Note:
Kalo di versi aslinya ini ada unsur fantasinya tapi yang aku remake ini ga aku masukin unsur fantasinya tapi tetep modern AU
Selamat Membaca?
Nama Driver:Kaihime yang Cantik Jelita
Umur:20 tahun
Jabatan di dunia ini: Mahasiswa dan driver ojek online
Pacar:JOMBLO ABADI (katanya lagi ngegebet inisial ZD)
Tujuan jadi driver di WO-jek:Disuruh sama Fuuma biar ga ngerusuh
Universitas:Universitas Ku Tikung Kamu 70
Pulang dari warteg abang Yoshitsugu, sebuah notif muncul di hapenya, Kai mendapat penumpang, melesatlah Kaihime ke rumah sang penumpang.
"WO-JEK!"
Kai berhenti di depan rumah bak mansion, pager rumah itu menjulang tinggi kek gerbang masuk kebun binatang, Kai penasaran sama penumpangnya, siapa tau penumpangnya kek artis-artis jepang atau cina Kai udah senyum-senyum sendiri.
"Kai ayo jalan."
"Hah?" Kai menengok ke belakang. "ANJRIT FUM ELU NYURUH GUA NGOJEK TERNYATA KARENA INI?!" Kai kaget bukan main, di jok belakangnya tiba-tiba berdiri seekor ninja kesayangan Ujiyasu.
"Jangan banyak bacot jalan."
"PLISS DEH FUM ... elu duduk bisa kaya MANUSIA gak?" tanya Kai pada Fuuma yang bediri di jok motor bagian belakang dengan penuh penekanan di bagian 'manusia'. "Kalo gua dicegat sama Jiang Wei yang lagi part-time atau Pak Zhang Liao di jalan gimana?"
"Cari jalan yang jarang ada polisinya."
Kai memasang ekspresi bete, ingin sekali dia mengacungkan jari tengah ke babunya itu, susah punya penumpang berkedok ninja, duduk layaknya manusia biasa aja susah.
"Mending berangkat sendiri deh kalo mau kaya gitu."
"Ga, gua udah mesen WO-jek, ini juga disuruh sama Pak Ujiyasu."
"Kalo LU mau gua anterin. LU harus duduk kaya MANUSIA GAK PAKE PE-RO-TES."
Akhirnya karena sangdrivermemaksa Fuuma untuk menjadi normal, akhirnya dia duduk layaknya manusia normal ga kaya penghuni sirkus. Sebenernya Fuuma ga minta dianterin jauh-jauh cuman warung depan rumah yang berjarak 1 mil dari rumah. Kai kalo bawa motor selalu kaya pembalap, saat tikungan tajam pun Kai macem Valentino Rosa, motor yamadong mia butut miliknya selalu bisa diajak kerja sama di rute jalan manapun, karena bawanya macem pembalap Kai sudah beberapa kali kena tilang sama Zhang Liao dan sempat kena gantung bak jemuran di pohon toge oleh si anak part-time.
Tinggal beberapa meter lagi nyampe di warung Mbak Zhurong.
"Minggir-minggir, gua mau lewat."
Kai tancap gas, berharap dia bisa melewati perempatan sebelum Kenshin yang sedang mengayuh sepeda berada di tengah, tetapi sayang seribu sayang harapan Kai pupus, Kenshin sudah berada di tengah, meskipun begitu Kai tidak ngerem motornya.
"AYO MOTOR BUTUTKU! LONCAAAAAT"
Kai mengajak motor bututnyajumpingala profesional, untungnya karena Kai sudah berpengalaman, dia berhasil melewati Kenshin.
"Kai ... elu sarap."
"Gue tau gue sarap Fum, jadi diem aja lu."
"ITU ADA PAK ZHANG LIAO!"
"Wadoh."
Bukannya mencoba untuk berhenti, Kai makin tancap gas, setelah sampai di warung yang tujuannya, Kai langsung menekan rem dengan kuat sampai Fuuma berasa hampir loncat dari motor aliasnya bagian belakang motor rada terangkat ke atas.
"KITA SUDAH SAMPAI! YEY~."
Fuuma turun dari motor, terus bayar ongkos ke Kai, kakinya gemeter hebat, sebuah trauma pun muncul di dalam diri seorang Fuuma Kotaro, dibonceng oleh Kai sangat amat mengerikan. Kalau aja dari awal dia tidak duduk normal, pasti rasa trauma itu tidak akan ada, jantung masih berdegup kencang bak abis ketemu kuntilbapak, dan keringat ngucur deras dari dahi.
"FUM LU JANGAN TRAUMA YAK! GUA MAU KABUR DULU DARI PAK ZHANG LIAO BABAY~!"
NGENGGGG!
"Mbak, mau beli obat penghilang trauma satu."
"Eh? Nak Fuuma duduk dulu di dalem aja yuk, kakinya masih gemeter tuh."
"Gausah mbak, kalo ga ada obatnya yang itu beli obat panakol aja, terus saya harus cepet-cepet pulang."
Brukh, Fuuma tepar.
Tak lama Jiang Wei datang ke warung Mbak Zhurong mau beli air minum. Jiang Wei kaget melihat Fuuma terkapar tak sadarkan diri.
"Mbak Zhurong Fuuma kenapa?"
Mbak Zhurong tertawa renyah. "Trauma Boyue tadi ada kejadian yang sungguh waow sekali."
"O-oh ..."
"Tolong gendong Nak Fuuma ke dalem Boyue." Zhurong hanya bisa menarik nafas dalam lalu mengeluarkannnya sekaligus. "Terima Kasih Boyue, silahkan lanjut bertugas."
Jiang Wei hormat ke Zhurong terus ngilang ke luar warung sambil membawa sebotol air mineral.
Sekian dari cerita aneh ini, saya Musashi pamit undur diri dari negeri ini.
