Balesan Review

RosyMiranto18

Xun Yu: karena teman sekamar di ubah lagi.

Hades: gua males manggil Kakak atau yang lainnya, jadi gua panggil om aja.

Xun Yu: itu sacred treasure yang diberikan padaku oleh Koei.

Da Ji: aku yang bilang.

Zhu Ran: apapun itu, terserah anda yang penting alasannya tidak jelas hehehe :v

Odin: dia pindah fandom ke Kamen Rider dalam sekejap.

Tsukampret aka Dyatailmi

SERAH NYING :v

MAAP INI GAIA VERSI KOEI BUKAN TOEI

Karena hitam dan kulitnya hamper kayak pantat panic.

IYE IYE!

VASOD!

Jerkwisweeb

Anda nunggu ini up ya? Ehehehe maap soalnya pas aku main DW9 dkk dst ga dapet ide sama sekali buat di up jadi paling nunggu Author main WO4U okey? :v

2 2 nya cakep biar adil :v

Cao Pi: oh iya dong, gua gitu loh.

Tapi dia enak karena tipe wide range :v

Dewa dengan jiwa yang santuy kali yak :v

TAPI GAIA EMANG LUCU BANGET :(

Doakan Author bisa balik lagi ye :v soalnya sekarang saia susah sekali untuk mendapat ide untuk fandom ini terus jenuh juga lama-lama maapin :( jadi Author pindah sementara waktu sampai bisa dapet ide lagi. TERIMA KASIH SUDAH SUKA DENGAN CERITA LAKNAT INI.

Selamat Membaca

"Eh eh eh." Guo Jia nyikut tangan Xingcai terus Xingcai yang lagi baca buku, bukunya loncat dari tangan Xingcai, Xingcai langsung menatap tajam Guo Jia. "Ma-maap Cai, gua ga sengaja nyikut kelepasan hehehe."

"Tu de poin aja mau lu apa?"

"Ketua kita ultah hari ini."

"Ya terus kenapa? Mau siapapun yang ultah DISINI. Ga akan ada yang namanya makan-mana atau libur."

Guo Jia langsung manyun, dia berharap lebih karena ketua mereka yang ulang tahun bukan salah satu anggota detektif. Tapi ya hari ini memang biasa saja, nganggur, ga ada kasus sama sekali akhir-akhir ini, sarapan cuman air putih makan siang sama malem nasi aking. Guo Jia ingin perbaikan gizi tapi apa daya, Ina belum transfer bayaran kasus sebulan yang lalu.

"Seenggaknya kita masih bisa minum teh anget." kata Yuanji datar.

Pintu tiba-tiba terbuka dengan keras.

"TAKAKAGE!" teriak Hanbei sambil meluk kaki Takakage.

"TOKUJUMARUUUU!" teriak Hanbei yang masih tetap memluk kiri Takakage.

"Hanbei lepaskan kaki kiriku."

"GAAAA! POKOKNYA GUA MAU MAKAN-MAKAN!"

"TAPI KITA LAGI KRISIS!"

"HARI INI GUA ULTAH!"

Semua yang ada di ruang tamu langsung ngeliat ke sumber suara, lalu kembali ke kegiatan masing-masing.

"ZHAO YUN! PERLIHATKAN PAHA YAGENMU!" jerit Nene yang sedang ada di pojok kanan ruangan bersama Zhao Yun.

"Gua baru tau kalo Zhao Yun ternyata Yagen." celetuk Taigong Wang, kedua matanya hitam pekat hampir seperti Gaara.

"Darimana aja?"

"Dari lab, nyari lowongan kerja yang baru, tapi ga ada yang mau nerima gua."

"Mending lu mancing sana, biar kita bisa perbaikan gizi." kata Guo Jia seenak jidat.

"Emoh ah, danaunya berbahaya disini, ntar kalo gua nyemplung gua punya kembaran kayak si Jiang Wei."

"Kak Taigong Wang mau dibuatkan teh hangat?" tawar Liu Shan.

"Boleh deh Shan, makasih ya Shan."

"Terus kita makan nasi aking lagi nih...?"

"Ga, kita makan es batu buatan Cao Pi." balas Xingcai datar.

.

.

.

.

.

.

.

.

"ANJIRRRRR! OGAHHHH!"

"Berisik bangsat." kata Xingcai.

"Kita masih punya kornet expire." kata Yuanji sesekali dia minum teh hangat.

"Mau nasi aking atau nasi kornet expire?~" tanya Oichi yang baru saja kembali dari dapur dengan nada riang.

.

.

.

.

Kembali hening...

"Cao Pi mana Wang?" tanya Guo Jia random, Yuanji sama Taigong Wang langsung melihat kearahnya.

"Lu nanya siapa Jia?"

"Elu, Ta-kun ... TAI-kou Bo."

"Dia sama kaya gua lagi nyari lowongan kerja tapi inginnya yang elit jadi lama tuh bersemedi di dalam sana."

"TAKAKAGE! PLISHHH! GUA MAKIN KURUS KALO KAGA PERBAIKAN GIZI!" teriak Hanbei lagi.

"EMANG LU DOANG KETUA MESOM?!" Zhao Yun nyaut ples ngeggas.

"Kita ke kuil yuk gaes." saran Cao Pi yang baru aja balik dari lab komputer, kalau dilihat dari atas sampai bawah dia mirip banget sama tanaman anggur yang udah layu.

.

.

.

.

"Tumben saran lu waras Pi." celetuk Taigong Wang.

Terus mereka berdua malah berantem.

"Emang ada dewa yang mau ngasih kita duit?" tanya Xingcai heran, tim detektifnya aja bejad, gimana doanya mau dikabulin sama dewa?

"OH! KITA MERES ODIN YUK GAES!"

"Apa untungnya meres penyihir picek itu? Mending kita ngamen nemenin Motochika."

"Kita BERDOA DI KUIL AJA UDAH! ITU UDAH YANG PALING WARAS! Hah hah..." Xingcai sampai berdiri saat mengatakan itu, kayaknya sih lagi PMS makanya gampang naik darah.

Ruangan langsung hening termasuk Hanbei yang sedari tadi merayu-rayu Takakage untuk mengeluarkan uang untuk makan mewah karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, lalu keheningan itu dipecah oleh Yuanji.

"Gua mau ketemuan sama Zhao, jadi gua ga ikut ke kuil." sehabis itu Yuanji bangkit dari sofa lalu pergi begitu saja, dari nada bicaranya di kondisinya sama dengan Xingcai.

Hanbei melepaskan pelukannya dari kaki Takakage. "TELAH DI PUTUSKAN KITA AKAN KE KUIL TERDEKAT!"

"Pake?"

BRUSSHHH!

Mobil apanjreng yang mereka pakai saat kasus pertama, mobil itu masuk menembus tembok gedung, seperti biasa sopirnya adalah Nobunaga.

Takakage yang melihat kejadian itu hanya memutar kedua matanya malas. "Tolonglah, ini bukan dunia ajaibnya kucing biru itu."

Mereka pun pergi ke kuil terdekat tanpa Yuanji, diperjalanan sangatlah asik untuk seorang Hanbei, Oichi, Guo Jia dan Liu Shan. Untuk yang lain perjalanan sangatlah membosankan, sudahlah Guo Jia suka iseng nyanyi yang bikin Cao Pi kumat seketika dan meninggalkan jejak es di jalanan, padahal masih musim gugur. Mereka ke kuil yang bernama Fushimi Inari.

Tap! Tap!

"GUA INGIN ADA HUJAN UANG DARI PESAWAT TERBANG MILIK SULTAN!" -Hanbei

"Aku ingin punya ketua yang lebih waras dari yang sekarang." -Takakage

"Semoga hari ini ada orang yang baik mentraktir kita makan di restoran mewah." -Zhao Yun

"Semoga photobook Zhao Yun buatanku laku keras." -Nene

"Semoga tim detektif ini selalu damai." -Liu Shan

"GUA MAU COCAN BARU SAMA PERBAIKAN GIZI." -Guo Jia

"Kolam dekat gedung tidak berbahaya kan Kami-sama?" -Taigong Wang

"Berikan aku seperangkat komputer yang biasa dimiliki anak jetset di dunia ini." -Cao Pi

"Semoga kita bisa terus bersama dan tidak terpecah belah." -Oichi

"KABULIN DOA GUA, GUA MAU JADI KETUA TIM DETEKTIF INI." -Nobunaga

"AAMIIN!"

Sedetik kemudian dari langit muncullah seseorang berambut hitam pekat panjang berbaju seperti di era Heian disamping kirinya ada seekor rubah oranye. Wajahnya tidak terlihat ditutup oleh cadar warna putih.

"Aku akan menjawab doa kalian wahai manusia-manusia laknat."

"Yoshitsugu?"

"Yoshitsugu gapernah ngomong kasar kaya gitu." komen Oichi.

"Maaf Oichi-sama yang ngomong tadi Mitsunari-sama."

"Sejak kapan kamu pindah profesi?"

"Sejak tadi pagi."

"YOSHITSUGU! BENER KAMU BAKAL MENGABULKAN DOA KAMI?!"

"Ya, pergilah kalian ke restoran mewah all you can eat di Osaka, kalian bisa makan gratis disana."

"BENARKAH?!"

Yoshitsugu mengangguk. "Tapi-"

Sebelum Yoshitsugu menyeselesaikan perkataanya mereka sudah lenyap dari hadapannya, meninggalkan Yoshitsugu yang biasa saja namun sedikit khawatir dengan Oichi. Sesampainya mereka disana, mereka langsung bengong,nama restorannya aneh, keliatannya emang mewah banget, gedung bertingkat, tapi mereka merasakan hawa yang aneh oleh pelanggan yang mau masuk restoran sana.

"Ini rekomendasi untuk Om Cao Cao." komen Guo Jia.

"Restoran Amazon..." Hanbei membaca plang nama restoran itu.

"Kita masuk restoran ini sama aja dengan bunuh diri."

"Kita x-over lagi nih? mentang-mentang Omnya Guo Jia itu mantan KR Alpha?"

"Jangan salah, kita juga punya personil mantan buah-buahhan." celetuk Hanbei dengan nada bangga sambil nepuk-nepuk punggung Cao Pi.

"Perasaan gua gaenak." gumam Takakage.

Poof

Di depan mereka muncul seekor rubah oranye yang tadi bersama dengan Yoshitsugu. "Kalian bisa makan gratis di restoran sebelah tapi kamu harus berhasil meringkus semua mahluk di dalam sana."

.

.

.

"Kami masih ingin hidup."

"Hadiah ULTAH GUA ADALAH MERINGKUS PARA AMAZON YANG KELAPARAN DI DALAM SANA?!" jerit Hanbei tak percaya.

"Kalau kalian mau memperbaiki gizi mengapa tidak?" lalu rubah itu menghilang dari hadapan mereka.

"CAO PI HENSHIN!"

"KOK GUA?! JANGAN X-OVER WOI!"

"GAMAU TAU LU HENSHIN JADI KR KUROKAGE!"

"KAGA."

"GUA NYANYI LAGU PROJEN LAGI ATAU LU HENSHIN?"

"KAGA dua-duanya."

"Mending kita ikut makan aja yuk, gua laper~ GUA GAMAU MAKAN NASI AKING!" jerit Zhao Yun frustasi.

"Kalo kita masuk kita bakal dikasih daging manusia, gua masih WARAS." kata Taigong Wang dan Takakage bersamaan.

Terus ada Sun Ce lewat.

"Ce, Ce ,Ce."

"Apa Pi?"

"Lu henshin jadi Verde, gua jadi Kurokage."

"Ga makasih, lapak gua masih di DW dan 100% WARAS."

"Ce, napa lu ada di Osaka?"

"Lagi berlibur sama keluarga besar."

"POKOKNYA GUA MAU MAKAN!" Hanbei kumat lagi.

"BERISIK!" dari dalam restoran itu keluar seorang koki dengan pisau penuh darah di ditangannya.

Mereka langsung meminta maaf, tapi bukannya dimaafkan oleh koki itu, dia malah memanggil orang-orang yang ada di dalam dan mengatakan "banyak makanan di luar sini."

"KABURRRRR!"

"HADIAH ULTAH GUA KOK DI KEJAR-KEJAR SAMA MONSTER PEMAKAN MANUSYA SIHH?!"

DOR! DOR!

Hanya Nobunaga seoranglah yang tidak takut dengan sekumpulan monster itu, layaknya Genji yang akan bertarung dengan orang 1 kota.

"POKOKNYA KITA BALIK DAN MAKAN KORNET EXPIRED AJAHHH! HIIIII~!" Guo Jia mewek, jantungnya semakin berdetak dengan kencang saat tangan monster itu hampir meraih bajunya.

"Hari ini kita mendapat klien yang sangat banyak ya, senpai." Liu Shan masih sempet ngomong dengan santai.

"CIKAR KANAN GAISSSSS!"

"Gua ga akan ngasih saran untuk berdoa ke kuil lagi, GA AKAN."

END

Author inget ultah Hanbei jadilah Author up lagi nih cerita luknut hewhewhew :v maap kalo x-over ya gaes :v tangan ini gatal untuk tidak menyebarkan info yang didapat selama berkelana di fandom Kamen Rider :v

Dan … HABEDE HANBEIII! JANGAN MALESAN MULU YAK WALOPUN MALES ITU CIRI MANUSYA JENIUS! GUA TAU LU JUGA UDAH DED TAPI GUA MAU BIKIN BIRTHDAY FIC INI UNTUKMU!~