Balesan Review
RosyMiranto18
Oichi: secara teknis aku belinya ga di china tapi belinya pas sudah kembali ke Osaka.
Nene: terakhir berburu malah dijual, berasa maen game RPG kali ah.
Takakage: kalo kapal mahal, hidup kami belum sejahtera.
Hanbei: Guo Jia gabisa baca peta, terus aku minta Takakage tapi dia nolak.
Kiyomasa: chuangki itu makanan yang biasa lewat depan rumah, dipanggul bukan pake gerobak.
Takatora: sengklek.
Hanbei: anda salah setengah, pelakunya bukan dari klan Tokugawa.
Guo Jia: aku tidak tau yang aku tau itu kamera nipon versi yang sudah dimodif sama Zhou Yu.
Nene: makannya normal kok, kepiting saus singapur, lobstres lada hitam dsb.
Mitsuhide: tidak, ini biar tidak dikenali sama orang saja, saya lagi magang jadi jasa antar surat.
Zhao Yun: aku berbicara tentang diriku juga kok.
Hanbei: disini Cao Cao jadi yang baek, mereka lagi tuker peran aja.
Detektif Hanbei File 3
Selamat Membaca
Hanbei bersama dengan 5 bawahannya kembali ke markas yang ada di tengah hutan, mengganti sepeda dengan mobil ambulan butut karena saat Hanbei memutuskan untuk menggunakan sepeda kesana dirinya malah di gebuk, dan disinilah perjalanan yang membuat Cao Pi yang sudah ga punya harga diri terhina karena Hanbei menggunakan lagu let it go mandarin version untuk memaksimalkan kekuatannya, usut punya usut badannya gerak sendiri kalo lagu itu didengar olehnya.
Dan disitulah rencana luknut ketua detektif berIQ-180 itu, Nobunaga menjadi driver, Cao Pi sama Zhao Yun duduk di samping Nobunaga. Bisa kalian tebak apa rencana Hanbeikan? Yaa dia menyuruh Zhao Yun untuk nyanyi let it go sampai mereka sampe di Chengdu, diiringi musik dangdut koplo dari belakang. Saya sendiri gabisa ngebayangin bagaimana anehnya lagu itu, yang lebih kasiannya lagi yang ngedenger nyanyian Zhao Yun karena ya cuman si penyanyi sama Cao Pi aja yang lain pake headphone mendengarkan lagu lain dengan volume max. Cara itu ampuh membuat mereka melewati lautan dengan selamat.
Sesampainya di Chengdu, hanya dabel Z yang tepar di ambulan, sementara keempat orang yang selamat merubah pakaian mereka menjadi pakaian penduduk setempat, memasukinya gampang tapi aura berubah menjadi menyeramkan saat menginjakkan kaki di dalam, insting milik Hanbei langsung mengatakan tempat ini sangat berbahaya.
"Penduduknya terlihat bahagia, sepertinya Ayah sudah mewujudkan cita-citanya." Liu Shan tersenyum, penduduk yang melihat ke Liu Shan membalas senyuman, senyuman itu seperti mereka tau kalau seorang anak pemimpin mereka datang.
Takakage sama Hanbei jaga jarak banget sama Liu Shan, senyuman penduduk membuat mereka takut karena senyuman itu ga jauh beda senyuman Liu Shan kalo lagi kesel, hanya Nobunaga yang bisa menyaingi aura menyeramkan itu.
"Aku mau pulang ... tempat ini terlalu menyeramkan untuk detektif imut sepertiku." gumam Hanbei, dia berdiri di belakang Takakage, kedua tangannya sampe mencengkram pakaian Takakage.
Takakage berusaha tegar untuk melawan aura kota yang seperti sedang mengintimidasinya. "Kita hanya perlu bertemu dengan Zhou Yu."
"Tuan Detektif ada apa gerangan mengunjungi Chengdu?"
Tubuh Hanbei langsung mengejang saat mendengar suara lembut yang sangat ia kenal, lembut namun mematikan bagaikan sengat kalajengking.
"Uggghh ... Takakage lindungi aku, ini mengerikan aku ingin pulang..."
"Jangan tarik bajuku, kalo lepas berabe entar."
Mereka membalikkan badan.
"Ayah." Liu Shan berjalan mendekat ke Ayahnya.
"Ayah dan anak reunian ... habislah tim detektifku ini ... huhuhu." kaki Hanbei gemetar. "Aku belum mau mati."
"Hanbei, jangan lebay gitu, lagipula kita kesini nyari Zhou Yu bukan ngeringkus Liu Bei."
"Jadi ini ketua organisasi kriminal yang paling mengerikan di China? Menarik." Nobunaga tersenyum.
"Menarik bagimu, bagiku tidak."
"Liu Shan, apakah kamu senang bermain dengan detektif itu?" tanya Liu Bei, tangan kirinya menepuk pundak Liu Shan sembari tersenyum.
"Bermain katanya? Jadi selama ini pekerjaanku hanya dianggap permainan?"
Srot ... srot...
"Hanbei, jangan membasahi dan mengotori bajuku dengan ingus laknatmu itu."
"Menyenangkan Yah, dan tenang saja mereka menjagaku dengan baik."
"Syukurlah kalau begitu."
"Menjaga katanya? Yang ada kita menjaga jarak darinya."
Srot ... srot...
"Hanbei pindah ke Nobunaga gih, punggungku udah basah."
Hanbei melangkahkan kakinya ke kanan selangkah.
"Ketua kalau berani nyusut ingus di baju saya, tidak akan saya maafkan."
"Hiii?!" Hanbei kembali ke balakang Takakage. "Mereka berdua menyeramkan."
Takakage menghela nafas panjang, "kita hanya ingin menanyakan soal Zhou Yu, mungkin Liu Shan akan mewakili kita."
"Ayah, kami kesini untuk bertanya tentang Zhou Yu, katanya dia ada disini."
"Zhou Yu baru saja pergi, mungkin dia belum jauh sekarang, kalian masih bisa mengejarnya."
"Makasih Ayah, Liu Shan pamit." Liu Shan membalikkan badan, dia tidak melihat Hanbei, dan Takakage yang dia lihat hanya Nobunaga yang masih berdiri tegak sembari menyilangkan kedua tangan.
"Setelah mereka mendengar jawaban Liu Bei mereka langsung pergi."
"Ayo kita menyusul mereka."
Nobunaga berjalan melewati Liu Bei seperti tanpa halangan, tep, pundaknya ditepuk oleh Liu Bei, badan membalikkan badannya mengahadap Liu Bei, auranya benar-benar semakin tajam dan mengintimidasi di lokasi syuting.
"Ayah jangan terlalu bersemangat."
Saya salut yang Liu Bei biasanya menye-menye bisa jadi seperti itu, daripada melihat mereka kita pindah yuk ke Hanbei sama Takakage. Mereka berlari ke ambulan, mereka udah keringet dingin terus langsung gedor-gedor jendela ambulan mencoba membangunkan duo Z yang masih terkapar.
"BANGUN BANGCAT!"
"Senpai kenapa panik gitu? Ayah tidak akan membunuh kita kok."
"GYAAAAAA!" yang teriak cuman Hanbei.
Takakage pasang muka pokerface, dia berdiri disamping kanan Hanbei, dia melihat bagaimana mereka bisa sampai tepat di samping kiri Hanbei, mengerikan ... mereka bukan manusia...
"Pintu belakang udah dibuka, ayo naik."
Mereka sudah siap mengejar Zhou Yu dengan mobil ambulan, hebatnya disini tuh sebelum kejadian gila dimulai dabel Z udah siuman, saat itu juga Nobunaga menginjak gas tapi mobilnya engga maju tapi mundur.
"GYAAAA!" dabel Z langsung teriak kaget.
"TERUS! LURUS TERUS! ZHOU YU MASIH BELUM KELIATAN!"
Hanbei yang udah balik ke mode sarap, girang, kata itu cukup mendeskirpsikan Hanbei saat ini.
"Liat Senpai, ada merah-merah diujung sana." tunjuk Liu Shan ke bagian kanan jalan.
"DIKIT LAGI NOBU!"
Ternyata benar si baju merah-merah itu adalah Zhou Yu, dia sedang menggoseh sepeda onthel, dan Hanbei menotis kamera nipon jadul milik Zhou Yu. BRAK! Pintu ambulan belakang ditendang sama Hanbei.
"Zhou Yu! BALIKIN KIYOTAKAHIDE KE SEMULA!"
"Cih pasti Mitsunari pake jasa kalian buat nyari gua, baiklah, tapi sebelum itu gua harus ke Luoyang dulu, aku harus ngebenerin Tante Nou."
"APA YANG LU PERBUAT PADA ISTRIKU BINTANG IKLAN SHAMPO?!"
Zhou Yu langsung mingkem, ternyata Nobunaga anggota tim detektif Hanbei.
"JAWAB!"
"MA-MAAP OM NOBU! TANTE NOU JADI SUKA SAMA SI JECE!"
"APHA?!" Nobunaga makin nginjek gas tambah dalem.
Zhou Yu mempercepat gosehan sepedanya, DOR! DOR! DOR! Nobunaga menembak dengan tangan kanan, Nobunaga ga nengok ke belakang tapi dia liat dari kaca spion, Ichi gua salut sama Kakak lu. Kejar-kejaran berlanjut tak lupa suara tembakan dari dalam mobil ambulan terus bergema. 2 hari berlalu, mereka sampai di Luoyang saat malam hari, Zhou Yu tepar tepat di depan gerbang.
"Waw, kita berhasil mengejar Zhou Yu sampe Luoyang." Hanbei jongkok di samping jasad maksudnya tubuh Zhou Yu yang kehabisan tenaga.
"Ambil kameranya dan kita kedalam."
Aura om Nobu saat malam hari membuatku flesbek ke Chengdu, batin Hanbei.
Hanbei mengambil kamera Zhou Yu tanpa bilang, lalu berjalan masuk bersama kelima personilnya ke Luoyang.
"Masuk, masuk, ke kota Luoyang, gelap, gelap sekaliiii ii, kiri kanan kulihat saja hanya lampu taman~"
Takakage langsung mukul kepala Hanbei, malem-malem malah berisik.
"Itu Tante Nou bukan sih? Pake kimono ungu."
"Liu Shan mata kamu tajem amat." kata Hanbei.
Liu Shan hanya tertawa kecil, lalu mundur kesamping selangkah. "Ayo kita samperin."
"Ara, anak kecil ngapain di luar malem-malem."
Setelah mendekati orang yang dimaksud, Hanbei bengong seketika, orang itu memang Tante Nou. Karena agak takut ngomong sama Tante Nou, Hanbei mengorbankan Takakage.
"Tante mau ga foto sama Om Nobunaga?" tanya Takakage.
"Boleh saja."
Hanbei menyalakan kamera itu, di layar kamera muncul sebuah menu.
"Sepertinya ini menu untuk mengubah kepribadian ... ini dia normal." Hanbei mengarahkan lensa kamera pada Nouhime.
Cklek
"Ahhh? Kenapa aku ada disini?" Nouhime menengok ke kiri. "Kazusanosuke-sama, maaf atas kelancangan hamba, hamba tidak bermaksud menghilang dari istana tanpa alasan."
Nobunaga hanya diam, tidak ada sepatah kata dia keluarkan untuk Nouhime.
Hanbei menggandeng tangan Liu Shan dan Takakage. "Ayo kita tinggalkan mereka berdua."
Hanbei dengan keempat personilnya duluan menuju mobil.
"Kalian mau duduk di depan lagi?" tanya Takakage pada duo Z.
"Sesudah inikan kita bakal kembali ke Osaka." jawab Cao Pi, mukanya woles.
"Kamu sudah kuat ngedenger Zhao Yun nyanyi let it go nightcore ver?" tanya Hanbei lagi, kali ini doi sambil nyengir lebar.
"Suí tā ba suí tā ba~ aw, nyikut biasa aja kali pangeran, sakit tauk."
"Kalo lu nyanyi tangan gua gerak sendiri, lu mau beku?"
Zhao Yun langsung geleng-geleng. Cao Pi mendengus kesal, lalu masuk ke dalam mobil diikuti Zhao Yun.
"Gua mau tidur di pundak lu boleh kagak? Gua mau ngumpulin tenaga buat nanti nyebrang lautan."
"Boleh, asal ga ngeces aja lu ke baju gua, gua juga mau tidur, dan jangan marah kalo gua ngecesin pala lu."
"Iye."
"Tapi kalo kita udah mau nyebrang lautan gua bangunin kalian."
"GYAAA!" jerit dabel Z karena kedatangan Nobunaga yang tiba-tiba di kursi supir.
"Saya tidak apa-apa ikut dengan kaliankan?"
"GYAAA!" kali ini yang teriak Takakage sama Hanbei karena kedatangan Nouhime yang tiba-tiba.
Yaaa selama perjalanan pulang lancar aja sih seperti mereka ke Chengdu, tapi kali ini headphone cuman nyisa satu, dan itu diberikan untuk Nouhime. Mereka langsung suudzhon kalau Cao Pi yang membuang 3 headphone yang dipake pas berangkat ke Chengdu.
"Nobunaga ... berapa lama lagi? Aku sudah ga kuat mendengar nyanyian ini..." dari mulut Hanbei udah keluar busa.
"5 jam lagi, kita masih menyebrangi lautan."
"Rasanya TBCku kambuh seketika, ohok ... ohok ... Kanbei maafkan diriku, aku pergi duluan..."
"Hanbei, jangan mati dulu, lu belum bayar utang ke gua..."
"Mental mereka berdua lemah."
5 jam kemudian sampai di Osaka sesuai prediksi Nobunaga, mereka akhirnya kembali ke tanah, dan Zhao Yun serak mendadak, Cao Pi mematung. Korban berjatuhan saat pulang dari Luoyang. Di Osaka, Liu Shanlah yang menggantikan Hanbei untuk mengembalikan TakaKiyoHide kembali ke semula dengan kamera Zhou Yu.
"Liu Shan, empat lagi mana?" tanya Yuanji.
"Mereka sakit." Liu Shan hanya bisa menjawab seperti itu, toh kalo ga salah Cao Pi, Takakage sama Hanbei tuh mati karena penyakit.
Ketiga korban pun di berdirikan di tengah halaman, diatur sedemikian rupa sampai seperti personil boyben.
"Jangan bergerak ya.."
Ckrek
"Aku masih di Osaka? Yoshitsugu kamu masih ada kesempatan untuk berpihak pada Ieyasu-sama."
"Masanori selama 2 chapter kebelakang ga keliatan, kemana dia?"
"Kenapa aku disini? Dan Ibu sudah pulang?"
Sepertinya tujuan Takatora ke Osaka itu negoisasi sama Yoshitsugu? ntah kenapa mereka seperti orang amnesia. Kasus ini berakhir dengan bahagia kecuali untuk 4 orang yang ditemukan sekarat di dalam mobil ambulan.
"NOBUNAGA AYO KITA KE RUMAH SAKIT!" teriak Nene dengan riang.
WIWUWIWUWIWU
"Baydewey, yang bayar siapa?" tanya Oichi.
"OHOK!" tiba-tiba Hanbei batuk, darah ngucur keluar dalam mulutnya, dia baru inget kalau Ina ga bilang siapa yang akan membayar.
"Kita kirim aja bon rumah sakit ke Ueda." saran Xingcai.
"Boleh-boleh, kita teror Ueda dengan bon rumah sakit." Yuanji ngangguk-ngangguk.
File 3 End
Baru tau kalau Jia Xu satu seiyuu sama Mori :vv jadi penasaran pas recording buat WO3 yang pas mereka berdua saling berkerja sama gimana dan aku baru hideo ishikawa itu seiyuunya Itachi :vv
Terus terus terus :vv ngoprek nico nico dapet UtauMusou dan itu ngukuk, bisaan ihhh atau BASARAloid :vv takjub
Kanetsugu: watashi wa kawaii ika yo MELT (nyanyi)
Yukimura: akhirnya ustadz ngaku juga kalau ustadz cumi-cumi
Mitsunari: nyanyi lagu Meltnya Miku ver Kanetsugu
