DISCLAIMER

Haikyuu! is belongs to Haruichi Furudate

THE RISE : Karasuno Female Volley Ball Club

©Longlive Author

Mao tersenyum melihat teman-temannya tertawa. Memberikan Misaki sebuah tips dan berhasil melakukannya merupakan kepuasan sendiri bagi Mao. Ia seorang libero, ia bisa melihat semuanya dari bagian belakang. Punggung teman-temannya yang terus menerus melakukan serangan tanpa henti, dan bagaimana lawan melakukan serangan, Mao bisa melihatnya dalam sudut pandang yang lebih luas.

Dulu ketika SMP dia pernah sangat frustasi karena dia bertubuh pendek dan tidak bisa melompat setinggi teman-temannya yang lain. Semua orang selalu mengatakan bahwa dia berbakat dalam melakukanreceivedan menjadi seorang libero. Ia sangat benci ketika orang-orang mengatakan itu, karena sejatinya ia ingin menjadi seorang penyerang. Namun itu berhenti ketika ia melihat Nishinoya di tim putra Chidoriyama, seorang kakak kelas yang satu SMP dengannya. Saat itu mungkin tinggi mereka sepantaran di sekitar 160 cm. Berbeda dengan dirinya yang selalu benci ketika seseorang mengatakan kalau ia berbakat menjadi seorang libero, Nishinoya Yuu, di sisi lain begitu bangga dengan perannya sebagai seorang libero. Ia bahkan mendapatkan predikat libero terbaik di tingkat SMP. Tubuh Nishinoya pendek, dan tidak bisa menjadi seorang penyerang. Tapi ia memanfaatkan bakatnya dan menjadi yang terbaik. Saat itulah Mao menerima dirinya sendiri jika tidak apa-apa kalau tidak menjadi penyerang dalam voli, juga tidak apa-apa kalau ia bertubuh pendek. Satu hal yang perlu ia lakukan, yaitu membuktikan kemampuan nya hingga tidak ada orang lain yang bisa menyangkalnya meskipun tingginya kini hanya 164 cm.

PRIIT!

12 in!

4 Out!

Mao memang sudah berbangga hati dengan posisinya sebagai seorang libero, tapi bukan berarti perjalanannya mudah.

Yamaguchi Tadashi masuk menjadipinch serverkedua menggantikan Nishinoya. Musuh Mao sesungguhnya dalam permainan melawan tim putra Karasuno.The Nasty Jump Floater,orang yang mencetak tiga poin berturut-turut ketika melawan Inarizaki di turnamen musim semi. Servis yang paling di benci oleh para libero, karena ini bukan soal kekuatan, jika hanyaspikekeras Mao masih bisa menahannya. Tapi ini tentang membaca arah bola, kemana bola akan berbelok. Bahkan Nishinoya kesulitan ketika menerima servisJump Floatdari Miya Atsumu tahun lalu.

"Nice serveYamaguchi!"

"Nice serve!"

Mao merengus melihat Tsukishima di lini depan tim putra. Salah satu formasi paling menyusahkan. Kombinasifloating servedan jugablocker mastermindmilik Tsukishima dan Yamaguchi.

"Guys!" Teriak Mao, wajahnya mengeras. Ia bersumpah kan mengerahkan tenaganya untuk poin-poin terakhir ini. Tim Putri yang sudah berada di posisi masing-masing menoleh padanya.

"Fokusreceive!" teriakhnya lagi, tim putra juga bisa mendengar mereka dari lapangan seberang, "ini akan jadi rotasi yang menyebalkan."

"Pffttt..." Enoshita dan Suga tertawa di pinggir lapangan. Berteriak seperti itu dengan percaya diri di depan para tim putra, Mao benar-benar luar biasa, pikir mereka.

"Oh aku sangat tersanjung, tapi kalian tidak perlu tegang seperti itu."Upssepertinya kata-kata Mao menarik perhatian Tsukishima untuk membalas. Wajahnya menyebalkan, dan terdengar lancang sekali. Bahkan tim putri sendiri sudah tahu jika Tsukishima adalah orang yang palingsaltydan sarkas. Pernah sekali Yuri menyebutnya, Tsukishima'sarkastik'Kei. Setelah melihat Tsukishima mengejek Hinata ketika latihan. Tentu saja tim putra tidak tahu, bisa kacau kalau mereka tahu. Mulut longgar Yuri kadang tidak bisa di kontrol.

"Ahhh..." Para tim putri bergumam berbarengan mengerti maksud Mao. Mereka semua sempat menganalisis pertandingan musim semi Nekoma vs Karasuno. Menurut Mao ini adalah salah satu rotasi yang paling menyebalkan, ketika Tsukishima berada di bagian depan, dan Yamaguchi melakukan servis.Jump Floatservis dari Yamaguchi akan sulit di terima dan membuat formasi lawan berantakan, hingga membuat serangan menjadi prematur, dan saat itu lah penyerang lawan harus berhadapan dengan Tsukishima yang tidak hanya memblok, tapi mengubah pertahanan menjadi serangan langsung.

"Oke!" Balas Misaki, "tapi kau tahu kan, kau harus melakukan sesuatu dengan itu?" sambungnya menunjuk Yamaguchi. Orang yang ditunjuk terkejut.

"Jangan khawatir! Aku akan mengatasinya!" Teriak Mao. Para gadis tersenyum, percaya pada Mao. Ya, Mao sudah menunggu momen ini. Sejak ia melihat Nishinoya kesulitan menerimaJump Floatdari Miya Atsumu, dia sadar jikaJump Floaterini sangat berbahaya, dan dia menghabiskan waktunya untuk berlatih menerimaJump Floatselama berbulan-bulan. Ia hanya tidak menyangka jika lawanjump floaterpertamanya adalah dari tim putra Karasuno sendiri.

"Sialaan, memangnya semua Libero Karasuno sekeren itu ya?" Yaku Morisuke dari lapangan sebelah tidak sanggup untuk menyembunyikan ketertarikannya setelah mendengar teriakan dari Mao.

Yamaguchi menatap Mao tajam, dia tidak akan mau harga dirinya di rendahkan seperti ini. SebagaimJump Floateryang sudah menembus pertahanan Shiratorizawa, Inarizaki, dan Nekoma, dia tidak akan tinggal diam saja.

PRIIT!

BAM!

Servis di lemparkan, mengarah bagian tengah, jauh dari Mao. Yamaguchi memberikan servis yang bagus dan mematikan. Tapi Mao tidak terkejut, sebuahsplit step, dan hanya satu langkah yang ia butuhkan. Satu langkah agar dia bisa melakukanupper receive.

Melenceng kemana..

Melenceng kemana..

Mata Mao bergerak ke kanan dan kiri. Bola dari Yamaguchi berputar dalam gerakan lambat. Mao maju dan mengangkat tangannya sebelum bola sempat menukik jatuh.

"NICE RECEIVEMAO!" Teriak Misaki dengan brutal.

"Cih!" Yamaguchi mendecih kesal.Jump Floatnya sempurna, namun ini pertama kalinya seseorang yang baru pertama kali melihatjump float-nya, menerimanya dengan baik.

"Akira!"

Mao memberikanpassingatas dengan tinggi. Akira menyeringai. Kageyama melihat itu.Gawat!Pikirnya.

"Siap untuk blok!"

Kageyama mengatakan hal itu, karena selama pertandingan ia sudah memperhatikan Akira. Setiap bola di kembalikan dengan tinggi oleh libero, Akira akan melancarkan serangan langsung. Namun kenyataannya lebih rumit dari itu. Selama pertandingan, setiap Mao memberikan bola lebih tinggi pada Akira, akan ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Pertama melakukan serangan langsung. Kedua, menyentuh bola dan membiarkan nya terjatuh di lapangan lawan. Ketiga, melakukan serangan cepat dengan Yuri. Entah sengaja atau tidak, tapi Akira membuat kemungkinan serangan menjadi banyak, dan itu semakin membingungkanblockerlawan.

BAM!

Akira mengumpan bola dari lapangan bagian kiri melintang hingga ke kanan.

"Oke!"

Yuri melihat itu, bolanya terlalu rendah untukspikenya, yang berarti itu bola Misaki, tapi Yuri tetap berlari mengejar bola, menjadi umpan untuk mengecohblocker. Kageyama sedikit terdistraksi, tapi Tsukishima, manusia itu tidak bergeming dan tetap mengikuti arah bola.

Hanya dua hal yang Misaki pikirkan untuk menghadapi Tsukishima. Melakukanblock outdenganSpike rocketnya ataufeint.

"Hah?" Namun Misaki salah. Ketika ia hendak memukul, ia baru sadar jikablockTsukishima jauh lebih tinggi dari yang ia bayangkan. Tangannya yang panjang melengkung melewati net, membentuk payung menghadang pukulan Misaki.Feint-nya tidak akan sampai.

BAM!

Misaki mengubahfeintnya menjadispikedi detik terakhir.

"Sorry Cover!"Misaki menutup matanya, takut dengan apa yang terjadi. Bolanya menabrak tangan Tsukishima dan jatuh.

"Alright!"

Rinkou-san datang menyelamatkan bola. Ketika Misaki melompat ia sudah bersiap di belakangnya kalau-kalau bola menabrakblocker.

BAM!

"Akira!" Rinkou terguling. Bola tinggi di lambungkan. Akira berlari, mengejar bola yang sedikit jauh dari net.

'Hmph, memangnya aku tidak bisa memukul! Lihat saja!' pikir Akira.

Sangsettermelompat mengangkat kedua tangannya seolah akan memberikan umpan, namun di detik terakhir mengubahformbahunya menjadi penyerang.

BAM!

DUG!

"Hah?"

Spike dari Akira terbaca oleh Kageyama. Tsukishima tidak sempat berlari untuk memblok Akira di sisi kiri, tapi Kageyama sudah melompat duluan. Kandidat pemain Timnas Muda itu menyeringai, di balas dengan delikan oleh Akira.

"Aku dapat!"

Seperti yang di arahkan Mao sebelumnya, dan seperti yang di lakukan oleh Rinkou, Aoki berjaga di belakang Akira kalau-kalauspikedari Akira gagal.

Kenma yang berada di lapangan lain saja terdistraksi mendengar kehebohan di lapangan Karasuno.

"Mereka benar-benar fokus pada pertahanan." Gumamnya.

"Yah, mungkin karena pelatih mereka dari Nekoma, itu kenapa pertahanan mereka bagus." Balas Kuroo, yang ikut menatap mereka.

"Hei! Lawanmu ada disini!" Bokuto berteriak. Dia sudah mulaibad moodkarena sejak tadi para pemain Nekoma terdistraksi oleh permainan Karasuno di lapangan sebelah.

...

"Aku dapat!"

Aoki memberikan bola tinggi lewatpassingbawah kembali pada Akira.

Akira melompat menyambut bola berbarengan dengan Yuri yang juga melompat. Mata Tsukishima melebar. Ia sadar posisi itu.

"Serangan cepat!" teriak Tsukishima.

Ia, Hinata, dan Kageyama di lini depan melompat bersamaan berusaha memblok Yuri. Tinggi Tsukishima lebih dari 190 cm berbeda 12 cm dari Yuri, tapi lompatan Yuri tinggi dan dia bukan pemalas seperti Tsukishima yang jarang melompat meskipun ia bisa.

Untuk sepersekian detik Yuri merasa setiap gerakannya menjadi lambat. Ia baru tahu, seperti ini rasanya di jaga dengan serius oleh tiga orangblocker.

'Ayolah kena sedikit saja, aku mohon, aku mohon...'Yuri berdoa.

BAM!

"One touch!"teriak Kageyama. Bola dari Yuri mengenai ujung jari Kageyama. Bola langsung melenceng ke kanan ke arah keluar lapangan. Daichi mengejarnya, tapi bola terlalu cepat dan jatuh di luar lapangan.

"YEAAAAHHHHH!"

Skor untuk tim putri setelahrallyyang menegangkan. Yamaguchi berdecak kesal. Ia tahujump float-nya bagus. Tapi tidak mengira jika Mao bisa mengatasijump float-nya dengan cepat.

Waktu menunjukan hampir jam delapan malam. Latihan Fukurodani dan Nekoma sudah selesai. Sebagian tim juga sudah kembali ke ruang kelas mereka untuk membersihkan diri dan juga makan malam. Tapi lapangan pertandingan tim putra dan tim putri Karasuno masih ramai. Mereka bermain sejak pukul setengah tujuh malam dan sudah hampir satu jam, tapi mereka baru bermain satu set. Tim putra berada di Match Point.

[TIM PUTRI KARASUNO 24-25 TIM PUTRA KARASUNO]

"Sialaaannnn, permainan ini tidak mau berakhir!KORAAAAAA!

SMACK!

Tanaka memukul bola dengan keras dan juga kesal.

"Tidak sekarang Tanaka-san!" Mao berguling mengembalikan bola dari Tanaka.

Takeda sensei dan juga Ukai-san masih berada disana, melihat permainan kedua tim Karasuno itu.

"Ukai-san, apa tidak sebaiknya di hentikan?" Tanya Takeda sensei yang khawatir anak-anak akan kelelahan.

"Tunggu sebentar lagi Sensei, permainan ini sejak awal semakin menarik. Pertahanan tim putri semakin berkembang seiring berjalannya permainan, mereka semakin bisa mengatasi bola-bola dari pemain putra." Ujar Ukai-san, "dasar, Miyama-san itu, latihan apa yang ia berikan pada tim putri hingga mereka bisa berkembang secepat ini."

Kembali pada permainan, kedua tim Karasuno itu masih terjebak dirallypanjang.

"MISAKI!ROCKET!"

Tempo permainan mereka semakin cepat. Akira memberikan umpat kilat pada Misaki.Wing Spikertim putri itu melompat tinggi, lupa jika ia sudah lelah.

"YOSHA!"

BAM!

DUG!

"Nice ReceiveHinata!" Teriak Nishinoya. Hinata terguling menerima bola dari Misaki.

"Sialaan kenapaspikenya bisa keras sekaliii?" Hinata mengoceh.

"KAGEYAMA!" Hinata berteriak meminta bola. Sangsettermendengar terakannya.

'Ayo terbang Hinata! Aku tidak akan memberikan bolanya padamu! Kau harus menipu mereka!'Pikir Kageyama kejam. Hinata melompat dengan sangat tinggi dan bersiap memukul. Tapi alih-alih Kageyama memberikan bola pada Daichi.

BAM!

Daichi memukul bola tepat ke arah garis.

"Aku dapat!"

"Tidak Yuri!Out!" Teriak Akira.

'Sial...sial tidak sempat berhenti!'

Yuri yang tadinya sudah hampir mendapatkan bola, berhenti mendadak karena Akira memanggilnya. Dia limbung. Benar saja, bola sangat tipis berada di luar garis. Tapi Yuri akan terjatuh, jika ia terjatuh maka akan wajahnya duluan yang mengenai lantai. Kemudian iapun mengulurkan tangannya dan menjatuhkan diri dalam posisi koprol denganhand standselama sedetik, kemudian terjatuh.

"Hahahahaha!"Asahi lupa kapan dia tertawa selepas itu, hanya saja, di dalam latih tanding kali ini banyak kejadian aneh yang berada diluar nalar.

"Ahahaha, kau sedang bermain voli Yuri, bukangymanstic." Nishinoya juga tertawa melihat hal itu.

"Sudahlah Noya-san, aku menantangmu untuk tandinghand-standdengan mu nanti!" Balas Yuri kesal, meskipun itu menjadi poin untuk tim putri.

"Siapa takut?" Tantang balik Nishinoya.

[TIM PUTRI KARASUNO 25-25 TIM PUTRA KARASUNO]

Skor mereka imbang.

Akira memberikan servis. Di terima oleh Nishinoya, Kageyama mengambil bola dan memberikannya pada Asahi.

BAM!

Mao berusaha mengejar, tapi pandangannya sudah berkunang-kunang, dia lapar dan juga lelah.

DUG!

"YUHUU!"

Bola masuk. Mao hanya melemparkan pandangan lelah pada rekan setim nya. Mereka mengerti, mereka juga sudah sampai pada batasnya.

[TIM PUTRI KARASUNO 25-26 TIM PUTRA KARASUNO]

Dug! Dug! Dug!

Kageyama mendribblebola. Kini gilirannya melakukan servis.Ups,mereka akan mati pada tahap ini jika menerima bola lagi. Mao menatap Miyama-san meminta ampun, dia benar-benar sudah sangat lapar. Begitupun dengan sisa tim yang lain. Mereka menatap Miyama-san seolah meminta izin untuk menghentikan pertandingan.

Sejenak Miyama-san terkejut, kemudian ia tertawa lalu mengangguk. Mengerti jika anak-anaknya sudah tidak mau bermain lagi.

"Nice serveKageyama!"

"Habisi denganno touch ace Kageyama!" Tim putra bersahut-sahutan menyemangati Kageyama.

Kageyama melempar bola, kemudian dia berlari dan melakukanjump serve.

BAM!

DUG!

...

...

...

Krik...krik...krik...

Kageyama bingung, tim putra juga bingung, semuanya bingung. Tidak ada satupun dari tim putri yang bergerak dari posisi mereka.

PRIIT! PRIIIITTTTT!

[TIM PUTRI KARASUNO 25-27 TIM PUTRA KARASUNO]

Permainan berakhir. Tim putra keluar sebagai pemenang.

"Yeay, hebat sekali Kageyama-san!" Gumam Misaki flat.

"No touch aceeeeeee!" Akira bertepuk tangan.

"Tim putra Karasuno memang luar biasa." Mao sudah limbung.

Kemudian mereka tanpa bersuara membubarkan diri dari lapangan.

"Hah kenapa dengan mereka?" Kageyama tidak mengerti dengan apa yang terjadi, kenapa mereka tidak ada yang menerima servis darinya.

"Kageyama kau bodoh! Mereka memberikan poin terakhirnya, karena mereka sudah lelah. Tidak semua orang punya tenaga monster seperti kau dan Hinata. Mereka bisa pingsan kalau meneruskan permainan, memangnya kalian tidak mau makan malam, hah?!" Tsukishima sudah kehabisan kesabaran, dan sudah sangat lapar. Ia kesal sekali di paksa untuk ikut dalam latihan tambahan ini.

...

"Permainan bagus semuanya. Sekarang kalian pendinginan dan segera istirahat. Kita bicarakan latihan hari ini nanti saja." Ujar Miyama-san.

"Baik,Coaachhh." Jawab anak-anak lemas.

Rinkou baru akan melakukan pendinginan saat Daichi mendatangi kerumunan tim putri.

"Rinkou," panggil Daichi, Rinkou menoleh, "permainan yang bagus, kalian bagus!" Ujarnya.

"Daichi-san?" Tanya Rinkou, ia terlalu lelah untuk mencerna kata-kata Daichi.

"Kalian sudah sangat berkembang, akan ku pastikan Michimiya mengetahuinya, dia pasti akan bangga sekali." Daichi tersenyum. Rinkou baru sadar apa maksud Daichi. Wajah sang kapten putri yang memerah, kini berkaca-kaca. Ia melihat di belakang sana, Asahi dan Suga-san juga tersenyum ke arahnya, mengangguk dan mengacungkan jempol.

"Terima kasih..."Rinkou membungkuk, menyampaikan rasa syukurnya.

"Tuh kan... Daichi-san menyebut Michimiya senpai lagi..." Ceplos Yuri yang sedang melakukan pendinginan, kini Daichi bisa mendengarnya dengan jelas.

"Yah mungkin kau benar, Daichi-san dan Michimiya senpai pacaran.." Balas Akira polos.

"Ehemm.." Daichi berdehem dan kedua anak tengil itu menoleh.

"Aku dan Michimiya tidak pacaran, Akira, Yuri!" Ujar Daichi.Oh sial, Daichi-san menyebut nama mereka berdua.

"Maaf, Daichi-san." Ujar keduanya menundukan kepala di iringi dengan sayup-sayup suara tawa dari Suga dan juga Asahi yang berdiri tak jauh dari mereka.