.

"Naomasa, kalau Ibu nikah lagi gimana?"
"HA?!"

Naomasa kecil SANGAT terkejut BANGEDH, Naomasa tau, ibunya lagi deket sama dua laki-laki di komplek, kedua laki-laki itu emang baik sih ... tapi yang satu keknya nempel banget sama sobatnya yang suka ngekor tetangga sebelah, terus yang satu lagi kek cewe, yang Naomasa pernah denger cocan itu pernah hampir diculik Pa RT (Dong Zhuo) gegara nyangka tuh cocan cewe.

"Mak, kalo Masa ga ikhlas gimana?"
"Eh? Kenapa?! Bukannya kamu sendiri yang bilang ingin punya Ayah lagi?"
"Tapi ... Masa ga ikhlas."
"Yasudah kalau begitu."

Emaknya selow aja kalo anaknya ga ngijinin nikah lagi tapi beberapa hari kedepan, kedua laki-laki yang dimaksud Naomasa datang ke rumah, saat itu ibunya lagi ke pasar, sementara Naomasa jaga rumah sendiri. Dengan muka galak, dan suara lantang namun kasar doi lontarkan pada mereka.

"Maraneh ngapain kadieu?"
Laki-laki dengan syal biru menatap kesal Naomasa kecil. "Aku mencari Ibumu."
"Naomasa, ini ada lilin pesanan ibumu." si cocan tersenyum pada Naomasa, membuat Naomasa silau.
Naomasa menggembungkan kedua pipinya kesal. Naomasa sudah siap untuk menutup pintu, dan BLAM! Naomasa menutup pintu rumahnya dengan kasar. "SEY NO TU MERIT SARENG EMAK AING!"
"Padahal ini beneran lilin sekotak pesanan Bu Naotora, yaudah, aku mau main bareng Zhu Ran sama Yinping aja." si cocan ngabur.

Laki-laki dengan syal biru tidak pergi dari depan melainkan ngaso di teras rumah, berniat nunggu sampai Naotora pulang dari pasar, Naomasa juga tidak tinggal diam, Naomasa berusaha untuk menyingkirkan laki-laki itu dengan berbagai cara. Dari membanjurnya pakai air es sampai menyodok obat nyamuk tapi laki-laki itu tetap gigih.

"Tacattora, pergi dari rumah aing!"
"Lu sapa gua? Nyuruh gua pulang!"
"Aku hanya seorang anak yang ingin melindungi emaknya dari jeratan cowo mesum rempong yang suka mangkal di pos ronda bareng om Li Dian."
"Emang gua mirip cowo mesum?!"
"MAU BUKTINYA?!"

Naomasa mengambil belekberi obor butut miliknya terus membuka galeri hapenya, doi memencet sebuah folder foto. Naomasa memperlihatkan foto-foto aib Takatora, ada 1000 lebih foto yang Naomasa punya di dalam foldernya.

"Itu kamu gambar sendiri!"
"STALKER TETAAAANGGA SEBELAAH!"
"KAMU YANG STALKER!"
"INI RASA CINTA SEORANG ANAK PADA IBUNYA!"
"Naomasa, kamu lagi ngapain?"

Lagi asik berantem, emak tercinta datang, Naomasa akting bayi subur ke emaknya.

"Mak, dia mau ngegrepe Masa!" adu Naomasa sambil meluk kaki Naotora.
"Eh? Tapi Takatora itu anak baik."
"Baik darimana Mak? Dia suka ngekor babunya tetangga sebelah."
"Bukannya hal wajar kalau dia bertemu dengan sahabatnya."
"Dia pedo bu, suka sama anak tetangga depan."
"Takatora kan emang bekerja di rumah depan."

Naomasa pasang tampang kesel, dahinya mengkerut, Naomasa berpikir keras.

"Mas Takatora saya naruh belanjaan dulu ya."
"Saya bantu."
"Maaf merepotkan..."
"Tidak apa-apa."

Naomasa tersenyum lebar, tangan kanannya menyelipkan pensil 2B di sela-sela telinga, mengepalkan tangan kiri, lalu menaruhnya di dada.

"Code name: Red Devil, siap beraksi, TATAKE!"

Naomasa pun melancarkan aksinya, emaknya meminta dirinya membuat teh manis, tebak apa yang Naomasa gunakan untuk memaniskan teh?

"Ditambah serbuk arang pensil 2B, lalu serpihan kaca, dan terakhir gula."

Naomasa pun membawa cangkir itu ke ruang tamu, meletakkan cangkir itu dengan elegan, dan dia duduk di samping Naotora dengan manis. Cangkir itu mulai diangkat oleh Takatora, cangkir itu sudah menempel di bibir Takatora dan...

"Ini tehnya beku, kenapa?"

Naomasa terkejut, dirinya lupa kalau Takatora bisa membekukan sesuatu, Naomasa tidak akan PERNAH memberikan dewi Aphrodite kesayangannya pada es batu rempong.

"Naomasa, tolong buatkan lagi."
"Ti-tidak usah-"
"AUUUUU!" Naomasa memotong perkataan Takatora dengan sengaja.
"Naomasa, jangan tiru kelakuan Pa Cao Cao tiap bulan purnama."

Naomasa cemberut.

"Naomasa, Ibu mau masak dulu ya, kalian berdua baek-baek ya."
"Iya mak."

Naomasa berdua dengan Takatora. Aura ruang tamu berubah menjadi intens. Saling menatap sampai mengeluarkan percukan listrik.

"Kenapa kamu tidak mau Ibumu menikah lagi?"
"Karena..."

Naomasa berdiri, dia mengambil pensil 2B dari selipan telinganya. Naomasa bernyayi lagu Kitto Aitte.

kitto aitte hitoriyogari janakute

jibun yori taisetsu na anata ni yadoru mono

kitto aitte me ni mieru mon janakute

anata o omou to yureru koudou da nante

itsu no jidai mo kawaranai

tada anata ni hohoende hoshii dake nanda

anata ni hohende hoshii dake nanda

"Stop, stop, stop ... aku tau soal itu."
"LALU?"
"Aku akan buktikan kalau aku bisa mendampingi Ibumu."
"HALAH BULLSHET KEMBARAN JAUH LI DIAN! SEMBUHIN DULU TUH SAKIT TENGGOROKAN BARU BERANI MENGINJAKKAN KAKI KESINI!"
"SUARA GUA EMANG UDAH GINI!"

Percikan listrik itu keluar lagi.

"Naomasa tolong ambilkan makanan ringan, suguhkan itu untuk Takatora."
"Iya mak~" balas Naomasa dengan imut, Naomasa menatap tajam Takatora. "Lu, kalo besok balik lagi, gua sodok pake baygong bakar." ancam Naomasa.

Naomasa pun turun dari kursi, lalu berjalan menuju lemari khusus makanan ringan di dapur, Naomasa kembali ke ruang tamu dengan beberapa bungkus makanan, menaruh makanan itu di atas meja, lalu duduk kembali di kursi.

Tok tok tok

Naomasa tersenyum. "Silahkan, pasien selanjutnya..." Naomasa melihat Takatora dengan muka menyeramkan. "anda silahkan pergi, SE-KA-RANG."
"TIDAK AKAN!"
"PERGI!" Naomasa loncat dari kursi ke Takatora, terus doi jenggut rambut jambriknya Takatora. "PERGI GA LU!"

Takatora berdiri, Naomasa masih bisa bertahan di posisi, untuk Naomasa sekarang dia seperti menunggangi kuda liar.

"YIHA! Ke kiri, ke kanan, maju terus sampai ke pintu keluar!"

Naomasa berhasil mengendalikan Takatora sampai membuat Takatora keluar dari rumahnya, si tamu yang melohat itu cuman bisa bengong. Takatora nyungsep ke baygong bakar yang masih menyala, Naomasa daisouri, de aruka.

"Saya berhasil mengeluarkan es titan dari dinding mbak Maria NOBUYUKI!"
"Naomasa, kenapa manggil kakak?"
Naomasa mendekat pada si tamu, dengan wajah bangga. "Hmhmhm ... karena Nobuyuki adalah pemimpin di sekoting legion."
Si tamu sweatdrop. "Naomasa, kayaknya kamu kebanyakan nonton anime..."
"MWAHAHAHAHA!"

Naotora yang baru selesai masak, mengecek keadaan anaknya karena sejak dia memasak mendengar sedikit keributan, Naotora yang tidak melihat anaknya dengan Takatora di ruang tamu keluar rumah.

"Naomasa? Kenapa Takatora nyungsep ke sana?"
Naomasa memasang wajah seinosen mungkin. "Banyak hal yang terjadi Ibu~" Naomasa kedip-kedip genit.
"Nganu maaf menginterupsi interogasi Tante Naotora ... Yuki dititipin sepelastik korek api dari Lu Xun buat Tante."
"Makasih Yukimura, akhirnya bisa nyalain kompor lagi..." Naotora masuk ke dalam rumah kembali dengan sekantung korek api.

Yukimura pulang dengan perasaan sedikit takut dengan tingkah Naomasa yang sedikit sedeng, mundur perlahan dari teras keluar Ii, lalu pulang begitu saja meninggalkan Naomasa yang masih dalam mode pejuang samurai yang berhasil mengalahkan musuh yang lebih tinggi darinya.

"Aku jadi ingin makanan manis..."

Naomasa pun masuk ke rumah dengan riang gembira.

End

Seketika terpikirkan cerita aneh seperti ini :"v