DISCLAIMER

Haikyuu! is belongs to Haruichi Furudate

THE RISE : Karasuno Female Volley Ball Club

©Longlive Author

[Hanyu's Residence]

Dua minggu sebelum Inter High di mulai dan besok ujian akhir semester sudah di laksanakan.

Mereka sudah melakukan banyak hal empat bulan kebelakang. Bertemu banyak orang, dan bertemu banyak tim. Yuri juga sudah sekuat tenaga untuk membenahi nilai-nilai sekolahnya. Meskipun meningkat, pelajaran kanji nya masih sangat buruk. Bisa menembusKKMsaja sudah merupakan pencapaian untuk Yuri.

Malam itu dia sudah menghabiskan waktu dua jam berkutat dengan bukunya. Mencatat ulang materi dari kisi-kisi untuk ujian besok. Ia menatap tulisannya sendiri.

"Ugh, jelek sekali!" Komentarnya.

Dibandingkan tulisan tangan anak SD tulisan Yuri tidak ada bedanya. Ia mungkin fasih berbahasa Jepang. Tapi ia baru belajarKatakanadanHiraganabeberapa tahun yang lalu. Ia penasaran apa gurunya sanggup membaca tulisannya.

Ngeek...

Pintu terbuka, sebuah suara langkah kaki berat masuk kedalam kamar Yuri. Yuri menoleh.

"Kau belajar?" Ivan duduk di ranjangnya. Yuri menyipitkan matanya. Mendengar Ivan menggunakan bahasa Jepang, terasa sangat aneh. Kemudian ia sadar, mungkin seperti itulah ia terdengar ketika ia menggunakan bahasa Jepang. Pantas anak-anak menatapnya dengan tatapan aneh ketika pertama kali ia bergabung dengan klub. Berbeda dengan Lev dari Nekoma. Anak itu terdengar seperti orang Jepang tulen disamping wajahnya yang blasteran.

"Ya, besok aku ujian." Jawab Yuri.

Yuri tidak terdengar se ketus dulu. Entah apa yang merubah nya. Namun apapun, itu Ivan senang melihat Yuri merubah sikapnya yang dingin. Hubungan mereka tidak pernah baik semenjak kejadian Grand Prix dua tahun lalu. Ivan tahu diam-diam Yuri menyalahkan keluarganya atas semua yang terjadi padanya. Kekalahannya di Grand Prix, cidera lehernya. Sampai sekarang ia tidak mau berbicara dengan ibunya. Selain itu, Ivan pun merasa bersalah karena ia tidak ada disana ketika semua itu terjadi. Ivan yang berkarir sebagai atlet lebih dulu, sering keluar negeri untuk berkompetisi dan juga syuting. Ia sudah merasa cukup jauh dari Yuri.

"Kau tidak pernah ujian di sekolah sebelumnya? Bagaimana rasanya?" Tanya Ivan.

Itu benar. Yuri tidak pernah merasakan sekolah reguler sebelumnya. Hidupnya sejak empat tahun ia abdikan sebagai seorang atlet.

"Aku merasa gugup," katanya. "Tapi aku senang." Kata Yuri lagi menghentikan jarinya yang sedang menulis.

"Kau tahu, ku rasa pergi ke Jepang, merupakan keputusan yang tepat." Kata Yuri hening kemudian.

Ivan memandangnya dalam diam.

"Apa itu artinya kau akan meninggalkanskatingdan akan memantapkan diri di voli?" Tanya Ivan.

Tentu saja ia berpikir seperti itu. Guru dan pelatihnya pasti sudah berbicara padanya. Mungkin mereka sudah berusaha untuk meyakinkan Yuri untuk kembali keskating.Bagaimana lagi? Mereka tidak bisa melakukan apapun jika Yuri tidak mau kembali keskating. Tapi pemikiran Ivan salah.

"Tidak, aku akan kembali keskating." Jawabnya. Ivan menegadah, ia terkejut mendengar jawaban Yuri.

"Aku masih marah pada Mama, dan pelatih. Mereka selalu membuatku merasa aku tidak berguna jika aku tidak memenangkan medali emas." Untuk pertama kalinya Yuri jujur pada anggota keluarganya tentang apa yang ia rasakan sebagai seorang atlet.

Yuri membuang napas dan berbalik memandang kakaknya itu.

"Aku sudah berlatih dengan keras. Tapi bagaimana lagi kalau aku tidak menang. Aku tidak mau merasakan hal seperti itu lagi. Aku tidak mau mengejar medali seperti itu lagi." Jelas Yuri.

"Aku mengerti." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Ivan. Ya, terkadang kita hanya butuh pengertian saja.

"Aku akan kembali keskating, dan bertemu dengan Viktor untuk Senior Debutku, tapi tidak sekarang. Aku sudah berjanji pada teman-temanku, bahwa kami akan bertanding di Inter High dan juga Turnamen musim semi. Aku tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. Itu kenapa aku akan menundanya sampai tahun depan." Jelas Yuri.

"Baiklah." Ivan mengangguk paham.

Sebuah keheningan yang nyaman dan canggung menyelimuti mereka berdua.

"Kalau begitu aku akan membiarkan mu belajar sekarang. Oh ya, aku akan pergi ke Fujioka besok. Aku mungkin tidak berada disini ketika kau bertanding. Jadi..." Ivan tidak tahu apa yang harus ia katakan.

"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Kata Yuri segera.

"Oke.." Ivan bangkit dari ranjang dan berjalan keluar, dan sebelum ia meninggalkan Yuri, ia berbalik.

"Yuri," Katanya. Yuri menoleh.

"No ty molodets!"

(Kau sudah melakukan yang terbaik!)

Yuri mengangguk.

=KARASUNO VBC LINE GROUP=

[Ryuu]
Oi.. Oi.. Oi.. Apa kalian lihat di Instagram?

[Noya_Rolling Thundeerr]
Aku melihatnya Ryuu!
Apa menurut mu aku harus minta foto juga dengan Yuri?

[Ryuu]
Kita harus minta foto dengannya, Noya-san! Kita pasti akan terkenal!

[Enoshita Chikara]
Kalian berdua, jangan mulai melakukan hal yang aneh!

[Yamaguchi Tadashi]
Aku tidak tahu Yuri se terkenal itu! Folowers Hinata jadi bertambah banyak.

[Kageyama Tobio]
Kenapa dengan si pendek itu?

[Yamaguchi Tadashi]
Yuri dan Hinata selfie waktu pulang latihan kemarin, Yuri mengunggahnya ke Instagram. Likes nya banyak sekali.

[Kageyama Tobio]
Hah?

[Shoyoo]
SEMUANYA.. TOLONG AKU...

[Ryuu]
Ini dia orangnya baru muncul, hahahaha

[Tsukishima Kei]
...

[Shoyoo]
Ponsel ku tidak mau berhenti berbunyi, followers ku tiba-tiba jadi banyak, harus ku apakan?

[Kageyama Tobio]
Kau diamkan saja bodoh!

[Shun]
Eh serius Hinata-san tidak sadar?

[Yuji]
Yuri-san menandaimu dalam sebuah postingan Hinata-san.

[Shoyoo]
Menandai apa maksudnya? Aku tidak mengerti.

[Tsukishima Kei]
Dia baru ganti ponsel lama kesmartphone, dia jadi tidak mengerti, HA!

[Kageyama Tobio]
Dasar gaptek!

[Shoyoo]
Awas kau Kageyama akan jitak kepalamu saat latihan nanti! Kau juga gaptek ya!

[Kageyama Tobio]
Aku tidak gaptek!

[Shoyoo]
Bacot!

[Shun]
(Screenshot)

[Shoyoo]
Apa ini? Ini foto kemarin aku dan Yuri waktu latihan

[Shun]
Yuri-san memposting ini dan menandai akunmu Hinata-san, jadi kau mendapatkan banyak notifikasi.

[Shoyoo]
Mereka bilang apa? Komentar nya pakai bahasa Inggris, aku tidak mengerti.

[Tsukishima Kei]
Bodoh. Makanya belajar!

[Shoyoo]
Diam kau Tsukishima!

[Narita]
Anak kelas satu memang pada jago dan lebihup to dateya.

[Yuji]
Komentar nya banyak yang menanyakan apakah Hinata-san pacarnya Yuri-san.

[Kageyama Tobio]
Hahh?

[Noya_Rolling Thundeer]
Hah?!

[Ryuu]
Gimana?

[Shoyoo]
Haaaaah?!

Sementara itu puluhan kilometer nan jauh di Tokyo, Kozume Kenma merengut melihat sebuah postingan Instagram dimana Hinata ber-selfiedengan Yuri.

Mereka tidak tahu saja kalau Yuri sebenarnya senang mengambil foto banyak orang ketika latihan dan untuk alasan tertentu Yuri memiliki banyak foto Tanaka dan Nihsinoya. Ia hanya tidak mengunggah nya saja.