Gara-Gara anu jadi menderitaTumor

Selamat Membaca

Sima Shi's version

"BERITA PANAS! ADA SEORANG BOCAH MAIN BARENG TEMENNYA! KEESOKANNYA MENDERITA TUMOR DI DEKAT MATANYA!"

Klik

Sima Shi mematikan tivi dengan raut wajah bosan, entah kenapa makin hari berita makin absurd. Shi tidak tahu saja berita itu akan menimpa dirinya, suatu hari nanti. 3 hari setelah Shi menonton berita itu di tivi, Shi disuruh jaga Xiahou Ba sama Xiahou Yuan, Shi main tuh sama Xiahou Ba bareng adeknya. Main masak-masakkan, Shi lagi ngorek-ngorek tanah dan...

Srek

"AAARGHHH MATA GUA!"

Saat Shi ngorek tanah secuil tanah loncat mengenai matanya. Zhao melihat kakanya kesakitan selow tetep fokus main masak-masakkan sama Xiahou Ba. Dan keesokan harinya giliran Shi masuk berita terkini.

"VIRAL SEORANG BOCAH SEDANG MAIN MASAK-MASAKKAN BERUJUNG TUMOR DI MATA!"

"Sealan, gua jadi ga mau nonton berita lagi."

Padahal Shi cuman kelilipan doang tapi matanya masih merah sampai 10 hari kedepan.


Takatora Todo's version

"Takatora tolong panggil Naotora." titah Pa RW pada Takatora.

Takatora mengiyakan kalo nolak entar dia ga boleh nonton tv di rumah Pa RW lagi, mulailah pencarian Takatora di dalam komplek, ga sampe 3 menit mencari Takatora menemukan Naotora lagi cipika-cipiki sama ibu-ibu komplek lain, Takatora udah deket sama Naotora tapi batu gede yang jail bikin Takatora kesandung, dan jatuh menubruk Naotora.

"Ma-maaf..." Muka Takatora merah banget terus tangan kirinya memegang buah dada milik Naotora.

"EMAK!"sang anak yang kebetulan lagi lewat melihat ibunya di lecehkan oleh seseorang langsung datang menghampiri.

Bangun-bangun muka Takatora langsung ditonjok sama Naomasa.

"EMAK GAPAPA?!"

"Gapapa kok..."

Emaknya selow karena itu kejadian tidak disengaja, anaknya ga terima Ibunya dilecehkan. Besokannya...

"Seorang pemuda bersyal biru menderita tumor karena ditonjok oleh anak dari seorang Ibu yang tidak rela ibunya dilecehkan."

Si pembawa berita kelihatan ga sumanget, mukanya kek yang marah.

"Masa mukanya jangan serem gitu." saran temannya yang duduk di sebelah kirinya. "Ntar ga ada yang ingin nonton acara ini lagi."

Takatora yang lagi numpang nonton di rumah Pa RW kesel setengah mati karena menonton berita itu. Padahal Takatora tidak menderita tumor cuman di area sekitar matanya biru agak keungunan.

"ANJERUN LU MASA! FITNAH LEBIH KEJAM DARIPADA PITNES!"


Wen Yang's version

Hari sabtu, hari yang biasanya dipakai untuk jalan-jalan bareng keluarga, pacaran, nginep di rumah temen dan lain-lain beda dengan Wen Yang, dia harus jaga rumah karena sudah jadwalnya sih ... Wen Yang ga sendiri ada Zhuge Dan yang seneng banget mendem dirumah, Wen Yang juga selow aja toh rumor mengatakan sifat Zhuge Dan pas kerja sama di rumah itu berubah 180 derajat, walaupun dia belum liat dengan mata kepala sendiri.

Selama jaga rumah biasa aja sampai Jia Chong, Zhong Hui sama Xiahou Ba pulang, tadinya Wen Yang mau berbahagia tapi karena Xiahou Ji masih sama Xiahou Yuan diluar sana kebahagiaan itu sirna diganti dengan kesengsaraan yang mendalam.

Wen Yang saat itu lagi asik nonton film horror sama Zhuge Dan, tapi semenjak kedatangan mereka bertiga suasana horror berubah begitu saja seperti bioskop yang dipenuhi pasangan minus elu yang dari masuk sendirian. Makin sedihnya lagi diluar hujan deras, dan elu kedinginan tapi tak ada yang peka untuk memberi kehangatan, WALAUPUN teman di sebelahmu membawa secangkir coklat panas yang enak.

Wen Yang melihat ke kanan...

"Zhongquan, jangan memainkan rambutku terus."

"Habis rambut Shiji lembut."

Saat Wen Yang melihat ke Zhong Hui, dia blushing cuman gegara itu. Mata Wen Yang bergerak ke kiri, dibagian kiri membuat Wen Yang gemes sendiri karena apa?

"Gongxiu, mau coklat panas ga?"

"E-eng-enggak."

Wen Yang melotot, MENDING TUH COKLAT PANAS BUAT GUA AJA KALO ELU GAMAU GONGXIUUUU! jerit Wen Yang di dalam hatinya, dan Wen Yang sangat mempercayai rumor tentang sifat Zhuge Dan karena buktinya ada di depan mata, Wen Yang cuman ngelus dada, Zhuge Dan yang biasa tiap kerja tegas, galak kek anjing herder berubah jadi menye-menye tsunder dengan ati ello kiti di deket Jia Chong. Butuh beberapa menit untuk Wen Yang mencerna kejadian tadi. Wen Yang hanya berharap itu semua adalah mimpi.

PET

Tiba-tiba mati lampu, Wen Yang takut, takut ada suara misterius muncul, takut ada sesuatu muncul mengagetkannya seperti di film horror yang hantunya keluar dari tv, takut disebelah kanan dan kirinya melakukan sesuatu yang aneh-aneh.

PRANG!

"GYAAAAA!"

Wen Yang nyungsep ke depan tak sadarkan diri. Tak berapa lama lampu kembali menyala, dan cangkir yang dipake Jia Chong tadi jatuh ke lantai pas. Keempat orang yang masih sadar ngeliatin korban gegara mati lampu tadi.

"Si chiki kenapa nih?" tanya Jia Chong.

"Auk, jantungnya lemah kali gegara suara gelas lu pecah Chong, diakan orangnya panikan." jawab Zhong Hui.

BRAK!

"KAMI KEMBALI!"

Xiahou Ji berlari ke ruang keluarga dengan wajah ceria, tapi setelah melihat Wen Yang nyungsep di ruang keluarga langsung menjerit.

"WEN YANG KENAPA?!"

"Tadikan mati lampu, gelas gua pecah, pas lampu nyala kembali, Wen Yang udah nyungsep." jelas Jia Chong.

"Oh, kirain apa, JC gotong gih dia ke kamarnya."

"Kok gua?"

"Kamu yang udah bikin dia kaget terus pingsan."

"Dianya aja yang lebay, biarin aja."

"Tidak ada PENOLAKAN."

"Iye-iye dah, buat tuan putri apa sih yang enggak."

Akhirnya Jia Chong ngangkut Wen Yang ke kamarnya, dan seperti biasa di keesokan harinya, Deng Ai yang biasa bangun pagi buat olahraga iseng nonton tv sebelum berangkat.

Pembawa berita di tv celingukan seperti mencari seseorang.

"Chikian mana? Dia ga koling-koling abdi kalo hari ini ga masuk."

"Hah? Dia sakit? Baiklah ... hari ini saya Naomasa Iiganteng akan membacakan berita hari ini, seorang pemuda setinggi tiang listrik menderita tumor paru karena saat jaga rumah dikelilingi 2 pasangan lalu dikejutkan dengan gelas pecah yang dipakai temannya di rumah saat mati lampu..."

Pembawa berita itu terdiam sejenak.

"Betewe, kenapa akhir-akhir ini banyak yang menderita tumor gegara hal anu gini sih?"

"Oh karena judul toh, yaudah, sekian berita hari ini, saya Naomasa Iiganteng pamit undur diri."

"Baydewey, ini berita tentang si chiki ya?"

Klik

Deng Ai mematikan tv ga nyangka Wen Yang masuk berita, padahal yang tau Wen Yang nyungsep tak sadarkan diri gegara kemarin cuman satu rumah saja. Deng Ai yang ga mau mikirin hal absurd segera ke tempat gym. Dan sebenernya setelah Wen Yang di cek sama Guo Huai, dia ga sakit cuman kaget karena terkejut.

End

Soal seorang anak menderita tumor di dekat matanya karena main bareng temennya itu bener karena bakteri apa gituuuu ana lupa :vv