Balesan Review
jerkwishweeb
Masamune: iyah :")
Naomasa: semua cowo emang salah dimata aku :"v, gamungkin lah sama Mitsuhide, Mitsuhide mah biarin aja sendiri.
Kayaknya kalau yang long ver di weteb soalnya yang UKTK 70 di weteb juga bakal di remake, dan yang oneshot ver di fanfiction, udah di publish kok kalo yang oneshotnya :vv
Magoichi: bisa dibilang begitu :"v
Saya lagi hobi gendbend hohoho :"v
Yukimura: kakak jadi yandere kalo lagi ada apanya.
Udah bener kalo diterjemahin perkatanya, jigoku mimi bisa disebut seperti orang yang punya telinga tajem atau orang yang bisa mendengar keburukan yang tidak ingin dia dengar, semacam itulah.
Saia aja kadang suka lupa, makanya sampe dicatet di buku :/
Saia ngakak kalo Yuki bawain bola bekel buat Mune :vv
RosyMiranto18
Shi: kalo permanen susah untuk menyesuaikan di ceritanya.
Yukimura: karena chara kesukaan temen nthor, jadi Yuki dimasukin ke jurusan perancis.
Ina: kalo aku manah Nobuyuki ntar jadi nyanyi (Nobuyuki: *dipanah* I WANT TO CHANGE TEH WORLD NIDOTO MAYOWANAI...). kalung itu bisa bikin seorang werebeast(?) nurut oleh perkataan manusia yang mempunyai kekuatan spiritual. Kalo ver english dubnya 'Sit Boy.'
Masamune: yhaa begitulah...
Gracia: setelah Mitsuhide menghianati Nobunaga.
Masamune: secara teknis itu maksudnya aku tuh adeknya Masamune SB, aku lupa kalo Nthor belum ngepublish chap terakhir buat yang xover itu.
DETEKTIF HANBEI KOMBEK!
Tim Detektif tidak lebay dan 4L4Y jadi Detektif Cinta File 1
Selamat Membaca
Di pagi yang cerah di markas si detektif hobi dalam menambah masalah dengan IQ -180nya, di dalam markas sangat sepi, anggota tim detektif ini sedang sibuk sendiri, sementara kedua seksi pengintaian masih sibuk mengedit sisa foto hasil Nene waktu itu, rencana yang dibuat Oichi tidak terlupakan, HARI INI mereka harus bisa makan yakiniku atau tidak hari ini rekor baru untuk mereka, sudah sebulan belum makan, terakhir mereka hanya makan remah-remah kue yang tersisa di dalam kaleng engkhong ghua.
"Takakage~ aku lapar..." Hanbei menarik-narik celana Takakage.
Takakage menghiraukan kicauan Hanbei yang semakin lama semakin membuat risih, emang dia doang yang lapar? Takakage juga, kalau saja Takakage kuda lumping mungkin kaleng engkhong ghua di dapur udah ilang dia telan.
"Mori~Tokujumaru~ Maru~ Takakage~ Kobayakawa~" Hanbei ngesot-ngesot di ruangannya, sekali ngesot lantai langsung bersih.
"Diam HANBEI! GUA JUGA LAPAR! OICHI SAMA XINGCAI MASIH BELANJA!"
"TAPI AKU SUDAH TAK TAHAN RASANYA AKU INGIN IS DET DITEMPAT!"
"IS DET AJA! NI CERITA BAKAL END KALO ELU IS DET!"
Daripada ngeliatin mereka yang lagi ribut mending kita pindah ke ruang tamu, ruang tamu tidak ada perubahan sih, hanya Nene yang sedang melototin layar laptop -sepertinya dia sedang melihat situs jual beli online-, Guo Jia yang lagi teleponan sama seseorang, Liu Shan sama Yuanji menikmati teh hangat, dan Zhao Yun yang asik cosplay, lagi sesi photo shoot tuh anak.
"Hari ini sungguh damai..." kata Liu Shan sembari menyesap teh, kedua matanya lurus melihat ke depan keluar jendela, di luar sedang hujan deras akhir-akhir ini.
"Damai palamu! Hujan deras begini dibilang damai, ribut tauk." timpal Guo Jia, gegara hujan sinyalnya jadi butut terus pas nelpon gebetan cuman sepotong-sepotong.
"Zhao Yun, abis elu photo shoot gua mau bikin fanbooknya ya, biar bisa dijual."
"Tapi elu bantuin gua sekarang."
"Siap kapten!"
"Hei, kenapa hari ini belum dapet kerjaan lagi ya?" tanya Yuanji, dia melihat pantulan bayangannya di dalam cangkir teh.
"Tunggu sebentar lagi." kata Guo Jia macem penerawang.
Kring ... Kring...
"Tuh, angkat sono." titah Guo Jia pada Yuanji.
Diangkatlah gagang telepon jaman batu oleh Yuanji.
"Halo dengan siapa dimana?"
"Yuanji, bawain gua obat tetes mata dong." ternyata yang nelpon itu Taigong Wang dari lab komputer.
"Dih, ambil sendiri."
Kring...
Telepon ditutup dengan kasar oleh Yuanji, terus Yuanji balik lagi duduk di sofa ancur.
TELOLETLOLET ... BASO TEMPE!
"Oichi sama Xingcai aja belum dateng alarm nyala." Guo Jia manyun-manyun.
"REKOR BARU! KITA GA MAKAN SEBULAN!" teriak Nene girang.
"Eike harus ganti baju dul-" Zhao Yun mau ngabur tapi dicegat sama Nene.
"Senpaitachi, ayo kita ke ruang ketua."
"Kerjaan yang tidak tepat waktu, kami belum makan sebulan."
Detektif kok kaya Stalker
TELOLETLOLET ... BASO TEMPE!
"Anggur, dipanggil nih." celetuk Taigong Wang, matanya udah merah kaya orang yang ga tidur seminggu ples mata panda yang makin hari makin keliatan.
"Nanti aja, ini fotonya di habisin dulu."
"Tapi nan-GYAAAAAA!"
Kedua seksi forensik tiba-tiba hilang dari pandangan. BRAK! Mereka berdua muncul dari langit-langit di ruangan Hanbei dengan keadaan badan terikat di kursi.
"Cao Pi elu pucet gepepe?" tanya Nene kepo.
"Gapapa..."
"Hanbei, gua mau istirahat plis ini 2 hari nonstop ngedit foto."
Hanbei loncat melewati meja kerjanya ala di pelem aksi terus mendekatkan diri ke Taigong Wang, lalu menggerakkan jari telunjuknya di depan mukanya. "No, no, no."
"Mau nanya Hanbei..."
"Ya, anggurku sayang~" Hanbei menggerakkan kepalanya ke kiri.
"Itu siapa? Ada anggota baru?"
"Cao Pi naksir ya?"
"Idih, bahan homoan banyak diluar sono."
Guo Jia nyikut pala Cao Pi. "Ngapain lu nanya kalo tau dia siapa."
"Baydewey, Nobunaga mane?" Hanbei mengambil sebuah tongkat kayu panjang.
"Auk ngikut Oichi kal-"
BRUSSHHH! WI WU WI WU!
Mobil ambulan menerobos masuk ke dalam markas maksa, dan mobil itu menabrak masuk ruangan Hanbei.
"I." Guo Jia melanjutkan perkataannya yang sempat terputus.
"YEY MOBIL BARU!" teriak Nene girang, lagi.
"YOK MINNA! KITA SUDAH BELI DAGING YAKINIKUNYA!" Oichi loncat keluar dari jendela mobil.
"Dan kita bertemu dengan klien di jalan." tambah Xingcai dengan datar.
"Kita sudah sampai." kata Nobunaga pada sang klien.
Hanbei monyong-monyongin bibir. "Klien kita hari ini Ina?" Hanbei melirik Cao Pi. "Padahal tukang selingkuhnya ada disini lho." celetuk Hanbei tanpa memperdulikan kicauan si punya nama.
"Kita ngobrol-ngobrol sambil makan yuk~" ajak Nene.
"Bentar, mending kakak parkir ambulannya dulu dibawah selagi nunggu yakinikunya siap."
Nobunaga memundurkan mobil ambulan sampe keluar gedung lewat lubang yang dibuat pas masuk tadi.
Takakage pasang muka pokerface. "Kita ga lagi idup di dunia WAHnya gumbal."
"Takakage, Nobunaga berbakat jadi bapaknya si gumbal." terus Hanbei nyengir.
"Elu gumbalnya."
"Elu si darwinnya."
"Udah-udah, kita duduk di ruang tamu." Xingcai menarik ketua dan asisten, dan mendudukan mereka berjauhan, sebenernya Xingcai duduk diantara mereka.
Mereka sekeluarga ples Ina tapi minus Nene dan Oichi ngeteh bareng di ruang tamu dengan damai, bau bau bumbu sudah mulai semeliwir dari dapur.
"Jadi nona Ina punya masalah apa?" tanya Hanbei ala-ala bos kelas atas tapi lebih terlihat seperti bocah sombong minta digaplok.
"Nganu sebenernya aku kesini untuk memberitahukan sesuatu tentang Mitsunari." Ina menyesap teh.
"Soal pelako-ITTA!"
Walaupun Xingcai duduk di tengah antara Takakage dan Hanbei, harisen milik Takakage tetap menjangkau kepala Hanbei. Hanbei merintih kesakitan, apa yang dikatakan olehnya selalu salah di telinga Takakage.
"Emang ada apa dengan Mitsunari nona Ina?" Takakage menggantikan Hanbei untuk bertanya.
"Mitsunari dikejar-kejar terus sama 4 orang, aku ingin kalian menemukan sang pelaku yang membuat mereka mengejar-ngejar Mitsunari." Ina melirik kearah Zhao Yun, penampilannya sekarang bikin Ina menarik alisnya ke atas. "Yun, lu pindah gender?"
"Hobi luknutnya Ina, jangan terlalu diperhatikan nanti mata sakit." saran Taigong Wang pada Ina, matanya masih merah.
Hanbei ngaduk-ngaduk teh di cangkirnya. "Nona Ina kami bukan detektif cinta, TAPI KAMI TERIMA!" Hanbei berdiri dengan bekgron api-api.
"Ahh kita berubah profesi jadi stalker." celetuk Xingcai.
Takakage tepok jidat.
Beberapa menit kemudian, datanglah Nene dan Oichi dengan membawa banyak piring penuh dengan daging yakiniku berbagai rasa tak lupa mereka membawa 3 bakul nasi -aking- untuk menemani makan siang hari ini. Selesai makan siang dua seksi pengintaian ples Zhao Yun langsung ngorok di sofa, tiga anggota cewe menghilang ke dapur untuk mencuci piring, Guo Jia nyari sinyal, Liu Shan adem ayem aja duduk di sofa melanjutkan acara minum tehnya yang sempat tertunda, Nobunaga? Dia balik ke ruang bawah tanah.
"Nona Ina tenang saja, kita akan berangkat besok, alamatnya dimana ya betewe?"
Ina mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku roknya. "Di jalan Osakahayangna maneh no. 70, kecamatan Osakancing coplok, kelurahan Osakambing, kota Osakahahaha."
Hanbei cuman kedap-kedip gaje, lalu dia tersenyum bak orgil. "Rumahnya deket hehehe..."
"Hanbei jangan bilang lu..."
"KITA KESANA PAKE SEPEDA!" teriak Hanbei dengan semangat masa muda.
Untuk kedua kalinya Takakage tepok jidat, dan teringat dengan sepeda yang waktu itu belum di balikin ke Luoyang, masalahnya mereka juga punya dua lagi sepeda hasil nyolong, jadi bisa di simpulkan mereka bakal kesana dengan sepeda.
"KEBERANGKATAN BESOK!" Hanbei meninju langit, terus Hanbei langsung ngabur masuk ke ruangannya.
Takakage lirik kanan terus lirik kiri, mencari kata-kata yang pas untuk Ina. "Nona, saya antarkan pulang ya, kalo sudah malam diluar akan berbahaya."
"Tapi saya bisa pulang sendiri."
"Nona Ina kita ada di TENGAH HUTAN, jadi Nona harus dikembalikan ke Ueda dengan selamat."
"Baiklah kalau anda memaksa."
Ina pun dipulangkan ke Ueda oleh Takakage, dan baru pulang keesokan harinya, pas Takakage baru aja pulang udah langsung ditarik lagi buat ke rumah klien padahal keadaan Takakage masih gembel, untung ada Oichi yang siap sedia dengan make up ketok magisnya.
Sepeda pertama ada Taigong Wang sebagai driver, Nene berdiri, Liu Shan duduk di keranjang, Yuanji duduk di jok belakang. Sepeda kedua ada Xingcai sebagai driver, Cao Pi berdiri, Nobunaga duduk di keranjang, dan Zhao Yun duduk di jok belakang. Sepeda terakhir ada Hanbei sebagai driver, Takakage duduk di keranjang, Guo Jia duduk jok belakang dan Oichi berdiri.
Beksong jitensha kembali bergema, 5 jam mereka keliling Osaka demi mencari rumah si klien, mereka mencari rumah si klien tanpa GPS hanya menggunakan peta kota Osaka yang belum diupdate.
"Hanbei sampe kapan gua harus menggoseh sepeda ini?" tanya Taigong Wang, energi doi udah kekuras banyak.
"Bentar lagi, tinggal belok kiri." Hanbei lepas tangan dari stang sepeda, doi sibuk baca peta.
"HANBEI BEGO! SEPEDANYA OLENG!" jerit Takakage panik, karena dia juga duduk maksa di dalem keranjang.
"Ga akan." kata Hanbei selow.
"HANBEI AWAS DIDEPAN!"
"Ha?" Hanbei menurunkan peta yang menghalangi pandangannya, di depan ada gerbang bak istana di depan.
Brukh, Takakage nyium tuh gerbang dengan mesra, Hanbei kepalanya bocor gegara nabrak Takakage, Oichi tidak kenapa-kenapa aka safe~ Guo Jia pinggangnya ketojos sama jok driver.
"Kayaknya sakit itu." kata Yuanji datar.
Tiba-tiba gerbang itu terbuka, Hanbei sama Takakage jatuh kedepan, keadaan mereka makin keritis, sementara pesonil tim detektif masuk kedalam tanpa memperdulikan ketua dan asistennya.
"MITSUNARI AYO KEPELUKANKU!"
"Mitsunari, kamu belum nyisirin rambutku."
"Mitsunari-sama."
"Mitsunari!"
Para personil detektif minus Hanbei sama Takakage -masih sekarat- melihat seorang laki-laki -mungkin- berambut panjang keoranyean, laki-laki itu dikejar-kejar oleh 4 orang.
Kayaknya ini korban kamera itu lagi ... masalahnya Hideyori ikutan nih... batin mereka kompak.
Hanbei berusaha untuk bangun. "AMANKAN MITSUNArr ... i." titahnya dengan sisa tenaga, Hanbei pingsan lagi.
Mereka mendengar titah itu bukan membawa Mitsunari ke tempat yang aman melainkan yang ngejarnya di smekdon satu-satu kecuali Hideyori -dia dibawa ke tempat yang jauh dari TKP sama Nene- sampai pingsan. Mitsunari berhenti berlari karena sudah tidak ada yang mengejarnya lagi, dari samping doi risih kaya ada yang ngeliatin, dengan PD tingkat dewa dia bertanya pada orang itu.
"Apa lu liat-liat?! NAKSIR?" tak lupa Mitsunari pasang tatapan merendahkan.
"Kaga, gua udah punya dia." si pemerhati narik Zhao Yun.
TANGAN TUH ANAK DI PINGGANG SEPUPU GUA DONG! AH SEMPAK NIH CERITA! TERUS SEPUPU GUA BLUSHING! SARAP! CUT! CUT! CUUUUUUT!
"Chiki-chikian yang bener jadi narator." kata tuh bocah ke gua.
"Jadi narator jangan kebawa emosi." Mitsunari ikut-ikuttan.
Hmph, Mitsunari malah menatap Zhao Yun yang masih blushing terus doi lewat begitu saja ... mungkin kembali ke kamarnya.
"GUA KURANG APA PANGERAN?! APA GUA KALAH CANTIK SAMA NI CEWE?!"
WOI BENANG ORANYENYA MANA! ULANG! GUA UDAH NARASI DENGAN BENAR MALAH NGACO! Oh baydewey disini Zhao Yun krosdres karena disuruh sama Oichi.
"Hmph." Mitsunari kibas rambut terus pergi dari hadapan Cao Pi.
"Masih bagusan juga rambut gua." Cao Pi kibas rambut, ekor kudanya ngegapplok Zhao Yun.
Terjadilah aksi saling gaplok pake ekor kuda. Takakage ternyata sudah siuman, dan langsung memerintah bawahannya untuk menginterogasi 3 orang yang tepar di tempat yang berbeda sementara dia nyeret Hanbei ke ruangan Mitsunari.
Detektif kok punya anggota Tukang Selingkuh
Liu Shan sama Guo Jia membawa Takatora ke pojokkan, selama menunggu Takatora sadar dari pingsan, Guo Jia sibuk nyari sinyal dengan hape sejuta umatnya, Liu Shan noel-noel muka Takatora dengan ranting pohon sakura.
5 menit kemudian Takatora terbangun, didepan dirinya udah jongkok Liu Shan sama Guo Jia.
"Kami mau bertanya tentang sesuatu boleh?" tanya Guo Jia.
"Hah?! Nanya apa?"
"Kenapa kamu ngejar-ngejar Mitsunari?"
"Eh? Itu karena..."
Gua lagi jalan-jalan di osaka terus ketemu sama laki-laki yang 11-12 sama Mitsuhide tapi dahinya lebih lebar, gue disuruh jadi model majalah dia, abis gua difoto sama tuh laki-laki, tiap liat Mitsunari gua ingin BANGET ngancurin dia err maksudnya suka sama dia.
Guo Jia sama Liu Shan yang ngedenger cerita aneh Takatora cuman ngangguk-ngangguk doang.
"Ahhhh..." Guo Jia mangap, doi lagi mikir. "Terus setelah dismekdon tadi sama Liu Shan, perasaan anda tetap sama?"
Takatora ngangguk, mukanya merah, tanganya ngucek-ngucek syal birunya. Kok saia jadi geli ya? Saya kan laki makanya geli ngebayangin hal seperti itu, bek tu topik.
Guo Jia nyikut Liu Shan. "Kalo mau smekdon jangan fokus dikepalanya, liat tuh jadi makin kacaukan anak orang."
Liu Shan cuman membalas dengan senyuman, senyuman itu bikin Guo Jia jaga jarak.
"JANGAN DEKATI AKU!" jerit Guo Jia ga jelas. "KYAAAAAA!"
Giliran Takatora yang aneh sama tingkah Guo Jia. "Temen lu kenapa tuh?.
"Ga tau, mungkin emang udah waktunya."
Oda bersaudara ngiket Yoshitsugu di pohon kelapa di halaman belakang. DOR! Nobunaga nembak ke atas, cara sarap untuk membangunkan orang pingsan ala Nobunaga. Dan anehnya cara itu ampuh, Yoshitsugu langsung membuka matanya.
"Oichi-sama?"
"Nak Yoshitsugu kamu harus menjawab semua pertanyaan dari saya." Oichi mengambil secarik kertas dari dalam bajunya, ada tulisan 'Ga Rumpi, Ga Rahasia' dibelakang kertas itu.
"Iya." Yoshitsugu iyain aja.
"Nyiram taneman atau nanem taneman?"
"Nyiram taneman."
"Mono Mōsu atau Bunsuirei?"
"Mono Mōsu."
Oichi ketawa 90-an. "Nagamasa atau Oichi?"
"Oichi-sama." sebenernya Yoshitsugu gatau mau jawab siapa tetapi selagi dia lagi ditodong sama pistol (aer) sama Kakaknya dia jawab Oichi.
"Terakhir, Sakichi atau Takatora?"
"Sakichi-sama."
"Selamat, ternyata tidak ada perubahan, kamu ga kena kamera luknut punya dia."
Oichi sama Nobunaga pergi dari TKP, berniat untuk laporan pada Hanbei, Yoshitsugu tetap dalam diikat di pohon kelapa. Fyi gaes Sakichi itu Mitsunari.
"Oichi-sama..."
Yuanji, Zhao Yun, Taigong Wang sama Cao Pi ngebawa Kiyomasa ke penjara bawah tanah, Kiyomasa diikat hojōjutsu itu loh kayak yang di pelem BDSM.
"Kiyomasa kenapa kamu ngejar-ngejar Mitsunari."
"Nganu, itu mbak Yuanji, Mitsunari belum bayar utang sama saya."
"Terus yang teriak paling nyeleneh tadi itu siapa?"
"S-s-saya..." Kiyomasa ngaku dengan wajah memerah.
"Waw." hanya kata itu yang keluar dari mulut seorang Grand Duke Wang nthor tercinta. "Jadi ?" sepatah kata keluar lagi dari mulutnya.
"Dia terkena efek kamera itu." kata Yuanji. "Kalo gitu kita laporan ke Hanbei."
Mereka pun meninggalkan Kiyomasa yang terikat di dalam penjara bawah tanah.
"Hideyoriku sayang." panggil Nene dengan lembut.
Mereka sekarang ada di kamar Hideyori.
"Apa?"
"Kamu kenapa ngejar Mitsunari, sayang~"
Hideyori mainin ekor kudanya sok imut, kelakuan itu membuat Nene mundur selangkah.
"Aku udah suka sama Mitsunari dari kecil! Terus terus terus, Mitsunari udah janji buat nyisirin rambut aku."
Nene tiba-tiba pingsan mendengar itu, sepertinya aku harus cepat menangkap si pelaku.
Disinilah Hanbei yang sekarat sudah diobati -masih dalam masa pemulihan-, dan Takakage duduk dengan sopan dihadapan Mitsunari.
"Kami mendengar dari Ina jika anda kesulitan mengenai 4 orang itu."
"Iya, jadi Ina beneran ke tengah hutan buat nyari kalian? hmph pasti karena Yukimura memintanya."
"Jadi bisa beritahu kami kronologi kejadian?"
"Seminggu yang lalu masih biasa saja, tapi sesudah mereka pulang dari wilayah Ieyasu berubah menjadi seperti itu, Hideyori-sama berubah aneh saat dia pulang sesudah bertemu dengan Ieyasu."
Takakage cuman manggut-manggut. "Lalu?"
Tap, Hanbei mecoba bangun menggunakan kedua tangannya, TAK! Sebelum dapat menegakkan tubuh dengan sempurna dirinya kembali di pukul sama harisen, Hanbei kembali tepar.
"Pasti Ieyasu yang membuat mereka seperti itu."
"Tunggu dulu Mitsun, mungkin saja itu bukan ulahIeyasu."
"Lalu kalau itu bukan ulah Ieyasu, apa?"
"Bisa saja itu hanya keisengan seseorang belaka, seneng ngeliat Mitsun menderita." Takakage nyengir, sebenernya itu masih alasan abstrak yang dibuat Takakage untuk menghindari aura suudzonnya Mitsunari pada Ieyasu.
Srek, pintu kamar Mitsunari terbuka, personil detektif tidak lebay dan 4L4Y datang sambil hormat.
"Pa Ketu! Kami tau siapa biang keroknya!" lapor Zhao Yun pada Takakage.
"Jadi kalian tau siapa?" tiba-tiba Hanbei bangun dari pingsannya.
"Pelakunya adalah..."
TBC
Kalo Mago SB sama Mago SW di pair-in apakah itu termasuk kategori self-cest? :vv
Otak aku makin lama makin kacau padahal belum belajar A2 :"v
Aku baru tau kalo Iemitsu itu nama cucunya yasu :vv cucok jadi nama OC anak IeyaMitsu SB huohuo
Kadang kalo bikin nama china susah ya misalnya pake marga Cao aja auto bingung :vv apalagi coba pake marga Ishida yang keluar diotak malah Ishida Inari, cewe :vv dengan rambut hitam panjang tapi kebawahannya ada warna merah keoranyean, punya sifat keras kepala dan ambisius dan BOOM! Jadi OC anaknya PiMitsun :vv
Wen Yang: maaf otaknya emang lagi gesrek hari ini -_-"
