DISCLAIMER
Haikyuu! is belongs to Haruichi Furudate
THE RISE : Karasuno Female Volley Ball Club
©Longlive Author
"Nice game,Suga-san!"
Hinata masuk ke dalam lapangan dengan berseri-seri setelah Suga selesai menjadipinch server.Yuri yang melihat itu berbalik pada Akira dengan heboh.
"Aku tidak mengerti, kenapa Hinata-san sama sekali tidak terlihat lelah, selama karirice-skatingku, aku tidak pernah melihat orang seperti itu. Apa dia semacam monster?" Tanya Yuri menggeram.
'Oh sial, Yuri sudah marah-marah, dia sudah mulai lelah.'Pikir Akira.
"Yuri tenang, tarik napas oke? Mereka monster, kau benar, mereka monster, aku akan membelikan mu es loli setelah ini oke?" Akira berusaha menenangkan Yuri.
Akira menoleh pada Mao, ia juga sudah mencapai batasnya. Wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus, belum lagi mereka sudah latihan sejak pagi, para kelas tiga pun sudah kelelahan.
[TIM PUTRI KARASUNO 16-19 TIM PUTRA KARASUNO]
PRIIT!
Hinata melakukan servis, diterima oleh Mao, Mao kembalikan ke Akira, Akira melompat untuk memberikan umpan pada Misaki. Misaki tidak lagi berteriak ketika menerima bola. Tenaganya sudah habis, dan ia tahuspike rocketsuper kerasnya tidak lagi mempan pada tim putra Karasuno.
BAM!
Misaki menembakkanspikenya tepat di tengah menghindari, blok dari Asahi dan Kageyama. Bola di terima oleh Nishinoya, Nishinoya memberikannya pada Kageyama. Hinata mulai berlari.
"Tunggu sampai lompat!" bisik Akira pada Yuri yang ada di barisan depan.
Benar saja, Hinata berlari dan seolah akan melompat, namun setelah melihat Akira dan Yuri di depannya, ia berlari memutarisetterdan melompat di kanan.
"Sial!"
Tidak terkejar olehblocker, serangan cepat Hinata benar-benar cepat.
BAM!
Rinkou menerima spike Hinata di tengah.
"Oh Receive! Rinkou-san!" Teriak Mao.
Formasi tim putri kacau balau, namun mereka masih bisa menyelamatkan bola. Mereka ingin permainan cepat berakhir kalau atau pun menang. Itu terlihat, karena mereka secara signifikan meningkatkan tenaga mereka hingga 120%.
'Aku dapat, aku dapat!'Akira berlari mengejar bola tinggi yang di lemparkan Rinkou, Akira melompat berada tak jauh dari net, namun Akira terkejut ketika ia mendapati Yuri juga sudah melompat, berbarengan dan sejajar dengannya. Yuri tidak menunggu Akira selesai melompat dan mengumpankan bola.
'Huh? Apa Yuri mau melakukan serangan cepat?'Akira tahu ia tidak ada waktu berpikir tapi tetap saja. Maka ia mengumpan bolanya dengan cepat dari jarak yang pendek.
BAM! BAM!
"YESS!" Rinkou berteriak.
Yuri dan Akira mendarat. Sangsettermendekati Yuri.
"Bagaimana kau melakukan itu?" Tanya Akira.
"Melakukan apa?" Yuri balik bertanya.Apa?!Pikir Akira, Yuri tidak tahu jika dia baru saja melakukan serangan cepat.
"Apa ada sesuatu yang salah? Bukannya Hinata selalu melakukan itu?" Yuri tidak mengerti.
Akira mengerutkan dahinya. Apa mungkin Yuri berusaha meniru Hinata yang memakai minus tempo? Karena Yuri baru di voli, jadi dia belum mengerti apa yang baru saja ia lakukan secara teori.
"Oke, tentu saja, lakukan itu sesering mungkin oke." Itu tidak penting sekarang, Akira akan menjelaskan nya nanti. Akira kembali mempertaruhkan skor mereka pada Yuri.
Miyama-san dan Yamada yang berada di pinggir lapangan juga ikut terkesima melihat serangan cepat barusan.
"Coach, apa Yuri baru saja melakukan serangan cepat?" Tanya Yamada yang baru saja membalik papan skor.
"Kau benar Yamada-kun, tapi dia belum mempelajari itu,"CoachMiyama kembali mengingat apa saja yang baru Yuri lakukan, "mungkin lebih tepat di bilang Yuri meniru serangan cepat Hinata. Dia sudah sering melihat Hinata melakukan serangan cepat, dan di dalam pertandingan ini dia bisa melihat bagaimana Hinata melakukan serangan cepat dari dekat. Jadi ia mencobanya. Ini hal bagus karena Akira sempat untuk mengumpan padanya. Jika Akira bergerak lebih lambat, Yuri hanya akan melompat dengan cepat tanpa mendapatkan bola." Jelas Miyama-san.
Permainan kembali di mulai. Sejujurnya, tadinya Akira juga sudah lelah, tapi ketika ia melihat Yuri melakukan serangan cepat, ia jadi ingin melakukan sebuah eksperimen. Maka dalam beberapa serangan kedepan, ia memberikan bolanya pada Yuri yang sudah ia arahkan untuk melakukan serangan cepat lagi. Menguji ke akuratan serangan cepat Yuri dan juga ketepatannya dalam memberikan umpan pada serangan cepat.
"Akira!" Mao memberikan bola tinggi pada Akira. Memberikan sangsetteruntuk mengambil ancang-ancang untuk melompat dengan tinggi, dan lagi Yuri ikut melompat di waktu hampir berbarengan dengan Akira, mencoba lagi serangan cepat.
'Ayo kau bisa, Akira, tenang, cepat dan tepat.' Akira meyakinkan dirinya.
BAM!
BAM!
"YEAAHHHH!" Akira berteriak lebih kencang dari siapapun.
Serangan cepat Yuri bukan kebetulan, persetan dia tidak mengerti dengan teorinya. Yuri bisa meniru serangan cepat Hinata hanya dengan memperhatikannya. Akira berlari berhambur memeluk Yuri menggosok keningnya dengan brutal dan mencium ubun-ubun Yuri.
"Yuri, dasar kau monster menjijikan! Kenapa kau bisa melakukan itu dasaaar kau sialaaann." Akira masih mengacak-ngacak rambut Yuri.
"Akira, berhenti, dasar kau aneh, ada apa sih?" Yuri masih belum sadar jika serangan cepat Hinata itu sesungguhnya sulit untuk di kuasai. Namun bagi Akira sebagaisetteryang berkesempatan untuk mengumpan serangan cepat dan berhasil merupakan kesenangan sendiri baginya.
"Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi aku juga tidak mau kalah." Ujar Misaki pada Rinkou-san. Sedangkan Mao di belakang sana tersenyum, mengetahui persis apa yang sedang terjadi saat ini. Akira dan Yuri telah menemukan tempo serangan cepat mereka.
Sementara itu di seberang lapangan sana, duo aneh tim putra Karasuno tertegun setelah melakukan melihat serangan cepat dari Akira dan Yuri.
"Mereka meniru serangan cepat." Gumam Hinata. Dalam satu tahu kebelakang selama Hinata bergabung dengan Karasuno. Serangan cepat dari Miya bersaudara adalah satu-satunya serangan cepat yang paling mendekati dan satu tipe dengannya.
"Kebetulan..hanya kebetulan." Kegeyama berusaha menyangkal apa yang baru saja ia lihat. Keningnya berkerut kesal. Tapi bagaimanapun, Akira dan Yuri berhasil mencetak dua skor dengan serangan cepat mereka. Hinata menatap mereka berdua dengan mata yang lebar. Berbeda dengan Miya bersaudara yang sudah terbiasa melakukan serangan cepat, Yuri dan Akira baru menyadari serangan cepat mereka. Seperti dulu Kageyama dan juga Hinata ketika pertama kali dipasangkan.
"Oi!" Kageyama memanggil Hinata berusaha menyadarkannya.
"Mereka—bagus.." gumam Hinata lagi. Hinata yakin jika mereka mengasahnya setelah ini, serangan Yuri dan Akira bisa lebih mematikan lagi. Wajahnya berbinar, belum lama ia menjadi seorang kakak kelas, tapi menyaksikan serangan Yuri dan Akira seperti menyaksikan bayi gagak yang berhasil terbang pertama kali. Terkejut, bersemangat, dan bangga.
...
"Misaki kemari!" Ujar Mao, Misaki mendekatinya sebelum peluit berbunyi.
"Jika kau di blok, jangan dulu melompat, tunggu dulu satu atau dua detik." Ujar Mao. Misaki mengangguk. Mao memperhatikannya sejak tadi di belakang.SpikeMisaki tidak berguna melawan dinding tinggi tim putra. Mereka selalu bisa mendahuluispikeMisaki. Namun Mao tidak akan membiarkannya lagi. Untuk melawanblockertim putra, Misaki harus melambatkan timing melompatnya.
PRIIT!
Permainan di mulai. Rinko-san memberikan servis. Di terima oleh Nishinoya, ia memberikannya pada Kageyama, dan Kageyama memberikannya pada Asahi.
BAM!
Spike dari Asahi diterima dengan baik oleh Mao. Libero tim putri itu sepertinya sudah mulai terbiasa dengan pukulan-pukulan keras dari tim putra.
"Akira!"
Akira menerima dari Mao, dan memberikannya pada Misaki.
'Tunggu dulu dua detik, tunggu...tungguu...' Misaki merapalkan itu di kepalanya seperti sebuah mantra. Misaki berlari mengambil ancang-ancang dan membuat posisi seakan mau melompat.
Satu...
Dua...
Lompat!
BAM!
Bola masuk, melewatiblocker, menabrak jari-jari Kageyama dan tergelincir ke luar lapangan putra.
"YUHUU!" Teriak Misaki, kemudian ia berhenti, tidak mengerti apa yang terjadi. Ia tidak mengerti dengan konseptiming,namun ia hanya menuruti kata-kata Mao. Ia pikir ia akan di blok, tapiblockersudah turun ketika Misaki baru melompat. SiKarasuno rocket itu menoleh pada Mao, di balas dengan acungan jempol oleh sang Libero.
"Arrghhh sial, kenapa mereka malah semakin bagus saat pertandingan akan berakhir.." Komentar Tanaka.
...
[Author's Note]
Big thanks buat semuanya yang sudah mau baca hingga chapter ini. Aku tahu menarasikan game volley dalam bentuk tulisan engga akan seseru nonton anime atau baca manganya, karena kita full mengimajinasikan permainan. So I really appreciate it yang sudah mau membaca arc training camp yang sebenernya lebih banya chapter berisi game daripada light event.
Mungkin untuk chapter berisi game sisa satu lagi, dan dua lagi chapter training camp, so semoga teman-teman masih setia menunggu.
Kinda sad lately, karena hp ku rusak, jadi lagi agak repot pindahin data ke ponsel baru. But I feel excited karena Paris Olympic 2024 is BEGIN! Gonna share some info in the next intermezzo chapter :)
